>> > "JANGAN HANYA MELIHAT DENGAN MATA"
>> > ========================================
>> > Dua malaikat yang sedang melakukan perjalanan ke luar kota,
>> singgah pada
>> > rumah seorang yang kaya raya. Keluarga tersebut kasar dan
>> tidak
>> > mengijinkan kedua malaikat tersebut tidur di dalam rumah esar
>>
>> mereka.
>> > Sebagai
>> > gantinya, mereka menyuruh kedua malaikat tersebut tinggal di
>> gudang bawah
>> > tanah
>> > mereka yang dingin, kotor, tanpa pemanas. Ketika sedang
>> menyiapkan
>> > tempat tidur mereka, malaikat yang lebih tua melihat sebuah
>> lubang di
>> > dinding, dan lalu memperbaikinya. Ketika malaikat yang lebih
>> muda
>> bertanya,
>> > malaikat yang tua itu menjawab: "Tidak semua hal itu
>> sebagaimana
>> tampaknya."
>> > Malam berikutnya, kedua malaikat tersebut menginap di sebuah
>> keluarga
>> petani
>> > yang miskin, tetapi sangat ramah. Setelah berbagi makanan
>> yang serba
>> > sedikit, pasangan petani tersebut mempersilahkan kedua
>> malaikat tersebut
>> > tidur
>> > di tempat tidur mereka, sedangkan mereka sendiri tidur di
>> lantai. Ketika
>> > matahari muncul di ufuk timur keesokan paginya, mereka
>> menemukan
>> > pasangan petani tersebut sedang menangis sedih. Ternyata,
>> sapi yang
>> > merupakan
>> > satu-satunya sumber penghidupan mereka, yang memberikan susu
>> setiap
>> > pagi, tergeletak mati di pinggir ladang mereka.
>> > Malaikat muda menjadi marah dan mencaci maki malaikat tua,
>> katanya:
>> > "Mengapa engkau tega melakukan semua ini kepada mereka?
>> Mengapa engkau
>> > membiarkan semua ini terjadi? Kemarin kita mendapat
>> kesempatan untuk
>> > menginap di rumah seorang kaya raya. Kita dibiarkan tidur di
>> gudang
>> > yang kotor dan dingin, tetapi kamu masih membantu mereka
>> dengan
>> memperbaiki
>> > dindingnya yang bolong. Malam ini kita menginap di rumah
>> seorang
>> > petani miskin yang begitu ramah dan mau berbagi, tetapi apa
>> yang kamu
>> > lakukan? Kamu biarkan sapi yang merupakan satu-satunya sumber
>>
>> hidup, mati.
>> > Maumu apa, sih? " Malaikat tua menjawab singkat: "Tidak semua
>>
>> hal itu
>> > sebagaimana tampaknya." Ketika malaikat muda mendesak untuk
>> menjelaskan,
>> > malaikat
>> > tua berkata: "Waktu kita menginap di tempat orang kaya
>> kemarin, aku
>> > melihat sebuah lubang di dinding. Di dalamnya ada kepingan
>> emas. Tetapi
>> > karena
>> > orang kaya tersebut sangat tamak, tidak mau berbagi, dan
>> tidak bisa
>> > ramah kepada orang lain, maka dinding tersebut kututup. Biar
>> mereka tidak
>> > tahu dan tidak dapat mengambil emas tersebut. Lalu malam ini,
>>
>> ketika kita
>> > tidur di ranjang Pak Tani, dan mereka mengalah tidur di
>> lantai, malaikat
>> > maut datang hendak mengambil isteri petani itu. Tetapi aku
>> belokkan dan
>> > sebagai gantinya, malaikat maut itu mengambil sapi Pak Tani.
>> Tidak semua
>> hal
>> > itu seperti bagaimana tampaknya. Terkadang kejadian di
>> sekitar kita juga
>> > begitu. Jika kamu memiliki iman, kamu harus percaya bahwa
>> semua hal
>> > merupakan keberuntunganmu, meskipun mungkin kita tidak
>> menyadarinya.
>> > Orang yang datang dan pergi begitu saja dalam kehidupan kita,
>>
>> ada yang
>> > menjadi teman, dan ada pula yang tinggal hanya sekejap,
>> tetapi
>> meninggalkan
>> > kenangan manis dalam kehidupan dan hati kita. Dan kita tidak
>> pernah
>> > menjadi sama, karena kita telah berteman dengan banyak orang"
>>
>> >
>> > Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh
>> kepercayaan,
>> > kamu akan menerimanya
>> >

Hosted by www.Geocities.ws

1