Kelompok Pengguna Linux Indonesia [KPLI], Area Klaten [PELIK] Homepages
DJBDNS (alternatif DNS server pengganti BIND)
Kebanyakan orang jika mendengar kata DNS Server di unix, biasanya mereka berpikir tentang BIND (Berkeley Internet Name Daemon), yaitu sebuah nameserver daemon yang dikembangkan oleh Berkeley. Hampir semua distribusi unix, secara defaultnya
menyertakan BIND sebagai program DNS server mereka, sehingga banyak orang mengidentifikasikan atau berpikir "DNS Server adalah BIND", namun pada kenyataannya BIND bukanlah satu-satunya DNS Server unix yang ada. Ada banyak program lain di unix yang dapat berfungsi sebagai
DNS Server, diantaranya yaitu dents dan djbdns. Pada artikel ini penulis hanya akan membahas tentang djbdns saja, karena djbdns mempunyai "aliran" yang agak berbeda dengan BIND dalam melakukan setting up dnscache maupun suatu domain.
Apa itu DJBDNS?
djbdns adalah koleksi dari beberapa peralatan DNS yang cukup canggih, yang terdiri atas:
dnscache, yaitu program yang berfungsi melakukan caching informasi domain dari DNS Server, dnscache menerima DNS query dari localhost
maupun klien-kliennya (hanya IP address yang diijinkan), dan dnscache akan mencari dan mengumpulkan informasi dari remote DNS server serta memberikan jawaban dari query tersebut.
tinydns, yaitu DNS Server yang mempunyai autorisasi untuk satu domain tertentu, memberikan
informasi tentang domain yang ditanganinya ke klien langsung jika autoritatif atau ke DNS Server lain jika tidak autoritatif, tinydns bekerja berdasarkan paket UDP saja.
pickdns, yaitu DNS Server yang berfungsi sebagai "load balancing", biasanya difungsikan untuk membagi beban/load dari suatu server.
walldns, berfungsi sebagai reverse DNS, menyediakan informasi reverse dan meneruskan informasinya, sambil menyembunyikan informasi dari localhost.