Nuansa Da'wah
Bersama Al-Ustadz Muhammad Aziz Al-Arasy

 

 

Jawaban pertanyaan 5 saudara Jenifer Satari di Jabotabek

Wa'alaikum Salam Wr Wb

Jenifer Satari terima kasih atas pertanyaannya, Alhamdulillah saya Insya Allah berusaha menjawab 

kamu tentang Lembaga Darul Islam Indonesia, sebelum saya menjawab lebih jauh saya kan jelaskan arti

kata Darul, Darul berasal dari bahasa Arab yang artinya "Negara" . 

Keberhasilan Rasulullah SAW mendirikan Madinah Al Munawarah dilukiskan oleh Allah SWT dalam Al Qur'an :
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka (mereka mendapatkan) derajat yang paling mulia di sisi Allah dan menrekalah orang-orang yang berbahagia.Allah meberi kabar gembira bahwa mereka mendapat rahmat dari pada Nya, mendapat keridhoan dan syurga yang di dalamnya penuh dengan kenikmatan yang kekal abadi, sesungguhnya Allah memiliki pahaal yang besar (QS 9:20-22).


Dan orang-orang yang beriman serta berhijrah dan berjihad di jalan Allah, juga orang-orang yang memeberi perlindungan dan bantuannya, mereka itu adalah orang-orang yang benar-benar beriman. Bagi mereka mapunan dan rizki yang mulia (QS 8:74).

Dari ketiga ayat tersebut dia atas jelaslah bahwa dengan Iman, hijrah dan jihad mereka mendapat kemenangan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.
Demikian juga dalam perjuangan Rasulullah dan ummatnya, keberhasilan berMadinah itu ternyata melalui tiga phase.
1. Pembinaan keimanan
Selama Rasulullah berada di Mekah, beliau menempa keimanan para sahabat dan ummatnya sehingga benar-benar membaja. Sejak menerima wahyu beliau tidak henti-hentinya membina orang-orang yang telah menerima cahaya Islam mulai secara rahasia di Daarul Arqom bin Arqon sampai kepada terang-terangan yang cukup menimbuilkan reaksi kepada pemboikotan.
Dengan bimbingan wahyu yang terus mengalir dan ditempa pula oleh situasi lawan yang cukup garang ternyata keimanan mereka benar-benar teguh dan tangguh laksana batu karang di tengah samudra.

2.Hijrah
Sikap hijrah telah mulai dikenalkan dengan adanya perintah : Dan perbuatan-perbuatan dosa itu hendaklah tinggalkan Dengan bekal iman mereka dengan mudah meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak pantar dimiliki seorang Mukmin. Sampai adanya ayat: "Dan sabarlah atas apa yang mereka (kafis Quraisyi) katakan. Dan tinggalkanlah mereka dengan cara hijrah yang baik (QS 73:10)
Rasulullah menjelaskan: "Orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkaan apa yang dilarang Allah."
Segala bentuk kebatilan mereka tinggalkan, mereka pindah menuju kepada kehidupan yang haq. Mereka pertahankan yang haq, mereka siap berjuang membela haq dengan harta dan jiwa mereka.Mereka sudah tidak mengakui lagi pemerintahan Mekkah yang batil. Tetapi dengan pimpinan Muhammad SAW mereka bangun Madinah Al Munawarah do kota Yastrib. Kesanalah mereka berhijrah, sebab Madinah adalah tempat yang haq dengan pemerintahan yang haq dan rakyatnya yang sudah siap, bulat, membaja mempertahankan ajaran yang haq dan mengembangkannya ke seantero dunia.

3. Jihad fi sabilillah
Dengan dasar Iman dan Hijrah di Madinah mereka membentuk barisan jihad fi sabilillah. Harta dan jiwa mereka dihimpun menjadi kekuatan dahsyat yang menggentarkan musuh-musuh Islam. Perjuangan fisik dan non fisik digelar dengan penataan yang rapih. Satu demi satu ajaran Islam dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Mereka tunduk, rukun, khusyu menata kehidupan dengan satu-satunya aturan hidup yang diciptakan oleh Yang Maha Pencipta. Tidak ada aturan lain yang mampu menandinginya. Disela-sela kehidupan yang aman, tertib dan makmur, jika terompet jihad dikumandangkan, mereka siap meninggalkan kehidupan menuju medan laga, mengadu otot menyambung nyawa, dengan semboyan hidup mulia atau mati syahid. Dengan izin Allah akhirnya penghalang-penghalang da'wah berguguran. Sampai akhirnya Mekkah, sebagai tanah kelahiran Rasul, sebagai pusat ibadah ummat, dapat ditaklukan dengan gemilang.
Berhala Lata, Uza dan Manat sebagai lambang kebesaran pemerintahan Mekkah dihancurluluhkan, sehingga tidak ada lagi yang mengabdikan dirinya kepada lambang peraturan hidup yang mereka ciptakan sendiri itu.
Melihat kenyataan seperti itu, penduduk Mekkah tidak bisa berkutik, terpaksa atau sadar akhirnya mereka menerima Islam dan bersatulah Mekkah dan Madinah menjadi Negara Islam yang besar dan berwibawa sehingga diakui dan disegani. Da'wah semakin mantap, akhlaq mereka semakin mulia, negara menjadi subur makmur loh jinawi dengan penuh ampunan Ilahi.
Sempurnalah perjuangan Rasul dan sampailah saatnya beliau undur diri, kembali kepangkuan Ilahi Rabbi.
Demikianlah Iman yang benar menimbulkan Hijrah dan hijrah yang benar pasti mudah melaksanakan jihad fisabilillah. Sebaliknya bicara jihad tanpa Hijrah merupakan akrobat yang berbahaya apalagi tanpa dasar Iman, adalah fatamorgana semata.

