Jawaban pertanyaan 5 saudara Jenifer Satari di Jabotabek
Wa'alaikum Salam Wr Wb
Jenifer
Satari terima kasih atas pertanyaannya, Alhamdulillah saya Insya Allah berusaha
menjawab
kamu tentang Lembaga
Darul Islam Indonesia, sebelum saya menjawab lebih jauh saya kan jelaskan arti
kata
Darul, Darul berasal dari bahasa Arab yang artinya "Negara" .
Keberhasilan Rasulullah SAW mendirikan
Madinah Al Munawarah dilukiskan oleh Allah SWT dalam Al Qur'an :
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan
harta dan jiwa mereka (mereka mendapatkan) derajat yang paling mulia di sisi
Allah dan menrekalah orang-orang yang berbahagia.Allah meberi kabar gembira
bahwa mereka mendapat rahmat dari pada Nya, mendapat keridhoan dan syurga yang
di dalamnya penuh dengan kenikmatan yang kekal abadi, sesungguhnya Allah
memiliki pahaal yang besar (QS 9:20-22).
Dan orang-orang yang beriman serta berhijrah dan berjihad di jalan Allah,
juga orang-orang yang memeberi perlindungan dan bantuannya, mereka itu adalah
orang-orang yang benar-benar beriman. Bagi mereka mapunan dan rizki yang mulia (QS
8:74).
Dari ketiga ayat tersebut dia atas
jelaslah bahwa dengan Iman, hijrah dan jihad mereka mendapat kemenangan dan
kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.
Demikian juga dalam perjuangan Rasulullah dan ummatnya, keberhasilan berMadinah
itu ternyata melalui tiga phase.
1. Pembinaan keimanan
Selama Rasulullah berada di Mekah, beliau menempa keimanan para sahabat dan
ummatnya sehingga benar-benar membaja. Sejak menerima wahyu beliau tidak
henti-hentinya membina orang-orang yang telah menerima cahaya Islam mulai
secara rahasia di Daarul Arqom bin Arqon sampai kepada terang-terangan yang
cukup menimbuilkan reaksi kepada pemboikotan.
Dengan bimbingan wahyu yang terus mengalir dan ditempa pula oleh situasi lawan
yang cukup garang ternyata keimanan mereka benar-benar teguh dan tangguh
laksana batu karang di tengah samudra.
2.Hijrah
Sikap hijrah telah mulai dikenalkan dengan adanya perintah : Dan
perbuatan-perbuatan dosa itu hendaklah tinggalkan Dengan bekal iman mereka
dengan mudah meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak pantar dimiliki
seorang Mukmin. Sampai adanya ayat: "Dan sabarlah atas apa yang mereka (kafis
Quraisyi) katakan. Dan tinggalkanlah mereka dengan cara hijrah yang baik (QS
73:10)
Rasulullah menjelaskan: "Orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkaan
apa yang dilarang Allah."
Segala bentuk kebatilan mereka tinggalkan, mereka pindah menuju kepada
kehidupan yang haq. Mereka pertahankan yang haq, mereka siap berjuang membela
haq dengan harta dan jiwa mereka.Mereka sudah tidak mengakui lagi pemerintahan
Mekkah yang batil. Tetapi dengan pimpinan Muhammad SAW mereka bangun Madinah Al
Munawarah do kota Yastrib. Kesanalah mereka berhijrah, sebab Madinah adalah
tempat yang haq dengan pemerintahan yang haq dan rakyatnya yang sudah siap,
bulat, membaja mempertahankan ajaran yang haq dan mengembangkannya ke seantero
dunia.
3. Jihad fi sabilillah
Dengan dasar Iman dan Hijrah di Madinah mereka membentuk barisan jihad fi
sabilillah. Harta dan jiwa mereka dihimpun menjadi kekuatan dahsyat yang
menggentarkan musuh-musuh Islam. Perjuangan fisik dan non fisik digelar dengan
penataan yang rapih. Satu demi satu ajaran Islam dilaksanakan dengan
sebaik-baiknya. Mereka tunduk, rukun, khusyu menata kehidupan dengan
satu-satunya aturan hidup yang diciptakan oleh Yang Maha Pencipta. Tidak ada
aturan lain yang mampu menandinginya. Disela-sela kehidupan yang aman, tertib
dan makmur, jika terompet jihad dikumandangkan, mereka siap meninggalkan
kehidupan menuju medan laga, mengadu otot menyambung nyawa, dengan semboyan
hidup mulia atau mati syahid. Dengan izin Allah akhirnya penghalang-penghalang
da'wah berguguran. Sampai akhirnya Mekkah, sebagai tanah kelahiran Rasul,
sebagai pusat ibadah ummat, dapat ditaklukan dengan gemilang.
