Awan Berbentuk Salib di atas Stadion Senayan

 

 

Kawan-kawan apakah Tuhan benar ada dan apakah Tuhan itu benar Tuhan yang mencintai umatNYA.

Apakah Tuhan itu ada ?

Terserah kalian mau percaya atau tidak.= tentang hal ini.

From: "Sola Gratia" <[email protected]>

Ini benar-benar berita gembira untuk orang-orang2 Kristen.

Kaum Muda akan dipakai Tuhan!

Shaloom buat semua teman-teman yang tergabung dalam YouthNewS

(Bandung), YouthCenteR (Surabaya) dan YouthRevivaL (California)

dimanapun berada......

Saya baru saja pulang dari ibadah 'Kabar Baik Buat Indonesia' yang

kami adakan di Stadion Senayan Jakarta bersama Morris Cerullo. Ibadah

ini diawali dengan satu demonstrasi kemuliaan Allah yang luar biasa

yang saya sendiri belum pernah saksikan dan belum pernah mendengar

kesaksian seperti yang saya lihat dengan mata kepala sendiri di

zaman anugerah ini.

Sesuai agenda, ibadah ini akan dimulai pukul 18.00 BBWI. Setengah jam

sebelum jam ibadah dimulai panitia mengumumkan beberapa kendaraan

dengan nomer plat sekian-sekian akan segera diderek karena parkir

persis di jalur yang akan dilalui rombongan Presiden RI. Waktu itu

memang detik-detik kita menunggu kehadiran rombongan Presiden dan Ibu

Negara untuk turut ibadah bersama.

Sewaktu kita dalam posisi menyembah di hadirat Tuhan tiba-tiba ada

sorak-sorai yang gemuruh. Semula saya tidak terpengaruh karena saya

pikir palingan rombongan Gus Dur yang lagi masuk. Tapi sewaktu aku

coba membuka mata ternyata semua jemaat yang memenuhi tribune dan

lapangan rumput tengah mendongakkan kepala ke atas stadion berbentuk

donat itu dengan ekspresi wajah haru bahkan ada yang menangis sambil

bertempik sorak. Sewaktu aku coba turut melihat ke atas, saya melihat

awan putih di langit terbelah sangat lebar vertikal dari timur ke

barat dan horizontal dari utara ke selatan membentuk salib dengan

titik potong persis di atas Stadion Senayan Jakarta. Dengan sangat

rapih terlihat salib itu berwarna biru (birunya langit) dengan

background di luarnya putih (putihnya awan).

Sesuai informasi dari seorang temen saya yang lagi ada di Kawasan

Blok M (sekitar 2.5 KM dari Stadion Senayan) pada saat yang sama

ternyata banyak orang di kawasan itu juga turut menyaksikan bagaimana

kemuliaan Allah didemonstrasikan dengan kasat mata. Saya sendiri

merasakan hadirat Tuhan yang sangat luar biasa memenuhi tempat yang

sangat sesak itu.

Saya percaya seperti kata Gus Dur inilah waktunya Indonesia dengan

wajah baru diwujudkan. Saya percaya dengan iman, Indonesia dengan

wajah baru yang dimaksudkan itu adalah Indonesia penuh dengan

kemuliaan Allah. Sebelum doa syafaat untuk Indonesia bersama Gus Dur

yang dipimpin oleh Morris Cerrulo, Presiden juga sempat menyinggung

kesempitan berpikir sekelompok umat yang berusaha membakar sebuah

pusat penginjilan yang berlokasi tidak jauh dari kediamannya di

Ciganjur, seminggu sebelum Gus Dur diangkat jadi Presiden. Pusat

penginjilan dimaksud adalah YAYASAN DOULOS yang dipimpin oleh yang

mulia Dr. Ruyandi Hutasoit. Yayasan ini tidak jadi dibakar oleh massa

setelah Gus Dur mengeluarkan semacam 'surat penggembalaan' pake kop

Organisasi Islam NU dan ditandatangani langsung oleh beliau.

Selama 20 menit sambutan Presiden disimpulkan akan terbuka lebar

penginjilan di Indonesia, akan terbuka lebar pendirian rumah-rumah

ibadah, akan terjaminnya kebebasan beribadah. Inilah Kabar Baik Buat

Indonesia malam ini. Ibadah ini memang diformat bukan untuk KKR,

bukan untuk Divine Healing Ministry melainkan untuk mempersiapkan

orang-orang percaya siap masuk mengubah wajah Indonesia menjadi

Indonesia baru khususnya pengurapan bagi anak-anak muda untuk Tuhan

pakai SEGERA untuk Indonesia, berpacu dengan waktu yang sudah semakin

singkat.

