Kelompok Pengguna Linux Indonesia [KPLI], Area Klaten [PELIK] Homepages
WEB HOSTING dg. LINUX
Layout partisi di atas disusun dengan pertimbangan sebagai berikut:
Partisi /. Di dalam partisi ini tersimpan file-file yang berkaitan dengan sistem utama sebuah distribusi berupa kernel (/boot), aplikasi utama (/bin), aplikasi sistem (/sbin),
library utama dan kernel (/lib), direktori proses (/proc), direktori device/hardware (/dev), direktori konfigurasi (/dev) dan home-dir user root (/root). Di partisi ini sangat jarang terjadi penambahan file, pada kondisi normal biasanya hanya terisi sekitar 90MB.
Partisi swap. Partisi ini berfungsi sebagai virtual memori sistem operasi pada saat memory fisik sudah tidak mencukupi. Sistem operasi Linux pada saat running memprioritaskan memori fisik daripada memori virtual, jadi selama sistem masih cukup dengan memori fisik
memori virtual tidak akan dipakai. Disini kita siapkan partisi swap sebagai antisipasi terhadap aplikasi yang memang menggunakan memori virtual.
Partisi /var. Partisi ini menyimpan semua catatan (log) yang terjadi di sistem (/var/log), database aplikasi yang
terinstall (/var/lib/packages) dan apada umumnya MySQL server menyimpan databasenya di pasrtisi ini (/var/lib/mysql). Dialokasikan 2GB dengan pertimbangan akan semakin besarnya file log dan database.
Partisi /home. Partisi ini dialokasikan untuk ruang home-dir user,
makin banyak user makin banyak ruang harddisk yang dibutuhkan di partisi ini. Untuk memudahkan pengaturan kelompokkan home-dir user dengan kategori direktori tertentu. Pada waktu menginstall Slackware gunakan boot-image hasil patch reiserfs, boot image hasil patch reiserfs ini bisa didapatkan di
http://poplar.seitz.com/~ross/reiserfs. Boot-image instalasi yang harus dibuat ada dua buah yaitu reiserfs.i dan ext2.root.gz, buatlah bootdisk tersebut dengan cara: cat reiserfs.i > /dev/fd0 cat ext2.root.gz > /dev/fd0
Setelah booting dengan bootdisk tersebut kemudian susunlah partisi sesuai dengan alokasi di atas,