Khotbah Rabu 'Pendalaman Alkitab' November - Desember 2002 ~ Pdt JE Awondatu       

      Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jl. K.H. Hasyim Asyari no. 75 Cianjur 43214 - Indonesia. Telp. (62-263) 261161 

Rabu, 06 November 2002

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Lukas 1 
1:72 untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, 
1:73 yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, 
1:74 supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, 

Saya katakan sekali lagi bahwa nyanyian ini adalah nyanyian pujian dari Zakharia yang mengandung nubuatan. Kalau nyanyian Maria mengandung ucapan syukur dan terima kasih tetapi nyanyian dari Zakharia mengandung nubuatan. Apa nubuatan itu? Yaitu mengatakan hal-hal yang akan terjadi jauh sebelum hal-hal itu terjadi. Sekali lagi kita akan melihat ayat yang ke 72 : untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus.

Perhatikanlah kata 'perjanjianNya'. Dalam bahasa Inggris ada beberapa kata perjanjian. Saudara yang umum adalah kita pakai kata promise .. janji. Tetapi ayat ini tidak memakai satupun kata promise tapi dipakai kata covenant. Covenant adalah satu perjanjian yang diadakan diantara dua pihak dengan janji yang luar biasa, dengan ditumpahkannya darah dalam mengurus perjanjiannya ini. 

Minggu yang lalu saya sudah berkata : janji-janji ada 15 lebih kurang janji-janji perjanjian antara Allah dengan Abraham. Kita melihat kembali sekali lagi Kejadian 1, kita akan melihat ayat yang ke 14, adalah salah satu tanda salah satu model dari janji Allah kepada manusia sebelum Abraham ada.   
1:14. Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun. 

Ini janji pertama dari Tuhan kepada manusia sebelum Abraham datang, yaitu adanya penerang dilangit .. matahari, bulan dan bintang untuk menentukan .. dikatakan disana : siang dari malam, menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun. Coba saudara perhatikan sekarang ini. Apakah janji Tuhan itu berubah? Tidak ada yang berubah satu juga. Dia memakai matahari untuk menentukan siang dan malam. Sampai sekarang. Dia memakai bulan untuk menentukan waktu satu bulan 31 hari - sampai sekarang. Dia menentukan bintang-bintang untuk mengetahui nelayan-nelayan tahu musim hujan, laut pasang, pasang naik atau pasang surut. Jaman dulu mereka lihat bintang-bintang .. sampai sekarang. Bahkan orang-orang suka melihat kalau ada bintang sapu katanya suka ada musibah di negara itu. Itu bukan takhayul tetapi menjadi satu pengalaman bahwa Tuhan memberi tanda di langit kepada manusia. 

Nah, kalau saudara-saudara melihat janji itu saja didalam ayatnya yang ke 14 dengan waktu, maka saudara-saudara, janji ini adalah janji dalam sistim solar, sistim yang ada dilangit, ya. Sistim langit dan bumi. Tuhan memberikan janji-janjiNya. Tuhan memberikan tanda-tandaNya, Tuhan memberikan bahwa Ia tidak berubah, ya. Dia menentukan usia manusiapun dengan tahun. Bagaimana kita bisa tahu kita sudah berapa tahun? Dari bulan. Bagaimana orang bisa menghitung bulan? Dia melihat bulan, menghitung hari. Dari mana bulan 31 hari, dari hari itu dari mana? Dari jam siang dan malam, 12 jam siang 12 jam malam. Dari mana? Matahari, 12 jam dia memerintah siang, sebelah yang lain 12 jam kita mendapatkan malam. Ini janji atau solar sistim yang pertama kita baca sampai ayat 16.  
1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. 
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 

Jadi saudara lihat matahari, bulan dan bintang janji pertama Tuhan, yaitu dengan sistim solar, dengan kedaan langit dan bumi ini. Didalam solar sistim ini ada 9 planet saudara-saudara, yang saya rasa tidak perlu saudara tahu, ya, karena nanti terlalu jauh dari injil Lukas. Tetapi saudara bisa saja saya katakan ada planet Merkurius, dia ada sekitar 4.500 kilometer dia punya diameter bundar, lingkarannya ini 4.500 km garis tengahnya. Lalu ada Venus, itu ada sekitar 10.000 kilometer, ya. Dan ada bumi, ada Mars, ada Yupiter, ada Saturnus, ada Uranus, ada Neptunus dan ada Pluto. Solar sistim ini saudara-saudara yang manusia Amerika sedang menyelidikinya. 

