PSMS 2004 PSMS 2005

powered by Google

Kembali ke Depan

Boy Datang Satria Pulang
Decky dan Cima Dipertahankan


Medan- Perjuangan Satria Nurjaman untuk bergabung dengan PSMS akhirnya kandas. Mantan pemain Timnas U-20 dan Persiba Bantul itu kemarin petang resmi dinyatakan gugur. Karena tak layak di PSMS, pagi ini Satria dipulangkan ke Jakarta.

"Satria sudah berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama kita. Dari hasil peninjauan pelatih, kualitas Satria tak ssua dengan harapan," ujar Sekum PSMS Randiman Tarigan usai menyaksikan uji coba PSMS kontra PSAP Sigli di Lapangan TD Pardede, kemarin.

Sejatinya Satria diplot untuk menggantikan peran Agus Cima di posisi stopper. Tapi, karena Satria urung bergabung maka Agus Cimapun dipertahankan. Bersama Decky Ardian, kini Cuma dipastikan tetap berbaju PSMS di putaran kedua Liga Djarum 2006 meski sebelumnya keduanya dinyatakan dicoret.

"Kita sangat beruntung karena Cima dan Decky tak segera mencari klub baru setelah kita menyatakan kita melepas mereka. Padahal saya yakin kalau mereka mau maka banyak klub yang akan merekrutnya," imbuh Randiman.

Dipertahankannya Cima dan Decky sebenarnya sudah diprediksi sejak PSMS menjalani masa libur seminggu usai pertandingan terakhirnya. Soalnya, dalam rentang waktu itu tak seorangpun pemain bertahan maupun kiper yagn berhasil direkrut PSMS.

Untuk pemain bertahan misalnya, PSMS sempat membidik stopper Persmin Minahasa, Komad. Namun eks pemain timnas Tim U-20 ini tiba tiba dinyatakan tetap menjadi bagian Persmin meski sebelumnya sudah dinyatakan dilepas. Begitu juga seorang kiper Cecep Supriatna dan Roni Tri Prasnanto yang masuk daftar buruan akhirnya gagal direkrut karena alasan berbeda.

Cecep masih dipertahankan Persib dan Roni dipanggil Timnas U-23. Di tengah kesulitan mendapatkan pemain baru maka memepertahankan pemain lama adalah solusi terbaik. Itulah yagn dilakukan manajemen dengan memanggil kembali Decky dan Cima. Apalagi, kualitas Decky dan Cima tak terlalu jelek. Yang perlu dipoles dari keduanya adalah masalah mental tanding. Terutama Cima yang tengah mengalami phopia kalau main di Stadion Teladan. Dia tak kuat menanggung beban mental karena terus-menerus menjadi cemohan penonton.

"Harus kita akui kalau Cima dan Decky kesulitan memperlihatkan kemampuan terbaiknya di PSMS. Namun dengan situasi sulitnya mencari pemain lokal berkualitas sekarang ini, mempertahankan keduanya bukan langkah keliru." tandas Randiman.

Dengan kembalinya Cima, maka konfigurasi lini pertahanan PSMS tak mengalami perubahan di putaran kedua nanti. Selain Cuma, lini ini masih mengandalkan Mario Alberto, Restu, Fadly dan Egie Nirwan.

Berbeda dengan lini depan dan tengah. Konfigurasi ujung tombak PSMS akan berubah 50%. Hal ini seiring bergabungnya Greg Nwokolo dan Boy Jati Asmara yang mengantikan Yudi Ramanda dan Wanderson. Khusus Boy, hari ini sekitar pukul 20.00 WIB dia akan tiba di Medan. "Saya dapat pesawat sore hari ini di Jakarta. Jadi kemungkinan sampai di Medan sekitar jam delapan," kata Boy Jati kepada wartawan koran ini tadi malam.

Dengan demikian maka ada empat striker di lini depan Ayam Kinantan yang sangat haus gol. Selain Greg dan Boy, dua nama lainnya adalah Alcidio Fleitas dan The Dragon, Saktiawan Sinaga. "Hadirnya Boy dan Greg akan memudahkan pelatih untuk memilah milah barisan depan. Karena di putaran kedua nanti, PSMS tak lagi menggantungkan keahlian Sakti dan Fleitas saja. Kini PSMS punya empat striker dengan kemampuan setara. tukas Randiman."

"Sedangkan perubahan dilini tengah juga akan terjadi dengan hampir pasti bergabugnnya Standley mamuaya dan Imam Faizal. Tak seperti Boy yang akan datang hari ini, Stanley kemungkinan bisa bergabung Senin (19-4) nanti. "Stanley bilang dia minta waktu sampai hari Minggu (9/4). Dia kini sedang mengurus surat-surat perpindahannya dari Mitra Kukar," pungkhas Randiman. (lid)

Sumber: Harian Sumut Pos, 05 April 2006

Sponsors
 
GUEST BOOK
Hosted by www.Geocities.ws

1