|
25 Jan 06 23:59 WIB
Gol, 4 Anggota Sindikat Tiket Palsu PSMS
Medan, WASPADA Online
Serse Polsekta Medan Kota kembali menciduk dua
penjual tiket palsu LI XII di kawasan Stadion
Teladan Medan, Rabu (25/1). Sehari sebelumnya
telah dibekuk dua pelaku pada saat
berlangsungnya pertandingan PSMS vs PSIM, Selasa
(24/1).
Dengan demikian sudah empat anggota sindikat
yang gol ke dalam sel. Terungkapnya penjualan
tiket palsu ini, setelah polisi yang menjaga
pintu masuk stadion curiga dengan warna tiket
yang dimiliki dua penonton yang hendak masuk ke
dalam stadion. Setelah diinterogasi, kedua
penonton itu mengaku membeli karcis dari seorang
pemuda di kawasan Stadion Teladan. Curiga karcis
tersebut palsu, polisi bersama penonton tadi
menemui penjual tiket dan menangkapnya.
Dari hasil pengembangan, akhirnya polisi
menciduk empat anggota sindikat penjual tiket,
yakni tersangka FP, 24, penduduk Jl Jati II
Medan, STT, 29, penduduk Jl HM Joni Medan, UJP,
27, penduduk Jl Pelajar Medan serta RN, 29,
penduduk Jl HM Joni Medan.
Kapolsekta Medan Kota AKP Hary Haryadi B, SIK
didampingi Kanit Reskrim Iptu Muhd. Taufik, SE
kepada wartawan mengatakan, setelah
terbongkarnya kasus ini pihak panpel melalui
wakil bendaharanya Drs Agus Suriono, telah
membuat pengaduan resminya ke polisi.
Dalam pemeriksaan sementara di Mapolsekta Medan
Kota, keempat tersangka mengakui bahwa tiket
yang mereka jual merupakan tiket hasil cetak
ulang dengan cara scanning komputer. Dalam kasus
ini, polisi juga mengamankan 1 unit monitor, 1
unit CPU, 1 scanner, 1 keyboard, 1 unit mouse
dan 1 unit printer serta puluhan blok tiket
palsu sebagai barang bukti. Untuk pengusutan
lebih lanjut ke empat tersangka dijebloskan
dalam sel.
Sedangkan kerugian akibat penjualan tiket palsu
sampai saat ini masih dihitung pihak panitia
Liga Indonesia (LI) XII dengan mengumpulkan
potongan tiket palsu pertandingan PSMS vs PSIM
yang ada di panitia. Namun menurut perkiraan
kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Kumpulkan Rp466 Juta
Panitia pelaksana pertandingan (panpel) dari
melakukan tiga pertandingan berhasil
mengumpulkan Rp466 juta dari penjualan tiket,
masing-masing ketika PSMS melawan PSDS Deli
Serdang, Persib Bandung dan PSIM Yogyakarta di
Stadion Teladan, ujar ketua panpel H Aslan
Harahap SH ketika dihubungi di sekretariat
panpel lapangan Merdeka Medan, kemarin.
Menurut Kadis Perhubungan Medan itu, pada
pertandingan terakhir panpel hanya memperoleh
masukan berkisar Rp90 juta, kemudian yang
terbesar diperoleh dari pertandingan melawan
Persib Bandung sebanyak Rp235 juta, sementara
saat melawan PSDS hanya Rp141 juta.
Aslan yang didampingi wakilnya Julius Raja SE
mengakui, pihaknya pada pertandingan PSMS
melawan PSIM telah menemukan tiket palsu dari
tangan dua penonton. Saya belum tahu apakah pada
pertandingan sebelumnya kedua tersangka itu juga
melakukan hal yang sama. Panpel masih menunggu
hasil pemeriksaan dari Polisi, kata Aslan.
"Kalau benar keduanya telah melakukan aksinya
pada pertandingan sebelumnya, jelas panpel telah
dirugikan banyak. Tetapi insting saya kalau
melihat dari jumlah penonton yang begitu mbludak
khususnya saat menghadapi Persib dipastikan
karcis palsu beredar. Lihat saja begitu penuhnya
penonton memadati stadion, padahal panpel
mengeluarkan tiket masih di bawah jumlah
kapasistas stadion," tambahnya.
Menanggapi terlibat tidaknya orang dalam, Aslan
belum berani memastikannya dan menunggu dari
hasil pemeriksaan Polisi. "Saya yakin orang
dalam jauh kemungkinan ada yang terlibat, tapi
itupun kita tunggu hasil pemeriksaannya," sebut
Ketua II PSMS itu. Baik Aslan dan Raja mengakui,
adanya calo tiket yang melarikan hasil penjualan
tiket pada pertandingan melawan Persib sebanyak
Rp14 juta. Separuh (tujuh juta rupiah-red) telah
dikembalikannya dan sisanya akan dicicil.
(m39/m24)
(am)
Sumber: Waspada, 25 Januari
2006
|