|
Rabu,
05/04/2006 18:45 WIB
Bintang Barat Cukur Timur
3-0
Mohammad Yanuar Firdaus - detikSport
Semarang - Duel bintang Wilayah Barat
dan Timur Liga Indonesia di Stadion Jatidiri,
Semarang, Kamis (5/4/2006) berakhir 3-0 untuk
kemenangan Wilayah Barat. Bintang Persekabpas
Pasuruan Zah Rahan menjadi yang paling bersinar.
Setelah tertunda karena masalah teknis yakni
padamnya lampu stadion, Perang Bintang Liga
Indonesia 2006 akhirnya dilanjutkan 30 menit
kemudian.
Babak pertama berjalan sedikit membosankan.
Namun karena iringan sorakan dari suporter yang
sangat beragam dan nyaris tidak berhenti,
tontonan pun terasa cukup menghibur meski 45
menit pertama berakhir 0-0. Peluang memang
sama-sama dimiliki kedua tim, tetapi jumlahnya
yang cukup sedikit itu justru terbuang sia-sia.
Baru di babak kedua pertandingan terasa sangat
seru. Selain saling menyerang, para pemain
tampil lebih lepas dan mempertontonkan
pengolahan bola yang mengundang tepuk tangan.
Lewat satu serangan balik, tim Wilayah Barat
akhirnya berhasil membuka keunggulan. Menit 53
Playmaker Persekabpas Zah Rahan yang
tidak terkawal, menggiring bola sampai ke depan
gawang dan menyelesaikannya dengan tendangan
keras.
Usai gol ini pelatih Wilayah Timur Daniel Rukito
memasukkan Boaz Solossa mengganti pemain
bertahan Zainal Arifin. Dengan tambahan
penyerang, permainan Wilayah Timur semakin
agresif.
Meski mendapat tekanan, tim Wilayah Barat tetap
melancarkan serangan balik. Dua kali tendangan
keras kaki kiri De Porras melebar tipis di sisi
gawang.
Namun di menit 62 umpan Maman Adurrahman
disundul Fleitas yang lepas dari penjagaan
pemain belakang Wilayah Timur. Pemain PSMS Medan
ini pun melakukan selebrasi ciri khasnya dengan
melepas sepatunya dan mengilustrasikan orang
sedang menelepon.
Tak puas dengan dua gol, Persija terus menyerang.
Hasilnya pada menit 69 umpan lambung Ismed
Sofyan disundul De Porras yang masuk dari lini
kedua. Arah bola yang menukik ke pojok kanan
gawang tidak bisa dijangkau kiper Samsidar.
Hanya selang satu menit kemudian, De Porras
hampir saja menambah gol di depan publiknya.
Namun sebelum sempat menendang, bola di kakinya
sempat direbut Syamsidar.
Tidak hanya lini depan, barisan pertahanan
Wilayah Barat juga sangat tangguh. Bek Persija
Jakarta Hamka Hamzah tampil cukup gemilang,
beberapa kali mematahkan serangan tim Wilayah
Timur yang semakin gencar sejak masukkan Boaz,
termasuk memblok tendangan Budi Sudarsono persis
di depan mulut gawang Hendro Kartiko.
Di saat pemain-pemain Wilayah Timur frustasi
karena serangannya selalu gagal, pemain-pemain
Wilayah Barat justru leluasa melakukan serangan
balik. Lima menit sebelum akhir pertandingan De
Porras nyaris memperbesar keunggulan timnya.
Tetapi tendangan melengkungnya kembali membentur
mistar. Hingga pertandingan berakhir, kedudukan
3-0 untuk kemenangan Wilayah Barat tidak berubah.
Pemain Perang Wilayah:
Wilayah Barat: kiper; Kosin Hatairattakaul,
Hendro Kartiko, belakang: Mahyadi Panggabean,
Hamka Hamzah, Charis Yulianto, Firmansyah, Jaime
Antonio Sandoval, tengah; Maman Abdurachman,
Firman Utina, Harrys Salisburry, I Putu Gede,
Zah Rahan, Ismed Sofyan, depan; Agus Indra
Kurniawan, Emmanuel de Porras, Alcidio Fleitas,
Radouane Barkoui, Saktiawan Sinaga
Wilayah Timur: kiper: Samsidar, Jendri Christian
Pitoy, belakang: Ricardo Salampessy, Maulylessy,
Leonardo Guiterez, Widi Santoso, Zaenal Arifin,
tengah; Syamsul Chaerudin, Ronald Fagundez,
Lorens Cabanas, Asea Atioga Romatic, Jorge
Toledo, depan; Haryanto, Taufik, Rahmat Rivai
Sumber: detik.com
|