Sejarah Lahirnya Islam Dan Rasulallah Muhammad Saw

Muhammad Saw, Adalah putera tunggal dari Abdillah atau Abdullah bin Abdul muthalib, bin Hasyim, bin Abdimanaf,  bin Qushai, bin Hakim, bin Murrah, bin ka'ab , bin Lu'ai, bin Ghalib, bin Fhir, , bin Malik, bin Annadhar, bin Kinanah, bin Khuzaimah, bin Mudrikhah, bin Ilyas, bin Mudhar, bin Nizar, bin Ma'ad, bin Adnan, keturunan Nabi Isma'il bin Ibrahim a.s.

Beliau dilahirkan dirumah Abi Tahalib, pamannya, pada dini hari senin Tanggal 12 bulan Rabi'ul awal bertepatan tanggal 20 April tahun 571 Masehi, tahun yang dikenal dalam sejarah dengan Tahun Gajah. Ia ditinggal oleh ayahnya yang wafat sewaktu ia masih dalam kandungan, dan oleh ibunya sewaktu ia berusia empat tahun.

 

Memasuki Tahun Gajah

Tahun gajah, ialah tahun dimana sepasukan tentara berkendaraan gajah di bawah pimpinan "Abrahah" penguasa Habasyah-Ethopia (sekarang) datang menyerbu kota Mekkah dengan tujuan hendak merobohkan dan menghancurkan Baitullah.

Abrahah adalah seorang pemeluk agama Nasrani yang fanatik. Ia mengirim tentaranya ke Yemen untuk menghancurkan kerajaan Dzunawas yang beragama Yahudi, karena marah mendengar bahwa orang-orang Nasrani dipaksa dengan kekerasan dan cara-cara yang kejam melepaskan agama Nasraninya dan memeluk agama Yahudi. Dengan mudah Abrahah dapat meghancurkan pertahan Dzunawas dan menguasai seluruh Yemen dengan tentaranya yang lebih  kuat dan lebih sempurna . Ia segera membangun sebuah gereja megah dan besar  disan'a, ibukota Yemen dengan tujuan mengalihkan perhatian orang Ka'bah yang terletak dikota Mekkah yang tandus. Akan tetapi gerejanya yang megah dan mentereng tidak mendapat perhatian dan kunjungan orang sebagaimana ia harapkan.  Jangankan orang dari luar Yemen datang mengunjungi, orang Yemen sendiri masih tetap berkiblat ke Mekkah, tetap berbondong-bondong sebagaimana biasa pergi ke Mekkah dan berkunjung ke Ka'bah Baitullah yang dibangun oleh Nabi Ibrohim a.s.

Abrahah merasa kesal dengan keadaan itu gereja tidak menjadi perhartian dari orang-orang tidak seperti harapannya untuk menjadikan gerejanya sebagai pengganti Ka'bah. Abrahah akhirnya berniat ingin menghancurkan Ka'bah menjadi rata dengan tanah.

Berangkatlah Abrahah ke Mekkah dengan membawa bala tentaranya  yang disebut pasukan gajah.

Ringkas sejarahnya, menghadapi kenyataan bahwa Abrahah tidak dapat dilunakkan hatinya agar mengurungkan niat jahatnya menghancurkan Ka'bah, maka Abdulmutthalib berseru kepada para penduduk kota Mekkah terutama mereka yang bertempat tinggal sekitar Ka'bah, agar menjauhkan diri dan mencrai perlindungan di atas bukit-bukit yang berada disekitar kota Mekkah. Dan setelah menjadi kosong daerah sekitar masjidil Haram ditinggalkan oleh para penduduknya yang berbondong-bondong dengan menggendong bayi dan anak masing-masing serta menghalau hewan-hewan ternaknya menuju tempat yang aman, pergilah Abdulmuthalib bersama pemuka Quraisy menghadap Ka'bah seraya berpamit dan berdo'a kepada Allah agar melindunginya dari kehancuran dan kebinasaan.

Para penduduk Mekkah yang berlindung di atas-atas bukit dengan rasa cemas dan gelisah menantikan gempuran Abrahah atas Ka'abah sebagaimana diancamkan Abrahah atas Ka'bah, akhirnya merasa lega ketika mendengar bahwa secara tiba-tiba, abrahah sudah meninggalkan tempat perkemahan kembali ke San'a bersama sisa pasukannya yang tidak sempat melancarkan gempuran yang diperintahkan Abrahah, karena datangnya serangan mendadak dari sepasukan burung yang berterbangan melempari mereka dngan batu-batu yang berasal dari tanah yang terbakar panas. Pasukan burung yang dikirim oleh Allah Swt dengan batu-batu yang terbakar itu menjadikan tubuh-tubuh anggota pasukan Abrahah hancur seketika  dan jatuh  terserak-serak diatas tanah, sehingga  hanya tersisa segolongan kecil dari anggota yang dapat pulang kembali bersam Abrahah dengan menderita luka parah akibat keajatuahan batu-batu yang terbakar diatas kepala dan tubuh mereka. 

Peristiwa tentara gajah tersebut itu adalah suatu mu'jizat dari Allah Swt mendahului kelahiran Nabi Besar, Rasul penutup Muhammad Saaw. Dan sebagai isyarat pertama bagi perlindungan Tuhan terhadap agama terakhir yang akan dibawa oleh Rasul terakhirnya pula Muhammad Saaw.

 

Allah telah mengisahkan peristiwa ini dalam Al-Qur'an  pada surah Al-fil ayat 1 s/d 5 sebagai berikut:

 

Terjemahannya:

1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara gajah.

2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia.

3. Dan dia megirimkan kepada mereka burung-burung yang berbondong-bondong,

4. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

5. Lalu dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

   

Kisah Rasulallah selanjutnya dapat ikhwan/ukhti baca sendiri 
pada buku sejarah hidup Para nabi(Qashul Anbiyaa')
 

 

Copyright©kpim2001 All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1