HOME | comic strip - gallery - guestbook - news - about

 

 

SINOPSIS ALAP-ALAP

 

 

Masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1389) yang didukung oleh Patih Gajah Mada. Kekuasaan duet raja dan mahapatihnya ini pertaniannya sudah teratur, perdagangan lancar dan maju. Pada masa itu juga Majapahit sudah memiliki armada angkutan laut yang kuat. Berkat ekspansinya Majapahit berhasil menaklukkan kerajaan-kerajaan lain. Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang amat terkenal itu. Sumpah Palapa yang merupakan dorongan spirit persatuan Nusantara tersebut berbunyi: Mahapatih Gajah mada tidak akan memakan buah palapa sebelum berhasil menyatukan seluruh wilayah Nusantara. Cita-cita ini kemudian terkabul sehingga Mahapatih Gajah Mada sekaligus Raja Hayam Wuruk tercatat sebagai duet penguasa yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya.

Kemunduran Majapahit terjadi tahun 1364 ketika Gajah Mada wafat disusul dengan wafatnya Raja Hayam Wuruk di tahun 1389 dan kerajaan Majapahit makin mengalami kemunduran.

 

Tetapi sebelum peristiwa itu, beberapa tahun setelah patih Gajah Mada wafat, Hayam Wuruk merasa memiliki firasat buruk tentang kerajaannya. Firasat itu semakin hari semakin jelas, tetapi Beliau tidak bisa menjelaskannya sendiri.

 

Suatu hari Beliau berinisiatif untuk mengumpulkan para Brahmana atau Pendeta, para Biksu, para mentri dan tetua yang dianggapnya masih setia.

Para Brahmana waktu itu mengajak para Wali yang saat itu singgah di tanah jawa sebagai tamu untuk ikut dalam rapat rahasia yang diadakan oleh Hayam Wuruk.

Sebenarnya para Brahmana sudah tahu maksud dan tujuan diadakan rapat ini.

Hayam Wuruk bertanya kepada salah seorang wakil dari Brahmana tentang firasat buruk yang selama ini menghantuinya dan meminta mereka untuk menerangkan firasat buruknya.

Salah seorang mpu yang bernama mpu Bayanaka memberanikan diri mengutarakan tanda-tanda atau gambaran yang selama ini mereka dapatkan.

Bahwa Majapahit akan runtuh dan membeberkan sebab dan akibatnya, antara lain :

  1. Wafatnya Gajah Mada mengakibatkan ketidakstabilan soshankam di kerajaan majapahit sehingga meletus Perang Paregreg (1401-1406), yang merupakan perang saudara memperebutkan kekuasaan, memperburuk situasi itu. Kerajaan-kerajaan bawahan yang menjadi taklukan Majapahit, satu per satu mulai melepaskan diri.

  2. Selama perang saudara berkecamuk ditambah lagi adanya ekspansi dari salah satu kerajaan islam di jawa. (Waktu itu itu di daerah-daerah pesisir agama Islam mulai berkembang, dan kejatuhan Majapahit dipicu dengan terjadinya serangan pasukan Kediri di tahun 1478)

 

Hayam Wuruk bertanya kembali apa yang harus ia perbuat.

Lalu para mpu atau Brahmana berembuk dengan para Biksu, mentri, tetua dan para Wali.

Setelah lama berembug, mpu Bayanaka memberi jawaban kepada Hayam Wuruk untuk mengasingkan diri beserta seluruh kekayaannya sebelum terjadi perang saudara.

Dengan meminjam ramalan dari Jayabaya, yaitu seorang ahli nujum sekaligus raja yang mengatakan bahwa Nusantara yang akan datang akan mengalami penderitaan yang berkepanjangan. Sehingga sudah merupakan takdir bahwa Majapahit akan mengalami kehancuran. Dibalik kehancuran itu tersimpan suatu tujuan agar harta kekayaan yang dimiliki Majapahit saat ini tidak terbuang sia-sia karena pada suatu masa kelak harta tersebut dapat digunakan untuk membangun kembali Nusantara.

