|
Istri saya dan saya menggembalakan sebuah gereja di awal 1950. Seorang pria, yang akhirnya menjadi teman baik saya, biasanya membawa putrinya yang berusia enam tahun ke Sekolah Minggu. Dia selalu mengantarkan putrinya dan pergi, saya bertanya-tanya dimana gerangan orang tuanya. Dia sendiri tidak pernah datang ke Sekolah Minggu maupun ke gereja. Suatu hari saya melompat di depan mobilnya dan menghentikan dia. Saya ingin bercakap-cakap dengannya Ia tahu siapa saya dan itu adalah yang terakhir kali saya melompat ke depan mobilnya. Tetapi ia tancap gigi dan segera melaju. Saya dengan sigap melompat ke semak-semak. Ia tidak mau berbicara dengan seorangpengkotbah. Saya penasaran akan ikan besar itu. Saya senang gadis kecil itu pergi ke sekolah minggu tetapi saya juga ingin sang ayah juga datang. Tetapi, dia tidak bisa membawa dirinya sendiri ke gereja. Saya tahu bahwa ia seorang pendosa. Orang-orang pendosa tidak suka datang ke gereja.
Suatu hari istri saya dan saya mengunjungi ibunya di Philadelphia dalam suatu vakansi. Saya menerima sebuah interlokal. Saya mendengar suara asing di seberang sana. Suaranya kedengaran seperti menangis.
Ia berkata, "Saudara Schambach?"
Saya bertanya, "Siapa ini" itu adalah suara ayah gadis kecil itu.
Saya berkata. "Oh, pasti ada masalah. Anda memanggil saya saudara. Anda berusaha melindas saya ketika kita bertemu terakhir kali. Ada masalah apa?"
Ia menjawab, "Saya di rumah sakit Mc Keesport,Pennsylvania."
Saya berkata, "Apa yang terjadi dengan anda?"
"Saya tidak apa-apa tapi putri saya."
Gadis itu adalah buah hati ayahnya.
"Apa yangterjadi?" saya bertanya.
Ia bercerita bahwa keluarganya datang berkunjung. Ketika anak-anak sedang bermain-main di halaman belakang, sepupunya mengambil sebuah paku berkarat dan melemparnya. Itu sebuah kecelakaan, namun paku itu
melukai mata putrinya dan menghancurkan bola matanya. Para dokter ingin mengangkat mata itu.
"Oh, begitu," saya berkata, “Biarkan dokter mengoperasinya."
Ia berkata, "Putri saya menyuruh saya menelepon Anda!"
Saya menjawab, "Apa yang Anda ingin saya lakukan?" Saya ingin ia mengatakannya di telepon.
"Putri saya ingin anda datang dan membawa sebotol minyak. Ia berkata bahwa jika Anda berdoa baginya,segala sesuatu akan beres."
Anak-anak memiliki iman! "Baiklah,” kata saya, “Saya berterima kasih dia menginginkan saya datang. Saya gembalanya. Bagaimana dengan Anda?"
Ia berkata, "Tolong, datanglah."
Saya menjawab, "Saya segera berangkat. Jangan biarkan para dokter mengoperasinya. Jangan izinkan mereka melakukan apa-apa sampai saya tiba di sana."
Saya segera berangkat dengan penerbangan berikutnya. Saya telah mengunjungi rumah sakit hampir setiap hari sebelumnya. Dokter-dokter di sana umumnya sudah mengenal nama saya. Saya berdoa dan melayani orang sakit. Dua orang dari dokter muda menemui saya di pintu masuk.
Mereka berkata, "Cepatlah dan lakukan bagianmu. Matanya sudah terinfeksi. Kami harus segera membawanya ke ruang operasi dan mengambil matanya."
Saya berkata, "Sabar, Saudara-saudara. Apa yang membuat kalian berpikir bahwa setelah saya menyelesaikan bagian saya, kalian bisa melakukan bagian kalian? Gadis itu mengharapkan mukjizat. Untuk itulah saya dipanggil!"
Anak-anak percaya kepada Tuhan. Saya lebih senang menumpangkan tangan ke atas anak-anak daripada orang dewasa kapanpun juga. Biasanya dengan orang dewasalah saya terbentur masalah. Anak-anak mempercayai apapun yang Anda katakan. Tetapi orang dewasa, selalu memakai logika mereka. Mereka ingin memahami mengapa bisa begitu. Mereka ingin bisa memecahkannya secara logis. Itulah sebabnya orang-orang dewasa seringkali tidak mendapatkan apa-apa dari Tuhan.
Seorang anak cuma berkata, "Berdoalah bagi saya, maka saya jadi baik"
Para dokter rumah sakit itu berkata, "Kami tidak ingin berdebat dengan Anda. “Ayo masuklah."
Saya tidak langsung masuk ke ruangan tersebut. Saya menuju ke raung tunggu karena saya tahu ayahnya ada disana. Saya belum siap masuk dan berdoa untuk gadis itu. Saya menginginkan ayahnya dulu. Ia tidak boleh melindas saya lagi.
