![]() ![]() |
||||
|
|
||||
|
500 TENTARA ALIANSI UTARA DAN PULUHAN TENTARA SAS INGGERIS TEWAS Mazar-i-Syarif – Tiga hari setelah
para Mujahidin yang tertawan di penjara Mazar-i-Syarif melakukan perlawanan,
akhirnya para pejuang itu syahid seluruhnya memenuhi sumpah mereka. Para
Mujahidin itu memang telah merencanakan masuk ke penjara Mazar-i-Sharif dan
bersumpah akan berjihad sampai titik darah penghabisan. Ratusan Mujahidin yang telah berencana melakukan "Operasi
Syahid" itu berhasil membunuh 500 tentara Aliansi Utara dan puluhan
personil pasukan khusus Inggris (SAS), sebelum akhirnya mereka menemui
syahid. Para Mujahidin sebelumnya telah bersumpah akan bertarung sampai
mendapatkan syahid di Kunduz, dan akhirnya mereka memenuhi janji mereka di
Mazar-i-Sharif. Para serdadu AS, menurut laporan azzam.com, begitu
terguncang dan ciut menyaksikan semangat jihad luar biasa yang diperlihatkan
para Mujahidin sebelum akhirnya mereka syahid seluruhnya. Semoga Allah
menerima syahid mereka dan membalasnya dengan ganjaran Highest Paradise (surga
jannatun na'im) serta mampu mengajak Muslim lainnya untuk mengikuti jejak
mereka. Pasukan marinir AS yang baru tiba di Afghanistan, menurut laporan azzam.com,
ikut terlibat dalam pertempuran kecil menghadapi pasukan Taliban dan
Mujahidin asing tersebut. Korban cukup besar jatuh di kedua belah pihak.
Namun berapa jumlah korban yang mati dan terluka di kedua belah pihak belum
bisa dikonfirmasi. Para pejuang Mujahidin kini sedang mempersiapkan diri
mempertahankan Kandahar sampai tetes darah terakhir mereka. Demikian juga,
unit-unit gerilyawan Mujahidin yang sedang melakukan patroli di sekitar
wilayah Kandahar telah bersiap untuk memukul pasukan AS. Dunia akan segera
menyadari apakah perang sesungguhnya akan berakhir atau tidak, tatkala
pemerintah AS tak bisa lagi menyembunyikan korban-korban perang di pihak
mereka. Dengan tampaknya tanda-tanda dimulainya kampanye perang gerilya,
pasukan Taliban telah memasuki era baru dalam perang Afghanistan. Mereka,
seperti diduga oleh banyak pengamat sebelumnya, memiliki semangat perang
luar biasa untuk bisa menaklukkan Amerika, sebagaimana pernah dialami
pendahulunya (Uni Soviet) 20 tahun lalu. Amerika agaknya juga akan bernasib seperti Rusia. Sebab ekonomi Amerika tak bisa terus menerus menunjang perang yang akan berlangsung tahunan tersebut. Publik Amerika juga tak bisa menerima jatuhnya korban di pihak Amerika, sebagaimana demonstrasi tahun 1993 yang menentang keterlibatan AS di Somalia. Saat itu mayat-mayat serdadu AS diseret-seret di jalan-jalan Mogadisu, Somalia. Akhirnya tentara AS ditarik dari Somalia kurang dari 24 jam setelah adegan yang mempermalukan Amerika itu dipertontonkan rakyat Somalia yang miskin. Adegan itu jelas mencabik-cabik perasaan publik Amerika, sehingga mereka tidak ingin jatuhnya korban di pihak AS lebih banyak lagi. (stn/azzam) |
||||
|
[HOME] [TENTANG KAMI] [INFO FSQ] [ARTIKEL] [DUNIA ISLAM] [DAKWAH] [LINKS] [FREE EMAIL] [BUKU TAMU] FORUM STUDI AL QURAN Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat Sekretariat: Musholla Ulul Albab FE Jl. H. Hasan Basri, Kayutangi Banjarmasin Email: [email protected] |
||||