Jawaban pertanyaan 1 saudara Ahmad di Kebayoran
Orang tua , Ayah atau Ibu sampai tidak memaafkan kesalahan anak-nya ,
walaupun sudah berulang kali meminta maaf . Ya Allah , dosa apa gerangan yang
dilakukan anak terhadap orang tuanya ? karena apa yang kita ketahui dari
pepatah dan peribahasa , bahwa kasih sayang ibu kepada anak , lebih dari sayang
anak kepada Ibu. Tersebut dalam peribahasa: Kasih Ibu sepanjang jalan , kasih
anak sepanjang penggalan. Artinya : kasih Ibu terhadap anak tidaklah
putus-putus-nya sampai mati , tetapi kasih anak kepada ibu kadang-kadang amat
sedikit , dan dapat hilang. Mungkin sekali anda pernah dengar hikayat Al-Qamah,
seorang sahabat nabi Saw dimana ibunya marah kepadanya , karena dia
mengutamakan isterinya atas bundanya sendiri. Sehingga kemurkaan ibunya itu
menahan lidahnya dari mengucapkan kalimat tauhid di kala akan matinya. Maka
disanalah Rasulallah Saw berkenan mensyafaatkannya , dengan cara mengunpulkan
kayu bakar untuk membakar Al-Qomah hidup-hidup dihadapan ibunya , maka ibunya
pun tak dapat menyembunyikan lagi kasih sayangnya kepada puteranya itu ,
sehingga di maafkannyalah segala kesalah Al-Qomah dihadapan Rasulallah Saw.
Maka dengan keridhoan ibunya , mudahlah jadinya Al-Qomah mengucapkan
kalimatul Tauhid dengan mudahnya. Kalau kita sudah minta maaf , dan menyesali
perbuatan yang menjadi sebab sakitnya hati ibu , walaupun pada dzahirnya ibu
tidak menyatakan maafnya karena ta'dieb, secara husnuddzan dapatlah kita
katakan bahwa ibu telah memaafkanya , asalakan mulai saat itu kita selalu
berbuat baik kepada ibu , serta berbakti kepadanya , sesuai dengan perintah
Allah dan Rasulallah. Saya ingin menyerukan kepada para ibu dan para ayah ,
walaupun putera-puteri telah yakin akan maaf ibu dan ayah , namun kiranya
pernyataan ibu akan maaf tersebut , akan lebih membesarkan hati
anak-anaknya , lebih besar dari pada gunung . Maafkanlah kesalahan anak-anak .Perhatikan
hadits yang diriwayatkan oleh Assya'by dari nabi Saw bersabda ia:
Artinya:"
Allah melimpahkan rahmatnya terhadap seseorang tua , yang membantu anaknya
dalam berbuat kebajikan kepadanya.
Orang tua tidak berdosa , walaupun ia
tidak memaafkan , karena maaf itu adalah haknya. Tetapi anak pun tidak berdosa
, jika sudah sampai dengan kesungguhan hati , dan dengan segala daya upaya
memohon maaf juga telah diikuti perbuatan baik yang membuat senang orangtua anda.
Jawaban Pertanyaan 2 Wiwid di Kunciran
Saudaraku wiwid yang dimuliakan Allah, kalau dalam hadits Rasulallah Muhammad
Saw , beliau bersabda:
Artinya: " Ajarakanlah anak-anak kamu berenang dan melontar panah , dan
wanita-wanita akan merenda (HR. Al Baihaqy).
Renang merupakan olah raga
yang dianjurkan oleh agama untuk dilatih dan dipelajari , oleh anak laki-laki
sedangkan anak perempuan merenda. Akan tetapi renang yang anda maksudkan ini ,
adalah renag campur aduk antara laki-laki dan perempuan memakai busana bikini (pakaian
renang), dimana hampir mu'dzamul aurah nampak dengan jelas oleh orang-orang
yang masing-masing berlainan jenis kelaminnya adalah suatu yang melanggar Syara'
dan adat bangsa kita. Hal tersebut terutama bagi pria , tak ubahnya seperti
kampret yang melihat buah yang ranum , tidak terbungkus , sangat membangkitkan
selera sang kampret. Untuk menahan rangsangan melihat buah ranum ini , jangan
kampret dari kolong jembatan , walaupun kampret keluaran pesantren pun rasanya
kurang bisa menahan seleranya dalam kecamuk rangsangan ini. Sekurang-kurangnya
menjadi pikiran . Karena kita ini bukan malaikat , dan Allah Swt telah
memberikan batasan yang perlu kita jaga ,Jangan sampai terlanggar . Renang
campur gaul ini diharamkan Allah , karena saling melihat dan memperlihatkan
aurat antara jenis kelamin yang berlainan .
Rasulallah bersabda :
Artinya:"Tidak
boleh menaati makhluk, didalam mendhurhakai Khaliq".(HR.Al Hakim dari Imron).
Jika Anda ada pertanyaan yang mengganjal dihati anda Insya Allah
kami berusaha menjawabnya, kirimkan pertanyaan anda ke Kirim Pertanyaan/Click Tanya/[email protected]
BACK NEXT Jika sudah ada 2 jawaban
Copyright©kpim2001 Allright
Reserved