Saran Untuk Persahabatan

 

1. Lihatlah orang dari kebaikan-kebaikannya. Tapi bukan berarti kita tutup mata sama kesalahan-kesalahan en kekurangannya. Kalo kita belajar memfokuskan pandangan en pikiran kita sama kebaikan temen-temen kita, bukankah dunia ini rasanya lebih indah? (Amsal 3:27, 3:3).

 

2. Jangan lupa ngomong tengkyu atau ngasih pujian setiap kali seseorang berbuat sesuatu yang menurut kita menyenangkan dan patut buat dipuji, baik itu hal kecil ataupun besar. Jangan pelit deh buat ngomong tengkyu or bravo ama mereka, lagian kan apa ruginya? Iya nggak? (1Tesalonika 18)

 

3. Kita kudu mau ngerendahin hati kita, mau terima kritik dengan hati terbuka. Lagian setiap kritik yang mereka kasih toh gak semuanya buruk. Dibalik semuanya itu ada sesuatu hal yang positif yang bisa kita pakai buat kebaikan en kemajuan kita. Okey juga tuh! (Amsal 25 :11-12, Amsal 16:24)

 

4. Kalo kita mo banyak temen, jangan egois dong. Kita harus mau ngeliat kebutuhan orang laen. Dalam bergaul yang sehat, seorang sahabat yang baik akan mengutamakan pembicaraan tentang kebutuhan orang lain daripada dirinya sendiri. (Galatia 6:2)

 

5. Berilah lebih daripada yang mereka harapkan dari kamu. Dalam bergaul, hal ini perlu. Berilah yang terbaik buat sohib-sohib kamu lebih daripada yang mereka mnta, sama halnya seperti Tuhan Yesus memberi yang terbaik buat kamu ahabatNya. (Matius 5:39,41)

 

6. Nah, hal ini yang kadang sulit buat dijalanin, yaitu keterbukaan. Kita gak boleh cuma membatasi pembicaraan sama hal-hal yang umum aja, kan gak ada salahnya menambahkan hal-hal yang sifatnya pribadi sama mereka. Dengan adanya keterbukaan ini, orang akan melihat sisi kebutuhan dan kelemahan orang lain yang bisa dibantu oleh orang tersebut. Keterbukaan ini dimulai dengan adanya rasa saling percaya satu sama lain. Tapi inget juga, bukan keterbukaan secara keseluruhan, tapi keterbukaan yang bijaksana oke? (Amsal 20:19, Amsal 22:24)

 

7. Berani mengungkapkan perasaan kamu sama mereka. Sebagai seorang sahabat yang baik, kamu perlu mengungkapkan perasaan kamu tentang apa yang udah sohib kamu lakuin, pikirin atau rencanain. Kadang ungkapan kecewa, sedih, prihatin maupun

kebahagiaan akan menumbuhkan hubungan diantara dua sahabat dimana berbagi perasaan ini akan berperan penting untuk mendorong maju dan mengingatkan hal-hal yang seharusnya gak kamu lakuin dalam hidup kamu. (Amsal 17:17)

 

8. Pake bahasa kasih. Kalo singgung-singgung masalah ini, topnya ada di 1 Korintus 13:4-7 coba cek apa kamu sahabatan udah ngelakuin semua ini. Jangan deh sekali-kali kamu praktekin kasih ini dengan pura-pura. Orang yang mengasihi saudaranya atau sohibnya dengan tulus akan menerima sohib atau saudaranya itu apa adanya. Tapi bukan berarti kita membiarkan mereka apa adanya, saling tegurlah dalam kasih itu kan sangat membantu untuk mau berubah dan makin disempurnakan. Belajarlah saling percaya satu dengan yang lainnya. (1 Yohanes 3:18)

 

           Bangunlah Jembatan Persahabatan, Bukan Tembok Permusuhan.

 

Back

 
Hosted by www.Geocities.ws

1