Tentang Organisasi Kami

Info Tentang Kegiatan FSQ, dan Organisasi Islam Lainnya

Dapatkan Artikel-Artikel KeIslaman dan Ekonomi

Informasi Tentang Dunia Islam

Seputar Dakwah Islam

Links ke Situs-Situs Islam

Anda Dapat Memperoleh Email Gratis dan Login di Sini

Saran dan Kritik untuk Kami

Lihat Isi Buku Tamu

Sekretariat FSQ Musholla Ulul Albab

 

BAHAYA DI BALIK PERDAGANGAN BEBAS DAN PASAR BEBAS

oleh: Hidayatullah Muttaqin

Perdagangan suatu negara dengan negara lainnya (maksudnya perdagangan internasional) merupakan hal yang lumrah terjadi. Negara yang melakukan perdagangan internasional (ekspor/impor barang dan jasa) memiliki tujuan-tujuan tertentu, antara lain; untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang tidak diproduksi di dalam negeri, lebih efisien jika mengimpor daripada memproduksi sendiri, ingin meraih keuntungan (surplus perdagangan), memelihara cadangan devisa. Saya menyebut tujuan-tujuan tersebut merupakan tujuan murni perdagangan.

Tapi mungkinkah di era sekarang hubungan perdagangan internasional yang terjadi murni hanya kepentingan-kepentingan bisnis saja? Dengan blok-blok perdagangan yang dibentuk seperti Masyarakat Ekonomi Uni Eropa, ASEAN, NAFTA, APEC apalagi seiring dengan semakin bergulirnya perdagangan bebas yang dibawa negara-negara maju terutama Amerika Serikat! Apakah yang sebenarnya diinginkan dibalik pembentukan blok-blok perdagangan ? Lantas kenapa perdagangan bebas dan pasar bebas selalu dibahas dalam setiap pertemuan ekonomi dunia terutama dengan telah berdirinya WTO (World Trade Organization) seolah-olah menjadi wacana yang harus diwujudkan di seluruh dunia? Bagaimana pula dampaknya bagi negara-negara berkembang dan miskin? Uraian dari artikel saya yang berjudul Bahaya Dibalik Perdagangan Bebas dan Pasar Bebas ini akan mengupas dan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Alasan Pembentukan Blok-Blok Perdagangan

Uni Eropa. Uni Eropa merupakan kesatuan ekonomi sekaligus blok perdagangan yang beranggotakan negara-negara Eropa Barat. Tujuan dibentuknya Uni Eropa adalah untuk menyatukan ekonomi negara-negara Eropa (integrasi ekonomi) sehingga menjadi suatu perekonomian yang kuat dan mandiri sehingga tidak tergantung lagi dengan negara lain terutama Amerika dan Jepang. Negara utama Uni Eropa ini adalah Jerman, Inggeris, Perancis dan Italia.

Di sisi lain jatuhnya Uni Sovyet dan komunis memberi kesempatan negara-negara Eropa Timur melepaskan diri dari jeratan komunis sehingga negara-negara tersebut mencari format baru ideologi dan sistem ekonominya. Negara-negara ini melirik tetangganya yang kaya di Eropa Barat dan berusaha bergabung dengan Uni Eropa.Hal ini merupakan kesempatan bagi Uni Eropa untuk memperluas pengaruh dan kekuatannya.

Integrasi negara-negara Uni Eropa semakin nyata dengan mulai diberlakukannya mata uang Euro mulai 1 Januari 2002 sebagai mata uang yang dapat dipergunakan dalam transaksi oleh warga negara anggota Uni Eropa di negara anggota manapun ia berada.

ASEAN. ASEAN didirikan pada tahun 1967 sebagai persatuan negara-negara di Asia Teanggara dengan tujuan membendung ekspansi komunisme saat itu. Searah dengan perkembangan ekonomi dunia, ASEAN berkembang menjadi kelompok ekonomi terbatas namun cukup mempunyai pengaruh yang luas. Integrasi ekonomi negara-negara ASEAN tidak sekuat negara-negara Uni Eropa. ASEAN sebagai kelompok ekonomi telah merencanakan untuk memberlakukan perdagangan bebas dan pasar bebas antar negara-negara anggota ASEAN. Namun rencana itu mundur dari jadwal yang telah disepakati. Mulai tahun 2002 ASEAN mulai memberlakukan perdagangan bebas dan pasar bebas terbatas secara bertahap pada komoditi-komoditi tertentu saja.