Nach .. penjelasan diatas kenapa DII di dirikan karena DII mengambil Sirrah Rasulallah yang Allah telah lukiskan

dalam Al-Quran seperti  surah dan ayat diatas.

 

Negara Islam Indonesia telah diproklamirkan oleh As-Syahid Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada tanggal 7 Agustus 1949. Dimana bunyi proklamasi Negara Islam Indonesia adalah sebagai berikut :

PROKLAMASI
Berdirinya
Negara Islam Indonesia
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih
Ashhadu alla ilaha illallah, wa ashhadu anna Muhammadarrasulullah

Kami, Ummat Islam Bangsa Indonesia
MENYATAKAN :

BERDIRINYA
NEGARA ISLAM INDONESIA

Maka Hukum yang berlaku atas Negara Islam Indonesia itu, ialah : HUKUM ISLAM.

Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !
Atas nama Ummat Islam Bangsa Indonesia
IMAM NEGARA ISLAM INDONESIA

ttd

S.M. KARTOSOEWIRJO

Madinah - Indonesia,
12 Syawal 1368 / 7 Agustus 1949.

sebenarnya Negara Islam Indonesia keinginan mulianya adalah ingin menegakkan Hukum Islam dan Bernegara Islam

karena sang Imam Kartosoewiryo telah banyak melihat kenyataan pahit yang terjadi pada negara Indonesia

dimana pada zaman rezim sukarno telah bayak menyakiti Umat Islam Indonesia dan tidak menepati janji kepada seorang Pemimpin

DII yang ada diaceh yang bernama Daud Beureh. Sukarno menjajikan akan memberikan kemerdekaan untuk berdirinya 

Hukum Islam dan Negara Islam Indonesia kalau Pengikut Daud Beureh mau membantu  Sukarno untuk memerdekakan Indonesia

tetapi Sukarno tidak menepati janjinya. Dan lebih menyakitkan lagi Sukarno menganak emaskan  PKI yang telah banyak

menyakiti Umat Islam. DII mengajarkan kepada muslim dan muslimah untuk kembali ke ajaran Allah dengan Islam yang Kaffah 

tidak setengah-setengah dalam memeluk islam. Saya ingatkan kepada saudara Jenifer agar berhati-hati bahwa syetan selalu menggoda 

manusia dalam segala hal walau pun DII berniat untuk mengajak umat Islam untuk Kaffah namun ada saja halangannya yang

menghadang seperti musuh Allah atau yang tidak terlalu simpati terhadap Islam berusaha membentuk Neo NII atau

Nsebelas yang mengatasnamakan DII yang mengajarkan umat Islam dalam kesesatan. Allah telah mengingatkan kepada kita agar 

senantiasa waspada terhadap suatu berita. Bagi ada yang ingin mengetahui buku putih tentang NII (DI/TII) sebaiknya membaca Fakta dan Data Sejarah DI/TII karangan AlChaidar. Buku tersebut banyak dijual di toko-toko buku. Untuk memberikan sedikit jalan Insya Allah saya memberikan

ciri-ciri Ajaran sesat Neo NII atau Nsebelas yang baru berikut ini :

Berikut ciri-ciri kelompok yang mengatasnamakan Negara Islam Indonesia :

