|
Kalau kita mengikuti atau menonton pameran
prangko, maka kita bisa mengetahui bahwa kategorisasi suatu koleksi
bermacam-macam. Ada Sejarah Pos, ada Tematik, ada Aerofilateli dan
sebagainya.
Biasanya dalam mengoleksi prangko (bagi pemula)
terbagi dua, ada yang menurut negara, hanya Indonesia saja,
misalnya. Ada pula yang per tematik, hanya tema "palang merah" atau
"red cross" saja, misalnya.
Khusus bagi pemula, saran saya, kumpulkan semua
prangko, tak usah membatasi diri. Kalau kita memang senang dan hobi
prangko, perlahan-lahan kita bisa menyeleksi dan memutuskan sendiri,
mau mengoleksi benda filateli yang bagaimana dan dengan kategori
apa. Biarkan hal ini terjadi secara alamiah. Juga, sangat disarankan
agar aktif di perkumpulan filateli setempat. Tukar pikiran dengan
filatelis senior setempat.
Tematik prangko sendiri merupakan satu
pengelompokkan benda filateli (bukan prangko saja, tetapi juga
termasuk benda filateli lain seperti Carik Kenangan, Kartu Maksimum,
Sampul Hari Pertama dan sebagainya) - yang memiliki tema yang sama.
Misalnya bergambar kereta api, maka semua prangko, cap pos, CK, SHP
dan lainnya, memiliki gambar kereta api.
Di
dalam pameran, tingkat kesulitan dalam kategori tematik yang cukup
dinilai tinggi, yaitu apabila kita bisa memperoleh cap pos bergambar
tema yang bersangkutan. Prangkonya bisa saja bukan kereta api, tapi
cap posnya bergambar kereta api, maka amplop atau sampul tersebut
bisa dimasukkan ke dalam kategori tematik dan pada pameran harus
kita beri tanda panah agar dapat diketahui segera oleh orang yang
melihatnya. |