APEC. APEC muncul pada tahun 1989 atas prakarsa Australia. APEC menghimpun 17 negara yang berada di kawasan Asia Timur dan Tenggara, Australia dan Selandia Baru serta Amerika bagian Barat. Negara-negara anggota APEC tersebut menguasai 40 % dari keseluruhan volume perdagangan ekonomi dunia, sekaligus pasar yang jumlah konsumennya lebih dari 2 milyar jiwa. APEC didirikan dengan tujuan membuka pasar bebas antar negara di kawasan tersebut.

Dengan ketiga contoh blok perdagangan tersebut, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa blok perdagangan dibentuk dengan tujuan:

1.      Terciptanya integrasi ekonomi. Integrasi ekonomi yang kuat dan benar-benar ingin diwujudkan untuk kepentingan bersama negara-negara anggotanya dapat dilihat dari apa yang dilakukan Uni Eropa. Sedangkan integrasi ekonomi yang terjadi pada ASEAN dan APEC tidaklah kuat, terutama APEC. Usaha-usaha untuk mencapai kesepakatan sangat sulit dilakukan, bahkan perjanjian yang telah disepakati terpaksa diundur. Hal ini bisa terjadi karena negara-negara anggota ASEAN dan APEC tidak memiliki visi yang sama mengenai ekonomi dan perdagangan internasional juga terdapat kecurigaan terhadap negara lainnya bahwa terdapat tujuan yang ingin dicapai negara tertentu untuk keuntungan ekonomi negara tersebut saja.

2.      Proteksi bersama ekonomi negara-negara anggota. Diciptakan blok perdagangan adalah untuk melindungi perokonomian dalam negeri negara-negara anggota dari arus masuk produk barang dan jasa asing. Dengan terlindunginya perekonomian dalam negeri terutama sektor industri dan pertanian, maka pengangguran dan pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan dari kejatuhannya. Untuk kasus APEC, saling melindungi perekonomian dalam negeri antar anggota nampaknya bukanlah tujuan.

3.      Menciptakan kesatuan ekonomi yang kuat dan mandiri. Bagi negara-negara Uni Eropa dan negara-negara anggota ASEAN kemandirian ekonomi mutlak diperlukan untuk menghadapi hegemoni Amerika dan Jepang dalam bidang perdagangan dunia.

4.      Menciptakan kekuatan untuk menyaingi blok perdagangan lainnya. Misalnya APEC didirikan selain untuk membuka pasar bebas di kawasan Asia Pasifik juga untuk menandingi Masyarakat Ekonomi Eropa yang sudah berkembang jauh.

5.      Sebagai persiapan menghadapi kemungkinan perkembangan politik ekonomi internasional mengarah kepada perdagangan bebas dan pasar bebas dunia. ASEAN menerapkan kebijakan ini untuk menghadang kemungkinan terburuk yang akan dialaminya jika perdagangan bebas dan pasar bebas Asia Pasifik (APEC) dan dunia sudah mulai diberlakukan.

Munculnya Perdagangan Bebas dan Pasar Bebas

Salah satu sebab dibentuknya blok-blok perdagangan adalah untuk menghadapi kekuatan ekonomi luar. Sengketa-sengketa ekonomi pun muncul akibat tindakan proteksi yang dianggap merugikan negara lain dan persilisihan dagang antar negara bahkan antara negara dengan blok ekonomi tertentu. Untuk mengeliminir dan menengahi perselisihan tersebut dilakukanlah perundingan-perundingan perdagangan dan ekonomi internasional. Misalnya Puataran Uruguay. Kemudian dibentuklah GATT (General Aggrement on Tarif and Trade) yaitu organisasi dunia yang tugasnya membahas permasalahan tarif dan perdagangan dunia.

Setelah runtuhnya Uni Sovyet dan komunis di awal tahun 1990-an perhatian dunia tidak lagi terfokus pada perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur, karena runtuhnya Uni Sovyet perang dingin telah berakhir. Perhatian utama terfokus pada permasalahan ekonomi, hubungan perdagangan dan ekonomi internasional. Sengketa-sengketa ekonomi malah menjurus perang dagang antar negara. Untuk itu dicarilah solusi dalam menengahi sengketa tersebut melalui lembaga internasional maka dirubahlah GATT yang hanya menjadi organisasi pembahas permasalahan tarif dan perdagangan menjadi organisasi yang tidak hanya membahas tetapi juga bisa memberikan keputusan yang sifatnya memaksa negara-negara yang bersengketa. Organisasi yang baru dibentuk ini bernama WTO (World Trade Organization). Indonesia pernah merasakan pahitgetirnya sanksi WTO akibat kalah dalam kasus mobnas yang dipersoalkan Jepang dan Amerika.

