Allah yang Heran dan Ajaib
Kesaksian : Sosiawan Komara <[email protected]> 

 



Kembali, boleh kami amien-kan bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang heran dan ajaib, perbuatan tanganNya tidak terselami oleh akal pikiran kita. Fantastis, heran dan ajaib.

Pada hari Sabtu 9 Mei 1998, kami jemaat Immanuel Sukapura harus menyetor kekurangan tahapan I pembelian tanah sebesar Rp.79 juta kepada pemilik tanah. Dan sampai Jumat malam dana yang ada pada kami "cuma" Rp. 8 juta, jadi kurangnya masih sangat banyak, kami berserah pada Tuhan. Kalau Tuhan tidak inginkan kami memiliki tanah seluas 3045 m2 yang sudah jelas di-"plot" oleh Dinas Tata Kota (Pemerintah) sebagai peruntukan Fasos/Fasum (dalam hal ini untuk gereja jemaat Immanuel), yah kami tidak akan memaksakan kehendak kami. Di DKI Jakarta mencari tanah seluas 3045 m2  dengan peruntukan tanah Gereja adalah suatu hal yang sangat sukar dan tidak mungkin, dan kami tidak ingin peluang "istimewa" yang sudah ada itu hilang. Segala cara sudah ditempuh, termasuk sedikit berlaku tidak jujur kepada pemilik tanah, seolah-olah dana pembelian tanah sudah siap tinggal dicairkan saja, supaya peluang "istimewa" ini tidak hilang. Dan pemilik tanah itu percaya bahwa kami memiliki uang, dia percaya bahwa orang Gereja tidak akan berbohong apalagi menipu.

Kami salah melangkah saudara-ku, kami takut peluang itu hilang, kami takut jemaat tercerai berai karena tidak ada lagi tempat ibadah. Sebab bedeng tempat ibadah sementara cuma dapat diperlonggar ijin pemakaiannya hingga akhir Juni '98. Dan sebelum ijin tersebut habis, tentunya kami jemaat harus mempersiapkan diri dengan lokasi yang sudah ditunjuk dan direstui oleh Pemerintah. Jadi kami harus mempunyai dana yang cukup untuk menebus tanah dari pemilik tanah.

Hari jumat, kami jemaat berpuasa, kami berdoa, kami minta ampun kepada Tuhan karena kami salah, kami takut kehilangan peluang tersebut. Dan kami berserah kepada Tuhan, kami berkata Tuhan, biar kehendak Tuhan yang jadi dan nama Tuhan yang dipermuliakan. Sebab Tuhan yang punya proyek, kami hanya pelaksana atau pesuruh.

Malam harinya kami menemui kuasa dari pemilik tanah, kami mengakui bahwa kami sesungguhnya tidak ada dana yang siap dicairkan. Pada kami "hanya" ada uang Rp. 8 juta untuk setoran Rp. 79 juta besok. Lewat pembicaraan yang tajam yang mestinya kami kehilangan peluang bahkan ada kemungkinan juga kehilangan uang yang sudah kami setorkan sebelumnya ( sebesar Rp. 21 juta ), tapi kembali berlaku kemurahan Tuhan, karya Tuhan yang heran dan ajaib. Semesti-nya kuasa dari pemilik tanah harus berpihak kepada pemilik tanah, tentu dia harus paksa kami memenuhi janji kami kepadanya. Tapi apa yang jadi saudara-ku, dia katakan, dia sudah berbicara lewat telepon dengan pemilik tanah dan memberi kelonggaran waktu sampai 5 Juni '98. Untuk ini saja kami sudah katakan syukur dan terima kasih kepada Tuhan . Tuhan tambah lagi dengan perkara sebagai berikut:

Tanah lokasi fasos dan fasum tsb sudah dapat digunakan oleh jemaat. Jadi jemaat bisa menguruk menimbun lokasi tersebut. Supaya segera bedeng tempat ibadah sementara bisa di pindah secepat-nya ke-lokasi tersebut. 
Si kuasa pemilik tanah yang mengerjakan penimbunan lokasi dengan volume timbunan 1000 m3 (baru 30 % dari luas keseluruhan ditimbun, yang penting bedeng bisa berpijak)dengan biaya Rp. 8 juta . Padahal uang Rp. 8 juta ini mestinya kami serahkan kepadanya sebagai kekurangan setoranpada tahapan I. (ini juga masih jauh dari cukup). 
Menurut perhitungan, harga 1000 m3 tanah @ Rp. 20.000,- seharus-nya kami bayar biaya pengurukan atau penimbunan tersebut adalah Rp. 20 Juta. Tapi ini dikatakan cukup Rp. 8 juta saja. 
Dan si kuasa pemilik tanah katakan dia akan menjadi pimpro (pimpinan proyek) pengurukan tanah dan pemindahan bedeng tempat ibadah. Dan dia katakan kalau memungkinkan biaya Rp. 8 juta sudah termasuk biaya pemindahan bedeng. (biaya bongkar dari lokasi lama dan pasang kembali dilokasi baru). 
Allah yang kita sembah adalah Allah yang heran dan ajaib. Yesus-ku luar biasa. Kuasanya tidak pernah berubah dahulu sekarang dan selamanya. Halleluyah. Terima kasih Tuhan.

 

Index

Hosted by www.Geocities.ws

1