bahan renstra loka

                                                                                                                                                            [kembali]


 

 

1. Visi

 

“Loka Litbang Hutan Monsooni sebagai UPT LITBANG yang terpandang, berperan nyata di tingkat daerah dan nasional, memberi dukungan ilmiah terhadap pengelolaan sumberdaya hutan di Indonesia.”

 

 

2. Misi

 

(a)    Memandu pengelolaan hutan rakyat dan hutan kemasyarakatan dengan basis penelitian (research based forest management).

(b)    Penentu kecenderungan (trend setter) bagi pengembangan ilmu dan teknologi HR dan HKM di Indonesia.

(c)    Pengembangan kelembagaan manajemen yang berorientasi pada kualitas, profesional dan keterbukaan serta mampu bersaing secara nasional.

(d)    Penggerak pembangunan kehutanan yang berazaskan pada pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hutan secara berkelanjutan, untuk sebesar-besarnya kesejahteraan bangsa Indonesia dan umat manusia.

 

 

3. Tujuan

 

(1)    Mengembangkan penelitian dan inovasi teknologi pengelolaan HR dan HKM secara optimal dan berkelanjutan, sehingga dapat mempercepat proses restorasi, rehabilitasi dan pembangunan kembali sektor kehutanan.

(2)    mempercepat proses pengembangan serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan berwawasan industri dalam rangka meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

(3)    Mengembangkan fasilitas sarana dan prasarana  serta teknologi informasi kehutanan.

(4)    Mengembangkan kerjasama kemitraan nasional dan Internasional.

 

 

 

4. Kompetensi Utama

 

Berdasarkan antisipasi masa depan, dan dengan mempertimbangkan berbagai kondisi internal dan eksternal, serta dengan memperhatikan lima kebijaksanaan Kehutanan, Loka Litbang Hutan Monsoon (LPPHM) menetapkan kompetensi utama sebagai bidang-bidang unggulan yang akan dilaksanakan untuk mencapai visi dan misi adalah litbang untuk pembangunan  Hutan Rakyat dan Hutan Kemasyarakatan dengan berbagai dimensinya.

 

 

 

 

 

 

5. Isu Utama dan Strategi Pengembangan

 

Strategi pengembangan LPPHM dirumuskan dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki serta dengan memperhitungkan peluang dan tantangan yang akan dihadapi sepuluh tahun kemudian. Berdasarkan isu-isu utama yang akan dipaparkan berikut, strategi pengembangan diarahkan pada peningkatan fokus penelitian  serta kinerja institusi secara keseluruhan.

 

 

5.1 Isu Utama

Berdasarkan hasil analisis terhadap kondisi internal dan eksternal, maka dapat dirumuskan isu-isu utama dijabarkan sebagai berikut:

 

 

(a)    Departemen kehutanan mencanangkan lima kebijakan pokok.

(b)    Paradigma baru kehutanan menempatkan sosial forestri sebagai payung kegiatan 

(c)    Hasil penelitian belum sepenuhnya mampu menjadi pijakan (base) dalam mengatasi permasalahan-permasalahan kehutanan.

(d)     Paradigma modern dan proses politik terutama desentralisasi perlu diimbangi dengan peningkatan kinerja serta relevansi antara kegiatan litbang kehutanan dengan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat.

(e)    Mutu penyelenggaraan dan produktivitas penelitian masih rendah; sehingga perlu ditingkatkan relevansi antara sasaran penelitian dengan aspirasi pihak-pihak yang berkepentingan dengan kebutuhan nyata pemerintah, masyarakat, dan industri.

(f)     Kesempatan pengembangan pribadi dan budaya ilmiah di kalangan peneliti masih sangat terbatas.

(g)    Kurangnya penerapan sistem manajemen yang profesional dan terpadu yang mengarah pada paradigma baru litbang (kredibel dan akuntabel).

(h)    Kemitraan dengan lembaga nasional dan internasional kurang berkembang.

 

 

 

5.2 Strategi Pengembangan

 

Strategi pengembangan yang akan dilakukan untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan LPPHM, dikelompokkan ke dalam bidang:

 

a. Penelitian

Strategi pengembangan penelitian diarahkan kepada pemecahan masalah kehutanan, peningkatan mutu manajemen penelitian, relevansi, efisiensi, dan produktivitas penelitian  serta kerjasama antar peneliti, yang meliputi:

 

(a)    Mengembangkan sumberdaya manusia dan fasilitas penelitian yang memadai yang disertai dengan pendayagunaan sumberdaya penelitian, pengembangan sistem evaluasi penyelenggaraan penelitian, pengembangan sistem manajemen informasi penelitian dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi.

(b)    Menentukan prioritas penelitian menurut kompetensi utama yang hendak dikembangkan yang didukung dengan pengusulan dana penelitian yang memadai, peningkatan jumlah penelitian yang berorientasi pada pemecahan masalah dan bersifat interdisiplin, kerjasama antar peneliti.

(c)    Menumbuhkan budaya penelitian yang meliputi budaya menulis proposal, publikasi ilmiah yang disertai dengan pengembangan apresiasi terhadap hasil-hasil penelitian melalui "reward atau merit system".