Berhala Lata, Uza dan Manat sebagai lambang kebesaran pemerintahan Mekkah
dihancurluluhkan, sehingga tidak ada lagi yang mengabdikan dirinya kepada
lambang peraturan hidup yang mereka ciptakan sendiri itu.
Melihat kenyataan seperti itu, penduduk Mekkah tidak bisa berkutik, terpaksa
atau sadar akhirnya mereka menerima Islam dan bersatulah Mekkah dan Madinah
menjadi Negara Islam yang besar dan berwibawa sehingga diakui dan disegani.
Da'wah semakin mantap, akhlaq mereka semakin mulia, negara menjadi subur makmur
loh jinawi dengan penuh ampunan Ilahi.
Sempurnalah perjuangan Rasul dan sampailah saatnya beliau undur diri, kembali
kepangkuan Ilahi Rabbi.
Demikianlah Iman yang benar menimbulkan Hijrah dan hijrah yang benar pasti
mudah melaksanakan jihad fisabilillah. Sebaliknya bicara jihad tanpa Hijrah
merupakan akrobat yang berbahaya apalagi tanpa dasar Iman, adalah fatamorgana
semata.
Nach
.. penjelasan diatas kenapa DII di dirikan karena DII mengambil Sirrah
Rasulallah yang Allah telah lukiskan
dalam
Al-Quran seperti surah dan ayat diatas.
Negara Islam Indonesia telah diproklamirkan oleh As-Syahid Sekarmadji
Maridjan Kartosoewirjo pada tanggal 7 Agustus 1949. Dimana bunyi proklamasi
Negara Islam Indonesia adalah sebagai berikut :
PROKLAMASI
Berdirinya
Negara Islam Indonesia
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih
Ashhadu alla ilaha illallah, wa ashhadu anna Muhammadarrasulullah
Kami, Ummat Islam Bangsa Indonesia
MENYATAKAN :
BERDIRINYA
NEGARA ISLAM INDONESIA
Maka Hukum yang berlaku atas Negara Islam Indonesia itu,
ialah : HUKUM ISLAM.
Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !
Atas nama Ummat Islam Bangsa Indonesia
IMAM NEGARA ISLAM INDONESIA
ttd
S.M. KARTOSOEWIRJO
Madinah - Indonesia,
12 Syawal 1368 / 7 Agustus 1949.
sebenarnya Negara Islam Indonesia
keinginan mulianya adalah ingin menegakkan Hukum Islam dan Bernegara Islam
karena
sang Imam Kartosoewiryo telah banyak melihat kenyataan pahit yang terjadi pada
negara Indonesia
dimana pada zaman
rezim sukarno telah bayak menyakiti Umat Islam Indonesia dan tidak menepati
janji kepada seorang Pemimpin
DII
yang ada diaceh yang bernama Daud Beureh. Sukarno menjajikan akan memberikan
kemerdekaan untuk berdirinya
Hukum
Islam dan Negara Islam Indonesia kalau Pengikut Daud Beureh mau membantu
Sukarno untuk memerdekakan Indonesia
tetapi
Sukarno tidak menepati janjinya. Dan lebih menyakitkan lagi Sukarno menganak
emaskan PKI yang telah banyak
menyakiti
Umat Islam. DII mengajarkan kepada muslim dan muslimah untuk kembali ke ajaran
Allah dengan Islam yang Kaffah
tidak
setengah-setengah dalam memeluk islam. Saya ingatkan kepada saudara Jenifer
agar berhati-hati bahwa syetan selalu menggoda
manusia
dalam segala hal walau pun DII berniat untuk mengajak umat Islam untuk Kaffah
namun ada saja halangannya yang
menghadang
seperti musuh Allah atau yang tidak terlalu simpati terhadap Islam berusaha
membentuk Neo NII atau
Nsebelas
yang mengatasnamakan DII yang mengajarkan umat Islam dalam kesesatan. Allah
telah mengingatkan kepada kita agar
senantiasa
waspada terhadap suatu berita. Bagi ada yang ingin mengetahui buku putih
tentang NII (DI/TII) sebaiknya membaca Fakta dan Data
Sejarah DI/TII karangan AlChaidar. Buku tersebut banyak dijual di
toko-toko buku. Untuk memberikan sedikit jalan Insya Allah saya memberikan
ciri-ciri
Ajaran sesat Neo NII atau Nsebelas yang baru berikut ini :
Berikut ciri-ciri kelompok yang mengatasnamakan Negara Islam Indonesia :
- Dalam menda'wahi calonnya, mata sang calon ditutup rapat. Dan penutup itu
baru akan dibuka ketika mereka sampai ke tempat tujuan.
