Buku Kekayaan HATI

 

     
     
     
 

 

Bagian I : Kekayaan dan Orang Kaya

Bab 1 > Kekayaan Sejati

Orang yang kaya adalah orang yang memiliki “kelapangan”.

Kekayaan bukanlah hal yang memberatkan dan menjadi penghalang seorang manusia dalam menempuh perjalanan hidupnya. Malah kekayaan adalah fasilitas untuk mempermudah keberhasilan seorang manusia dalam menempuh perjalanan hidupnya.

Seorang yang kaya adalah seorang manusia yang tidak menjadi sombong nan angkuh ketika apa yang ia inginkan ia peroleh dengan cepat dan mudah. Pun, ia tidak menjadi pribadi yang suka berkeluh kesah, menggerutu, dan bersikap enggan ketika menyerahkan apa yang ia peroleh.

Ia bebas memperoleh dan bebas pula menyerahkan apa yang telah ia peroleh.

Ia tidak diikat pun tidak mengikat kekayaan.

Inilah makna hakiki kekayaan dan orang yang kaya.
 

Bab 2 > Alat Ukur Kekayaan

Kekayaan yang bersifat materi diukur dengan jumlah, nilai, atau harga

Kekayaan yang bersifat immateri diukur dengan luas atau dalam (pengetahuan), kebaikan, ketulusan atau kelapangan (hati/jiwa)

Bab 3 > Dua Jalur (menuju) Kekayaan

Jalur pertama: memiliki kekayaan. Fokus utama pada jalur ini adalah memiliki kekayaan.

Bagi mereka yang memilih jalur ini seringkali akan berakhir dalam kondisi kehilangan.

Jalur kedua: menjadi (pribadi yang) kaya. Fokus utama pada jalur ini adalah menanam kekayaan.

Bagi mereka yang memilih jalur ini seringkali akan berakhir dalam kondisi kelimpahan.

Bagian II: Dari Miskin ke Kaya

Bab 4 > Mentalitas : Miskin vs. Kaya

Mentalitas Miskin: waster dan spender.

Waster: menyia-nyiakan apa yang ia miliki.

Spender: menukarkan apa yang ia miliki dengan sesuatu yang ia anggap berharga.

Mentalitas kaya: investor

Investor: menanam apa yang ia miliki, menumbuhkan (memelihara) apa yang telah ia tanam lalu kemudian memetik apa yang telah ia tanam dan pelihara.

"Siapa pun yang bersedia menunda untuk menikmati, pada akhirnya,  akan menikmati
LEBIH BANYAK dan LEBIH LAMA"

[Tabel perbandingan mentalitas miskin vs. mentalitas kaya]

Bagian III: Investasi

Bab 5 > Apa dan Bagaimana

Investasikan: dirimu, waktumu, dan uangmu.

"Tumbuh adalah tanda kehidupan. Jika kamu MENUMBUHKAN dirimu itu berarti kamu terus membuat dirimu HIDUP!"

"Tanda bahwa kamu hidup adalah kamu menumbuhkan dirimu. Tanda bahwa kamu menumbuhkan dirimu adalah kamu tidak pernah berhenti belajar dan menyusun rencana"
 

Bagian IV: Misi

Bab 6 > Sumber Kekayaan

Sumber primer

Sumber sekunder

[Diagram sumber kekayaan]

 

Bab 7 > Periode Hidup

Periode I: mengumpulkan.

Dalam kurun usiamu 0-30 tahun, kamu “mempersiapkan dan menata hidangan di atas mejamu”. Apa yang nantinya ingin kamu santap dalam pestamu, sedang kamu persiapkan dalam kurun waktu ini. Apa yang kamu ingin peroleh dan nikmati dalam hidupmu sedang kamu persiapkan pada periode ini.

Periode II: memanen.

Fase berikutnya, di usiamu 30-60 tahun, adalah saat kamu “menyantap” dan “menikmati” hidangan yang telah lama kamu persiapkan dan telah kamu tata dengan baik. Inilah saat menikmati buah dari segala yang kamu kumpulkan dan usahakan. Inilah masa di mana segala pengetahuan dan keterampilan yang telah berhasil kamu kumpulkan sedang memperlihatkan manfaatnya.

Bab 8 > Misi Anda

"memperoleh dan menikmati kekayaan HATI pada usia tigapuluhan"

6 langkah yang harus dilakukan agar misi Anda berhasil.

 

 
     
     
     
     
     
 

[ HALAMAN UTAMA ]

 
   

 

 
 

© Muhammad Hamzah, Kekayaan HATI

 
Hosted by www.Geocities.ws

1