Selamat Datang Dan Salam Hormat

The Fighting Art Of MAENPO
(Seni Bela Diri Maenpo)

Versi Indonesia
English Version
"Mutiara Seni Bela Diri MAENPO"

         Kami selaku Pembina Utama MAENPO Jember Jawa Timur dengan rendah hati, menawarkan Seni Bela Diri unik dan langka yang dapat dipelajari melalui tuntunan Film VCD guna mempermudah bagi yang ingin mempelajarinya !" Dimana kita selaku generasi muda wajib meneruskan budaya bangsa kita khususnya bela diri seperti Silat, dan MAENPO adalah suatu seni bela diri yang tidak sama seperti Silat di Indonesia yang ditampung dalam wadah IPSI, sedangkan MAENPO tidak berbentuk seperti organisasi/Perguruan Silat, dimana dalam pengajarannya hanya dalam bentuk pertemuan pengajaran Seorang Guru dan Murid saja. Dengan perkembangan tekhnologi sekarang MAENPO dapat dipelajari oleh siapa saja melalui panduan Audio Visual Film VCD yang berjudul The Fighting Art Of Maenpo/Seni Bela Diri MAENPO, dengan Informasi Web Site ini semoga menambah Referensi pengetahuan Bela Diri Anda dan Dalam Rangka menjaga keaslian nilai seni budaya nusantara yang kita cintai ini.

Sejarah MAENPO

         MAENPO merupakan seni beladiri yang ringkas dan unik, serta mengandalkan kecepatan tangan, dengan istilah tangan menjadi senjata atau tangan menjadi kaki. Menurut tuturan guru Bapak Utay Mochtar dari desa Kadupandak Cianjur, MAENPO asal kata dari MAENPA'atau Maen Papat (maen empat/empat aliran) yaitu :
1. Embah Khair (Bogor)
2. Bang Khari (Betawi)
3. Bang Madhi (Sumatra Barat/Pageruyung)
4. Sabandar (Cianjur)
         Yang terdiri dari 27 Jurus Kejadian dan 3 jurus Maksud, yang diciptakan oleh juragan Haji Ibrahim, yang nama aslinya Raden Djajaperbata Cikalong Cianjur Jawa Barat yang diciptakan pada tahun yang tidak begitu jelas tahun penciptaan jurusnya, tetapi beliau lahir pada tahun 1816 dan wafat pada tahun 1906 yang dimakamkan di Majalaya Cikalong Kulon, Cianjur. Kiat yang paling penting dalam mempelajari MAENPO adalah "Kita dapat menjalankan jurus MAENPO yang sesungguhnya apabila kita sudah betah, sudah merasa kulit jadi daging, bersatu dengan badan kita".

Hakekat MAENPO

         MAENPO tidak dikhususkan untuk bentuk tubuh dan ukuran tenaga tertentu, melainkankan untuk siapapun dengan tidak memandang bentuk fisiknya baik ia bertubuh tinggi/besar atau pendek, baik yang bertenaga kuat maupun yang bertenaga lemah. Tuntutan dari MAENPO adalah bagaimana dalam mengetrapkan jurus-jurusnya dengan menggunkan otak daripada otot yang artinya jika seseorang berbadan kecil dalam menghadapi orang yang berbadan besar tentu mencari akal dan menjalankan siasat agar dapat melawan dengan tenaga yang kecil, karena manusia dapat menambah kekuatannya hanya dengan menggunakan akal dan pikirannya. Berbeda dengan binatang, jika mengadu hewan domba yang jelas harus yang sebanding, karena hewan domba ini tidak memiliki akal dan pikiran, sangat berbeda dengan manusia, jika menghadapi manusia kuat jangan dilawan dengan kuat melainkan dilawan dengan lemah, dan yang berat harus dilawan dengan yang ringan dan yang cepat harus dilawan dengan yang lambat. Hal ini seolah-olah tidak masuk akal dan menyimpang dari logika kita. Oleh karena itu MAENPO harus dipelajari dengan rajin, tanpa tekun dan rajin dalam melatihnya, kita tidak akan dapat memilikinya. (Mutiara dari Raden Abad : Gerak mengandung maksud, waspadalah pada setiap gerakkan seseorang)