Melalui WTO dilahirkanlah konsep tata aturan perdagangan dunia, antara lain perdagangan bebas dan pasar bebas. Perdagangan bebas dan pasar bebas merupakan suatu tata perdagangan dunia yang terbuka dengan meniadakan tindakan proteksi setiap negara anggota sehingga perdagangan dunia tidak diberlakukan lagi tarif dan bea masuk serta hambatan-hambatan perdagangan lainnya. Artinya setiap arus barang termasuk jasa bebas masuk maupun ke luar. Tentu diberlakukannya hal itu secara bertahap dan melalui perundingan yang alot untuk menentukan waktu pemberlakuannya. Peraturan-peraturan WTO harus dipatuhi oleh setiap anggota-anggotanya atau jika tidak akan dikenakan sanksi. Kini hampir seluruh negara-negara di dunia menjadi anggota WTO, anggota terakhir yang diterima adalah Cina di akhir tahun 2001. Cina diterima oleh WTO setelah Amerika meredhoinya.

Bibit-bibit Perdagangan Bebas dan Pasar Bebas Menimbulkan Ketidakadilan

Munculnya perdagangan bebas dan pasar bebas tidak berarti tercipta suatu tata ekonomi dan perdagangan internasional yang adil terutama dampak yang akan dialami negara-negara berkembang dan miskin akibat diterapkannya perdagangan bebas dan pasar bebas.

Sebagai contoh Nicaragua, atas tekanan Bank Dunia (sangat aneh; Bank Dunia bukanlah organisasi perdagangan) menghilangkan hambatan impor sehingga negara tersebut dibanjiri berbagai produk dari manca negara dengan harga murah. Akibatnya produk dalam negeri kalah bersaing. Perusahan-perusahan ditutup sehingga para pekerja banyak yang di-PHK. Kegelisahan  masyarakat setempat dapat dilihat melalui komentar: “Industri sepatu dan garmen kami, kini, telah gulung tikar semuanya. Begitu pula dengan industri makanan yang tadinya berkembang pesat,” ungkap Mario Amador, ketua Institut Ekonomi, sebuah lembaga milik Asosiasi Pengusaha Nicaragua. Suatu keadaan melarat yang dialami Nicaragua ini, bukan merupakan akibat langsung dari diterapkannya perdagangan bebas dan pasar bebas oleh WTO, tetapi atas paksaan Bank Dunia terhadap Nicaragua untuk melakukan salah satu bagian perdagangan bebas dan pasar bebas.

Indonesia misalnya, mengalami ketidakadilan dalam hubungan ekonomi internasional dari Ameika Serikat yang menjadi pelapor perdagangan bebas dan pasar bebas. Ekspor Indonesia ke negara tersebut, untuk beberapa komoditi dihalangi dengan dikenakannya kouta ekspor Indonesia. Misalnya dibatasinya volume ekspor garmen dan pakaian Indonesia ke Amerika dengan alasan Indonesia melanggar HAM (Hak Asasi Manusia). Tindakan ini tentu bertentangan dengan prinsip-prinsip perdagangan bebas dan pasar bebas itu sendiri yang kebetulan Amerikalah menjadi pelapor dan penggerak perdagangan bebas dan pasar bebas melalui lembaga WTO. Sangat aneh, Amerika yang membuat Amerika pula yang melanggarnya.

Ketidakadilan ini akan semakin menjadi-menjadi bila perdagangan bebas dan pasar bebas sudah diterapkan. Ini menimbulkan suatu tanda tanya bagi kita. Sebenarnya perdagangan bebas dan pasar bebas itu tujuannya apa dan untuk siapa ?

Perdagangan Bebas dan Pasar Bebas Hanya untuk Kepentingan Negara-negara Kaya

OECD, sebuah kelompok negara-negara terkaya di dunia yang menjadi pelapor dan penggerak organisasi WTO, melakukan perjanjian perlindungan investasi multilateral (Multilateral Agreement on Investment, MAI) yang teks perjanjiannya sempat dirahasiakan, namun bocor di internet (www.citizen.org) karena dipublikasikan LSM Public Citizen. Rencananya MAI tidak hanya untuk negara-negara anggota OECD. Negara-negara kaya tersebut juga bermaksud menggiring negara-negara berkembang untuk menyetujui teks MAI tersebut apa adanya. Untuk merealisasikan maksud tersebut, agenda MAI dibawa dalam pertemuan tingkat menteri negara anggota WTO di Seattle, AS, Desember 1999.