(d)    Mengembangkan kemitraan dengan pemda, lembaga penelitian lain,  pendidikan, dan dunia usaha.

 

 

b. Orientasi Kepada Pengguna

 

Strategi yang diperlukan adalah mengintensifkan pemberian masukan untuk Departemen Kehutanan dengan didukung oleh data yang akurat, analisis yang tajam dan rekomendasi yang tepat dan bijak. Sedangkan pengembangan orientasi kepada masyarakat difokuskan kepada menggairahkan diseminasi informasi mengenai inovasi teknologi yang aplikatif dan adaptif bagi masyarakat pengguna.

 

 

c. Budaya Ilmiah

 

Strategi pengembangan para peneliti difokuskan kepada tuntutan visi organisasi ilmiah modern, yaitu meningkatkan kesempatan pengembangan pribadi, kreatifitas, kerjasama, budaya ilmiah peneliti, meningkatkan mutu, volume serta jenis kegiatan. Khusus berkaitan dengan budaya ilmiah pengembangannya diarahkan kepada budaya ilmiah yang kritis, objektif, dan analitis dalam suasana iklim dialogis, serta menjunjung tinggi norma dan etika ilmiah.

 

 

d. Manajemen

 

Strategi pengembangan manajemen diarahkan pada pembangunan sistem manajemen melalui peningkatan mutu organisasi, pelaku, dan sarana prasarana yang mendukung tercapainya manajemen litbang kehutanan yang baik, dengan :

 

(a)    Meningkatkan mutu manajemen dan manajemen mutu pada lini dan lingkup manajemen;

(b)    Mengembangkan kuantitas, kualitas, dan kesejahteraan peneliti, tenaga administrasi, dan teknisi sebagai pelaku internal (internal stakeholder);

(c)     Mengusulkan penataaan struktur organisasi dan tata kerja di tingkat pusat maupun unit-unit kerja dan peningkatan pemberdayaan Unit Pelaksana Teknis yang didasarkan pada harmonisasi dan fleksibilitas.

(d)    Mengusulkan kepada Badan Litbang untuk menciptakan keluwesan manajemen pengadaan serta penggunaan dana serta mendorong litbang untuk mengembangkan pola kemitraan dengan industri atau swasta dalam kemungkinan menciptakan clan sistem dana abadi (endowment fund);

(e)    Menata dan meningkatkan mutu sarana dan prasarana Loka yang didasarkan pada citra lingkungan penelitian yang Bersih, Indah, Aman, dan Nyaman, kelancaran proses pelaksanaan aktivitas dan terbentuknya iklim kerja dan budaya ilmiah;

(f)     Meningkatkan kualitas tenaga penunjang (administrasi, teknisi,  pustakawan) melalui pencerdasan sistem administrasi dan pengelolaannya,

(g)    Mengenalkan dan menjalankan sistem manajemen  litbang modern secara bertahap.

 

 

 

6. Program Utama

 

Sebagai arahan untuk penyusunan Rencana Operasional (RENOP) Lima Tahunan, maka dirumuskan beberapa program utama baik program utama dalam bidang penelitian,  serta manjemen kelembagaan. Program utama tersebut dikaitkan dengan upaya peningkatan mutu, relevansi, efisiensi dan produktivitas penelitian, yang didasarkan pada strategi pengembangan yang telah disusun.

 

a. Penelitian

 

  1. Produktivitas dan kelembagaan hutan rakyat dan hutan kemasyarakatan.
  2. Agroforestri
  3. Sosial ekonomi kehutanan
  4. Industri hutan rakyat

 

c. Orientasi ke Pengguna

 

  1. Peningkatan penyusunan sari bahan kebijakan  yang dibutuhkan dan seisuai dengan dinamika permasalahan Departemen Kehutanan dan Sektor Kehutanan pada umumnya.
  2. Peningkatan komunikasi dan sosialisasi kegiatan kepada masyarakat.
  3. Pengembangan dan penyebarluasan informasi teknologi yang adaptif dan aplikatif bagi masyarakat pengguna.
  4. Peningkatan kerjasama kemitraan dengan lembaga penelitian lain, perguruan tinggi, pihak swasta, pemerintah daerah dan instansi lintas sektoral.
  5. Pengusulan kegiatan pengembangan desa binaan, industri binaan dan kelompok binaan baik dilakukan oleh setiap kelti berdasarkan bidang keilmuannya masing-masing maupun oleh Loka secara terpadu.
  6. Peningkatan pendayagunaan fasilitas dan kinerja SDM untuk mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan yg berorientasi kepada masyarakat.
  7. Penyelenggaraan pelayanan konsultasi bagi masyarakat  dan pengusaha.