Harta kekayaan yang sudah ada sekarang harus di sembunyikan di tempat yang hanya dapat diketahui oleh Baginda sendiri. Apabila Baginda Hayam Wuruk meninggal maka diwariskan sebuah peta lokasi harta Majapahit kepada orang kepercayaannya.

Orang kepercayaan Hayam Wuruk tersebut adalah Seorang Alap-alap yang selama hidupnya telah setia mendampingi dan melindungi Baginda, namanya “Parama”.

 

Tetapi Hayam Wuruk memiliki pendapat sendiri dan firasat bahwa kematiannya tak akan lama lagi, oleh sebab itu peta harta karun Majapahit diserahkan langsung kepada orang kepercayaannya itu.

Akan tetapi berita tersebut telah bocor sampai kepada telinga saudara-saudaranya. Mereka dengan segala usahanya telah menghasut para mentri beserta pasukan khusus (para alap-alap korupt) untuk memburu Parama.

Hayam Wuruk dengan tega dibunuh sendiri oleh saudara-saudaranya saat Beliau akan berangkat di tempat pengasingannya dan mereka menyebarkan berita bohong bahwa Baginda telah dibunuh oleh musuh..

 

Alap-alap yang bernama Parama itu masih dikejar oleh para alap-alap korupt yang dipimpin oleh Musâvâdâ

Parama melempar peta harta karun itu kesamping saat mendapati dirinya akan tertangkap.

Saat tertangkap Parama selintas melihat seorang tukang pengumpul kayu bakar di hutan tengah memungut peta yang ia lempar tadi.

Si tukang pengumpul kayu bakar itu bergegas bersembunyi sambil memperhatikan Parama yang sedang di interogasi tentang peta yang ia bawa itu. Parama bersikeras bahwa peta itu tidak ada di tangannya, lalu ia pun dibunuh oleh mereka.

Setelah para alap-alap korupt pergi dan si tukan pemungut kayu merasa situasi sudah aman, ia bergegas menghampiri Parama dan mendapati Parama masih hidup.

Lalu ia mencoba membantunya sebelum terlambat, tetapi Parama mencegahnya dan berkata usahanya akan sia-sia saja. Lalu Parama memegang peta yang digenggam si tukang pemungut kayu seraya berpesan untuk menjaga peta ini dari mereka yang bermaskud jahat.

Parama kemudian menurunkan sebuah kitab yang ada di balik bajunya, sebuah kitab ilmu alap-alap yang nantinya digunakan untuk melindungi peta dan membasmi kejahatan.

Peta harta karun itu baru boleh diserahkan kepada para penguasa Nusantara kelak sampai dengan waktu yang sudah dituliskan pada peta tersebut.

Si tukang pemungut kayu itu bernama Samitra, dialah yang menjaga peta semenjak kejadian itu sampai dia mewariskan kepada keturunannya.

 

  1. Masa perjuangan Kemerdekaan-Proklamasi, keturunan Samitra yaitu Darpa ikut membela tanah air sekaligus menunaikan kewajibannya memerangi para alap-alap (keturunan alap-alap korupt yang membentuk organisasi kejahatan untuk memperkaya diri setelah Majapahit runtuh) dan orang-orang  jahat yang berniat merampas peta harta karun itu.

  2. Masa sekarang - “today”, Pastika, keturunan dari Darpa – Samitra yang sekarang mewarisi peta dan ilmu alap-alap. Pastikalah sekarang yang mengemban tugas memerangi yang jahat (para organisasi alap-alap jahat & musuh lainya yang tak kalah kuat dan jahat).

Di komik, nanti saya hanya membahas mereka berdua saja, cerita sekarang (Pastika) sekaligus ber-flashback ria (Darpa).

 

Ikuti Cerita Alap-alap Berikutnya Dalam BentukKomik

See you

 
0
Hosted by www.Geocities.ws

1