Saudara bisa bayangkan Amerika membuat suatu alat 50 cm panjangnya, kira-kira 20 cm tingginya, namanya Pathfinder. Ini dilepas. Dengan pesawat dia dikirim ke Mars. Itu tibanya di Mars itu 4 bulan kemudian. Dengan kecepatan sekian ribu kilometer perjam, alat itu sampai di bulan itu sampai di Mars sampai di Merkurius itu 4 bulan kemudian. Saudara bisa bayangkan seperti apa besarnya solar sistim yang Tuhan adakan. Justru dia membuat janji pertama ini dilangit, ya. Maka mari saya akan mengajak saudara melihat satu ayat yang sampai sekarang ini saya katakan ayat ini adalah ayat yang luar biasa, yaitu Kolose 

3:1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 
3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 

Secara rohani kita diminta untuk memikirkan perkara-perkara yang diatas. Perkara-perkara rohani, bukan perkara-perkara bumi ini. Tetapi secara perjanjian dengan Abraham perjanjian Allah dengan manusia, hal-hal yang diatas adalah hal-hal yang ada dilangit. 

Maaf saudaraku, kita ini terlalu dijajah oleh berita dibumi. Pemboman di Bali, kelaparan ya, terus keributan,  gempa bumi, banjir, kebakaran, pembunuhan, perceraian ya, perselingkuhan - semua urusan-urusan bumi. Tapi Firman Tuhan bilang : coba kamu tetapkan pikiranmu kepada perkara yang diatas. Oke kita mengerti itu hal yang rohani. Tetapi kalau saudara melihat perjanjian yang pertama dari Allah dengan solar sistim, maka saudara-saudara akan melihat luar biasa sekali bahwa rasul Paulus naik ke langit yang ketiga. Jadi kalau ini adalah bumi, maka rasul Paulus naik ke langit yang ketiga. Entah didalam tubuh atau diluar tubuh aku tidak tahu. Artinya apa? Dia masih bisa berpikir tapi pikiran dia tidak bisa memikirkan saya ada dimana. Dia bahkan menyebut dia naik ke Firdaus. Mari kita lihat II Korintus
12:3 Aku juga tahu tentang orang itu, - entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya - 
12:4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus 

Bagaimana dia naik ke Firdaus tidak disebut. Terbang pake sayap apa, pesawat apa tidak disebut. Dia naik ke Firdaus - dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. 

Mari ayat ke 2 kita baca
12:2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau--entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. - dari langit.

Ini Paulus berkata pikirkanlah perkara yang diatas .. bukan main-main. Dia punya pikiran dilangit yang ketiga. Dia punya pikiran di perkara-perkara yang rohani. perkara yang tinggi. Apa yang dia bilang? Ayat 4. 
12:4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. 

Dia dengar dia bisa tiru tapi dia rasa mulutnya terlalu najis untuk mengatakan bahasa surga itu dari langit yang ketiga ini. Maaf saudara, langit yang ketiga saudara akan kesana. Ada haleluyah? Kita akan kesana tapi Paulus mendahului waktunya. Sebelum dia meninggal, dia sudah lihat dulu tempatnya; dia sudah kesana kelangit yang ketiga - ke Firdaus. Luar biasa, ya.

Baru janji pertama Tuhan dengan manusia dengan Adam mengenai solar sistim saja, belum habis kita. Maka Amerika disebut raja dunia karena dia menguasai angkasa. Ke bulan proyeknya dia menguasai. Teknologi dia menguasai. Semua dia kuasai. Biar di Indonesia banyak orang ribut anti Amerika nggak bisa apa-apa, dia sudah tekan. Siapa yang menguasai udara, dia menguasai dunia. Siapa yang menguasai langit. 

Kita mulai dari Abraham. Abraham umur 100 tahun. Secara materi uang banyak, ternak banyak, kaya cukup. Tapi dia tidak punya anak. Istri cantik. Sarah itu cantik, 2 raja mauin Sarah padahal Sarah berusia 90 tahun. Kok ada 2 raja, 1 raja Mesir, mauin Sarah. Jadi secara umum, Abraham ini cukup kaya, istri cantik, ternak banyak. Cukup. Tapi dia tidak punya anak. 

