![]() ![]() |
||||
|
|
||||
|
KESEIMBANGAN HARGA MENURUT IBNU KHALDUN oleh: Adiwarman A. Karim/ 4 September 2000 Siapa tak kenal Ibn
Khaldun. Bagi dunia Islam ia adalah
seorang ulama ternama, sedangkan bagi para ekonom ia dikenal sebagai salah
seorang bapak ilmu ekonomi. Ahli sejarah ekonomi terkemuka, Joseph Schumpeter,
mencatat nama Ibn Khaldun di dua tempat dalam bukunya History of Economic
Analysis. Karya monumental Ibn Khaldun adalah Al-Muqaddimah yang menjadi
sumber dari berbagai ilmul sosial seperti sejarah, psikologi, geografi,
ekonomi, dan sebagainya. Ulama yang lahir di Tunisia (1332) dan wafat di
Kairo (1406) ini juga diakui oleh penasihat ekonomi Presiden Reagen sebagai
inspirator teori pajak yang dikenal dengan nama Kurva Laffer. Di dalam Al-Muqaddimah , Khaldun menulis secara khusus
satu bab berjudul "Harga-Harga di Kota-Kota". Ia membagi jenis
barang menjadi barang kebutuhan pokok dan barang mewah. Nah, menurut dia,
bila suatu kota berkembang dan selanjutnya populasinya akan bertambah banyak,
maka harga- harga barang kebutuhan pokok akan mendapat prioritas pengadaannya.
Akibatnya penawaran meningkat dan ini berarti turunnya harga. Sedangkan untuk
baarang-barang mewah, permintaannya akan meningkat sejalan dengan
berkembangnya kota dan berubahnya gaya hidup. Akibatnya harga barang mewah
meningkat. Ibn Khaldun juga menjelaskan mekanisme penawaran dan
permintaan dalam menentukan harga keseimbangan. Secara lebih rinci ia
menjabarkan pengaruh persaingan di antara konsumen untuk mendapatkan barang
pada sisi permintaan. Setelah itu ia menjelaskan pula pengaruh meningkatnya
biaya produksi karena pajak dan pungutan-pungutan lain di kota tersebut, pada
sisi penawaran (The Muqaddimah of Ibn Khaldun, II:276-8). Pada bagian lain dari bukunya, Ibn Khaldun menjelaskan
pengaruh naik dan turunnya penawaran terhadap harga. Ia mengatakan, "Ketika
baarang-barang yang tersedia sedikit, maka harga-harga akan naik. Namun bila
jarak antarkota dekat dan aman untuk melakukan perjalanan, maka akan banyak
barang yang diimpor sehingga ketersediaan barang akan melimpah, dan
harga-harga akan turun" (ibid., 338). Hal ini menunjukkan bahwa Ibn
Khaldun, sebagaimana Ibn Taimiyah, telah mengidentifikasi kekuatan permintaan
dan penawaran sebagai penentu keseimbangan harga. Masih ingat dua tulisan sebelumnya bahwa Al-Ghazali
menyatakan motif berdagang adalah mencari untung? (Ihya, II:73). Ghazali juga
menyatakan hendaknya motivasi keuntungan itu hanya untuk barang-barang yang
bukan kebutuhan pokok. Keuntungan pun didefinisikan Ghazali sebagai
keuntungan di dunia dan di akhirat. Nah, Ibn Khaldun menjelaskan secara lebih
rinci. Menurut dia, keuntungan yang wajar akan mendorong tumbuhnya
perdagangan sedangkan keuntungan yang sangat rendah akan membuat lesu
perdagangan karena pedagang kehilangan motivasi. Sebaliknya, bila pedagang
mengambil keuntungan sangat tinggi juga akan membuat lesu perdagangan karena
lemahnya permintaan konsumen (ibid., 340-341). Bila dibandingkan dengan Ibn Taimiyah yang tidak
menggunakan istilah persaingan, Ibn Khaldun menjelaskan secara eksplisit
elemen-elemen persaingan. Bahkan ia juga menjelaskan secara eklplisit
jenis-jenis biaya yang membentuk kurva penawaran, sedangkan Ibn Taimiyah
secara implisit. Ibn Khaldun juga mengamati fenomena tinggi-rendah, tanpa
mengajukan konsep apapun tentang kebijakan kontrol harga. Di sinilah bedanya,
tampaknya Ibn Khaldun lebih fokus menjelaskan fenomena yang terjadi,
sedangkan Ibn Taimiyah lebih fokus pada kebijakan untuk menyikapi fenomena
yang terjadi. Lihat saja
misalnya, Ibn Taimiyah tidak menjelaskan secara rinci pengaruh turun-naiknya
permintaan dan penawaran terhadap harga keseimbangan. Namun ia menjelaskan
secara rinci bahwa pemerintah tidak perlu ikut campur tangan dalam menentukan
harga selama mekanisme pasar berjalan normal. Hanya bila mekanisme normal
tidak berjalan, pemerintah disarankan melakukan kontrol harga (Economic
Concept of Ibn Taimiyah, 97-101). Sumber : www.muamalat-institute.com |
||||
|
[HOME] [TENTANG KAMI] [INFO FSQ] [ARTIKEL] [DUNIA ISLAM] [DAKWAH] [LINKS] [FREE EMAIL] [BUKU TAMU] FORUM STUDI AL QURAN Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat Sekretariat: Musholla Ulul Albab FE Jl. H. Hasan Basri, Kayutangi Banjarmasin Email: [email protected] |
||||