Adanya keinginan manusia memiliki pengetahuan yang kebenarannya tidak dapat dibuktikan secara langsung melalui pengalaman. Seperti kita ketahui ilmu membatasi diri dalam pembuktiannya dengan pengalaman. Jadi pengetahuan yang tidak membatasi diri pada pengalaman, baik ilmu alam maupun ilmu sosial. pengetahuan yang dimaksudkan tidak menolak sifat ilmiah, ia pun bercita-cita mencapai kebenaran, ia pun hendak bermetodos, hendak bersistem dan universal.
Sumber :
Poerdjawijatna. 1991. TAHU dan PENGETAHUAN : Pengantar ke Ilmu dan Filsafat. Rineka Cipta : Jakarta.