> BERSAKSI BAGI TUHAN
> ===================

> Kita dapat menghasilkan buah itu sebagai
> akibat dari tinggal
> di dalam Kristus. Maka persekutuan dengan Kristus
> itu harus terjadi
> lebih dulu, sebab bersaksi itu bukanlah pekerjaan
> yang melampaui
> batas tenaga tetapi hasil tenaga yang meluap. Itu
> adalah Kristus
> berbicara melalui seorang kepada orang lain.

> Perlunya bersaksi itu diajarkan oleh banyak
> bagian dalam Firman
> Tuhan. Kata-kata Yesus yang terakhir di bukit Zaitun
> adalah "Kamu
> akan menjadi saksiKu" (Kisah 1:8).

> Banyak tahun kemudian rasul Paulus menulis
> surat kepada gereja
> di Roma, dan memberitahu kepada mereka bahwa
> kehidupannya itu
> dikuduskan untuk memberitakan Injil Kristus (Roma
> 1:1). Ia hidup dalam
> kerangka kehidupan itu--ia telah dipisahkan untuk
> Injil.

> Dari mana ia mendapat pendapat itu? Dalam
> kesaksiannya di
> hadapan raja Agripa, ia mengulangi bagian dari
> kata-kata Kristus
> yang pertama kepadanya pada jalan menuju Damsyik.
> Yesus mengatakan,
> "Tetapi sekarang bangunlah dan berdirilah. Aku
> menampakkan diri
> kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan
> saksi tentang
> segala sesuatu yang telah kaulihat daripadaKu dan
> tentang apa yang
> akan Kuperlihatkan kepadamu nanti." (Kisah 26:16)

> Menarik sekali bahwa kata-kata akhir Kristus
> kepada murid-
> muridNya di bukit Zaitun dan kata-kata pertamanya
> kepada rasul
> baruNya pada jalan menuju Damsyik berkenaan dengan
> hal bersaksi.
> Inilah juga yang dalam hati Bapa bagi umatNya yang
> telah ditebus.
> Tuhan menyelamatkan Paulus untuk dipakai dalam usaha
> yang besar
> untuk menyampaikan Injil. Ia diselamatkan untuk
> bersaksi.

> Penginjilan adalah hal yang menjamin program
> pemuridan yang
> hidup. Tanpa penginjilan tujuan Bapa akan terhalang.
> Umat Tuhan itu
> bukanlah hanya untuk menampung segala kekayaan
> Kristus, tetapi mereka
> adalah penyalur berkat untuk membawa Kristus kepada
> dunia.

> Penginjilan pribadi dimulai dengan banyak doa,
> pemikiran, dan
> perencanaan. Dan orang yang akan melakukannya adalah
> murid yang telah
> Saudara latih sehingga masak dan penuh penyerahan.
> Kesempatannya
> tidak terbatas, dan kebutuhannya besar sekali.
> Tetapi murid yang
> penuh penyerahan, yang mengadakan persekutuan dengan
> Tuhan, dapat
> mengambil kesempatan itu dan memenuhi
> kebutuhan-kebutuhan itu.

> Pertanyaan yang sering saya ajukan kepada
> pemimpin gereja
> adalah, "Mana yang lebih Saudara inginkan dalam
> jemaat Saudara: 100
> orang yang menyerahkan diri 90% atau 10 orang yang
> menyerahkan diri
> 100%?" Jawaban Saudara akan pertanyaan ini akan
> menentukan filsafat
> pelayanan Saudara dan seberapa banyak usaha yang
> akan Saudara
> tanamkan untuk mengembangkan sekumpulan
> pekerja-pekerja yang memenuhi
> syarat rohani bagi Yesus Kristus.

> Dewasa ini ada banyak orang di gereja yang
> berminat mengetahui
> Alkitab. Banyak yang menginginkan pengetahuan Firman
> Tuhan yang
> praktis. Banyak yang rindu untuk menjadi saksi yang
> lebih efektif
> bagi Kristus. Banyak orang Kristen yang kecewa
> karena ketidakefektifan
> mereka sendiri dalam doa. Mereka merindukan untuk
> menjadi prajurit
> Tuhan yang gagah--kuat dalam iman, sungguh-sungguh
> dalam semangat,
> dan setia dalam pengabdian mereka kepada Kristus.

> Mereka membanjiri toko-toko buku untuk
> mendapatkan buku terbitan
> penerbit Kristen yang terbaru. Mereka membanjiri
> seminari Injili dan
> sekolah-sekolah Alkitab untuk mendapatkan latihan
> Alkitab. Mereka
> membanjiri seminar-seminar dan pertemuan kebangunan
> rohani yang
> dipimpin oleh orang yang terkenal.

> Tetapi jawaban bagi kebanyakan orang-orang
> yang haus akan
> realitas rohani dapat didapatkan dalam program
> pemuridan yang tenang
> dan kuat tetapi terus-menerus dalam gereja setempat
> mereka. Itulah
> tantangan bagi generasi kita sekarang!

> Dikutip dan diambil dari buku:
> * Judul : The Lost Art of Disciple-Making
> Penulis : LeRoy Eims;
>

Hosted by www.Geocities.ws

1