Welcome


Bio dataku

Nama Saya

Kegiatan Saya

Wou..! Kereeen..!


Banner Indonesia Network

Ingin tahu lebih lanjut tentang data pribadi saya silahkan klik pada kalimat, "Nama Saya" di atas, tapi jangan lupa mesti senyum dulu donk...! Nama saya keren lho dan unik lagi. Nggak percaya...? Coba saja deh... Sebab saya orang terkuat di dunia.
Dan jika ingin tahu kegiatan saya kliklah pada kalimat, "Kegiatan Saya," dan jangan lupa senyum donk. Okey...? Silakan memulai tapi jangan kaget, sebab saya orangnya urakan. Tapi mudah-mudahan Anda dapat mengenal secara umum Caracter yang saya miliki. Semogalah kiranya bisa saling memahami demi kelangsungan persahabatan untuk masa-masa mendatang. Kalaupun ada waktu, sudilah kita berbincang-bincang di mana saja dan kapan saja, asalkan ada kesepakatan dulu, agar kita dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi . Sampai disini dulu lain waktu kita sambung lagi. Dan sambil menunggu kabar dari Anda, "Saya ucapkan selamat bekerja."

Leokembara(Kuatno)
Emailnye, [email protected], Hp. 0813 10112473 atau 68334620

Apa yang ingin anda ketahui dari saya ? Inilah sekilas perjalanan hidup saya yang saya tulis sendiri yang sumbernya diperoleh dari orang-orang terdahulu, juga dari catatan sipil, catatan harian, catatan si Boy dan juga dari batu-batu prasasti dan masih bayak lagi sumbernya. Dan kebenarannya sudah dibuktikan sendiri, di jamin 100% halal, kalau nggak percaya, tanya deh ame tetangga sebelah (Hi..hi...hi..hiii...). Saya lahir kedunia ini tepatnya hari Kamis malam Jumat (Hii... Serem) dipertengahan bulan Agustus berbintang Leo di desa Bogangin Sumpiuh-Banyumas, Jawa Tengah. Baru usia satu setengah tahun sebagai anak semata wayang itu, diajak berpetualang sama Ibu ke Sumatra Utara, tepatnya di Pdk. Bahkuras Simpang Raya B PTP 8 Marjandi, Pematang Siantar Simalungun (Wah pokonya komplet banget). Usia tujuh tahun, aku masuk SD Neg. Simpang Raya. Baru kelas tiga aku keluar (dasar anak bandel). Setelah dua tahun berkeliaran, aku masuk sekolah lagi di kelas tiga. Setelah lulus, aku masuk SMP Neg. Panetongah. Di SMP ini aku mulai punya hoby pencinta alam dan photo. Bersama teman-teman, kami sering camping ke hutan, ke danau Toba Parapat, Haranggaul, Tigaras dll. Temanku cowok yang paling dekat sudah seperti saudara sendiri, bernama Budiono (anak daerah Marjandi). Tapi sayang dari perpisahan Desember 1990 sampai sekarang kami tak pernah ketemu.

Di masa smp aku dapat kakak angkat Bang Mesnan dan kak Giem. Mereka orang baik pada kami. Tak lama mereka dimutasikan ke Afdeling E, kami pun berpisah. Kemudian datang lagi bang Tiar Nst. dan kak Wati. Mereka juga orang-orang yang baik yang sudah seperti keluarga sendiri. Anaknya tiga orang masih kecil-kecil dan aku sayangi sebagai adik sendiri. Mereka punya nama Ika, Dewi, dan Iwan. Kutinggalkan mereka dulu masih pada sekolah sd tapi sekarang sudah pada kuliah. Yang pertama kuliah di USU Medan yang kedua dan yang ketiga kulia di Ikip Medan.