 

d. Manajemen

 

  1. Pengembangan program penelitian lintas disiplin dan lintas institusi.
  2. Penyusunan agenda penelitian berdasar UKP (Grand Proposal) dan penelitian unggulan.
  3. Penyusunan sistem data dasar untuk bidang-bidang kompetensi utama.
  4. Penyusunan pedoman evaluasi kinerja penelitian.
  5. Pengembangan sistem evaluasi penelitian.
  6. Penyelenggaraan pelatihan metodologi penelitian dan penulisan ilmiah secara teratur.
  7. Peningkatan kinerja penerbitan/majalah llmiah sehingga dapat terbit secara teratur dan berkesinambungan.
  8. Pengembangan sistem informasi manajemen penelitian yang mudah diakses.
  9. Rekruitmen dan reposisi teknisi sesuai dengan jumlah dan mutu yang diperlukan serta pengembangan fasilitas fisik.
  10. Mengusulkan kepada Badan Litbang pengembangan sistem evaluasi kelembagaan penelitian secara periodik dikaitkan dengan perubahan orientasi dan prioritas penelitian serta dikaitkan dengan efisiensi penyelenggaraan penelitian.
  11. Pengembangan jaringan kerjasama penelitian.
  12. Mendorong pelatihan dan magang penelitian terutama bagi tenaga muda baik di dalam maupun di luar negeri.
  13. Pembinaan peneliti muda dan memberikan penghargaan untuk karya penelitian yang berkualitas
  14. Pelatihan pemanfaatan jaringan informasi ilmiah, pengadaan sarana komunikasi ilmiah dan peningkatan pelayanan perpustakaan bagi peneliti.
  15. Pengusulan pengadaan dana penelitian secara internal (on call) yang tersedia untuk permasalahan mendesak melalui seleksi usulan yang tetap kompetitif.
  16. Pengusulan penyediaan bantuan dana bagi yang akan mempresentasikan makalah hasil penelitian pada forum ilmiah internasional
  17. Mengusulkan penyusunan Standar Manajemen Badan Litbang Kehutanan termasuk didalamnya peningkatan kompetensi dan komitmen peneliti, tenaga pendukung, serta perencanaan sistem kaderisasi kepemimpinan institusi di berbagai lini organisasi.
  18. Mengusulkan pengembangan organisasi sesuai dengan kebutuhan melalui restrukturisasi yang mengarah pada pengembangan dan pembentukan "core business/core competence" yang unggul termasuk peningkatan pemberdayaan kelti dan fungsi SPUC.
  19. Peningkatan keterpaduan perencanaan dan pelaksanaan anggaran dari berbagai sumber dana.
  20. Penyempurnaan pedoman dan prosedur administrasi  penelitian dan diseminasi.
  21. Penyempurnaan pedoman dan prosedur administrasi umum, kepegawaian dan keuangan dan sekaligus mensosialisasikan kepada staf dan pegawai.
  22. Promosi program, kemampuan institusi dan pemeliharaan komitmen institusi dalam mendukung pembangunan kehutanan.
  23. Peningkatan layanan kepada peneliti dan peningkatan pengembangan karier PNS tenaga pendukung.
  24. Penerapan manajemen terbuka dan partisipatif.
  25. Peningkatan kesejahteraan pegawai, peneliti,  tenaga pendukung, teknisi dan administrasi.
  26. Peningkatan pendayagunaan Hutan Penelitian.
  27. Peningkatan pendayagunaan perpustakaan serta pembangunan fasilitas baru sesuai dengan perkembangan organisasi.

 

 

 

7. Lain-Lain

 

Litbang kehutanan bukan hanya memberikan daya dorong (push-factor) melalui paket-paket teknologi tetapi sekaligus pull-factor melalui bahan sari kebijakan dan analisisnya. Untuk itu sebagai UPT Badan Litbang kehutanan, Loka menyesuaikan diri melalui Rencana Strategis Balai dengan berpatokan kepada :

 

A. Karakteristik : Relevansi

·         Relevansi ditinjau dari misi Balai maupun Tugas Pokok dan Fungsinya.

·         Relevansi dengan Renstra  Badan Litbang yang didalamnya mencakup Relevansi dengan kebutuhan nasional (prioritas-prioritas nasional: Lima kebijakan Departemen Kehutanan).

·         Relevansi dengan kebutuhan masyarakat.

·         Keunikan program dalam konteks regional, nasional dan internasional.

·         Relevansi dalam proses penelitian.

 

B. Karakteristik : Mutu dan Pencapaian

·         Mutu dari peneliti dalam program yang dapat dipetakan secara kuantitatif, misalnya jumlah publikasi, banyaknya kerjasama, kemampuan bahasa Inggris (melalui tes-tes baku sejenis TOEFL) dan sebagainya.

·         Program-program penghargaan mutu keberhasilan peneliti dan staf administrasi.

·         Kontinuitas evaluasi penelitian.

·         Adanya kemungkinan reviewer eksternal.

·         Membuka peluang untuk munculnya inovasi-iinovasi baik dari peneliti, staf administrasi ataupun teknisi

 

 

C. Karakteristik : Produktivitas

·         Produktivitas peneliti ditinjau dari jumlah publikasi.

·         Kepeloporan peneliti dalam mengembangkan aktifitas dan ide pada level lokal, regional nasional dan internasional.

·         Kemampuan mendapatkan hibah/dana penelitian.

·         Kemampuan menggunakan dana secara efisien.

Hosted by www.Geocities.ws

1