Awan putih yang membelah rapih berbentuk salib itu akhirnya digulung

oleh awan hitam pekat, udara mulai dingin seiring makin gelapnya

malam. Lalu hujanpun turun dengan sangat deras membasahi jemaat yang

duduk di atas rumput, termasuk Morris Cerrulo, imam pujian dan imam

musik yang berada di atas mimbar terbuka. Bahkan semua peralatan

berada dalam posisi tadah hujan. Hanya intercessor yang terlindung

dari hujan karena mereka berdoa dalam sebuah kemah khusus yang

dipancang di salah satu sisi stadion.

Urapan Tuhan yang maha dahsyat membuat semua jemaat betah dalam

siraman hujan sepanjang KABAR BAIK BUAT INDONESIA diberitakan.

Besok 29-10-99 sesuai agenda Morris Cerullo akan bertemu empat mata

dengan Gus Dur di Wisma Negara untuk menyampaikan pesan prophetic

buat negeri ini, Indonesia. Saya tahu semua umat Tuhan sudah berdoa

supaya Tuhan memberikan seorang Pemimpin yang akan membawa Indonesia

kepada terang dan kemuliaan Allah, untuk itu marilah setiap kita

mendukung pemerintahan baru di bawah pimpinan Gus Dur - Megawati yang

kita percaya akan membawa Indonesia kepada terang dan kemuliaan Allah

seperti yang sudah dinubuatkan oleh banyak hamba Tuhan di seluruh

dunia bahwa di Indonesia sebagai bangsa Kedar terbesar di dunia akan

terjadi kebangunan rohani yang luar biasa. Tuhan akan mencurahkan

RohNya kepada semua orang di Indonesia bukan hanya untuk gerejaNya.

Inilah waktunya Zakharia 8 : 23 digenapi atas bangsa besar ini.

Itulah KABAR BAIK UNTUK INDONESIA malam ini. Biarlah segala hormat,

pujian dan kemuliaan hanya bagi Yesus Kristus Tuhan kita. Tuhan Yesus

memberkati kita semua.

PeTRUS GeRHARD

the Royal Priesthood Chamber

Wednesday, November 03, 1999 9:51 AM

Keajaiban ini saya alami sendiri !

Hari ini saya - Steve Kosasih - terima e-mail yang menjelaskan kejadian

ajaib yang saya alami tanggal 28 November 1999 sore sekitar jam

dan membuat saya benar-benar terharu saat ini (saya malah jadi religius

sekali saat ini dan berdoa di tengah-tengah menulis ini untuk kita semua).

E-mailnya bisa dibaca setelah surat saya ini.

Sore itu, Kamis 28 November 1999 jam 17.30, saya baru saja keluar dari

kantor di T.B Simatupang, Pasar Minggu karena ada meeting ToastMasters di Kebon Sirih. Begitu saya keluar dari gerbang belakang, tiba-tiba saya

melihat langit terbelah oleh "Cahaya" Semburat Ungu yang luar biasa indahnya! Saking takjubnya saya sampai terdiam di depan ticket booth. Setelah sadar beberapa detik kemudian, saya langsung menelpon istri saya, Yuli di kantor

dan teriak-teriak minta supaya dia melihat keluar jendela kantor karena

"Langit Terbelah" dan diapun ikut takjub.

Tanpa tau kenapa, sayapun tergerak untuk tidak langsung pergi tapi saya

berhenti di pojokan jalan dan berdoa khusyuk sekali mohon berkat TUHAN. Pada saat saya membuka mata untuk melihat Cahaya yang Membelah Langit itu, perlahan-lahan Cahaya itu mulai hilang dan sayapun pergi disiram hujan yang mulai turun deras sekali.

Pagi ini saya terima e-mail yang menjelaskan ketakjuban saya itu karena

ternyata yang saya lihat itu cuma salah satu ujungnya sedangkan tengahnya

yang ternyata berbentuk Salib Raksasa dilihat oleh orang-orang yang sedang berkumpul berdoa bersama Reverend Morris Cerullo dan dihariri juga oleh Presiden Gus Dur.

Barangkali inilah saatnya untuk benar-benar bangkit, berteguh dan secara

AKTIF mewartakan kasih TUHAN YESUS. Tanpa memandang gereja, tanpa memandang agama. Kita sebagai umat Katolik barangkali bisa mengambil hikmah dari hal ini karena Salib ini turun di tengah-tengah umat Kristen yang sedang berdoa di stadion Senayan. Saya percaya keajaiban ini muncul karena mereka benar-benar percaya dengan aktif dan dengan devosi penuh kepada TUHAN kita YESUS KRISTUS. Mari kita kumpulkan kembali semangat kita, kita perbaharui lagi semangat-semangat yang mulai pudar dalam nama Yesus Kristus.

Warmest Regards,

STEVE KOSASIH

Hosted by www.Geocities.ws

1