|
|
|
|
|
Koleksi Puisi by : One |
|
|
|
MORE
THAN WORDS
Keletihanmu
adalah kenyataan yang wajar seperti letihku menemukan jatidiri.
Mimpimu takkan hilang hanya karena gempa kecil dipelataran hatimu. Ombak
tak sekuat keyakinan senja tak selembut kejujuran. Lelapkan letihmu
dengan hasrat dan kepercayaan bahwa langit tak selamanya mendung
bahwa mendung tak musti berakhir dengan hujan. Kadang ada kenyataan yang
lebih baik dari yang diharapkan tapi adakalanya kenyataan pahitlah
yang musti kita rasakan.
Sepiku
adalah milikmu. Hening ini adalah meditasi.
Tak ada angin yang diam tak ada gading yang tak retak tak
ada manusia yang sempurna. Seperti aku, kaupun pasti punya dosa. Nafas tak
mengalir adalah mati ruang tanpa udara adalah hampa tapi masa
depan masihlah punya harapan yang musti kita perjuangkan.
Kita
aku dan kamu juga mereka hanyalah segelintir nasib yang
ditaksirkan untuk menjalani hidup dalam kehidupan. Apakah kita musti
meratap, menangis, menjerit, menyayat sementara tak satupun peluh
pernah menetes dari pori-pori kulit. Air mata hanya akan kering tanpa
menyisakan cerita hati hanya akan beku dengan meninggalkan rindu
rindu pada waktu yang begitu cepat melaju.
Namun tak usah pula meratapi masa silam biarkan saja dia
menjadi kenangan waktu nanti.
:Dibawah
sinar rembulan diteras rumah ada dendang lagu cinta merdu
melebur dalam warna syahdu. Jadilah dia menjadi selembar kenangan. Kenangan pahit bukanlah hal yang musti dilupakan.
Kenangan adalah kenangan kenangan adalah ingatan kenangan
adalah pengalaman kenangan adalah masa silam kenangan adalah kisah.
Ketika
resah dan sedihmu datang, air matamu suci untuk kamu tumpahkan namun kau
tak mesti harus memenjarakan hati. Katakan pada alam, pepohonan, embun,
dedaunan dan bebatuan tentang sedih di hatimu. Aku ingin memberi nyala
disini seperti fajar sunyi yang membawa mentari beranjak makin tinggi.
Kekasih, sahabat, teman dan saudaraku kita adalah air sungai yang mengalir dari hilir ke hulu dari hulu ke muara dari muara ke lautan luas. Entah dengan apalagi aku musti mengartikannya dunia yang hiruk pikuk tak lagi bisa memberi arti pada sebuah kata-kata. Kaupun mungkin bosan dengan kata-kata. Karena kebohongan dan kejujuran bisa berasal dari kata-kata karena sakit dan luka bisa meradang oleh kata-kata. Tetapi kata-kata pun bisa pula lebih dari sekedar tarian lidah disela rahang. Dunia bisa damai bisa karena kata-kata, hati bisa tenteram karena kata-kata mantra adalah kata-kata doa adalah kata-kata.
Apakah
aku terlalu puitis, Sayang? Sehingga hening disini membeku bagai gunung es
di laut Antartika. Rembulan diam, enggan beranjak dari peraduan. Angin
malam hanya membisu dibalik rimbun dedauan.
Ah,
aku ingin menatapmu sekarang. Mencari perca-perca rahasia yang masih
terkubur dikelopak matamu. Ada setetes air bening menggenang di sudutnya.
Aku ingin lebih dekat denganmu merasai rasamu. Jangan kau kucilkan
niatku yang merangkak di sepanjang lembah dan padang luas dihatimu.
Aku
mungkin terlalu sedih untuk menangis aku mungkin terlalu gembira untuk
tertawa. Aku hanya ingin diam
disini saja di tepi hatimu yang rimbun. Agar aku bisa melangkah
disetiap jejakan langahmu agar aku bisa bernafas disetiap denyut
jantungmu. Laguku hanya sunyi
petikan gitar terasa sumbang karena putus dua senarnya.
Aku
tak ingin lagi mereka-reka hari dengan mimpi dan ilusi. Membanggakan angan
yang terkadang kosong saat kenyataan membukanya. Gapailah jemariku aku
ingin hangat ini menyatu dari hati ke hati. Jangan lepaskan kecuali
memang tak ada lagi tempat untuk bersemayam.
Kekasih, sahabat, teman dan saudaraku apakah akhir dari kisah ini?? Hanyalah sebuah bualan mungkin jika kau tak mampu sedikitpun mencerna memberi makna apalagi ikut terhanyut dalam nuansa sepi yang telah kuciptakan lewat puisi.
Terakhir
kudengar kini cinta berucap cinta cinta menyapa cinta cinta
bersatu dengan cinta. Ah,
apalagi ini??! Apakah kau bingung mencerna?? Aku sendiripun tak bisa
mengartikannya
.
:Suatu
malam yang dingin
..
21
Mei 2003
|
|
|
supported by :: frontpage :: flash mx :: mai-pc :: kalma :: xx inspirations :: kes4an :: our dreams :: bluesky ::. |
|
© mimpi kita creative design :: [email protected] |