VASEKTOMI TANPA PISAU
CARA KONTRASEPSI MANTAP UNTUK PRIA
Dr.Asri
Pemakaian dan pelayanan kontrasepsi yang RASIONAL adalah merupakan bagian
dari PROGRAM KESEHATAN PENCEGAHAN. Dalam hal ini pemakaian kontrasepsi
ditujukan untuk melindungi IBU dari KEHAMILAN yang tidak
diinginkan.
Kehamilan dan melahirkan adalah kodrat wanita, namun demikian adakalanya suatu
kehamilan, persalinan dan masa nifas dapat mengalami gangguan ( komplikasi )
yang jika tidak mendapat pertolongan yang capat dan tepat dapat merenggut nyawa
ibu. Tidak dapat diduga sebelumnya apakah suatu kehamilan, persalinan atau masa
nifas akan berkomplikasi atau tidak. Oleh karena itu setiap kehamilan,
persalinan atau masa nifas harus dianggap sebagai berisiko
Secara
nasional, hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia ( SDKI ) tahun 2003
membuktikan bahwa angka kematian ibu ( AKI ) akibat kehamilan, persalinan dan
nifas adalah 307 per 100.000 persalinan. Angka ini sangat tinggi jika
dibandingkan dengan AKI negara-negara anggota Asean. Strategi untuk menurunkan
AKI adalah SETIAP KEHAMILAN HARUSLAH KEHAMILAN YANG DIRENCANAKAN, hal
ini dapat dicapai melalui pemakaian kontrasepsi yang efektif rasional.
Ada banyak jenis kontrasepsi yang tersedia, dari sekian banyak tersebut dapat
dikelompokan menjadi beberapa kelompok, Kelompok
Sementara Jangka Pendek, yaitu Kondom, Spermatisid, Pil,
Suntik. Kelompok Sementara Jangka panjang, yaitu Suntik, Implant, AKDR.
Dan kelompok
pengakhiran kesuburan. yaitu
Tubektomi untuk wanita dan Vasektomi untuk pria
Ada
tiga pilihan tujuan pemakaian kontrasaepsi, pertama untuk tujuan menunda
kehamilan pertama, kedua untuk mengatur jarak kehamilan dan ketiga
untuk mengakhiri kesuburan. Berdasarkan pada pilihan tujuan ini, maka untuk
tujuan menunda kehamilan pertama, kelompok kontrasepsi yang rasional adalah
kelompok kontrasepsi sementara jangka pendek. Sedangkan untuk mengatur jarak
kehamilan, jenis kontrasepsinya adalah kelompok sementara jangka panjang.
Kemudian untuk mengahiri kesuburan, jenis kontarasepsinya adalah
kontrasepsi mantap.

