Suamiku seorang yang...
Aku benar-benar dibuat kewalahan saat harus melayani
suamiku diatas ranjang. Tak henti-hentinya dekapan erat disertai napas yang memburu,
acapkali mengiringi permainan seks kami. Peluh mengalir dengan derasnya, goyangan-goyangan
maju mundur yang seakan-akan tidak akan ada habisnya dari bagian bawah tubuh suamiku
membuatku tidak mampu lagi menahan kenikmatan yang kurasakan ini, aku hanya bisa
berdesah-desah dan mencengkeram dengan eratnya kain sprei ranjang tidurku sebagai
pertahanan terakhir dari sisa-sisa tenaga yang masih tertinggal.
Tangan-tangan suamiku sementara itu masih meremas-remas payudaraku dengan cepat namun
lembut, dan tangan yang satunya lagi membelai-belai pahaku yang masih terkulai lemah
diatas punggungnya, semakin cepat goyangan penisnya, semakin nikmat yang kurasakan, dan
semakin tubuhku kehilangan kekuatannya, mataku sampai-sampai tak mampu kubuka kembali,
pada hentakan-hentakan berikutnya, aku benar-benar tidak berdaya, aku sudah lemas menahan
orgasme yang berulang-ulang kali kurasakan pada malam ini, aku pasrah, aku sudah tidak
mampu berbuat apa-apa,apalagi menggerakaan tubuhku, aku hanya bisa menahan napas dan
merintih menahan nikmat saat orgasme kembali membawa tubuhku kealam surgawi dunia. Mulutku
seakan ingin meminta kepada Denny untuk menuntaskan permainan seksnya, namun kondisi tubuh
suamiku yang masih terlihat fit, membuat aku harus bertahan beberapa jam lagi, sampai
suamiku mendapatkan orgasmenya.
Setelah tiga ronde, kami bertempur dalam birahi. Aku tidak mampu membayangkan apalagi yang
bakal kualami, Jika Denny kembali meminta jatahnya kembali, mungkin aku hanya bisa
terlentang pasrah.
Akhir-akhir ini suamiku memang senang bertindak yang aneh-aneh dalam melakukan hubungan
seks. Pertama sih gayanya sangat lembut. Mengulum senyum, merangkul, kemudian mencumbuiku.
Tetapi setelah itu aku akan tidak dapat lagi menahan seluruh serangan-serangan dan gaya
permainan seksnya. Tetapi akhir-akhir ini setelah suamiku memakai shabu-shabu, konsumsi
seksnya semakin bertambah, dan permainannya pun menjadi semakin liar dan menggebu-gebu.
Sampai saat ini akupun masih kewalahan untuk melayani birahi seks suamiku, sampai-sampai
jika aku merasa tidak kuat lagi menghadapinya, aku akan mencoba mengalahkan nafsunya
dengan melakukan oral. Semakin sering aku melakukan oral semakin aku mengetahui
titik-titik kelemahannya. Aku akan menyedot dengan kuat-kuat terutama dibagian kepala
penisnya, sembari tanganku dengan cepat melakukan gerakan-gerakan kocokan, mulutku
berputar-putar untuk merangsang bagian kepala penisnya, setiap beberapa saat aku mengintip
perubahan wajah suamiku, bila dia mulai meringis menahan nikmat, apalagi sampai memejamkan
matanya. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, aku akan mengulum kepala penisnya dengan
dibantu gerakan menyedot, tanganku akan semakin cepat mengocok-ngocok batang penisnya.
Sampai pada akhirnya kurasakan cairan sperma hangat menyemprot dengan derasnya di mulutku
disertai teriakan-teriakan kecilnya. Aku akan menyedot sekuat-kuatnya semampuku sampai
spermanya tidak keluar lagi, lalu kebuang spermanya dan kemudian kulanjutkan menyedot
kembali kepala penisku, Biasanya dengan serangan beruntun seperti ini, biasanya suamiku
akan mulai melemah dan tidak akan mampu melanjutkan permainannya ini.
Tetapi jurus-jurus seperti ini tidak selalu berhasil dengan baik, kadang-kadang kondisi
suamiku terlalu fit, sehingga aku tidak mampu menaklukannya dan aku akan dibuat tidak
berdaya kembali dengan jurus-jurus permainan seksnya. Sering dalam satu hari suamiku
meminta jatahnya sampai dengan tiga kali. Bahkan apabila aku sudah tidak kuat melayaninya,
suamiku tetap melampiaskan nafsunya dengan melakukan masturbasi. Aku bernar-benar tidak
kuat menghadapi suami yang hiper seks ini.
TAMAT
< Kembali ke halaman sebelumnya >
|
|