Akhirnya satu kali dia datang sama Tuhan. Saudara, semua kita manusia 'pada akhirnya' kita harus menemui Tuhan untuk minta tolong : Tuhan, kalau aku mati, duh aku sudah diberkati Tuhan, tapi siapa nanti yang menguasai warisan ini, kekayaan ini. Apakah Eliezer bujangku .. pembantunya namanya Eliezer. Rasanya itu Abraham ini nggak ikhlas kekayaan yang dia dapat dari Tuhan, dia mau tinggalkan kepada satu pembantu rumah tangga namanya Eliezer. Saya ingin punya anak. 

Supaya saudara lebih mengerti jalan Tuhan, kita baca kejadian 15, Abraham mengadu kepada Tuhan  
15:2. Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." 
15:3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." 
15:4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." 
15:5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit.

Pada waktu Dia berkata : coba lihat kelangit, Dia membawa Abraham kepada janji Tuhan yang pertama dalam Kejadian 1:14-16 tadi, yaitu perjanjian Allah dengan solar sistim. Coba saudara perhatikan. Coba lihat kelangit ..  disuruh menghitung bintang. Kalau disuruh menghitung bintang film gampang saudara, disuruh melihat bintang sinteron gampang. Ini disuruh menghitung bintang. Coba hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya. Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu. 

Saya tidak tahu ada percakapan apa lagi tapi dalam ayat 6 : Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. 

Mari saudara lihat ke papan tulis. Sebelum dia disuruh melihat kelangit melihat itu bintang, dia tidak percaya. Dia sedih dia perlu anak. Masa bujang saya Eliezer yang dapat warisan. Tuhan bilang bukan, anak kandungmu nanti. Belum mau tanya lagi, diajak coba lihat kelangit. Ini kolose 3:1-2 terjadi .. pikirkanlah perkara yang diatas. Hitung bintang, kalau kamu bisa menghitung. Kemungkinan Abraham mulai menghitung. Sudah 10 .. 20 .. 30 .. 40 .. 50 .. 60 ..70, sudah dia hitung 70 : ya ampun banyak amat ini. Akhirnya dia bilang : tidak bisa hitung Tuhan. Nah,  seperti itu nanti kamu punya keturunan.

Saudara lihat nggak bedanya sekarang. Sebelum Abraham disuruh lihat kelangit, dia begitu depresi .. tidak mau,  tidak mampu, tidak percaya - negatif. Ah, saya sudah mau mati nggak punya anak. Demikian juga dengan saudara dan saya. Kadang-kadang kita ini negatif, kadang-kadang pemikiran kita negatif. Anggapan kita negatif omongan kita negatif. Kita beragama kristen kita punya Yesus tapi kok pikiran kita negatif. Seperti Abraham dia punya Tuhan yang Mahakuasa tapi kenapa dia negatif? Aku akan mati .. aku tidak akan punya anak. Warisanku akan diambil sama bujangku. Negatif. Tapi begitu Tuhan bilang : Coba lihat kelangit. Janji pertama dari Tuhan dengan solar sistim. Lihat kelangit, hitung bintang.  

Tiba-tiba ayat 6 berkata : percayalah Abraham. Itu negatif hilang kemudian datang iman. Maka Kolose 3 itu ceng li nya luar biasa. Pikirkan perkara yang diatas, kenapa? Akan ada iman yang timbul. Ada haleluyah, saudara-saudara? Kalau kita memikirkan perkara-perkara jasmani perkara bumi, kita akan jadi negatif. Kita lihat kejadian sehari-hari, kita lihat harga-harga, kita lihat keributan, kita lihat koran, kita lihat di televisi - negatif pikiran kita. Tapi mari kita lihat Firman Allah, kita lihat perkara-perkara yang diatas. Janji pertama lho dari 15 janji. Percayalah Abraham. Dan saudara-saudara sudah tahu, kalau Tuhan hitung, Tuhan anggap, Tuhan kategorikan Abraham sebagai orang yang benar. 

Ayat 7
15:7. Lagi firman TUHAN kepadanya: "Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu." 