Setelah lulus SMP tiga tahun, aku lanjut ke sekolah SMTPer. Neg. Pem. Raya. Mata pelajaran yang aku sukai dari sd sampai sla adalah ipa dan Matematika nilainya tentu memuaskan, pelajaran yang tidak aku sukai menyanyi dan mengarang cerita. Pokonya kalau pelajaran itu nilainya pasti jeblok. Hoby yang paling aku sukai sejak kecil seperti photografer, ngumpulin lagu-lagu yang romantis, Camping kehutan, ke gunung, pantai dll, masih berlanjut sampai ke sla. Cuma setelah di sla aku jadi suka tananam. Aku banyak pelihara bonsai dari pohon beringin (Picus Benjamina). Namun setelah aku tinggalkan Sumatera, aku tak punya lagi tanaman bonsai. Tak sempat mengurus sebab aku sedang berpetualang. Teman yang paling dekat "Bambang Lesmana" anak Siantar, dan sejak perpisahan Desember tahun 1990 kami tak pernah ada kontek. (Kemanakah dirinya ?)

Setelah kurang lebih 24 tahun berpetualang di Sumatera Utara aku dan Ibu pulang ke daerah asal Jawa Tengah (Desa Bogangin, Sumpiuh, Banyumas). Januari 1991 Aku mulai mengembara ke Jakarta sendiri. Aku mulai dilanda kebingungan, tak tahu apa yang harus kulakukan. Alamnya panas, pengap, bising dan memusingkan kepala.

Kembali Ke awal


Kegiatan/Petualangan

Saya adalah seorang musyafir yang berpetualang di perusahaan-perusahaan Swasta Nasional
1. Dari pebruari 1991 sampai dengan Maret 1993 bekerja di Swalayan Ramanda dengan jabatan terakhir sebagai Pembalian (Merchandising). Aku senang bekerja banyak pengalaman, banyak teman-teman. Tapi aku tak bahagia.
2. Dari Oktober 1993 sampai dengan Mei 1995 aku bekerja di percetakan dengan jabatan terakhir sebagai Ass. Kepala Produksi. Aku juga tak bahagia.
3. Dari Juni 1995 sampai dengan Mei 1997 bekerja di sebuah Swalayan lagi dengan jabatan terakhir sebagai kepala Cabang. Juga tak bahagia malahan banyak problema.
4. Dari September 1997 sampai dengan Pebruari 1999 bekerja di konsultan Komputer. Produk yang kami pasarkan meliputi : Software, Hardware dan Pelatihan. Untuk produk Hardware seperti Komputer kami menjual berbagai merek antara lain IBM, Digital dan peripheral lainnya. Untuk pelatihan kami menylenggarakan di Laboratorium DC Computer. Kami juga melayani pelatihan di tempat peserta. Untuk Software, semua software kami siap melayani konsumen baik menanganai kerusakan Program maupun kerusakan pada perngkat kerasnya.
Di sini juga tak bahagia. Akhirnya berhenti.
5. Dari Pebruari 1999 sampai dengan Nopember 1999, bekerja di sebuah toko Komputer Harco Mangga Dua sebagai Tecnical Suport.
6. Dari Nopember 1999 sampai dengan 2001 bekerja di Gema Traktor sebagai maintenance komputer. Sempat di mutasikan ke Sulawesi Selatan. Juga tak bahagia. Sekarang sedang mengangur. Kegiatan seharian kadang membantu editting, kadang sebagai Cameramen, kadang juga membantu trnsfer VCD, design, juga ikut merancang skenario untuk shooting dll. (dan lupa lagi) tapi juga tak bahagia.

Terima kasih atas kunjungan anda. Untuk Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi : 021-68334620--081310112473

Kembali Ke awal



IKRAR

Sobat
Sudikah engkau bersahabat denganku?
Dalam suka maupun duka...?
Dalam bahagia ataupun derita...?
Sobat
Mari kita bersumpah
Demi langit dan bumi
Demi hati dan jiwa
Demi Sang Pencipta
Sobat
Marilah berjanji
Sehidup semati
Senasib seperjuangan
Seiring sejalan

Sobat
Kegunung sama mendaki
Kelembah sama turuni
Kesamudra sama arungi
Kepantai sama menepi

Sobat
Menangis kita berdua
Tertawa bersama
Dalam menggapai cita-cinta

Sobat
Marilah berdo'a pada Sang Pencipta
Semoga kita tetap setia
Pada sumpah dan janjinya
Tuk slama-lamanya