Silsilah Keilmuan MAENPO Cikalong

          Yang menciptakan Ilmu MAENPO yaitu Haji Ibrahim yang berasal dari Cikalong Cianjur Jawa Barat . Sementara terdata dari sekian banyak guru-gurunya antara lain : gurunya yang ke 27 adalah Haji Ma'ruf, yang ke 28 adalah Bang Madi dan yang ke 29 adalah Bang Kari. Menurut tuturan guru kami Bapak Utay Mochtar MAENPO yang pertama kali ada di Cianjur adalah MAENPO MANDE, lalu disatukan oleh Haji Ibrahim dengan MAENPO Madi dan MAENPO Kari, yang kini disebut dengan MAENPO Cikalong. Haji Ibrahim banyak memiliki murid diantaranya adalah Raden Busrin, ia belajar bersama kepada dua gurunya yaitu Haji Ibrahim dan AMA SABANDAR yang nama aslinya adalah KASIM asli orang Pagaruyung Sumatra Barat (tinggal di Sabandar Cianjur). Terakhir adalah Raden Abad yang berguru kepada Raden Busrin selama 16 tahun, ia bercita-cita menjadi seorang Pendekar Maenpo, dan beliau menjadi Pendekar atau seorang guru besar Maenpo diusianya yang 32 tahun. Akhirnya dari pengembangan seni beliau, berusaha mempraktiskan jurus-jurus MAENPO agar supaya cepat untuk dipelajari oleh seseorang tidak perlu memakan waktu yang lama seperti beliau pada mas a belajarnya memakan waktu 16 tahun. Akhirnya dari perjalanan Raden Abad tersebut, meringkas keilmuannya tadi guna pemahaman daripada metode keilmuannya kepada murid-muridnya yaitu dengan membuat "Pedoman Kaidah Maenpo" atau yang terkenal dengan kitabnya "TUDUH KAIDAH MAENPO" yang terdiri dari 5 Bab, antara lain adalah sebagai berikut :
1. BAB MUSIM
2. BAB OPAT PERJALANAN
3. BAB RASA
4. BAB GERAK
5. BAB JURUS KEJADIAN

Proses Terjadinya Jurus MAENPO Atau Jurus Kejadian

          Raden Abad memiliki cukup banyak murid diantaranya : Utay Mochtar, Misbah, Yeye, Banam, Ikom, Jarfoni, Ucuh, yang semuanya adalah murid-muridnya yang berasal dari Kadupandak Cianjur dan penerus keilmuan ini sampai sekarang untuk wilayah atau daerah Kadupandak, Pendekarnya adalah hanya Bapak Utay Mochtar. Ada cerita yang menarik dari Bapak Utay sewaktu berguru kepada gurunya Raden Abad, ia bertanya kepada Raden Abad. "Mengapa MAENPO memiliki banyak jurus ?" Pertanyaan Bapak Utay dijawab dengan jawaban yang dibarengi dengan senyuman Raden Abad yang mengatakan : "Supaya nasib murid-muridnya tidak seperti ia dalam mempelajari MAENPO cukup memakan waktu lama selama 16 tahun !". Jadi kemasan MAENPO sekarang hanya dengan menguasai jurus sebanyak 30 jurus atau yang dikenal dengan Jurus Kejadian, sudah dapat membeladiri dengan penggalan, remasan, potongan, dan gicel. Inilah sebab akibat terciptanya jurus kejadian yang diciptakan dan dikemas oleh Raden Abad.

SELAYANG PANDANG MAENPO JEMBER JAWA-TIMUR

          Seni MAENPO di Jawa Barat masih sedikit peminatnya di era masa sekarang ini yang mungkin oleh generasi muda sekarang dianggap kuno. Tetapi lain dengan penggemar seni beladiri dari Jember Jawa Timur ini, bernama RIZKI JOKO SUKMONO sangat mempertahankan Seni MAENPO-nya yang dipelajari dari Gurunya Bapak Utay Mochtar, dimana ia merasa sebagai generasi penerus wajib mempertahankan seni budaya nasional kita khususnya MAENPO seni beladiri nasional yang berasal dari suku sunda ini. Setelah diberi amanat dari gurunya Bapak Utay Mochtar ia mengembangkan Seni Beladiri ini dengan praktis dan sederhana kepada murid-muridnya di Jember Jawa Timur.

NAMA - NAMA JURUS MAENPO
( 27 Jurus Kejadian dan 3 Jurus Maksud )

  1. Susun
  2. Sambut Luar
  3. Sambut Luar Pepehan
  4. Opat Pasagi
  5. Lima Labuhan
  6. Pasangan Peupeuhan
  7. Tumpangan Peupeuhan
  8. Pasangan Labuhan
  9. Tumpangan Labuhan
  1. Parieusan
  2. Peunggasan
  3. Peunggasan Kulit
  4. Potongan Siku
  5. Teken Jihad
  6. Malik Jihad
  7. Parieusan Pura - Pura
  8. Kocet
  9. Potongan Labuhan
  10. Lima Peupeuhan
  1. Serut
  2. Kari
  3. Madi
  4. Juru Tilu
  5. Sabandar
  6. Gicel
  7. Sambut Jero
  8. Ringkeusan Pura-pura
  9. Maksud Lempeng
  10. Maksud Serong
  11. Main Hiji

Bagi yang berminat memiliki FILM VCD " The Fighting Art Of MAENPO "
Silahkan Menghubungi kami : Website: www.prana91.com
Telp: (62) 0331-422123
PO.BOX 285 Jember Jawa Timur Indonesia

Hosted by www.Geocities.ws

1