Di sanalah ia berada. Ia menangis. Putrinya sedang menderita.
Saya berkata, "Akhirnya saya berhadapan dengan Anda. Berlututlah. Inilah waktunya berdoa."
Kedua dokter itu masuk dan berkata, "Bisakah anda ikut kami? Masalahnya bukan di sini tetapi di dalam."
Saya menjawab, "Itulah sebabnya kalian adalah dokter dan bukan seorang pengkotbah. Kalian bahkan tidak mengetahui dimana masalahnya. Saya telah mengejar pria ini selama sembilan bulan. Saya tidak akan membiarkan ikan ini kabur sekarang. Berlututlah, saudara. Kita bereskan dengan Tuhan."
Saya tidak perlu meminta-minta padanya. Ia tersungkur dengan wajah ke tanah. Ia berdoa dan kami menjamah Tuhan. Allah menyelamatkan dia dan memberikan mukjizat dalam hidupnya. Setelah Allah mengubahnya, saya berkata, "Ayo kita pergi sekarang" Kami menuju ke kamar Sharon. Saya tidak akan pernah melupakannya. Ia seorang gadis cilik cantik berambut pirang. Disana dia terbaring di atas tempat tidur dengan mata terbalut.
Ketika saya melangkah masuk, ia menoleh pada saya dan tersenyum. "Saya tahu Anda akan datang," katanya pelan. "Semuanya tidak apa apa sekarang"
Saya meraih botol minyak saya dan berjalan ke arahnya.
Ada dua orang dokter berdiri di dekat saya. Mereka berkata, "Apa yang Anda lakukan?" Saya mengambil botol saya dan menuangkan minyak ke atasnya. Mereka melihat minyak itu dan berkata, "Bisa saya lihat? Apa ini,minyak suci?"
Saya berkata, "Tidak. Saya dapatkan dari dapur istri saya. Ia menggoreng ayam dengan minyak itu. Saya membelinya di A&P. Tak ada sesuatu yang suci dengan minya tersebut. Minyak tidak dapat menyembuhkanmu. Anda bisa berenang di minyak dan itu tidak akanmenyembuhkanmu." Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.Yakobus 5 :15
Ada sesuatu dengan anak kecil yang mempercayai Tuhan.
Saya tidak ingin mejawab semua pertanyaan itu, maka saya berkata kepada para dokter, "Silahkan menunggu di luar ya pak?. Tunggu sampai saya selesaikan tugas saya. Anda tidak mengizinkan saya masuk ruang operasi Anda, jadi begitu pula dengan saya, jangan masuk keruang operasi saya." Mereka keluar. Saya tidak terlalu ambil pusing untuk melihat pada mata gadis kecil itu. Saya tidak perlu melihatnya – saya bukan seorang dokter. Saya menumpangkan tangan ke atasnya dan mengucapkan doa yang sederhana. Saya bahkan tidak bergetar.
Saya berkata, "Bapa, di dalam Nama Yesus, lakukanlah mukjizatmu dan berikan kepadanya mata yang baru."
Inilah semua yang saya ucapkan. Saya berpaling ke pintu dan melihat kedua dokter itu.
Saya melambaikantangan memanggilnya. Mereka bertanya, "Bolehkah kami membawanya sekarang, Pak Pendeta?" Mereka mencoba menggoda saya sekarang.
Mereka belum pernah memanggil saya dengan sebutan pendeta sebelumnya.
Saya berkata, "Apa yang akan Anda lakukan dengannya?"
"Bukankah kami sudah beritahu bahwa matanya terinfeksi. Kami harus mengeluarkannya."
Saya berkata, "Sudah tidak terinfeksi lagi.""Apa yang Anda katakan?"
Saya berkata, "Bukankah Anda berkata bahwa matanya hancur berkeping-keping? Anda mengatakannya. Saya bahkan tidak pernah melihatnya.""Mengapa, tentu saja, itulah sebabnya kami harus
mengoperasinya."
Saya berkata, "Anda tidak perlu mengoperasinya. Tuhan baru saja melakukan suatu mujizat."
Saya tahu bahwa gadis kecil itu memiliki iman. Saya tahu Tuhan tidak akan mengecewakannya iman itu. Ia tidak pernah mengecewakan iman.
Mereka berkata, "Apakah maksudmu?"
Saya berkata, "Lihat saja matanya."
Mereka mendekati gadis itu dan melepaskan perbannya dan mengintipnya.
"Saya tidak percaya," dokter-dokter itu berseru.
Saya berkata, "Itulah sebabnya saya meminta Anda tunggu di luar. Anda tidak dapat mempercayainya sekalipun ketika Anda telah melihatnya."
Yesus berkata, Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” Lukas 1 : 45
Allah sedang mencari pria dan wanita yang mau berdiri atas FirmanNya dan mempercayai bahwa apabila Ia berfirman, Ia akan melakukannnya dan apabila Ia berfirman, maka Dia akan mewujudkannya. Allah harus membawa Anda keluar dari alam jasmani ini supaya bisa melakukan hal-hal yang
supranatural.
|