  1. Dalam menda'wahi calonnya, mata sang calon ditutup rapat. Dan penutup itu baru akan dibuka ketika mereka sampai ke tempat tujuan.
  2. Para calon yang akan mereka da'wahi rata-rata memiliki ilmu keagamaan yang relatif rendah bahkan boleh dibilang tidak memiliki ilmu agama. Sehingga para calon dengan mudah dijejali omongan-omongan yang menurut mereka adalah omongan tentang dinul Islam. Padahal kebanyakan akal merekalah yang berbicara dan bukan diinul Islam yang mereka ungkapkan. Silahkan dialog dengan mereka.
  3. Calon utama mereka adalah mereka-mereka yang memiliki harta yang berlebihan, atau yang orang tuanya berharta lebih, anak-anak orang kaya yang jauh dari keagamaan, sehingga yang terjadi adalah penyedotan uang para calon dengan dalih islam. Islam hanya sebagai alat penyedot uang.
  4. Pola Da'wah yang relatif singkat, hanya kurang lebih 3 kali pertemuan, sang calon dimasukkan kedalam anggota mereka. Sehingga yang terkesan adalah pemaksaan ideologi, bukan lagi keikhlasan. Dan rata-rata, para calon memiliki kadar keagamaan yang sangat rendah sekali. Selama hari terakhir penda'wahan, sang calon dipaksa dengan dijejali ayat-ayat yang mereka terjemahkan seenak lidah mereka hingga sang calon mengatakan siap di bai'at..
  5. Ketika sang calon akan dibai'at, dia harus menyerahkan uang yang mereka namakan dengan uang penyucian jiwa. Besar uang yang harus diberikankan mulai Rp. 250.000 ke atas. Jika sang calon tidak mampu saat itu, maka infaq itu menjadi hutang sang calon yang wajib dibayar.
  6. Tidak mewajibkan menutup aurat bagi anggota wanitanya. Dengan alasan Kahfi.
  7. Tidak mewajibkan sholat 5 waktu bagi para anggotanya dengan alasan belum futuh. Padahal, mereka mengaku telah berada dalam madinah. Seandainya mereka tahu bahwa selama di madinah lah justru Rasul benar-benar menerapkan syri'at Islam. Dan justru Rasul wafat beberapa waktu setelah futuh mekkah.
  8. Sholat 5 waktu mereka ibaratkan dengan do'a dan da'wah. Sehingga jika mereka sedang berda'wah maka saat itu mereka sedang sholat.
  9. Sholat Jum'at diibaratkan dengan rapat / syuro. Sehingga pada saat mereka rapat, maka saat itu pula mereka namakan sholat jum'at.
  10. Atau untuk pemula, mereka dibolehkan sholat yang dilaksanakan dalam satu waktu untuk 5 waktu sholat.
  11. Infaq yang dipaksakan perperiode ( per bulan), sehingga menjadi hutang yang wajib dibayar bagi yang tidak mampu berinfaq.
  12. Adanya Qiradh (uang yang dikeluarkan untuk dijadikan modal usaha) yang diwajibkan walaupun tak punya uang, bila perlu berhutang kepada kelompoknya. Pembagian bagi hasil dari Qiradh yang mereka janjikan tak akan pernah kunjung datang. Jika diminta tentang pembagian hasil bagi itu, mereka menjawabnya dengan ayat Qur'an sedemikian rupa sehingga upaya meminta hasil bagi itu menjadi hilang. Apalagi saat ini, mereka menjadikan pesantren Az-Zaitun yang diresmikan oleh Akbar Tanjung itu sebagai alat untuk mengambil uang para pengikutnya.
  13. Zakat yang tidak sesuai dengan syari'at Islam. Takaran yang terlalu melebihi dari yang semestinya. Mereka mensejajarkan sang calon dengan sahabat Abu Bakar dengan menafi'kan syari'at yang sesungguhnya.
  14. Tidak adanya mustahik di kalangan mereka, sehingga bagi mereka yang tak mampu makan sekalipun, wajib membayar zakat/infaq yang besarnya sebetulnya sebanding dengan dana untuk makan sebulan. Bahkan mereka masih saja memaksa pengikutnya untuk mengeluarkan 'infaq' padahal pengikutnya itu dalam keadaan kelaparan (saking kelaparannya, dia melakukan shaum Daud. Bukan karena sunnah tapi memang enggak ada barang yang mesti dimakan)
  15. Belum berlakunya syari'at Islam dikalangan mereka sehingga perbuatan apapun tidak mendapatkan hukuman apapun.
  16. Mengkafirkan orang yang diluar kelompoknya bahkan menganggap halal berzina dengan orang diluar kelompoknya.
  17. Dihalalkannya mencuri / mengambil barang milikorang lain (mencuri).
  18. Menghalalkan segala cara demi tercapai tujuan spt menipu / berbohong meskipun kepada orang tuanya sendiri

Astagfirullah, Na'udzubilaahi min dzaalik. Dengan adanya contohnya diatas kita dapat menilai akan 

gerakan yang mengatas namakan DII. Tidak seperti DII yang sebenarnya yang ingin menegakkan Dinul Islam sebagai

pembawa kedamaian dimuka bumi, Insya Allah. Jika kamu berniat ingin jauh mengetahui DII yang sebenarnya dan 

ajaran-ajarannya saya akan memberikan alamat e-mail DII yang resmi : [email protected] dan [email protected]

Dalam Al-Quran firman Allah : "Bersegeralah kamu untuk berjuang di jalan Allah, baik dalam keadaan senang maupun susah" (QS At-Taubah : 41)

Nach demikian sedikit penjelasan dari saya mudah-mudahan Allah selalu memberikan petunjuk kepada kamu

akan kebenaran Islam dan mau berjuang dijalan Allah dengan semangat yang membara karena jika yang Haq sudah datang 

maka yang bathil pasti akan lenyap, Insya Allah.

