![]() |
![]() |
![]()
|
|
LUMBA-LUMBA SI PENYAYANG
|
|
Hari yang cerah. Burung-burung laut beterbangan, bercanda dengan riangnya di udara. Air laut bergerak naik turun seolah menari mengikuti irama lagu. Dua pemuda, Ryan dan Danil terlihat membawa papan selancar. Saat itu tidak terlihat seorangpun di pantai itu selain mereka berdua. Pantai itu letaknya memang terpencil, jauh dari pemukiman penduduk. Memang tempat seperti itulah yang mereka berdua cari. Bisa berselancar dengan tenag, jauh dari keramaian, dengan ombak yang menantang. "Yuhuuuuiii...," Sambil berlari mereka berteriak. Dan," Byuurr...". Airpun memercik kemana-mana. Tanpa terasa hampir satu jam mereka berselancar. Sekelompok lumba-lumba datang menemani mereka berdua bermain dengan riangnya. Saat itu Ryan dan Danil berada pada tempat yang terpisah cukup jauh. Tanpa mereka sadari, sebuah sirip semakin mendekat ke arah Danil. Tanpa sempat lagi mengelak, sirip yang ternyata hiu putih itu menerkamnya. "Ahhh..!!" Danil meresakan sesuatu yang nyeri di pinggangnya. Dan warna merahpun menyeruak ke seluruh permukaan air di sekitarnya. Ray yang terpisah jauh belum menyadari bahaya yang mengancam temannya. Ia masih asyik menikamti ayunan ombak. Sementara itu Danil berusaha melepaskan diri dari serangan hiu. "Tolooong, Ray!!" teriaknya berulang-ulang. Rasa panik dan ketakutan yang luar biasa menyerangnya. Ia bahkan tidak yakin bisa selamat dari hiu ganas itu. Raypun lamat-lamat mendengar teriakan Danil, dan segera ia menyadari adanya bahaya yang mengancam Danil. Ia bisa melihat sirip hiu. Tapi belum sempat mendekat, dilihatnya sirip itu menjauh. "Danil!" teriaknya. Ia khawatir hiu itu mnejauh sambil membawa tubuh temannya. Ketika ia sampai, dilihatnya tangan temannya menggapai-gapai. Ray mengangkat tubuh temannya dan segera membawanya ketepi. Mendadak didengarnya suara yang melengking tinggi dari belakangnya. Ditolehnya. Tiga ekor lumba-lumba mengikutinya dengan siulannya. Mereka bertingkah seperti orang yang sedang cemas. Ray mengerti, mereka telah menyelamatkan Danil, dan sekarang memperingatkannya untuk segera pergi. Sesampainya di darat dibaringkannya Danil yang semakin lemah karena banyaknya darah yang keluar dari luka-lukanya. Pinggangnya terkoyak oleh gigitan hiu itu, untung saja tidak menembus terlalu dalam, mungkin karena Danil masih sempat mengelak sedikit, jika tidak mungkin isi perutnya yang akan terkoyak. Ray mengambil obat-obatan yang selalu dibawanya di kotak P3Knya, sementara untuk menghentikan pendarahan, dan segera dilarikannya Danil ke Rumah sakit terdekat. Saat ini Danil sudah sehat kembali. dan dengarlah ceritanya, keajaiban apa yang terjadi saat itu hingga ia bisa selamat. Ternyata saat ia berusaha menyelamatkan hidupnya, kawanan lumba-lumba itu datang dan menyerang hiu putih itu. Siapapun tahu, lumba-lumba bukanlah lawannya hiu. Lumba-lumba terkenal sebagai hewan penyayang, dan mungkin itulah yang membuat mereka akhirnya menyelamatkan hidup Danil. Mereka menyerang hiu tanpa takut terluka oleh gigitan hiu tersebut. Tapi karena mereka jumlahnya lebih banyak, hiu putih itu akhirnya takut juga. Dan, selamatlah Danil. Tak terkira rasa terima kasih Danil pada kawana lumba-lumba itu. Pagi ini, Danil dan Ray berencana kembali ke pantai itu, tentu saja untuk berselancar lagi. Selancar adalah kesenangan mereka. Dan sambil berharap bisa bertemu para penyelamatnya, lumba-lumba yang penyayang.
Catatan : Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata dalam tayangan Animal Planet.
|
|
![]()
Copyright© 2002 Rini Th.