Tuhan Menjawab

Kesaksian :
Mulyono I G <[email protected]>

 



Dalam kesempatan ini saya mau menyaksikan pengalaman pribadi saya dengan Yesus. Seperti biasanya setiap malam minggu kami dari kaum pria GPdi mengadakan kebaktian keluarga dari rumah ke rumah.

Pada sore ini sebenarnya sudah ada bisikan Roh Kudus untuk lebih cepat berangkat, tapi dasar saya ini keras kepala, saya tidak hiraukan. Saya berangkat dengan menumpang taksi (sebenarnya angkot), di tengah jalan hujan turun sangat deras, akhirnya saya tahu bahwa inilah maksud Tuhan, sayapun mulai meyesali tapi sudah terlambat. Saya turun dihalte dan tidak dapat  meneruskan dengan berjalan kaki, antara halte dengan rumah tempat ibadah sekitar 400meter, harus ditempuh dengan berjalan kaki, saya sudah berputus asa, saya akan gagal beribadah pada malam itu, beitu pikirku. (Tiba tiba saya diingatkan oleh kesaksian dengan jemaat yang melakukan penginjilan dipendalaman, disaat mereka sedang beribadah dan tiba-tiba hujan mau turun, mereka berseru kepada Tuhan agar hujan tsb tidak membasahi mereka,  Puji Tuhan doa mereka dijawab Tuhan hujan boleh turun tapi tidak bisa menembus atap yang bolong-bolong yang terbuat dari daun, mereka bisa teruskan ibadah dengan suka cita).

Ok, saya berkata dalam diri saya, sayapun akan minta kepada Tuhan agar hujan berhenti dan saya bisa sampai di tujuan dan dapat beribadah. Dengan seorang diri di halte, saya mulai naikkan pujian mengangkat tangan menyembah dan sayapun berdoa didalam nama Yesus agar hujan berhenti. apa yang terjadi semakin saya berdoa semakin hujan lebat, dan semakin saya berdoa dan hujanpun semakin lebat.

Aduh bagaimana ini Tuhan......Akhirnya saya bilang sama Tuhan kalau ini memang kehendak Tuhan .. bahwa saya minta hujan reda tapi Tuhan malah memberi hujan lebih lebat biarlah kehendak Tuhan yang terjadi.
(Kemudian saya ingat : Iman harus ada tindakan).

Ok, saya akan mulai.
Dalam nama Yesus, hujan reda! dan saya melangkah...., saya turun dari halte kemudian saya turunkan kaki saya satu, saya lihat keatas ko' tidak ada perubahan (padahal saya sudah bertindak dengan menurunkan kaki saya satu sebagai tindakan awal). Karena kaki saya sudah mulai basah saya naikkan lagi dan masuk kehalte lagi.

Akhirnya saya pasrah saja seorang diri di halte itu.
Sekitar lima menit dari saya berdoa dan berpasrah diri, eh tiba-tiba ada mobil pickup yang meluncur dan berhenti di halte tersebut,  pintu samping dibuka dan disodorkan payung, saya jadi heran apa maksudnya ini, saya mulai mendekat untuk mengetahui siapa sih yang ada didalam mobil ini, dari dekat saya mengetahui bahwa dia adalah jemaat juga yang mau ikut ibadah, lalu saya menyambut payung dan masuk kedalam mobil tersebut.

 Dengan sukacita dan kelegaan sayapun bisa ikut dalam ibadah kaum Pria tersebut. Ibadahpun dimulai dengan doa penyembahan, saya renungkan akan peristiwa tadi, kenyataannya Tuhan menjawab doa saya, bahwa sejak saya berdoa minta hujan berhenti sebenarnya Tuhan sudah langsung mengerakkan saudara tadi untuk membawa kendaraan. Dan saya pun bersaksi tentang kejadian tsb dan saudara kita tsb juga bersaksi bagaimana Tuhan menggerakkan dia untuk harus beribadah pada malam itu dengan menbawa kendaraan.

Setelah saya renungkan cinta kasih Tuhan dari kesaksian ini maka saya dapat kesimpulan:

  1. Yang saya butuhkan pada saat itu sebenarnya bukan hujan berhenti, tapi bagaimana saya bisa sampai ke tujuan tanpa basah kuyup.
  2. Tenggang waktu dari saya berdoa sampai mobil pickup berhenti sekitar 5 menit, ini sama dengan saat Tuhan menggerakkan jemaat yang punya mobil berangkat sampai dihalte membutuhkan waktu 5 menit.
  3. Tuhan menberi yang terbaik menurut kehendakNya.

Salam Sejahtera

Mulyono

Index

Hosted by www.Geocities.ws

1