![]() |
MEDIA INFORMASI DARI DAN UNTUK WARGA NGANJUK DI JABODETABEK INDONESIA |
|
01 -06- 2008 Kehidupan ini seluas dan selebar jiwamu Jika jiwamu luas maka kehidupan inipun akan menjadi luas Kehidupan ini sebening dan sebersih jiwamu Jika jiwamu bersih maka kehidupan inipun akan menjadi bersih Kehidupan ini setentram jiwamu Jika jiwamu tentram maka kehidupan inipun menjadi tentram
Itulah sepenggal nasehat dari Mbah Tarjo, Saat saya berkunjung di rumahnya
Nyinggek Rembulan Ani-Ani Lintang
Pembaca yang budiman, |
|
Judul di atas saya kutip dari sebuah buku yang baru selesai saya baca beberapa hari yang lalu, dari seorang penulis amerika, dan isi dari judul di atas mungkin dapat saya simpulkan bahwa" Ada seorang raja tua yang bijaksana memanggil para penasehat dan para konsultanya, dalam sebuah rapat sang raja meminta agar mereka mengerjakan tugas khusus menulis tentang "FILSAFAT WAKTU" dan mengelompokkan dalam sebuah buku yang mungkin bermanfaat bagi generasi yang akan datang. Para penasehat dan para konsultan yang bekerja dalam sebuah tim, datang kembali setelah sekian lama bekerja keras menulis dengan 12 edisi, dan mengatakan kepada raja bahwa edisi-edisi ini mengandung filsafat waktu. sang raja pun melihat serta membacanya dari satu edisi ke edisi yang lain, lalu sang raja berkata" Bagus sekali tulisan ini" namun aku lebih suka kalau edisi-edisi ini di ringkasnya. "Pantang menolak kehendak raja" Kemudian tim ini pun bekerja kembali. Dan datang kepada sang raja setelah sekian lama bekerja keras untuk memenuhi keinginan sang raja. hingga mereka merangkum pekerjaan mereka dalam satu edisi, kemudian satu bab, satu halaman, satu paragraph dan akhirnya satu ungkapan.Sang raja tersenyum membacanya dan berkata "Tidak Ada Makan Gratis" adalah filosophi waktu yang sesungguhnya. Intisari dari tulisan ini adalah bahwa " tim ini mampu menunaikan tugas mereka tidak datang begitu saja. tetapi di butuhkan kerja keras dan waktu yang lama untuk menyelesaikanya. Mencari pekerjaan dan mengerjakan pekerjaan tanpa di dasari oleh penguasaan dan pemahaman yang benar adalah kesia-siaan. Orang-orang yang bekerja keras adalah orang-orang yang tidak pernah menganggap pekerjaanya sebagai tugas, tetapi mereka selalu bekerja keras agar tugas-tugas mereka menjadi lebih berharga. Nabi kita SAW, digambarkan sebagai sosok yang tekun beribadah,dimana dia akan mendapatkan imbalan pahala, dan setiap pahala akan menentukan derajat dan keberadaan kita di sisi Tuhan. barang siapa yang bekerja dengan benar dan sempurna maka mereka berhak untuk mendapatkan imbalan dan derajat yang besar pula, tetapi barang siapa yang bekerja asal asalan dan se enaknya saja maka mereka akan mendapatkan keuntungan dan derajat yang rendah pula. Oleh karena itu, sudah selayaknya dan sudah saatnya kita melaksanakan setiap pekerjaan kita dengan tekun dan sempurna dari segala aspek kehidupan kita.Kebaikan Tuhan Itu mahal dan kebaikan dari Tuhan adalah surga. 24 november 2007 Penulis: Mr: yous warga nganjuk kelahiran 08-agustus 1976 dan saat ini bekerja di Abudhabi Natioanal Oil Company, Uni Emirat Arab.Anda punya komentar dan kritik silahkan hubungi email address: yousmr@yahoo. com atau di kotak pesan website ini. |
|
Jawaban,yess..!! Apakah anda melihat anak-anak muda menganggur dan tidak tahu apa yang seharusnya dia lakukan ? Yess..!! Apakah anda melihat tempat-tempat umum yang kumuh dan kotor ? Jawaban, yess..!! Inilah serangkaian pertanyaan yang hadir di hati, ketika beberapa bulan yang lalu saya sedang berlibur ketanah air, dari tempat saya bekerja di Uni Emirat Arab. Pandangan dan fenomena kehidupan yang cukup mengundang keprihatinan ini, saya tangkap saat saya mencoba menyusuri daerah kota dan pinggiran di kabupaten nganjuk. Mulai kertosono terus ke utara dan memutar sampai di tengah kota. Terasa menyedihkan memang, kemiskinan dan ke tidakberdayaan menghiasi hampir di seluruh daerah di kabupaten kita. Anak-anak muda yang seharusnya produktif terpaksa menjadi penganggur, ribuan siswa-siswi SD terpaksa drop out dan tidak bisa meneruskan sekolah kejenjang yang lebih tinggi dengan alasan ekonomi. Kalau fenomena kemiskinan, pengangguran dan anak-anak putus sekolah diatas menjadi berita yang menyedihkan bagi kita.Maka berita korupsi yang di lakukan oleh para pejabat pemkam telah menjadi berita nista,memprihatinkan serta memalukan bagi kita. Cobalah kita renungkan, sederetan para pejabat pemkam mulai mantan bupati wakil bupati dan serentetan anggota DPRD yang seharusnya bekerja mencari alternatif untukmenyelesaikan berbagai tumpukan persoalan rakyat, tetapi mereka justru menjadi beban dan menyusahkan rakyat. Kalau cerita rakyat di atas miskin karena ekonomi, maka pejabat pemkam kita justru miskin segala-galanya. Miskin politik,miskin moral, miskin iman, miskin perilaku terpuji,miskin sikap dan miskin segala-galanya. Yang lebih memilukan dan mengerikan lagi, berita ratusan pendukung Jaelani Iskak yang konon di pimpin oleh seorang Kyai menggelar istighosah dan memanjatkan do'a bersama serta menuntut Jaelani Iskak di bebaskan. Saya yakin kegiatan para pendukung ini tidak akan mampu menyelesaikan masalah Jaelani Iskak apalagi pembebasan. Kegiatan ini justru menyisakan berbagai pertanyaan teologis di kalangan masyarakat.Apa hubunganya istighosah dengan korupsi ? Tuhan berpihak kemana ? Kepada siapa ? Kita orang awam, tetapi kita tahu, Al-qur'an dengan banyak ayat menegaskan bahwa Tuhan tidak netral dalam sejarah. Dia selalu berpihak kepada manusia yang baik,yang bermoral,yang beriman dan yang ber adab.Dan Dia juga tidak mendukung segala bentuk kecurangan, kelicikan dan kejahatan. Meski hanya mengambil daun kering dari rumah tetangga. Apalagi uang senilai 3.7 milyar..???!!! Wow..... Penulis: Mr. Yus Warga nganjuk kelahiran tahun 08 agustus 1976 dan saat ini bekerja di Abudhabi National Oil Company, Uni Emirat Arab. Anda punya komentar dan kritik dengan tulisan ini, silahkan hubungi email address: [email protected] atau di kotak pesan di Web ini. |
|
...... |
|
....... |
|
.... |
|
..... |
|
|
| .... |
| ... |