Oh, saudara-saudara, luar biasa Tuhan itu. Dari negatif : Tuhan, ini warisanku yang ada didalam rumah ini masa akan dikasih sama si bujangku Eliezer. Oh, tidak kata Tuhan, tidak. Saudara lihat bedanya pikiran Tuhan dengan pikiran manusia. Maka ada ayat dalam Yesaya : pikiranKu bukan pikiranmu. Betapa beda jalanMu dari jalanku .. Seperti langit dan bumi jaraknya. Itu jalannya Tuhan, pikiran Tuhan. Kita bilang : duh Tuhan, kita sudah rasa kaya ini kaya abraham, ini kekayaan saya dirumah saya ini siapa yang pegang, yang kelola Tuhan, saya nggak punya anak? Tuhan bilang : kamu bakal punya anak. Lalu Dia bilang apa? Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu."  

Saya gambar supaya saudara bisa lihat sedikit saja ya saya gambar. Ini peta ini Laut Tengah, ini sungai Yordan, ini danau Galilea. Lalu ini terus kebawah Laut Mati. Ini Palestina. Ini Yordania. Ur Kasdim itu saudaraku didaerah Irak. Ur Kasdim itu jauh sekali, ribuan kilometer didaerah Irak. Abraham bilang : ini rumah saya ini siapa yang memilikinya. Tuhan bilang : kenapa kamu pikir ini, aku beri ini. Saudara lihat, ini yang dijadikan Tuhan, dari sungai Nil di Mesir sampai sungai Efrat di Irak. Itu adalah janji Tuhan kepada Abraham.  

15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir - sungai Nil - sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat - itu di Irak - : 
15:19 yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon, 
15:20 orang Het, orang Feris, orang Refaim, 
15:21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu." - Orang Yebus ini yang menguasai Yerusalem waktu itu.

Dikasih. Jadi apa? Mana bisa dibandingkan saudara, rumah yang kecil di Ur Kasdim dengan tanah yang luas dari Mesir sampai di Irak. Berapa negara. Maka janganlah mengecilkan Tuhan. Jangan kita ikut Tuhan pakai pikiran kita. Jangan kita bawa meteran lalu kita mengukur Tuhan. Jangan. Tuhan kita luar biasa limpah, luar biasa kuasa dan luar biasa saudara-saudaraku berkatnya bagi saudara. 

Jangan saudara ukuran berkat Tuhan itu cuma di Cianjur. Jangan. Dimanapun saudara pergi, saudara dibawah naungan berkat Tuhan. Sekarang saudara sedang hidup di Cianjur saudara diberkati. Tapi kalau besok-besok kapan-kapan saudara pergi kemana diluar kota dimana, tetap saudara diberkati, karena janji Tuhan bukan cuma diujung pagar rumah. Janji Tuhan lihat perbandingannya : Aku beri kepadamu, kataNya.

Mulainya dari mana? Suruh lihat bintang. Ini baru janji yang pertama saudara, janji Allah dengan solar sistim, dengan udara. Yang kedua Yusuf, buyutnya dari Abraham. Abraham punya anak Ishak, Ishak punya anak Yakub, Yakub punya anak Yusuf. Yusuf juga dikasih mimpi sama Tuhan, dia melihat matahari, bulan dan 12 bintang nyembah sama dia. Benda yang dilangit lagi. Ternyata Tuhan terus pakai benda-benda langit. Waktu Yesus lahir, orang Majus dipimpin oleh apa saudara? Bintang. Benda langit. Juga dari Timur, orang Majus dari Timur. Ketika diselidiki, Timur itu daerah Iran, Irak-Iran, dari Timur. Kok ya bisa tahu ada Anak Raja Yahudi lahir? Melalui bintang, benda langit lagi.  

Saudara lihat sekarang, ya. Kita akan natal kan. Begitu sampai Yerusalem, ketemu Herodes, itu bintang hilang. Mana raja itu yang baru lahir? Mana? Herodes bilang mana? Akhirnya tanya ahli kitab. Menurut nabi Mikha katanya di Bethlehem. Begitu mereka ini orang Majus ke Bethlehem itu bintang ada lagi. Ternyata Yesus dihubungkan dengan orang Majus melalui bintang. Melalui benda langit, benda yang ada diatas. Perjanjian solar sistim dengan Allah. 

Visi ini datang sama Paulus. Paulus terkena visi ini dan dia dapat wahyu dari Tuhan. Kita lihat Filipi   
2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia. 