Vasektomi
adalah istilah dalam ilmu bedah yang terbentuk dari dua kata yaitu vas dan
ektomi. Vas atau vasa deferensia artinya adalah saluran benih
yaitu saluran yang menyalurkan sel benih jantan (spermatozoa) keluar dari buah
zakar (testis) yaitu tempat sel benih itu diproduksi menuju kantung mani
(vesikulaseminalis) sebagai tempat penampungan sel benih jantan sebelum
dipancarkan keluar pada saat puncak sanggama (ejakulasi). Ektomi atau ektomia
artinya pemotongan sebagian. Jadi vasektomi artinya adalah pemotongan
sebagian (0.5 cm – 1 cm) saluran benih sehingga terdapat jarak diantara ujung
saluran benih bagian sisi testis dan saluran benih bagian sisi lainya yang masih
tersisa dan pada masing-masing kedua ujung saluran yang tersisa tersebut
dilakukan pengikatan sehingga saluran menjadi buntu/tersumbat.
Akibat
dari pemotongan dan pengikatan saluran benih ini, maka sel benih yang diproduksi
pada buah zakar tidak bisa keluar dan terbendung pada saluran benih bagian sisi
testis yang diikat. Akibat pemotongan dan pengikatan saluran benih ini, fungsi
buah zakar sebagai organ yang menghasilkan sel benih jantan dan hormon kelamin
tidak terganggu, sehinga nafsu birahi pada laki-laki yang menjalani vasektomi
tidak terganggu.Air mani tetap dipancarkan pada saat puncak sanggama, tapi tidak
mengandung sel benih jantan. Efek inilah yang dimanfaatkan sebagai cara
kontrasepsi mantap. Sel benih yang terbendung pada saluran yang diikat akan mati
setelah kurang lebih 100 hari. Sebaliknya fungsi buah zakar (testis) dalam
memproduksi sel benih dan fungsi – fungsi lainya tetap berjalan.
Vasektomi telah dikenal kurang lebih 100 tahun yang lalu. Penelitian dan
percobaan pada binatang serta aplikasi pada manusia telah dilakukan oleh para
ahli diseluruh dunia, para ahli tersebut antara lain; Sir Astley Cooper,
Reginard Harrison 1893, Felix Guyon, Harry Sharp 1893, Wood 1900, Prous 1904,
Eugene Steinach 1910.
Vasektomi sebagai cara kontrasepsi mantap, pertama kali didunia dilakukan oleh
para ahli di India pada tahun 1954. di Amerika pada tahun 1960. Association for
Voluntary Surgical Contraseption (AVSC) INTERNATIONAL suatu lembaga
internasional yang bermarkas di New York mengembangkan pelayanan kontraepsi
mantap sukarela yaitu Tubektomi untuk wanita dan Vasektomi untuk pria.. Pada
tahun 1970 pemerintah Indonesia mengirim tenaga ahli ke India. Pada tahun 1971
vasektomi dilaksanakan di Indonesia. Pada tahun 1974, Prof.Dr.Li Shun Qiang dari
Cina mengambangkan tehnik bedah minor tanpa menggunakan pisau bedah untuk
melakukan vasektomi yang disebut No Scalpel Vasectomy / vasektomi tanpa pisau
dengan hasil pebedahan yang halus dan kerusakan jaringan yang sangat minimal.
Sejak tahun 1986 hingga sekarang tehnik ini digunakan diseluruh dunia termasuk
di Indonesia dan diakui oleh AVSC.
Vasektomi Tanpa Pisau,
adalah suatu tehnik bedah minor tanpa menggunakan pisau bedah. Kantung buah
zakar (skrotum) dilakukan pembiusan lokal,
kemudian dibuat lobang (one hole) kurang lebih 2-3 cm dibawah pangkal
zakar (penis), saluran benih dipotong 0,5 – 1 cm
dan diikat pada ujungnya. Luka operasi
tanpa dijahit, hanya ditutup dengan tensoplast (band aid). Proses tindakan
vasektomi hanya membutuhkan waktu sekitar 10 – 15 menit bila dilakukan oleh
tenaga dokter yang terlatih atau kompeten. Tindakan vasektomi tidak perlu rawat
inap,
dapat kembali bekerja seperti biasa. Luka operasi akan
sembuh/kering dalam waktu
3-5
hari.
   
skrotum lokal anestesi pemotongan
vas deferens penutupan luka operasi
Di
seluruh dunia jumlah peserta vasektomi kurang lebih 43 juta . di Amerika 13 %
dari jumlah Pasangan Uia Subur di negeri
itu. Di Indenesia 1% dari total pengguna kontrasepsi. Di Jakarta tahun
2005 kurang lebih 960 akseptor.
Vasektomi tanpa pisau ditujukan sebagai cara kontrasepsi mantap pria bagi
Bapak-bapak dari suatu Pasangan Usaia Subur (PUS) yang telah memiliki jumlah
anak cukup. Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia menetapkan suatu
persyaratan yamg haris dipenuhi oleh calon akseptor yaitu SYARAT SUKARELA,
BAHAGIA DAN SEHAT.
Pelaksanaan tindakan /pemedahan dilakukan melalui serangkaian proses yang
terdiri dari konseling pra tindakan, penyaringan medik, pelaksanan tindakan,
konseling pasca tindakan dan kontrol pasca tindakan.
Kekhawatiran setelah vasektomi.
Apakah
setelah vasektomi, kemampuan ereksi tetap sempurna ? dan apakah masih tetap
memancarkan air mani ?
Jawabannya, vasektomi tidak mempengaruhi ereksi dan air mani tetap memancar,
yang dihambat adalah cairan sperma (sel benih). Lihat mekanisme ereksi dan
gambar sebelum dan setelah vasektomi dibawah ini.
|

Sebelum Vasektomi |

Sesudah Vasektomi |
|
|
|