Allah Menyembuhkan Anakku

Kesaksian Rony Dosonugroho  <[email protected]>

 



Buat saudara-saudaraku yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,

Anak-anak yang kita miliki adalah anugerah yang indah dan luar biasa. Namun membesarkan, merawat dan menjaga anak di tengah dunia yang menuju kehancuran ini tidaklah mudah. Apalagi bagi kita yang bekerja, waktu yang kita bisa berikan buat mereka amatlah terbatas. Kalau kita tidak pernah bisa mengawasi 24 jam sehari 7 hari seminggu, kita harus yakinkan ada orang lain yang kita percaya untuk merawat mereka. Percaya 100% itu amatlah jarang, kalaupun ada yang kita percaya untuk merawat keperluan jasmani anak, ada kekuatiran lain dengan perkembangan psikologis anak yang cenderung mengikuti orang yang merawatnya.

Berangkat dari keadaan di atas, tidak ada jalan lain kecuali kita serahkan anak-anak kita dalam penjagaan Allah. Serahkan anakMu pada Tuhan, kalau di gereja Saudara tidak ada acara penyerahan anak, serahkan dia dalam doa pribadimu bersama suami/istrimu.

Berikut kesaksian dan pengalaman saya, dalam menyerahkan anak saya, Jean Benedict (Benny) Nugroho, setiap hari dalam perlindungan Allah.

Sebelum anak saya lahir, bahkan sebelum istri saya hamil, saya sudah minta agar Tuhan beri saya anak laki-laki. Belajar beriman ceritanya. Satu saat saya lewat toko buku Gramedia, dan saya segera mengajak istri saya mampir untuk melihat buku nama-nama anak. Mencari nama yang masuk rekor tercepat saya kira, karena begitu saya lihat nama dan artinya dekat dengan kasih atau anugerah langsung saya tunjuk, dan katakan pada istri saya, "yang ini bagus ya?". Nama depan dan tengah segera kami dapatkan dalam tempo kurang dari 15 menit, istri saya catat. Jadi kami hemat biaya beli buku nama-nama anak.

Sejak hamil (setelah 3 bulan di USG ternyata memang Tuhan beri laki-laki, lho!), setiap pagi dan malam hari, kami selalu doa bersama bergantian, pagi saya berdoa, malam giliran istri saya. Dalam doa kami, kami selalu menyebutkan nama kecil calon anak kami ini: Benny. We always call him by his name. Dan setiap hari saya tumpang tangan ke atas perut istri saya memberkati Benny. Saya tidak peduli pendapat dokter yang menyatakan bahwa pendengaran anak mulai terbentuk usia 6 bulan ke atas.

Saya ingat Musa yang tidak pernah mendengar firman Tuhan sejak bayi sampai dewasa, di besarkan di Mesir. Namun ternyata roh Allah bersama dia dan dia tahu firman Allah, tidak ada kesempatan lain dia mendengar kecuali saat dalam kandungan.

Waktu anak saya lahir, tidak ada tanda-tanda kelainan. Semua berjalan baik, 5 hari sesudah lahir, kami boleh pulang dengan bilirubin Benny 5. Biasanya acuan RS, bila bilirubun bayi <10, bayi diperbolehkan pulang. 2 hari kemudian, kami periksa kembali dan bayi dinyatakan sehat, diminta 2 hari lagi datang tapi sebelumnya periksa darah. Jadi 2 hari kemudian kami periksa darah Benny, dan hasilnya kami bawa ke dokter tsb. Sangat mengagetkan kami karena ternyata bilirubin Benny meningkat drastis jadi 17,9. FYI, bayi kemungkinan mengalami kelainan syaraf otak bila bilirubin >20. Jadi Benny sudah dinyatakan kritis, langsung opname dan diterapi blue light. Kapasitas untuk NICU (ruang gawat darurat bayi) sudah penuh, tapi dokter minta bagaimana caranya kalau bisa blue light dilakukan 2 in 1 (mestinya untuk 1 bayi, jadi untuk 2 bayi). Malam itu juga langsung albumin (orang sering sebut plasma) di berikan. Apa yang terjadi keesokan harinya? Bilirubin Benny justru meningkat jadi 19,5.

Bersambung

Index

Hosted by www.Geocities.ws

1