Cara Allah Yang heran
Macy Krupicka, Birmingham, Alabama

 



Pada waktu saya berumur 6 tahun, kami tinggal disuatu lingkungan, dimana kami harus mengunci semua pintu baik-baik. Pada masa itu, Ayah memasang kunci khusus pada pintu belakang, yang hanya dapat dibuka dari dalam. Pada suatu malam, saya terbangun oleh bunyi guntur dan petir serta hujan yang lebat. Saya keluar dari kamar dan berlari ke kamar Mama, tapi api dan asap tebal menghalangiku. Oh, rumah kami disambar petir !

Saya harus keluar !! tapi bagaimana ??? Saya tidak dapat mencapai pintu depan karena api itu, dan pintu belakang terkunci! Dalam kepanikan itu, tiba-tiba saya menjadi tenang, karena dalam kegelapan, saya merasakan kehangatan tangan ayah membimbingku melewati koridor. Kami keluar lewat pintu belakang dan tiba di halaman. Sementara saya berdiri dibawah hujan, ayah melepaskan tanganku dan pergi. Dengan ketakutan saya berlari kembali ke rumah. "Macy ! Macy" ku dengar teriakan ibu memanggilku.

"Saya diluar!", seruku. Ibu mencariku dan bersama-sama kami menuju ke depan rumah, dimana ayah menunggu bersama Kent yang masih baby dan Amy yang baru 3 tahun.

"Macy!, oh, syukurlah !" seru ayahku lega. Ayah berkata bahwa ia berusaha memasuki rumah mengambilku, tapi tidak dapat melewati api yang besar itu. Ayah tidak pernah membimbingku melewati koridor! Ayah bahkan belum pernah membuka pintu belakang!!

Peristiwa ini telah berlalu 12 tahun, dan selama ini, saya tidak pernah melupakan kehangatan TANGAN yang membimbingku waktu itu, dan yang sekarang memimpinku, melewati kegelapan. Haleluya!

Sekarang putri saya sudah berusia 14 tahun dan mempunyai 2 orang kakak laki2 yang menyayanginya.   Halleluya!  Semoga kesaksian ini boleh menjadi berkat bagi kita semua.

 

Index

Hosted by www.Geocities.ws

1