|
Pertama: Hadits
Mutawatir
Al Mutawatir ialah: Hadits yang
diriwayatkan oleh sekumpulan orang yang mustahil mereka sepakat
berdusta menurut adat dan mereka menyandarkannya kepada sesuatu yang
nyata.
Al Mutawatir terbagi
dua:
- Mutawatir lafadz dan makna.
- Mutawatir makna
Mutawatir lafadz dan
makna ialah hadits yang diriwayatkan oleh
para rawi yang sama, baik lafadz atau maknanya.
Mutawatir makna ialah hadits yang telah diriwayatkan oleh para perawi
yang sama secara makna saja dan tiap-tiap hadits mempunyai makna
khusus.
Faidah hadits mutawatir terbagi
dua yaitu:
- Ilmu artinya sudah dipastikan benar
penasabannya kepada orang yang menukil darinya.
- ‘Amal artinya
mengamalkan dari apa-apa yang terdapat didalamnya dengan
membenarkan apabila ia berbentuk khabar (berita) dan
merealisasikan apabila ia berbentuk tuntunan.*
Kedua: Hadits Ahad
Hadits Ahad ialah lawan dari
hadits mutawatir. Yaitu hadits yang sanadnya tidak mencapai derajat
mutawatir.
Hadits Ahad terbagi 3 menurut
jalan periwayatannya:
- Hadits Masyhur: Hadits yang memiliki jalan-jalan periwayatan yang
terbatas, lebih dari dua jalan, dan tidak mencapai derajat
mutawatir.
- Hadits Aziz:
hadits yang diriwayatkan hanya oleh dua orang perawi saja.
- Hadits Gharib: Hadits yang diriwayatkan sendirian oleh seorang
rawi dalam salah satu periode rangkaian sanadnya.
* Ini bukan menunjukkan
bahwa hadits Ahad yang Shahih dan Hasan tidak mengandung Ilmu dan Amal, salah satu contoh
hadits Ahad 'Setiap Ibadah tergantung dari
niatnya', hadits ini shahih dan ulama
diantaranya imam Syafi'i berkata: ”Hadits ini merupakan sepertiga
ilmu dan masuk dalam tujuh puluh bab masalah fiqh.” pembahasan
tentang hal ini bisa dibaca pada eBook di blog kami di link
berikut:
- Hadits Sebagai Landasan Aqidah dan Hukum
- Fikih Niat -Ibnu Majjah
|