- Para calon yang akan mereka da'wahi rata-rata memiliki ilmu keagamaan yang
relatif rendah bahkan boleh dibilang tidak memiliki ilmu agama. Sehingga
para calon dengan mudah dijejali omongan-omongan yang menurut mereka adalah
omongan tentang dinul Islam. Padahal kebanyakan akal merekalah yang
berbicara dan bukan diinul Islam yang mereka ungkapkan. Silahkan
dialog dengan mereka.
- Calon utama mereka adalah mereka-mereka yang memiliki harta yang
berlebihan, atau yang orang tuanya berharta lebih, anak-anak orang kaya yang
jauh dari keagamaan, sehingga yang terjadi adalah penyedotan uang para calon
dengan dalih islam. Islam hanya sebagai alat penyedot
uang.
- Pola Da'wah yang relatif singkat, hanya kurang lebih 3 kali pertemuan,
sang calon dimasukkan kedalam anggota mereka. Sehingga yang terkesan adalah
pemaksaan ideologi, bukan lagi keikhlasan. Dan rata-rata, para calon
memiliki kadar keagamaan yang sangat rendah sekali. Selama hari terakhir
penda'wahan, sang calon dipaksa dengan dijejali ayat-ayat yang mereka
terjemahkan seenak lidah mereka hingga sang calon mengatakan siap di bai'at..
- Ketika sang calon akan dibai'at, dia harus menyerahkan uang yang mereka
namakan dengan uang penyucian jiwa. Besar uang yang harus diberikankan mulai
Rp. 250.000 ke atas. Jika sang calon tidak mampu saat itu, maka infaq itu
menjadi hutang sang calon yang wajib dibayar.
- Tidak mewajibkan menutup aurat bagi anggota wanitanya. Dengan alasan Kahfi.
- Tidak mewajibkan sholat 5 waktu bagi para anggotanya dengan alasan belum
futuh. Padahal, mereka mengaku telah berada dalam madinah. Seandainya mereka
tahu bahwa selama di madinah lah justru Rasul benar-benar menerapkan syri'at
Islam. Dan justru Rasul wafat beberapa waktu setelah futuh mekkah.
- Sholat 5 waktu mereka ibaratkan dengan do'a dan da'wah. Sehingga jika
mereka sedang berda'wah maka saat itu mereka sedang sholat.
- Sholat Jum'at diibaratkan dengan rapat / syuro. Sehingga pada saat mereka
rapat, maka saat itu pula mereka namakan sholat jum'at.
- Atau untuk pemula, mereka dibolehkan sholat yang dilaksanakan dalam satu
waktu untuk 5 waktu sholat.
- Infaq yang dipaksakan perperiode ( per bulan), sehingga menjadi hutang
yang wajib dibayar bagi yang tidak mampu berinfaq.
- Adanya Qiradh (uang yang dikeluarkan untuk dijadikan modal usaha) yang
diwajibkan walaupun tak punya uang, bila perlu berhutang kepada kelompoknya.
Pembagian bagi hasil dari Qiradh yang mereka janjikan tak akan pernah
kunjung datang. Jika diminta tentang pembagian hasil bagi itu, mereka
menjawabnya dengan ayat Qur'an sedemikian rupa sehingga upaya meminta hasil
bagi itu menjadi hilang. Apalagi saat ini, mereka
menjadikan pesantren Az-Zaitun yang diresmikan oleh Akbar Tanjung itu
sebagai alat untuk mengambil uang para pengikutnya.
- Zakat yang tidak sesuai dengan syari'at Islam. Takaran yang terlalu
melebihi dari yang semestinya. Mereka mensejajarkan sang calon dengan
sahabat Abu Bakar dengan menafi'kan syari'at yang sesungguhnya.
- Tidak adanya mustahik di kalangan mereka, sehingga bagi mereka yang tak
mampu makan sekalipun, wajib membayar zakat/infaq yang besarnya sebetulnya
sebanding dengan dana untuk makan sebulan. Bahkan mereka masih saja memaksa
pengikutnya untuk mengeluarkan 'infaq' padahal pengikutnya itu dalam keadaan
kelaparan (saking kelaparannya, dia melakukan shaum Daud. Bukan karena
sunnah tapi memang enggak ada barang yang mesti dimakan)
- Belum berlakunya syari'at Islam dikalangan mereka sehingga perbuatan
apapun tidak mendapatkan hukuman apapun.
- Mengkafirkan orang yang diluar kelompoknya bahkan menganggap halal berzina
dengan orang diluar kelompoknya.
- Dihalalkannya mencuri / mengambil barang milikorang lain (mencuri).
