http://malangmall.cjb.net//indonesia-buletin.htm        
Home        Home (Indonesia Buletin)         Swop Column/Exchange Stamps-Tukar Menukar Prangko 
Melepaskan Prangko   Membedakan Sampul Hari Pertama dengan Sounvenir Sheet   Nilai Prangko   Cara Barter Prangko   Pengelompokan Perangko   Warna Prangko   Menyimpan Prangko   Sejarah Prangko   Bursa Filateli   FREE GIFT

Mempertahankan warna perangko agar tidak memudar

Banyak faktor mempengaruhi warna prangko.

1. Usia prangko
2. Perekat (gom) prangko
3. Kelembaban udara
4. Tinta cetak prangko
5. Jenis kertas prangko
6. Tempat dan cara penyimpanan prangko dan sebagainya.

Semua prangko pasti akan berubah warnanya. Tinggal si kolektor sendiri mengatur prangko itu. Di Indonesia yang udaranya sangat lembab sekitar 80 derajat, sangat mempengaruhi kualitas prangko itu sendiri. Olehkarena itu, ada kolektor prangko senior Indonesia (di Jakarta) yang khusus menggunakan lemari besi (yang biasanya dipakai untuk menyimpan uang, saham, berlian dan benda berharga dengan kunci kode-kode diputar), malahan menggunakan lemari besi itu untuk menyimpan prangko. Di luarnya ditempelkan hygrometer, alat pendeteksi kelembaban udara. Kalau lembabnya tingga tidak akan dibuka. Kalau kelembaban rendah, barulah dibuka. Aneh tapi nyata.

 
Perubahan warna juga banyak dipengaruhi oleh perekat (lem/gom) prangko. Olehkarena itu khusus prangko dari negara sosialis yang biasanya menggunakan gom sangat kuat, oleh kolektor prangko mint (baru/belum dicap), gom itu dibuang dulu, dibersihkan, barulah prangko disimpan. Begitu kuatnya sehingga meskipun memakai hawid (lembaran (biasanya) hitam untuk melapisi prangko), prangko itu masih menempel/melekat ke hawid karena gomnya begitu kuat, sehingga malah merusak prangko itu sendiri.

 
Ingat: Jangan sekali-kali memakai bedak dalam menyimpan prangko (maksudnya supaya prangko tidak menempel gara-gara gom yang kuat), meskipun orang bilang ada bedak khusus prangko.

 
Gom yang kuat atau gom apapun, karena merekat di kertas prangko (bagian belakang), akan berasimilasi dengan kertas prangko dan ikut mempengaruhi kualitas prangko, kertas dan warna, dari prangko itu sendiri. Apalagi kalau gom dan kertas terkena uap air, misalnya dari uap udara mulut kita yang berbicara langsung ke depan prangko tanpa pelindung apa pun (prangko tidak diplastik atau tidak dipakai hawid).

 
Tinta cetak prangko yang jelek, khususnya jaman perang, akan cepat memudarkan warna prangko. Demikian pula kertas prangko, jangan perangko/revolusi dulu, bahkan sempat mencetak prangko pakai kertas seadanya (kertas peta/map), karena kehabisan kertas saat itu. Kertas yang jelek akan mempengaruhi kualitas fisik prangko.

 
Tempat penyimpanan, agar dijauhkan dari tempat yang lembab. Ada yang memasukkan ke dalam lemari biasa, lalu dijaga suhu udara di dalam lemari menggunakan lampu 5 watt, agar kering udaranya. Akibatnya, prangko harus pula dianginkan, dibuka-buka dilihat-lihat sewaktu-waktu agar tidak terlalu kering.

  

Apabila terlalu kering, prangko kita tahu-tahu akan menjadi abu. Bahkan ada kejadian prangko hilang gambarnya, sehingga hanya tampak kertas warna putih (polos) saja.


Banyak sekali faktor mempengaruhi prangko. Apalagi kalau anda tanyakan ke ahli kimia dan ahli cetak prangko.


source:www.filateli.or.id


Copyright � 1999-2007 Malangmall Inc - All Rights Reserved.
Contact e-mail : [email protected]
Web design : Adi Kiswoyo
Hosted by www.Geocities.ws

1