Daniel dalam perjanjian lama melihat visi yang sama. Kita buka 
12:2 Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. 
12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala - langit - , dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya. 

Haleluyah. Tanda sudah diberikan saudara harus buka puasa.  

Rabu, 11 Desember 2002

Selamat sore, selamat bertemu berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita sudah sampai kepada bulan natal. Diseluruh dunia, hari-hari ini gereja-gereja diisi dengan khotbah-khotbah tentang natal. Kita masuk dalam Lukas 
1:74 supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, 
1:75 dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. 
1:76 Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, 
1:77 untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan.

Didalam ayat ke 74, kita memperhatikan : supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut. Dalam salinan bahasa Inggris bunyinya lebih jelas begini : supaya kita yang sudah dilepaskan dari tangan musuh-musuh kita, dapat melayani Dia tanpa takut.  

Nampaknya saat itu banyak orang beribadah kepada Tuhan dengan takut. Dan  kalau saudara pada malam hari ini sore hari ini berbakti kepada Tuhan tetapi dihati saudara ada ketakutan, ada kekuatiran dari 1001 macam hal, apa saudara tidak bisa beribadah dalam artian melayani Dia. Karena yang dianggap beribadah atau melayani Tuhan itu bukan cuma hamba Tuhan gembala sidang tetapi supaya kita - semuanya jemaat, hamba Tuhan, yang tua, yang muda ya, yang pandai, mungkin yang kurang pandai, yang punya bakat, yang tidak ada bakat - boleh melayani Dia. To serve Him. Mellayani. Jadi beribadah itu artinya melayani. Yang kita layani bukan pemimpin pujian. Yang kita layani bukan pembawa Firman. Yang kita layani adalah Tuhan.

Tidak peduli siapa yang khotbah, tidak peduli siapa yang ditugaskan untuk khotbah. Mungkin saudara menilai yang khotbah hari ini saya tidak suka. Saya tidak suka dengar dia khotbah, dia khotbahnya monoton umpamanya ini contoh. Tetapi mungkin khotbah yang saudara tidak suka dengar, itu adalah justru yang saudara sedang perlukan. Jadi kalau kita absen dari kebaktian hanya gara-gara pembicara, maka kita sudah kehilangan berkat dari Tuhan. 

Dan itu sebabnya dikatakan dalam ayat ke 74 : supaya kita yang sudah dilepaskan dari tangan musuh-musuh. Disini ada banyak musuh. Apa sih ini pak pendeta artinya musuh? Apakah tetangga saya itu musuh saya? Apakah si anu itu musuh saya? Apa jangan-jangan suami saya jadi musuh saya, apa istri saya jadi musuh saya? Nah, biar jangan saya yang jawab tapi biar Firman Tuhan yang jawab.

Mazmur 23. Disana kita membaca ayat yang paling terkenal, yaitu tentang Tuhan gembalaku yang baik.           23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.   
                                                                                                                                             23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Ternyata gembala kita yang baik itu saudara-saudara menyediakan hidangan. Dia mempersiapkan hidangan. Dengan kata hidangan saja itu bukan artinya makanan biasa. Itu makanan istimewa. Kalau saudara-saudara kasih nasi sama ikan asin itu bukan hidangan .. itu makanan. Tapi kalau sudah bilang hidangan ini makanan yang khusus, makanan yang mahal. Dan Tuhan mempersiapkan hidangan, makanan yang sungguh, makanan yang mahal dihadapan kita. Bagi kita Dia berikan makanan itu untuk kita. Tapi dihadapan musuh. Nah, apa artinya ini?

Musuh mau supaya kita tidak makan itu hidangan. Contoh : gembala yang baik mau saudara kebaktian. Tapi musuh iblis berusaha supaya saudara jangan kebaktian. Maka saudara-saudara yang biasa malas kebaktian nanti saudara kebentur sendiri. Begitu ada problem saudara bingung saudara harus berbuat apa. Karena saudara malas. Dan malas ini diangin-angin sama si musuh supaya saudara tidak dapat hidangan. Saya katakan hidangan. Makanan yang luar biasa, yang Tuhan berikan untuk domba. Aduh sebetulnya saudaraku disayang sama Tuhan sampai makananpun disebutkan hidangan. Bukan makanan biasa, bukan makanan yang murah tapi hidangan. Tapi ada musuh. 

