|
Pada waktu saya berumur 6 tahun, kami tinggal disuatu lingkungan,
dimana kami harus mengunci semua pintu baik-baik. Pada masa itu,
Ayah memasang kunci khusus pada pintu belakang, yang hanya dapat
dibuka dari dalam. Pada suatu malam, saya terbangun oleh bunyi
guntur dan petir serta hujan yang lebat. Saya keluar dari kamar
dan berlari ke kamar Mama, tapi api dan asap tebal menghalangiku.
Oh, rumah kami disambar petir !
Saya harus keluar
!! tapi bagaimana ??? Saya tidak dapat mencapai pintu depan
karena api itu, dan pintu belakang terkunci! Dalam kepanikan
itu, tiba-tiba saya menjadi tenang, karena dalam kegelapan, saya
merasakan kehangatan tangan ayah membimbingku melewati koridor.
Kami keluar lewat pintu belakang dan tiba di halaman. Sementara
saya berdiri dibawah hujan, ayah melepaskan tanganku dan pergi.
Dengan ketakutan saya berlari kembali ke rumah. "Macy !
Macy" ku dengar teriakan ibu memanggilku.
"Saya diluar!", seruku. Ibu mencariku dan bersama-sama kami menuju ke
depan rumah, dimana ayah menunggu bersama Kent yang masih baby
dan Amy yang baru 3 tahun.
"Macy!, oh,
syukurlah !" seru ayahku lega. Ayah berkata bahwa ia
berusaha memasuki rumah mengambilku, tapi tidak dapat melewati
api yang besar itu. Ayah tidak pernah membimbingku melewati
koridor! Ayah bahkan belum pernah membuka pintu belakang!!
Peristiwa ini
telah berlalu 12 tahun, dan selama ini, saya tidak pernah
melupakan kehangatan TANGAN yang membimbingku waktu itu, dan
yang sekarang memimpinku, melewati kegelapan. Haleluya!
Sekarang
putri saya sudah berusia 14 tahun dan mempunyai 2 orang kakak
laki2 yang menyayanginya. Halleluya! Semoga
kesaksian ini boleh menjadi berkat bagi kita semua.
|