Format MAI yang dirahasiakan negara-negara kaya tersebut, jika diterima dan diratifikasi oleh negara anggota WTO, maka praktis pemerintah tidak boleh mengatur mekanisme investasi dalam negeri, berbagai kebijakan pemerintah yang sifatnya melindungi rakyat kecil seperti subsidi, pertimbangan pelestarian lingkungan hidup, harus dilupakan. Perusahaan-perusahaan multinasional lah yang akan menjadi raja dan yang menentukan kendali perdagangan dunia. Masalahnya lagi perusahaan-perusahaan multinasional tersebut milik negara-negara maju. Sebelumnya Amerika masih membantah rencana kesepakatan MAI, namun setelah public citizen mempublikasikannya di internet, akhirnya Amerika mengakuinya. Jadi jelas ada niat jahat dari negara-negara maju terutama Amerika untuk menguasai ekonomi negara-negara berkembang dan dunia.

Agenda Tersembunyi Amerika Dibalik Perdagangan Bebas dan Pasar Bebas

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, setelah Uni Sovyet bubar dan komunisme runtuh perang dingin berakhir. Amerika pun kehilangan musuh militernya. Dengan demikian konsentrasi dunia beralih dari masalah perang militer dan pertahanan kepada masalah perekonomian terutama perdagangan internasional sehingga perhatian Amerika pun beralih ke permasalahan tersebut. Dalam bidang ekonomi dan perdagangan internasional yang dapat menyaingi Amerika hanyalah Negara-negara Uni Eropa dan Jepang.

Keruntuhan komunis di Eropa Timur, memberikan kesempatan kepada negara-negara Eropa Timur untuk melepaskan diri dari sistem sosialis dan komunis serta mengadopsi sistem kapitalis seperti yang dianut negara-negara Uni Eropa dan Amerika. Dengan perubahan arah perpolitikan dunia, negara-negara Uni Eropa memantapkan konsolidasi dan integrasi ekonomi mereka. Mereka mulai bergerak untuk menjadikan Uni Eropa lebih kuat, antara lain dengan menggabungkan negara-negara Eropa Timur ke dalam Uni Eropa. Dengan potensi SDM (sumber daya manusia) yang dimilikinya, kekuatan ekonomi dan industri, penguasaan atas sains dan teknologi, jumlah penduduk negara-negara Uni Eropa yang cukup besar jumlahnya merupakan pangsa pasar yang sangat menggiurkan. Inilah yang menjadi kekhawatiran Amerika atas tergesernya hegemoninya oleh negara-negara Uni Eropa.

Perubahan inilah yang membuat Amerika untuk membentuk tata dunia baru di bidang ekonomi, yakni dengan mempelopori perdagangan bebas dan pasar bebas untuk diterapkan dalam sistem ekonomi dan perdagangan dunia. Maksud utama diberlakukannya perdagangan bebas dan pasar bebas bagi Amerika adalah terbukanya pasar dunia bagi perdagangan dan kepentingan ekonomi Amerika.

Untuk mewujudkan strateginya, Amerika berusaha menghambat laju kekuatan para pesaingnya dalam hal ini Uni Eropa. Amerika membentuk blok-blok perdagangan baru seperti NAFTA – beranggotakan Amerika, Kanada dan Meksiko – dan APEC dengan membuka perdagangan bebas dan pasar bebas di kedua blok perdagangan itu. Tentulah maksud Amerika bukan untuk membentuk kesatuan ekonomi dan mata uang seperti yang dilakukan Uni Eropa karena terjadi perbedaan kondisi dan pandangan politik di negara-negara anggota APEC dan NAFTA. Amerika menginginkan dengan dibentuknya APEC dan NAFTA maka pasar Asia Pasifik tetap aman bagi produk-produk dan kepentingan Amerika dari pesaingnya negara-negara Uni Eropa. 

Dari sudut pandang politik, Amerika berusaha menggoncang stabilitas politik Eropa dengan merekayasa peristiwa perang di kawasan Balkan dan sekitarnya serta mengendalikan konflik yang terjadi di sana. Dengan goncangnya stabilitas politik di Eropa, maka usaha negara-negara Uni Eropa untuk melakukan integrasi ekonomi menjadi terhambat. Hal ini bisa terjadi karena jalannya kegiatan ekonomi dan berfungsinya pasar sangat tergantung pada stabilitas politik.