Buanglah Impianmu


Sobatku Kuatno..., karyamu yang berjudul "Ikrar" memang bagus tujuannya. Kalimat demi kalimat mudah dimengerti. Hanya pesanku, janganlah kau berharap seperti dalam karya tulismu itu. Mana ada orang yang mau bersahabat denganmu. Kau orang gentayangan, orang jelek. Jangankan berjanji bersahabat, melihatmu saja orang sudah muak. Berkacalah dulu kau di depan cermin, coba lihat dirimu. Lihatlah tampankmu seperti bandit gelandangan, rambutmu panjang nggak karu-karuan bagai orang hutan turun kejalan. Kau anak jalanan kelas kakap.
Kuatno...! Sebuah nama yang cukup hebat yang kalau diterjemahkan bermakna kuatkan. Namun jangan kau bangga karena itu hanya sebuah nama saja. Kenyataannya kau bukan orang kuat dan juga bukan orang hebat. Memang badanmu tinggi dan besar, jalanmu tegap penuh semangat, tapi kau bukan itu. Kau adalah orang-orang lemah dan sengsara. Kau sendiri pernah mengakui hal itu, bukan? Masih ingatkah ketika kau berbaring di tempat tidurmu. Saat itu kau sedang menangisi nasibmu yang membuatmu lemah dan sengsara. Di sini nyata sekali bahwa kau orang lemah. Air matamu yang mengalir telah membuktikan keadaanmu yang sesungguhnya. Benar..., tangisan tidak selamanya karena derita, orang yang berbahagia lantaran mendapatkan hadia ia juga menangis. Tapi sungguh jelas tangismu bukan karena kau mendapatkan hadia, tapi karena kau menderita. Kau bukan orang kuat seperti namamu, tapi kau orang lemah, jiwamu rapuh. Masih ingatkah engkau pada orang yang kau anggap sahabatmu? Bahkan lebih dari itu kau begitu mengaguminya. Kini apa yang terjadi...? Dia pergi setelah kau menyatakan keinginanmu untuk bersahabat dengannya. Dan yang lebih ironisnya lagi, gadis itu jadi benci padamu. Karena apa...? Karena kau pemuda jembel, titik. Dan kelemahanmu lebih nyata lagi tatkala suratmu yang berisikan curahan hati tak mendapat tanggapan darinya. Kau jadi seperti orang sinting. Jalanmu loyoh. Di pembaringanmu yang sepi air matamu mengalir lagi. Jelas bukan bahwa kau orang lemah...? hanya karena suratmu ditolak kau menjadi sedih dan semangatmu hilang. Sebenarnya tak perlu kau bersedih dan menangis, sebab air matamu tidak dibutuhkan untuk mengatasi persoalan hidup ini. Meskipun air matamu mengalir lebih deras lagi, sungguh tak ada artinya hanya sia-sia belaka dan pasti akan kering sendiri bagai embun pagi yang dijilat mentari. Pernahkah mereka yang kau anggap sahabat lantas datang untuk menghapus air matamu...? Takkan pernah dan takkan ada sampai kapanpun. Kecuali dirimu sendiri yang melakukannya.
Sobatku Kuatno..., sangat perlu kau ketahui dan harus kau camkan baik-baik di hati untuk kau jadikan peganganmu. Yaitu bahwa namamu "Kuatno" yang berarti kuatkan atau tabahkan itu telah ditetapkan sejak kau lahir ke dunia pana ini. Kau sudah diramalakan bawa hidupmu kelak penuh dilanda problema. Kau pasti akan terhempas ke alam duka dan derita yang berkepanjangan dan menghantarkan dirimu kelembah kegagalan. Oleh karena itu nama yang diberikan kepadamu dimaksudkan agar kau menjadi orang yang kuat untuk mengatasi segala problemah hidupmu yang perak poranda. Juga agar kau bisa tabah menerima semua bentuk duka dan derita yang menyelimuti hidupmu dan yang tak pernah kau ceritakan pada orang lain. Tepatlah sudah predikat nama yang kau sandang itu. Kau kelihatan begitu tegar pada saat berada di antara teman-temanmu. Kau memang mampu menyembunyikan duka dan derita yang mendominasi hidupmu. Kau beri ia pakaian dengan bermacam-macam kegiatan. Kau hiasi pula dengan tawa ria dan senyum manismu. Sehingga duka dan deritamu benar-benar tidak kelihatan dari luar. Namun di balik tawa riamu dan di balik manis senyummu tersimpan segumpal derita.