 

 

Jawaban Pertanyaan 6 Ibu Sahra Salsabilla di Jabotabek

 

Waalaikum Salam Wr Wb

Ibu Sahra yang dimuliakan Allah Swt, sebenarnya dari pertanyaan Ibu itu masalahnya tidak adanya

pengertian suami dan kurang nya pengetahuan suami tentang Ajaran Islam dan Akidah yang masih perlu 

diberikan polesan halus berupa ajaran yang mengajak suami agar teguh Imannya dan Tauhid yang kuat

Ibu ... harus lebih bersabar lagi dalam menghadapi cobaan Ibu, karena sekarang ini Ibu sedang di berikan

cobaan. Ibu perlu ketahui seorang Da'i itu pasti akan di Uji Allah dari semua perkataan yang disampaikannya

misalkan Ibu mengajak umat (terutama para Muslimah) agar mengajak para suami nya untuk berjalan dijalan dijalan

Allah ... ternyata kenyataan nya terjadi di dalam lingkungan keluarga Ibu sendiri (suami), Ibu telah diUji dari 

perkataan yang Ibu sampaikan pada Da'wah Ibu. Masya Allah .. tetapi sebagai muslimah yang baik 

jangan menyerah kalau Ibu sering mengalami kegagalan dalam menda'wahi  suami sendiri. Supaya Ibu Istiqomah

saya akan menyampaikan hadits Rasulallah Saw :

 

"Jihadnya kaum wanita ialah Haji dan Umroh". (HR. Ahmad)

 

Ibu terus pada jalan Ibu dijalan Allah kalau memang sudah dapat membagi waktu untuk keluarga

cobalah Ibu memberikan masukan kepada suami Ibu agar perlahan-lahan suami Ibu dapat mengerti

keadaan yang sebenarnya yang Ibu alami. Ibu berikan sedikit nasehat untuk suami dengan cara yang lemah lembut

tanpa kekerasan dan bentakan karena Allah berfirman :

 

"Hendaklah engkau ajak orang kejalan Allah dengan Hikmah (kebijaksanaan)

dengan petunjuk-petunjuk yang baik (ramah tamah) serta ajaklah  mereka berdialog

(bertukar pikiran ) dengan cara sebaik-baiknya". (QR An Nahl 125)

 

Allah memberikan Isyarat yang jelas jika kita ingin mengajak orang kejalan Allah dengan 

kebijkasanaan yang kepada orang tersebut. Da'wah lah dengan Ilmu yang sudah ibu amalkan

lalu ibu boleh menyampaikannya kepada orang lain. Coba Ibu pahami ayat diatas lalu ibu

terapkan pada suami Ibu atau orang lain Insya Allah pasti mereka mau mengerti dan ikut kejalan 

Allah. Baiklah saya akan memberikan Ibu  amalan yang harus Ibu amalkan sehabis Shalat Fardhu/

Sunah : 1. Berikan Hadoroh kepada Rasullah Saw (kirim Al-Fatehah)

            2. Berikan Hadoroh kepada Suami Ibu --> Illa Rohi Nama Suami Ibu Al-fatehah

            3. Alqoitu ilaiki mahabbatan minie 33x

            4. Iyya kana Buduu wa Iyya kanastain 33x

            5. Do'alah permohonan kepada Allah agar suami Ibu diberikan pengertian dan 

                diterangkan dan dilapangkan hatinya agar mau mengerti keadaan diri Ibu Insya Allah

                Allah pasti cepat atau lambat suami Ibu akan berubah dan mau berjalan dijalan Allah

                berkat pertolongan Allah Swt Amiin. (jalankan dengan keyakinan penuh kepada Allah

                dan rajin mengamalkannya) 

 

 Jika Anda ada pertanyaan yang mengganjal dihati anda Insya Allah 
 kami berusaha menjawabnya, kirimkan pertanyaan anda ke Kirim Pertanyaan/Click Tanya/[email protected]
 
 BACK Next Jika sudah ada 2 jawaban

Copyright©kpim2001 Allright Reserved

1
Hosted by www.Geocities.ws