Bisikkan
Melati Di Musim Kemarau
11/01/01
Hidupnya serangkai
Melati
Yang berjauhan
dari takongan danau.
Menyerap hanya
baja yang seadanya.
Berhari sentiasa
di bawah terikkan mentari
Bermalam setia
diselimuti pancaran purnama
Tumbuh tetap
tegak tangkainya Melati...
Di tengah perit
musim kemarau.
Rinjisan hujan
dirindui
Ingin dibelai
oleh rahmat yang ada,
Bersentuhan
pada kelopak kebalduan
Si Melati
yang kedahagaan.
Alangkah sayangnya,
Hajat masih
belum kesampaian.
Jika sesekali
turunnya butiran muntiara
Yang bertumpang
pada awan kebadaian
Seperti mimpi
menjadi nyata
Dimana terkabul
bisikkan yang ada.
Merasai rahmat
renjisan air mawar
Di serap nikmat
menerusi akar
Semangkin
segar walaupun hujan berlarutan
Membawa padah
pada sejelata tumbuhan.
Di sangka kini
Melati dapat tumbuh dengan sempuran
Setelah di
dakap mentari
Di suapi gengaman
baja
Di susui bintikan
muntiara
Berganding
tenaga memelihara Melati
Dari kelayuan
dalam kesepian
Tetapi,
Setiap yang
bermula ada akhirnya
Setiap mimpi
tiada realitinya
Mimpikan rahmat
hujan di musim kemarau
Hanya mainan
di anganan?
Tinggallah
mimpi,
Tinggallah
angan,
Melati menyambut
realiti
Ingin menjadi
bunga peliharaan.
Di baja di
jaga
Sebagai melati
pujaan
Di kamar larangan
Milik siapa?
Rose's
Web Directory
| Poetry
Lane | Music
Box | Inner
Voices| Personal
Corner | Web
Links | Guest
book | Mail
Post