| 13 Feb 2006
Rotasi Penjaga Gawang
MEDAN, SRM.
Penampilan Marcus Harison
sebagai kiper utama PSMS masih belum memuaskan.
Terbukti dalam setiap pertandingan, gawangnya
pasti kebobolan. Yang paling banyak terjadi pada
saat PSMS melawan Persekapbas Pasuruan. Gawang
Marcus kebobolan sampai tiga kali. Keputusan
melakukan rotasi dianggap sebagai solusinya.
Allenatore PSMS, M Khaidir
mengambil kebijakan penting untuk mengantisipasi
gawang tim Ayam Kinantan dari kebobolan lebih
banyak lagi. Pasalnya dari lima pertandingan
yang telah dilalui sebanyak 8 gol telah
bersarang. Kebijakan itu adalah melakukan sistem
rotasi penjaga gawang. Keputusan ini diambil
Khaidir lantaran penampilan Marcus Harison.
Dalam 5 pertandingan yang telah dilakoni masih
belum memuaskan. Terbukti gawang yang dikawalnya
selalu kebobolan dalam setiap pertandingan.
Hingga kini sudah delapan gol yang bersarang,
selain itu kebijakan ini kabarnya tidak terlepas
dari instruksi ketua Harian PSMS Drs Ramli MM
yang menjabat sebagai Wakil Walikota Medan itu
sangat kecewa atas penampilan Marcus Harison.
Oleh karenanya Ramli mendesak
kedua assisten pelatih kiper tim Ayam Kinantan
Mardianto dan Syahril Nasution agar mengevaluasi
penampilan Marcus. "Saya rasa penampilan Marcus
tidak menurun. Hanya saja ia harus meningkatkan
latihan dan polesan. Itu sebabnya waktu yang
luang ada saat ini sebelum laga melawan Persija
berlangsung, saya yang telah menginstruksikan
kepada assisten pelatih kiper agar terus
mengenjot dan memoles ketiga penjaga gawang yang
kita miliki. Dengan demikian penampilan penjaga
gawang kita nantinya lebih baik lagi dari yang
sebelumnya" kata Khaidir kepada SRM kemarin.
Itu sebabnya Khaidir belum
bisa memastikan siapa yang akan menjadi kiper
utama PSMS saat menghadapi tim Macan Kemayoran,
(19/2). Tempat itu masih diperebutkan Marcus
Horison, Suprayetno da Decky.
"Saya belum bisa memastikan
siapa diantara ketiga penjaga gawang yang kita
miliki akan menjadi starter. Apalagi assisten
pelatih kiper sampai saat ini belum memberikan
hasil latihan ketiga penjaga gawang ekpada saya.
Oleh karenanya saya belum tau siapa diantara
ketiga yang penampilannya meningkat dan menurun.
Mungkin dalam beberapa hari lagi, laporan itu
akan saya terima." jelas Khaidir. Dengan
demikian lanjut Khaidir tidak ada garansi lagi
bagi Marcus menjadi kiper utama. "Bisa saja yang
menjadi kiper utama adalah Decky atau Suprayetno.
Kepastiannya akan kita liat dari statistik hasil
latihan mereka dalam beberapa hari ini."
ungkapnya.
Lalu apa materi latihan yang
diberikan kepada ketiga penjaga gawang tersebut?
Menurut Khaidir tetap terfokus dengan latihan
tangkapan dan tepian bola. Selain itu latihan
kini lebih mengarah dengan mental penjaga gawang
ketika menjalani pertandingan.
"Latihan ini sangat penting
bagi seorang penjaga gawang. Penampilannya harus
bisa stabil meski gawangnya kebobolan lebih
dahulu. Itu sebabnya kita akan terus mengenjot
mereka sehingga penampilan ketiganya menjadi
lebih baik lagi." pungkasnya.
Sumber: Suara Rakyat Medan,
Senin 13 Februari 2006
|