|
Gol
Tobar Dan Saktiawan Kado HUT Ke-56 PSMS
Bandung, WASPADA Online
Gol spektakuler masing-masing dari Alejandro
Tobar dan Saktiawan Sinaga di gawang Persib
Bandung, merupakan kado HUT PSMS ke-56.
Kemenangan ini sekaligus membuktikan pola 4-4-2
berhasil melumpuhkan musuh bebuyutan PSMS itu
(2-0), mengawali putaran kedua Liga Djarum
Indonesia 2006 Minggu (16/4) di Stadion
Siliwangi Bandung.
Puluhan ribu penonton yang memadati stadion
kebanggaan warga Bandung itu menjadi saksi
terpuruknya Maung Bandung. Tim asuhan manajer
tim Drs H Ramli, MM, asisten manajer tim Drs H
Randiman Tarigan dan Ir H Jimmy Suheri Lubis
membuktikan Saktiawan Sinaga dan kawan-kawan
mampu untuk mendulang nilai penuh di kandang
harimau tersebut.
Persib yang semula dinilai tim yang masih lelah
setelah menghadapi PSIS Semarang dan PSIM
Yogyakarta, ternyata memiliki kekuatan dan
seandainya PSMS tidak tampil dengan ciri khasnya
keras dan cepat seperti harapan manajer tim Drs
H Ramli MM dan asisten manajer tim Drs H
Randiman Tarigan, ambisi untuk meruntuhkan
reputasi Persib jago kandang tidak akan tercapai.
Tim asuhan Arcan Urie Anatolievicie asal Moldova
ini begitu wasit Purnomo membunyikan pluitnya
tanda dimulainya pertandingan, langsung menekan
serta menguji ketangguhan Muhammad Haris M
Rihihina. Mujur bagi PSMS lambatnya reaksi
gelandang Persib Enjang Rohiman yang mantan
pemain PSMS memanfaatkan peluang yang
diperolehnya depan gawang, berhasil
menyelamatkan gawang PSMS dari kebobolan.
Padahal penjaga gawang putra Manado itu sudah
terlanjut keluar dari sarangnya.
Pada menit ketiga kubu PSMS mendapat musibah
setelah pemain pilarnya Mahyadi Panggabean,
harus ditandu keluar lapangan akibat lututnya
berlaga dengan kaki pemain depan Persib. Bek
kiri nasional itu berusaha untuk terus bermain,
namun cederanya tidak mendukung akhirnya
posisinya digantikan oleh mantan pemain Persib
Boy Jati Asmara.
Boy Asmara yang terus dicerca oleh penonton
dengan menyebutkannya sebagai pengkhianat,
ternyata mampu tampil baik malah dari kaki Boy
banyak lahir serangan PSMS. Alejandro Tobar pada
menit ke-13 berhasil membungkam hiruk pikuknya
suara penonton, setelah tendangan kaki kirinya
berhasil memperdayai penjaga gawang nasional
U-23 Thailand yang membela Persib Kosin
Hathairattanakol.
Kemenangan 1-0 dari gol spektakuler Tobar yang
berawal dari kerja samanya dengan Saktiawan
Sinaga tidak bertahan lama, setelah lima menit
kemudian giliran Saktiawan Sinaga yang menerima
umpan Tobar mempebesar kemenangan PSMS menjadi
2-0.
Sakti yang mendapat umpan sodoran dari Tobar
langsung dilarikannya mendekati Kosin, dan
begitu penjaga gawang yang membela tim bintang
Wilayah Barat pada perang bintang di Semarang
lalu bergerak untuk menyongsong Sakti sudah
terlambat karena sontekan kaki kiri Sakti lebih
cepat menjurus ke gawangnya.
Unggul 2-0 PSMS terus meningkatkan permainannya,
sementara Persib bagaikan tidak percaya dengan
dua gol itu coba bangkit untuk mengejarnya.
Namun permainan Tobar, Mbom-mbom Julian, Mario
Alberto, Legimin Rahardjo, Supardi dan Bona
Simajuntak yang masuk menggantikan Saktiawan
Sinaga yang cedea serta penjaga gawang Muhammad
Haris M Rihihina yang gemilang, membuat usaha
anak-anak kota kembang Bandung itu tidak mampu
mengejar ketinggalannya.
Begitu juga suara gemuruh dari penonton yang
membangkitkan semangat Yaris Riadi dan
kawan-kawan, tidak cukup untuk membawa usaha tim
kebanggaan mereka untuk membuat gol. Tetapi
kemenangan gemilang PSMS itu harus dibayar mahal
dengan dihukumnya Alenjadro Tobar, Mbom-mbon
Julian dan Saktiawan Sinaga dengan kartu kuning
oleh wasit Purwanto. Hukuman itu membuat
ketiganya mndapat akumulasi dua kartu kuning.
Dipastikan saat PSMS menghadapi PSIM 19 April
nanti di Yogyakarta tidak bisa tampil.
Pesta gembira menyambut kemenangan yang menjadi
kado di HUT ke-56 PSMS itu terlihat, begitu
wasit Purwanto membunyikan pluit panjangnya.
Menurut rencana rombongan PSMS Senin (17/4) pagi
ini bertolak ke Yogyakarta melalui bandara
Soekarno-Hatta. (m24)
(am)
Sumber: waspadaonline 17
April 2006
|