|
Dipengaruhi Faktor Magic?
Banyak yang tak percaya kalau PSMS kemarin tampil
loyo. Soalnya, berkaca ketika menghadapi Arema
Malang, Sabtu (4/2) lalu, penampilan Ayam Kinantan
begitu memukau. Jujur saja, andaikan dalam laga
itu wasit berlaku fair, bukan tidak mungkin
PSMS memenangkan pertandingan.
Itu makanya ketika PSMS diluluhlantakkan
Persekabpas 1-3, ada perasaan aneh. Maklum saja
kekuatan Persekabpas dianggap tidak setangguh
Arema. Artinya kalau Arema bisa ditahan imbang
paling tidak hasil imbang juga didapat di kandang
Persekabpas.
Ada apa dengan PSMS? Apakah
karena gol balasan cepat dari Persekabpas itu
meruntuhkan moral pemain? "Saya pikir tidak.
Hanya saja saya menilai pemain seperti tak pernah
bermain bola. Berlari saja mereka sangat susah.
Jadi saya pikir ada yang tak wajar tapi tak
teridentifikasi di laga tadi (kemarin, Red),
" kata Chaidir usai pertandingan kepada
wartawan koran ini.
Entah apa yang teridentifikasi
tersebut. Yang jelas, demikian Chaidir, pemainnya
banyak yang mengeluh kesakitan begitu menginjakkan
kakinya di rumput Stadion Wilis, Madiun. "Ulu
hatiku juga sakit tiba-tiba. Padahal waktu berangkat
dari hotel, aku sangat bersemangat." sebut
Saktiawan Sinaga dalam kesempatan terpisah.
Mayoritas, sebut Sakti, permainan
dia dan teman-temannya sangat jelek. Satu-satunya
pemain yang penampilannya membaik di babak kedua
adalah Fadly Hariri. "Itupun setelah Fadly
membalik (maaf) celana dalamnya di babak kedua.
Padahal di babak pertama, main Fadly juga hancur,"
terang Sakti.
Menurut Sakti, Komang Adynyana
sebenarnya sedikit paham, dengan unsur-unsur
magic. Dan menurut Komang seperti dituturkan
Sakti di stadion kemarin ada tiga orang pintar
yang 'mengerjai' PSMS. "Salah satunya duduk
di belakang banch PSMS. Orangnya pakai
serba hitam dan berikat kepala hitam juga,"
sebut Sakti.
Sebenarnya, lanjut Sakti, ketika
di Arema mereka juga mendapat perlakuan serupa.
Hanya saja saat itu Reswandi yang membalikkan
pakainnya. "Reswandi membalikkan bajunya
saat latihan. Entah kenapa aku tadi (kemarin,
Red) lupa ikut yang dibuat Reswandi," pungkas
Sakti.
-lid-
Sumber: Sumut Pos 8 Februari 2006 Halaman 16
|