Subject: HUJAN ITU SUDAH TURUN !
Shalom,
Beberapa hari ini saya diberkati dengan kotbah gembala pembina, pak Niko.
Saya mau menguraikan kotbah beliau, dan ada sedikit pandangan mengenai
proses yang akan terjadi sebelum hujan turun. Semoga menjadi berkat bagi
saudara-saudara. Khusus saya sampaikan, supaya kita semua bisa dikuatkan di
dalam penantian akan terjadinya pelipatgandaan, mukjijat dan tidak ada yang
mustahil bagi orang percaya. Baik secara mikro kehidupan pribadi saudara,
maupun Makro dimana Tuhan akan memenuhi Indonesia dan bangsa-bangsa dengan
kemuliaan-NYA. Amien.
"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu
menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam
Kristus Yesus"
Filipi 4 :19
Suatu Pandangan
HUJAN ITU SUDAH TURUN !
Gemuruh hujan yang sudah terdengar beberapa waktu yang lalu, saat ini sedang
dinyatakan dengan suatu hujan yang besar dan deras. Firman Tuhan dalam Yoel
2:23 menjelaskan "Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena
TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim
dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan
pada akhir musim seperti dahulu". Tuhan meminta kita semua bani Sion, yakni
orang-orang yang senantiasa ada di menara doa, gunung kudus Allah
bersorak-sorai dan bersukacita. Karena hujan deras itu sudah dicurahkan atas
kita dan memenuhi hidup kita. Hujan kali ini begitu deras karena hujan awal
terjadi berbarengan dengan hujan akhir. Kita mengenal hujan awal terjadi
pada saat musim untuk menabur, sedangkan hujan akhir terjadi pada saat musim
untuk menuai. Tetapi saat ini kedua hal itu terjadi bersamaan. Gerakan Roh
Allah yang dahsyat akan menyebabkan kita akan menabur dan menuai dengan
berbarengan dan sangat cepat.
Kita telah mempelajari dalam I Raja-raja 18, dari kisah Nabi Elia, bahwa ada
beberapa proses yang harus terjadi sebelum hujan Turun. Pertama kita melihat
bahwasanya Elia naik ke atas gunung, dan di sana kemuliaan Tuhan
dinyatakan. Begitupula hari-hari ini banyak seruan bagi kita orang percaya
untuk terus naik ke gunung Tuhan. Karena yang diatas gunung-lah adalah
orang-orang yang intim dengan Tuhan dan menjadi umat pemenang. Keintimanlah
yang menyebabkan api itu turun dari Sorga dan menyambar korban yang
diberikan kepada Tuhan. Sedangkan pemenang dapat dijelaskan, yakni ketika
itu Elia sedang mengalami peperangan rohani yang dahsyat dan puncaknya dia
membantai nabi-nabi Baal. Kita harus membantai baal-baal dalam hidup kita,
dosa dan kelemahan kita. Kita harus menjadi pemenang untuk itu. Senantiasa
kita mengasihi Tuhan, dan bukan dunia ! Kemudian kita melihat setelah itu
bangsa Israel bertobat, dan seperti itulah kita harus hidup. Kita harus
hidup di dalam pertobatan senantiasa. Belum habis sampai di sini, Elia
mendengar bunyi derau hujan dan mengatakan kepada Ahab untuk segera pergi
makan dan minum. Elia mengambil sikap yang luar biasa, Elia naik ke puncak
gunung Karmel. Dia naik dan berdoa di dalam dimensi yang lebih tinggi lagi.
Sekalipun dia sudah melihat api turun menyambar dan bunyi derau hujan. Elia
terus berdoa dengan tekun, bahkan dikatakan dia berdoa seperti orang sakit
bersalin. Doa yang mengerang minta hujan turun. Dan disini yang luar biasa,
Elia menantikan hujan dengan sabar. Ketika dia berdoa, dan menyuruh
bujangnya melihat ke arah laut, belum terjadi apa-apa, dia berdoa semakin
keras. Dia menyuruh bujangnya sampai tujuh kali untuk melihat ke arah laut.
Dan pada saat itu terlihatlah awan setelapak tangan timbul dari laut ! Saat
inilah kita dengan sabar menanti-nantikan Tuhan, janjinya pasti digenapi di
dalam hidup kita. Dan kemudian apa yang terjadi ? Hujan itu turun !
Apabila hujan itu turun maka yang terjadi adalah : Yoel 2:24, Tempat-tempat
pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan
anggur dan minyak. Artinya akan terjadi kelimpahan, bahkan banjir jiwa-jiwa,
berkat materi dan pewahyuan (gandum), sukacita dan keberanian memberitakan
firman Tuhan (anggur), dan impartasi pengurapan ROH KUDUS yang dahsyat
(minyak). Ayat 25 Firman Tuhan "Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun
yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat,
belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim
ke antara kamu". Akan terjadi pemulihan besar-besaran di dalam setiap
pergumulan, keluarga dan pelayanan, semua yang tidak baik akan menjadi baik,
kemuliaan Tuhan dinyatakan dahsyat. Ayat 26a" Maka kamu akan makan
banyak-banyak dan menjadi kenyang" Dan setiap hamba Tuhan akan makan dengan
kenyang, memperoleh segala sesuatu dengan maksimal. Ayat 26b dan kamu akan
memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib;
dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya. Semua hamba
Tuhan akan penuh dengan puji-pujian dan ucapan syukur kepada Allah
senantiasa, karena segala kebaikan-Nya di dalam hidup kita. Dan terakhir
ayat 27, Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada di antara orang Israel, dan
bahwa Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain; dan umat-Ku
tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya." Hamba-hamba Tuhan tidak
akan dipermalukan lagi, sebab Allah membela, dan menunjukkan belas
kasihanNya kepada kita. Dan banyak orang yang mencemooh sebelumnya akan
melihat, kemuliaan Tuhan ada beserta orang-orang percaya. Mereka tidak akan
beroleh malu lagi, karena setiap janji Allah digenapi di dalam hidup mereka.
