|
Tegang di Kandang
Pertemuan Persija kontra PSMS sepertinya membawa
ketegangan tersendiri buat Macan Kemayoran.
Pasalnya Ortizan Solossa cs. harus menjamu tim
yang kini tengah matang dan mempunyai
kepercayaan diri tinggi.
Dua keunggulan lawan itu biasanya membuat
Persija trauma. Ingat, Macan Kemayoran
ditundukkan klub yang selama ini selalu mereka
tekuk di Stadion Lebak Bulus, PSIS dan Semen
Padang, dengan skor 0-1.
Lebih parah lagi, anak-anak asuhan Rahmad
Darmawan juga ditahan seri tiga kali, 0-0, oleh
PSIM, Persib, serta “dipermalukan” Persitara
dengan skor 1-1. Grafik permainan ini pun sempat
disesali lantaran Macan Kemayoran biasanya amat
ganas di kandang.
“Ya, memang musim ini penampilan sedikit berbeda.
Saya tak menyebut soal wasit, tapi ada saja
kesulitan kami. Saya harapkan Rabu nanti
semuanya lancar,” jelas Rahmad.
Lain lagi dengan pengakuan Ortizan. Selain
sering diintimidasi wasit, timnya juga mengalami
banyak ketegangan jika tampil kurang menggigit.
“Kami kadang kurang sabar,” jelas Ortizan. Namun,
soal tuntutan suporter yang ingin selalu menang,
Orti mengaku bukan masalah.
Kondisi ini masih diperburuk dengan minimnya gol
yang dicetak lini depan Persija. Dari 17 gol
yang dikoleksi Persija, hanya empat dicetak
strikernya. Tiga gol oleh Roger Batoum dan satu
oleh Frank Seator, yang kini membela Sriwijaya
FC.
Saat bentrok dengan PSMS pun kekhawatiran
minimnya gol dari lini depan masih menyembul.
Apalagi Oscar Aravena, bomber baru mereka,
tengah absen. PSMS pun praktis akan memanfaatkan
kelemahan tuan rumah ini.
Dari enam kali pertemuan di Jakarta, saat
Persija berstatus kandang, Macan Kemayoran
selalu menang. Tak pernah sekali pun mereka seri
apalagi dipatuk Ayam Kinantan.
Rekor sempurna ini jelas ingin mereka
pertahankan saat bentrok Rabu nanti. Namun, jika
sampai lawan mencuri gol terlebih dulu, Persija
diprediksi akan berada dalam tekanan yang lebih
berat lagi. (ary)
Sumber : http://bolanews.com
|
|
|
 |
Sponsors |
|
| |
|