Sobatku Kuatno..., janganlah kau larut dalam lenamu. Buanglah mimpi-mimpimu, dan kembalilah ke duniamu sendiri sebelum sempat kau terlempar jauh kealam duka dan terhempas ke dunia derita yang tiada berkeputusan.
Sobat..., sudahlah hentikan saja keinginanmu itu, biarpun kau orang baik-baik, orang tetap tidak akan mau bersahabat denganmu. Memang banyak sekali teman-temanmu, mulai sejak kau kecil hingga sekarang ini. Dan kau menganggap mereka adalah sahabatmu, itu memang baik adanya. Tapi itu cuma anggapanmu saja, sedang mereka tak pernah menganggapmu sebagai sahabatnya. Mereka hanya menganggapmu tidak lebih sebagai orang gentayangan. Coba ingat! Adakah mereka yang hadir untuk penuhi undanganmu...? Mungkin juga ada tapi jumlahnya sedikit, bukan...? Mengapa mereka tak mau hadir...? Sekali lagi kujelaskan kepadamu, karena kau bukan orang hebat tapi kau orang jembel tak pantas kau undang mereka. Mestinya tahu diri donk! Siapa dirimu dan siapa yang kau unadang itu. Lantas bagaimana dengan orang yang hadir dalam undangan itu...? Jangan pusing-pusing kepala, tak perlu bertanya-tanya bagaimana, yang jelas mereka bukan sahabatmu. Mereka datang lantaran undanganmu, itu saja. Orang yang datangnya diundang, kedatangannya belum tentu tulus dan iklas. Mereka datang semata-mata karena merasa kewajiban, bukan datang dilandasi oleh rasa persahabatan yang keluar dari hati yang murni. Dan selebihnya yang hadir dari mereka, itu hanya kebetulan saja sedang lewat di depanmu. Jangan kau anggap mereka datang khusus menjumpaimu tuk menghapuskan duka dan deritamu. Itu tidak benar. Kalau anggapanmu seperti itu kau keliru. Jangan beranggapan seperti itu, jangan...! Mereka datang hanya untuk menghinamu, mencelahmu hanya itu. Coba ingat lagi. Adakah mereka yang melihatmu pada saat kau terdampar kedunia yang sepi tanpa penghuni...? Hanya beberapa saja yang melihatmu, setelah itu mereka pun berpaling dan berlalu darimu. Ingatlah lagi, adakah mereka yang mendengarmu pada saat kau merintih pedih karena kau terhempas derita...? Cobalah ingat lagi, pada detik-detik kehancuran melanda dirimu. Adakah mereka melihatmu...? Adakah mereka mendengarmu...? Adakah mereka menyelamatkan dirimu yang tengah tenggelam...? Adakah...? Tidak ada. Yang ada hanyalah mereka yang menertawai kehidupanmu yang porak-poranda itu. Masih ingat pada orang yang pernah dekat denganmu...? Sampai begitu jauh kau menganggap sahabat, dan sebaliknya dia menganggap demikian juga padamu. Tapi apa yang terjadi sekarang setelah semuanya jauh darimu...? Adakah mereka datang pada saat kau dilanda derita...? Tidak ada kan...? Jangankan datang, mendengar kehancuranmu saja mereka tak pernah. Karena apa...? Karena mereka memang sudah tak mau tahu lagi tentang kau. Jangan heran kalau dirimu dilupakan orang, karena kau bukan apa-apa di mata mereka. Yang jelas kau hanya pemuda jembel, hanya itu yang mereka tahu. Wajarlah kalau dulu mereka menganggapmu sebagai sahabat, sebab tenagamu yang kuat itu selalu dibutuhkan oleh mereka. Dan sekarang tenagamu tak diperlukan lagi, karena kau lemah. Akhirnya terpaksalah kau dicampakakn kelubang sampah.