Hujan itu sudah turun ! Maukah anda mem-percayai-nya ?
Comment :
Saya bersyukur ketika mendengar uraian hujan turun ini dari hamba Tuhan, pak
Niko. Saya merenungkan samapi sejauh mana hujan itu sudah turun di dalam
hidup kami ini. Ada beberapa kunci penting yang dapat kita pelajari melalui
Elia, yakni ketekunannya. Saya sangat tertarik sekali dengan keadaan setelah
Elia membantai nabi-nabi baal. Elia naik ke atas gunung yang lebih tinggi
lagi, ke puncak gunung. Hal ini membuat saya bergetar. Karena hal ini
berarti kita masuk ke menara doa, atau naik gunung kudus Allah dengan
dimensi yang lebih tinggi lagi. Atau mungkin sampai puncak ! Tuhan meminta
kita untuk naik dan bersekutu dengan Dia lebih lagi. Dan yang luar biasa
Elia berdoa seperti orang sakit bersalin. Berdoa mengerang, minta hujan !
Apakah itu wajar ? Menurut saya tidak wajar. Tidak ada seorangpun orang
dimuka bumi ini berdoa mengerang untuk minta hujan. Bahkan lucunya Tuhan
mengingatkan saya tentang sebuah film Indonesia, seingat saya saat itu
dimainkan oleh El Manik. Pada saat itu dia berperan menjadi seorang yang
sanggup menyediakan segalanya termasuk hujan. Karena waktu itu ada sebuah
desa yang kekeringan. Dan ada sebuah keluarga mengharapkan hujan. Untuk itu
tokoh itu menjual hujan pada keluarga ini. Ada saja kelucuan yang terjadi,
seperti menabuh gendang dan memegang ekor sapi, agar turun hujan !
'Konyolnya' hujan itu turun !
Rupanya menurunkan hujan itu tidak mudah, terlebih-lebih untuk kasus Elia,
di mana bagi Israel hujan adalah suatu hal yang mahal dan merupakan berkat.
Supaya setiap pergumulan kita digenapi, pemulihan terjadi, mukjijat,
pelipatgandaan, tidak ada yang mustahil bagi orang percaya terjadi, perlu
bayar harga ! Sekalipun itu hanya untuk hujan !
Jelaslah ini yang dinanti-nantikan Tuhan untuk kita lakukan, adalah berdoa
lebih lagi, untuk keluarga, bangsa dan negara, pergumulan, segala-sesuatu
yang mungkin dijanjikan Tuhan selama ini dan belum terjadi. Naik ke gunung
kudus Allah dan berdoa mengerang sama seperti Bartimeus. Orang buta itu
mengerang dan memanggil nama Yesus. Dan ketika orang-orang menegur dia,
Bartimeus memanggil lebih keras lagi nama Yesus. Dan Yesus datang kepadanya
dan mengabulkan keinginannya. Bahkan kalau perlu (dijelaskan oleh pak Niko),
berdoa seperti anjing sedang menunggu makan dari tuannya. Anjing itu akan
terus melihat kepada tuannya, sampai tuannya memberikan makan. Lebih menarik
lagi terlihat dalam Mazmur 123:2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki
memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang
kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah
kita, sampai Ia mengasihani kita. Mata kita terus tertuju sama Tuhan, mulut
kita terus memanggil nama Tuhan, sampai Dia mengasihani dan memberikan
janjinya kepada kita.
Hal yang kedua yang menarik bagi saya adalah penantian. Dalam tulisan yang
terdahulu saya membagikan mengenai Tomas. Saya tahu banyak pergumulan yang
memerlukan waktu dan penantian yang cukup panjang. Asalkan kita mau setia,
maka kita akan melihat kemuliaan Tuhan. Elia melakukan hal ini, dia percaya
dan beriman kepada TUHAN Allahnya, bahwa janjinya pasti digenapi. Tujuh kali
bujangnya naik dan melihat ke arah laut, itu bukan penantian yang singkat.
Tuhan mau kita setia, lebih setia lagi menanti-nantikan Tuhan. Tidak ada hal
yang lebih indah di dalam penantian itu. Pemazmur mengatakan, lebih dari
penjaga mengharap fajar pagi, begitupula lebih dari kita untuk
menanti-nantikan Tuhan senantiasa. Sampai kemuliaan-Nya dinyatakan atas
kita. Dan pada saat itu kita melihat ada awan setelapak tangan, dan kemudian
hujan besar yang deras terjadi di dalam kehidupan kita. Siap-siaplah
sebentar lagi banyak hamba Tuhan dibanjiri dengan berkat, materi, hikmat,
bahkan memenangkan banyak jiwa bagi kemuliaan Tuhan.
Saya percaya kemuliaan Tuhan sudah sangat dekat, kemuliaan Tuhan tidak ada
batasnya. Oleh karena itulah kami hidup di dalam kemuliaan Allah menuju
kemuliaan Allah yang lebih tinggi lagi. Dari kemuliaan menuju kemuliaan.
Bagi saudara yang mengerti ada berkat yang besar luar biasa. Kuatkanlah
dirimu, pergumulanmu akan segera berakhir. Dan janji Tuhan akan digenapi
dalam hidupmu.
Percaya HUJAN ITU SUDAH TURUN ! Amien !"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu
menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam
Kristus Yesus"
Filipi 4 :19