SMA Rimba Madya Bogor Sebagai Nominasi Peraih Anugrah Damandiri Award
SMA Rimba Madya Bogor, sekolah swasta murni milik Yayasan Bina Wana Kencana, masuk nominasi peraih Anugrah Damandiri Award untuk kategori SMA/MA terbaik seluruh Indonesia. Kesempatan ini didapatkan 9 SMA/MA finalis dan merupakan hasil seleksi dari sekitar 100 SMA/MA dari 50 kota/kabupaten di Indonesia yang menjadi binaan Yayasan Damandiri. SMA swasta ini merupakan satu-satunya sekolah swasta yang masuk nominasi.
Kepala sekolah kesembilan finalis ini selanjutnya diwawancarai oleh dewan juri hingga terpilih 3 yang terbaik. Dewan juri kategori SMA/MA terbaik terdiri dari Dr. Arief Rahman (UNESCO), Dr. Baedhowi (DEPDIKNAS), Prof. Dr. Kuntoro (UNAIR) dan Dr. Ir. Illah Sailah, MSc. (IPB).
Damandiri Award adalah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) sebagai wujud apresiasi untuk mitra binaan dari yayasan tersebut pada ulang tahun kiprah pengabdiannya kesepuluh tahun. Selain melaksanakan misinya turut berperan serta bersama pemerintah dan masyarakat dalam membangun keluarga Indonesia agar dapat berperan sebagai subyek pembangunan yang handal, lembaga ini juga membantu pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).
Melalui berbagai program pengembangan SDM ini, SMA Rimba Madya Bogor termasuk dalam binaan wilayah bagian barat di bawah binaan Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor. Program yang digulirkan untuk kategori SMA/MA adalah Membangun Sekolah Tanpa Dinding dan Studi Visit Guru SMA ke Sekolah Unggul.
Menurut Dr. Ir. Illah Sailah, MSc., Ketua Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) IPB, maksud dari program Sekolah Tanpa Dinding adalah membangun suatu ruang sekolah terbuka terhadap sesuatu pengetahuan yang akan meningkatkan live skill. Sementara itu, melalui pengamatan dalam Program Studi Visit Guru ke sekolah unggul diharapkan berkembang pula keinginan para guru untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, baik di bidang metode pengajaran, materi, ilustrasi atau komunikasi antara guru dan murid. Untuk binaan wilayah bagian barat, program ini sudah diterapkan di SMA Negeri 7 Bogor, SMA Negeri I Ciampea, SMA Pandu Madania dan SMA Rimba Madya Bogor.
Berkaitan dengan bantuan Yayasan Damandiri ini, Kepala Sekolah SMA Rimba Madya Bogor Dra. Tjahjani mengungkapkan bantuan tersebut diterima sejak bulan Juli 2005 dan hasilnya sangat dirasakan oleh para siswa dan guru. Sebanyak 20 siswanya, yang terdeteksi setelah lulus tidak akan melanjutkan ke perguruan tinggi mengingat ketidakmampuan orang tua untuk membiayainya,. telah mengikuti pelatihan keterampilan sesuai dengan minat dan bakatnya. “ Ada yang ikut kursus komputer, tata busana, tata boga, ada yang sudah bisa membuat terarium, bahkan ada yang sudah bisa membudidayakan ikan lele. Sementara itu, sebanyak 16 guru mendapat kesempatan magang di beberapa sekolah yang lebih maju ,” ujarnya.
“Saya berharap besar, ke depan kerja sama Yayasan Damandiri dan sekolah-sekolah terus dilanjutkan. Program tersebut sangat bermanfaat dan sangat membantu anak-anak yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” ujar Tjahjani.
Kepala sekolah yang dikenal dekat dengan siswanya ini pun berharap, bagi para siswa khususnya yang mendapat bantuan Yayasan Damandiri, tidak menyia-nyiakan keterampilan yang telah diperolehnya. Dengan bekal keterampilan tersebut, siswa diharapkan dapat bekerja setelah lulus dari SMA Rimba Madya Bogor, katanya.(Euis Komariah Surtiati)
Sumber:1. PELITA, 16 Januari 2006
2. Gemari, Januari 2006
3. Madina, Januari 2006