Home
Personal Corner
Inner Voices
Poetry Lane
Music Box
Web Links
Sign and View my Guestbook
E-mail Me!
 
 
 
 

 


Merpati Utusan

01/09/00
Merpati putih
Bermata merah ruby
Mengendap di tepi jendela 
Tidak berganjak memerhati si tua 
Yang wujud tubuh badannya
Tetapi telah hilang dirinya
Di dalam bicara dan doa.

Seorang tua,
Melipat kaki diatas tikar
Berzikir tanpa putus di dalam dada.
Menyujudkan diri kerdilnya
Semangkin dekat rasa
Ketika berhadapan dengan Yang Maha Esa

Wanita berserba putih,
Melangkah dalam kamar
Menuju kearah si tua,
Berhenti memerhati...

Di tatap wajah yang ditelah zaman,
Semangkin dingin suasana subuh hari
Terasa sayu jiwa raga
Terus memerhati tanpa berkata-kata
Di dalam sanubari dia hanya merasa
Budi yang tidak terbalas
Rindu yang tidak terlafaz
Pada si tua, bila tiba masa dijemput olehNya.

Di rebahkan punggungnya
Bersebelahan insan tua
Di hulurkan tangannya
Mengucup di atas lapisan kedutan,
Yang masih selembut sutera.
Hangat air mata mula terasa
Melilir tidak terhingga.
Di dakap erat bonda tercinta.

Ketika wajah di angkat,
Mata terlihat..
Pada merpati putih
Yang masih memerhati
Kemesraan bonda bersama anakandanya.

Jauh tidak tersangka,
Kehadiran merpati
Utusan dari Ilahi
Bagi insan pilihan 
Sebagai petanda 
Jatuh sudah antara dedaun di pohon sana
Di mana nama si tua tertera

Kini, 
Harinya dalam kiraan
Senja semangkin cerah kelihatan
Hanya tinggal masa 
Menunggu kunjungan...

                                                                 



Rose's Web Directory
Home | Poetry Lane | Music Box | Inner Voices| Personal Corner  | Web Links | Guest book | Mail Post
 
Hosted by www.Geocities.ws

1 1