Dalam organisasi perdagangan dunia Amerika juga menempatkannya untuk kepentingannya. Amerika menekan negara-negara dunia terutama negara-negara kuat Eropa untuk mengubah GATT menjadi lembaga perdagangan dunia yang mempunyai gigi dengan hak undang-undang internasional yang diemban lembaga tersebut. Akhirnya usaha Amerika ini menghasilkan terbentuknya WTO sebagai lembaga baru perdagangan dunia. WTO dapat memerintahkan dan memberi sanksi negara-negara anggotanya yang “mbalelo” atau menentang aturan-aturan WTO.

Dengan taji baru ini, politik ekonomi Amerika semakin mantap. Hambatan-hambatan perdagangan, pajak, tarif dan bea masuk, subsidi negara untuk melindungi sektor usaha dalam negeri, dapat dikikis secara sistematis melalui tekanan dan hegemoni Amerika yang dilegitimasi WTO. Hal ini memberikan peluang yang sangat besar bagi masuknya modal dan produk Amerika di berbagai pasar dunia yang sebelumnya tertutup dan terproteksi. Amerika menjadi lebih leluasa memasuki pasar negara-negara persemakmuran Inggeris (commonwealth), negara-negara francophone (yang berbahasa Perancis), negara-negara bekas Uni Sovyet, serta Jepang dan Cina. Amerika juga menjadi lebih mudah menyitir negara-negara berkembang dan miskin tunduk dalam hegemoninya sehingga daya saing negara-negara lemah tersebut menjadi lebih rendah lagi.

Tunduknya WTO kepada kepentingan Amerika merupakan hal yang tidak sulit bagi Amerika untuk melakukannya. Hal tersebut lazim dilakukan Amerika untuk mengusung kepentingannya. Jangankan WTO, PBB pun tunduk pada Amerika. Amerika menjadikan dunia tunduk kepada kepentingan ekonomi dan politiknya. Menjadikan prinsip-prinsipnya sebagai suatu strategi untuk menjadi prinsip-prinsip dunia pula.

Kesimpulan

Perdagangan bebas dan pasar bebas merupakan alat yang digunakan oleh negara-negara maju untuk kepentingan ekonominya. Dengan perdagangan bebas dan pasar bebas, pasar dunia akan terbuka sehingga segala bentuk proteksi termasuk yang sifatnya menjaga keutuhan ekonomi dalam negeri suatu negara menjadi hilang, akibatnya negara-negara yang tidak mampu bersaing dalam hal ini negara-negara berkembang dan miskin menjadi korbannya.

Daya saing menjadi lemah, potensi ekonomi malah tersedot ke negara-negara maju, harga diri dengan mudah diinjak-injak, ujungnya ketidakadilanlah yang dialami. Selain itu perdagangan bebas dan pasar bebas merupakan strategi Amerika untuk menguasi ekonomi dunia, tidak hanya negara-negara berkembang dan miskin tetapi juga negara-negara maju yang menjadi pesaing Amerika akan dilibas dan digulung ke dalam genggaman Amerika. Tidak lain perdagangan bebas dan pasar bebas hanyalah merupakan metode penjajahan gaya baru, yakni imperialisme di bidang ekonomi. Jelas perdagangan bebas dan pasar bebas sangat berbahaya terutama bagi dunia ketiga.

 

 

- selesai -

Bahan Bacaan;

1. Abu Ghazi, Sayyid, 2000, Strategi Amerika untuk Menguasai Ekonomi Dunia. Bogor: Jurnal Politik dan Dakwah Al Wa’ie.

2. Al Khatib, Ahmad, 2000, Globalisasi: Skenario Mutakhir Kapitalisme. Bogor: Jurnal Politik dan Dakwah Al Wa’ei.

3. Suplemen EKBIS, HU Republika, Senin 6 Desember 1999. Jakarta.

 catatan tentang penulis

Hidayatullah Muttaqin:

  1. Mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat
  2. Ketua Kelompok Studi Ekonomi Islam FSQ Fakultas Ekonomi Unlam.

 

[HOME] [TENTANG KAMI] [INFO FSQ] [ARTIKEL] [DUNIA ISLAM] [DAKWAH] [LINKS] [FREE EMAIL] [BUKU TAMU]

FORUM STUDI AL QURAN

Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat

Sekretariat: Musholla Ulul Albab FE Jl. H. Hasan Basri, Kayutangi Banjarmasin

Email: [email protected]

Hosted by www.Geocities.ws

1