- Menghalalkan segala cara demi tercapai tujuan spt menipu / berbohong
meskipun kepada orang tuanya sendiri
Astagfirullah, Na'udzubilaahi min
dzaalik. Dengan adanya contohnya diatas kita dapat menilai akan
gerakan
yang mengatas namakan DII. Tidak seperti DII yang sebenarnya yang ingin
menegakkan Dinul Islam sebagai
pembawa
kedamaian dimuka bumi, Insya Allah. Jika kamu berniat ingin jauh mengetahui DII
yang sebenarnya dan
ajaran-ajarannya
saya akan memberikan alamat e-mail DII yang resmi : [email protected]
dan [email protected]
Dalam
Al-Quran firman Allah : "Bersegeralah kamu untuk berjuang di jalan
Allah, baik dalam keadaan senang maupun susah" (QS At-Taubah : 41)
Nach
demikian sedikit penjelasan dari saya mudah-mudahan Allah selalu memberikan
petunjuk kepada kamu
akan kebenaran
Islam dan mau berjuang dijalan Allah dengan semangat yang membara karena jika
yang Haq sudah datang
maka
yang bathil pasti akan lenyap, Insya Allah.
Jawaban
Pertanyaan 6 Ibu Sahra Salsabilla di Jabotabek
Waalaikum
Salam Wr Wb
Ibu
Sahra yang dimuliakan Allah Swt, sebenarnya dari pertanyaan Ibu itu masalahnya
tidak adanya
pengertian
suami dan kurang nya pengetahuan suami tentang Ajaran Islam dan Akidah yang
masih perlu
diberikan
polesan halus berupa ajaran yang mengajak suami agar teguh Imannya dan Tauhid
yang kuat
Ibu
... harus lebih bersabar lagi dalam menghadapi cobaan Ibu, karena sekarang ini
Ibu sedang di berikan
cobaan.
Ibu perlu ketahui seorang Da'i itu pasti akan di Uji Allah dari semua perkataan
yang disampaikannya
misalkan
Ibu mengajak umat (terutama para Muslimah) agar mengajak para suami nya untuk
berjalan dijalan dijalan
Allah
... ternyata kenyataan nya terjadi di dalam lingkungan keluarga Ibu sendiri (suami),
Ibu telah diUji dari
perkataan
yang Ibu sampaikan pada Da'wah Ibu. Masya Allah .. tetapi sebagai muslimah yang
baik
jangan
menyerah kalau Ibu sering mengalami kegagalan dalam menda'wahi suami
sendiri. Supaya Ibu Istiqomah
saya
akan menyampaikan hadits Rasulallah Saw :
"Jihadnya
kaum wanita ialah Haji dan Umroh". (HR. Ahmad)
Ibu
terus pada jalan Ibu dijalan Allah kalau memang sudah dapat membagi waktu untuk
keluarga
cobalah
Ibu memberikan masukan kepada suami Ibu agar perlahan-lahan suami Ibu dapat
mengerti
keadaan
yang sebenarnya yang Ibu alami. Ibu berikan sedikit nasehat untuk suami dengan
cara yang lemah lembut
tanpa
kekerasan dan bentakan karena Allah berfirman :
"Hendaklah
engkau ajak orang kejalan Allah dengan Hikmah (kebijaksanaan)
dengan
petunjuk-petunjuk yang baik (ramah tamah) serta ajaklah mereka berdialog
(bertukar
pikiran ) dengan cara sebaik-baiknya". (QR An Nahl 125)
Allah
memberikan Isyarat yang jelas jika kita ingin mengajak orang kejalan Allah
dengan
kebijkasanaan
yang kepada orang tersebut. Da'wah lah dengan Ilmu yang sudah ibu amalkan
lalu
ibu boleh menyampaikannya kepada orang lain. Coba Ibu pahami ayat diatas lalu
ibu
terapkan
pada suami Ibu atau orang lain Insya Allah pasti mereka mau mengerti dan ikut
kejalan
Allah.
Baiklah saya akan memberikan Ibu amalan yang harus Ibu amalkan sehabis
Shalat Fardhu/
Sunah
: 1. Berikan Hadoroh kepada Rasullah Saw (kirim Al-Fatehah)
2. Berikan Hadoroh kepada Suami Ibu --> Illa Rohi Nama Suami Ibu Al-fatehah
3. Alqoitu ilaiki mahabbatan minie 33x
4. Iyya kana Buduu wa Iyya kanastain 33x
5. Do'alah permohonan kepada Allah agar suami Ibu diberikan pengertian dan
diterangkan dan dilapangkan hatinya agar mau mengerti keadaan diri Ibu Insya
Allah
Allah pasti cepat atau lambat suami Ibu akan berubah dan mau berjalan dijalan
Allah
berkat pertolongan Allah Swt Amiin. (jalankan dengan keyakinan penuh kepada
Allah
dan rajin mengamalkannya)
Jika Anda ada pertanyaan yang mengganjal dihati anda Insya Allah
kami berusaha menjawabnya, kirimkan pertanyaan anda ke Kirim Pertanyaan/Click Tanya/[email protected]
BACK Next Jika sudah ada 2 jawaban
Copyright©kpim2001 Allright
Reserved