![]() |
||||||
| Just talk your mind. Do not try to cover or disclose. Do not try to add or subtract. Only talk. | ||||||
Aa Gym kawin kok pada repot
Kang Kombor heiran sama orang-orang punya pikiran. Aa Gym kawin lagi kok pada repot bin sewot. Bahkan Mbah Dipo pun sampe-sampe harus memberi komentaar. Wis tah, bosoku di sini campur aduk sampai boso londo-nya koeaing juga ikut. Kang Kombor sih selama ini tidak mengagumi atau menggemari Aa Gym sehingga dalam kepala Kang kombor tidak ada figur bukan Aa Gym yang tercipta. Aa Gym ya cuma manusia seperti Kang Kombor ini. Ealah,... jangan sampai otakku kecethit pingin kawin lagi. Terus terang punya istri satu saja sudah mumet, sudah mau pecas ndahe kalau sedang berantem. Kok mau mikirin bojo loro. istri satu saja (maaf) dipake juga nggak habis. Lagipula istri Kang Kombor kan cantik sehingga kalau yang ada di luaran nggak lebih cantik dari istri Kang Kombor, Kang Kombor nggak bakalan tertarik. Aa Gym nikah kok pada repot. Ada yang saking kurang kerjaannya sampe-sampe mau mengubah UU Perkawinan agar di dalamnya ada larangan poligami. PP10 mau dihidupkan lagi. Zaman tambah edan. Wong Gusti Alloh saja ngasih ijin poligami kok menungso repot-repot mau nglarang. Nggak usah dilarang. Biarkan saja. Nikah halal kok dilarang. Yang video-nya beredar luas malah nggak dibahas. Harusnya kementerian pemberdayaan perempuan (tak tulis cilik kabeh hurupe) itu ikut mikir supaya klausul perzinahan digolkan pada RUU KUHP yang sedang digodhog. Dalam kasus perzinahan, kebanyakan yang jadi korban itu perempuan kok, bukan laki-laki. Dalam kasus poligami, perempuan korban apa sih? Korban perasaan? Nah, dalam kasus perzinahan, banyak tuh perempuan yang jadi korban kehilangan makotanya. Apa karena perzinahan itu dilakukan suka sama suka sehingga kementerian pemberdayaan perempuan lebih menganggap penting wanita yang korban perasaan karena dimadu? 2006-12-06 16:09:26 GMT
|
||||||
![]() |
![]() |
|||||