Sobat..., buanglah jauh-jauh keinginanmu untuk mencari sahabat. Tak usah kau ajak mereka dalam suka dan dukamu. Tak perlu bersumpah demi langit dan bumi segala. Tak ada artinya berjanji sehidup semati. Semua itu hanya berlaku di zaman dahulu, sekarang zaman sudah maju, zaman canggih. Ingatlah itu. Kalau kau tak ingin kecewa berkali-kali,buanglah mimpi-mimpimu untuk mendambakan sahabat. Sempurnalah wahai sobat, kalau kau disebut pemuda jembel, pemuda kampungan, pemuda desa yang bau tanah. Memang kau pernah terdididk dalam bangku sekolah, dan kau mendapatkan bermacam-macam diploma yang kau perjuangkan bertahun-tahun lamanya. Tapi semua diploma yang kau miliki itu, tidak lain hanyalah lembaran-lembaran kertas yang mirip dengan koran-koran bekas yang patut dibakar dalam lubang sampah. Jangan kau andalakan kertas-kertasmu itu, nggak ada artinya. Kecuali kertas-ketas duit itulah yang dihargai orang di zaman sekarang.
Sobat..., kunasehatkan kepadamu. Jangan kau mencari sahabat kalau kau belum mengerti, apa itu sahabat. Jangan mudah kau menganggap sahabat pada orang-orang yang berada di sekelilingmu. Coba perhatikan orang yang duduk di depanmu, atau di sampingmu itu. Perhatikan juga pada orang yang sedang berjalan bersama-sama denganmu, baik yang di sebelah kiri, maupun yang di sebelah kananmu. Adakah ia sahabatmu...? Tidak bukan...? kalaupun ia berkata, "akulah sahabatmu" itu juga belum tentu sahabatmu. Sebab sahabat itu bukan kata-kata yang di ucapkan dengan sumpah dan janji, tapi harus didermakan dalam bentuk perbuatan.
Sobat..., janagnlah kau terhanyut oleh angan-antganmu yang palsu itu, nanti kau menderita lebih berat lagi. Perlu kau ketahui, bahwa orang yang mau bersahabat kepadamu adalah orang-orang yang senasib denganmu, yang sejembel dirimu, itulah sahabatmu. Terimalah mereka apa adanya sebagaimana engkau menerima dirimu sendiri. Sambutlah mereka dengan senang hati sebagai sahabatmu. Kalaupun ada orang besar, orang agung, orang kaya atau orang tampan dan cantik yang sudi bersahabat denganmu, juga terimalah apa adanya.
Kuatno..., kalaulah datang sahabat janganlah diharap dan kalau pergi janganlah dicemas agar jiwamu dapat tentram dan damai dalam mengarungi realitas kehidupanmu yang kelam.
Sobatku kuatno..., menderita untuk bahagia sudah tiada lagi untukmu. Kesempatan yang kau miliki telah lewat bagimu bersama awan kelabu. Kini tinggal sisa-sisa goresan yang masih setia menemanimu hingga saatnya tiba di ujung senja nanti.
Sobat..., derita yang kau miliki adalah derita yang karena takdir, oleh karenanya tak perlu kau bersedih. Terima sajalah dengan hati tabah. Simpanlah untuk kau jadikan kenang-kenangan agar bekas goresnya terasa indah dan tak mudah kau lupakan hingga saatnya tiba kau tak mampu mengepakkan sayap-sayap kecilmu tuk mengarungi samudra kehidupan ini, dan kau tak dapat lagi berdiri di atas kakimu yang lemah. Pada saat itulah kau merasakan segalanya arti sebuah perjalanan dan kebebasan yang selama ini kau damba.

Kuatno..., kuatkan..., tabahkan...
Semoga engkau tabah menjalani kehidupanmu sehari-hari, Amiiin.
Dari seorang gentayangan yang penuh lika-liku laki-laki dengan segalah luka-luka sebagai kuli-kuli dan...


Sang Kembara
Kembali Ke awal
Hosted by www.Geocities.ws

1
1