Terkilannya
Seorang Bidadari
29/08/00
Tersebut kisah
bidadari kayangan
Bersama putera
bumi...
Masih bergayut
pada talian ukhrawi
Walaupun pernah
disentuh kasih
Yang tidak
menjadi.
Bertangga warna
warni pelangi
Bidadari diiringi
Dayang Sari
Bersama, mereka
turun menjejak bumi
Mencari-cari
dia yang pernah melukai
Sekuntum hati
yang bertahta di samudera awangan
Menoleh ke
kiri
Berpusing
ke kanan
Masih tidak
ditemui Putera Laksmana Purbi
Menanggis
sang puteri
Terasa belum
kabur gurisan di hati
Kini disusuk
pula oleh sepi dalam sanubari
Dia masih
merasai...
Di dalam taman,
Tempat peninggalan
memori silam
Air mata bidadari
bertakong kecil
Berkilauan
sejernih embun pagi
Meyirami tumbuhan
yang terbentang di bawah kaki
Dengan menundukkan
kepala
Bersama niat
yang terkilan
Di dampingi
Dayang Sari yang tidak kurangnya rupawan.
Bidadari mengemas
langkah
Ke tempat
asalnya.
Meninggalkan
isi hatinya disini.
Lama kelamaan...
Tangga-tangga
pelangi pudar di langit biru
Bersama bidadari
di atas kayangan
Sementara
putera yang pernah menjadi kekasih hati
Terus menyembunyikan
diri
Hanya memerhati
di sebalik pohon-pohon redang
Tersenyum,
Kesyukuran.
Walaupun bukan
bidadari yang mengasihi
Menjadi pengisi
ruang yang sunyi
Putera lebih
menyenangi berdampingan
Dengan wanita
bumi
Untuk dilantik
sebagai permaisuri kota hati.
Rose's
Web Directory
| Poetry
Lane | Music
Box | Inner
Voices| Personal
Corner | Web
Links | Guest
book | Mail
Post