Bukannya berkelahi itu tidak enak. Ada sesuatu yang lepas dari tubuhmu ketika adrenalin terpompa dan terlampiaskan. Lega rasanya. Sungguh. Namun itu juga membuatku sedih. Ternyata dirikupun menyimpan bara, padahal aku tak ingin itu.
(Dee, Supernova, 173)
Apa yang kalian lakukan untuk melampiaskan rasa jengkel, rasa marah, kecewa, suntuk, dll yang tidak mengenakkan hati. Aku dulu punya kebiasaan (yang kebanyakan temen bilang jelek) melampiaskannya dengan berkelahi. Tapi bukan asal berkelahi. "Sambung", itu namanya. Istilah itu dipakai di dunia Pencak Silat untuk menggambarkan dua orang yang diadu kemampuan teknik dan taktik pertarungan yang dikuasai sebagai evaluasi, biasanya diadakan di akhir latihan (bila tidak terlalu capek). Aturannya sederhana, boleh menyerang bagian tubuh mana saja kecuali kepala dan (maaf) kemaluan. Kebetulan ada salah seorang temanku yang juga senang mempelajari teknik bela diri. Kami berkenalan waktu aku masih duduk di bangku SMP, dia sudah duduk di bangku SMA. Lalu waktu aku SMA, kami jadi satu sekolah, dia kelas III aku kelas I. Kami banyak bertukar cerita dan pengalaman. Lalu awalnya cuma bercanda, kami harus menjajal kemampuan kami masing-masing setelah lama tidak ketemu. Kami janjian seusai jam pelajaran habis akan mengadakan "sambung" di halaman belakang sekolah. Lama kelamaan itu menjadi suatu rutinitas bagi kami, seminggu bisa 3 sampai 4 kali. Tapi itu hanya bertahan kurang lebih satu tahun, karena di sudah lulus SMA. Setelah itu tidak ada yang bisa dijadikan "sparing partner". Ada yang pernah bilang, buat apa sih nyakitin badan kalau cuma pingin melampiaskan emosi. Ada benarnya juga sih, tapi daripada memendam emosi terlalu lama, apa salahnya kami melampiaskannya dengan cara kami sendiri.
Setelah menginjak dunia Universitas, kini kami jarang bertemu. Aku jadi merasa kehilangan "sarana" untuk melepas emosi. Sekarang bila lagi mengalami hari yang buruk (istilah gaulnya BeTe) yang aku lakukan hanya tidur.... dan berharap semoga bila sudah bangun nanti, aku menjadi manusia baru lagi... meninggalkan semua yang ada di belakangku...