Halaman depan | Berita Alam | Berita Satwa | Taman Nasional Indonesia | Galeri foto | Lampiran


 

GAJAH SUMATERA

(DI KAWASAN TNKS)

 

 

Nama Latin     : Elephas maximus sumatrensis

Populasi dan daerah penyebaran :

Di TNKS ada 3 kawasan yang terdeteksi masih dihuni gajah yaitu di sekitar Sipurak-Sula (Wilayah Jambi) sekitar 40-50 ekor, Rupit-Bukit Kelam (wilayah Sumatera Selatan) < 30 ekor dan Air Retak – Air Ipuh-Air seblat (wilayah Bengkulu) 80-100 ekor. Tetapi kecuali populasi Rupit – Bukit Kelam, dua populasi yang lain lebih sering dijumpai di luar kawasan TNKS. Dari kenyataan ini mungkin dapat diduga bahwa habitat di kedua wilayah itu lebih merupakan tempat berlindung atau tempat tidur (istirahat). Sedangkan untuk pergerakan dan mencari makanan lebih banyak daerah sekitar di luar batas kawasan, yang berupa areal HPH, perkebunan atau perladangan.

Permasalahan pengelolaan konservasi gajah di kawasan TNKS :

  • Degradasi habitat

Ini merupakan masalah utama dalam pengelolaan TNKS secara keseluruhan. Penyebab terjadinya degradasi habitat karena adanya penebangan liar (illegal logging) dan perambahan (encroachment). Akhir-akhir ini illegal logging menunjukkan peningkatan sehubungan dengan banyaknya sawmill di sekitar kawasan, baik sawmill liar ataupun sawmill resmi tapi tidak jelas sumber bahan bakunya.

  • Pola penggunaan lahan di daerah penyangga

Daerah penyangga (buffer zone) di kawasan TNKS umumnya berupa perkebunan dan perladangan dengan tanaman yang aktraktif bagi gajah. Tidak jarang di dalam perladangan juga ada pemukiman, sehingga menimbulkan permasalahan (konflik) antara gajah dan manusia/penduduk sekitarnya. Hal ini menjadi ancaman bagi kedua belah pihak.

  • Perburuan

Perburuan gajah untuk diambil gadingnya masih terjadi di sekitar habitat gajah. Menurut info, harga gading gajah di pasar gelap Bengkulu mencapai Rp. 800.000,-/kg.

  • Kurangnya data dan perhatian dari Pemda setempat

Survey-survey atau penelitian mengenai gajah di kawasan TNKS belum banyak dilakukan. Hal ini menyebabkan data mengenai gajah baik populasi, penyebaran maupun kondisi habitatnya masih sangat kurang (bahkan tidak ada).

  • Kurang tegasnya tindakan hukum yang diberlakukan terhadap para penjarah hutan dan pemburu liar

Seharusnya diberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada mereka yang melakukan tindakan penjarahan hutan dan perburuan satwa di dalam kawasan Taman Nasional. 

 

 

 

 

 


Copyright© 2002 Rini Th.

Hosted by www.Geocities.ws

1