Itu damai sejahtera .. itu hidangan. Rumah tangga yang bahagia .. itu hidangan. Anak cucu yang sehat yang beribadah kepada Tuhan .. hidangan dari Tuhan. Tapi musuh mau supaya kita tidak nikmati itu. Ini kerjaan musuh. Rasul Paulus punya keterangan tentang musuh itu dalam surat Efesus. 
6:10. Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 
6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 
6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, -
apa ini darah dan daging? Manusia. Jadi bukan suami musuh kita, bukan istri musuh kita, bukan tetangga musuh kita. Tetapi katanya Firman Allah tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 

Ini roh setan roh iblis. Inilah musuh kita. Waktu kita sekolah minggu kita suka nyanyi pas mama saya yang ngajarin itu Awas iblis musuh kita .. Awaslah iblis musuh kita .. Dia jalan sini sana .. Dia buka suaranya .. Awas iblis musuh kita. Coba kita lihat apa yang dikatakan oleh rasul Petrus dalam I Petrus 
5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, - Nya disitu Tuhan - sebab Ia yang memelihara kamu. 
5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, - atau musuhmu - si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 
5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. 

Sudah tiga ayat berkata musuh kita ini iblis. Tapi iblis itu nggak kelihatan. Iblis itu pakai yang kelihatan, yaitu pakai manusia. Tapi kalau umpamanya suami kita tiba-tiba kok tindakannya aneh, ingat saudara tidak berlawanan dengan dia. Istri kita tiba-tiba ngamuk-ngamuk minta dibelikan cincin kenari, anak kita mulai ngamuk unjuk rasa minta dibelikan motor. Udah dinasehatin papa mama tidak ada uang tapi ngamuk-ngamuk, ingat bukan dia itu. Siapa? Iblis, setan. 

Saya ini ngalami berkali-kali dalam KKR-KKR. Di Bali di Denpasar sementara KKR didepan 4.000 orang. Lagi puji-pujian mah ngak ada apa-apa. Begitu saudara-saudara .. pet lampu mati. Panitia bilang tidak pernah begini Denpasar. Tapi mati kira-kira 10 menit. Jadi saya tahu itu iblis. Tenang saya bilang, ini iblis mau ganggu. Maka saya katakan bukannya tidak boleh batuk. Bukan. Silahkan batuk. Saudara mau batuk dibawah sampe utah ugeur sebodo amat, nu batuk saudara. Kalau sudah digereja saudara harus lawan. Mengganggu. Maka saya suka ulangi Firman Tuhan karena ada yang batuk saya ulangi, kenapa? Mungkin yang sebelahnya kita dia tidak bawa alkitab dia dengar pembacaan saya, dia terganggu. Padahal dia perlu itu Firman. Nah, sekarang saudara ngerti kenapa saya bilang kalau bisa jangan batuk. Karena sementara Firman Tuhan ini eta heran kunaon ai keur khotbah getek wae paleubah dieu teh hayang wae ngadehem. Itu .. Mr i. Tuh aneh tetapi nyata. 

Sekarang kita mau lihat adiknya Yesus. Adiknya Yesus namanya Yakobus. Dia bilang apa? 
4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! 

Nah, salahnya kita apa saudara, kelirunya kita? Kita mau ngelawan iblis .. demi nama Yesus iblis pergi, demi nama Yesus hei iblis pergi. Kita berdoa kita puasa kita lawan iblis tapi kita tidak mau tunduk sama Tuhan. Salah. Ada orang yang tunduk sama Tuhan baik sekali taat tapi dia nggak mau lawan iblis. Iblisnya ngegoda dia tidak mau lawan. Salah. Dua hal ini harus sama. Sendok garpu. Sejodoh. Tunduk sama Tuhan. Disuruh begini sama Tuhan ikut. 

Nah, Tuhan nggak kelihatan. Tuhan memberikan wakil-wakilnya. Di jemaat ada gembala. Belajar tunduk sama gembala. Di rumah tangga ada papa ada mama ada kepala rumah tangga. Belajar tunduk. Hei istri tunduklah kepada suami. Belajar. Itu Tuhan punya wakil. Kalau polisi bilang stop kita tunduk karena disuruh. Ini salah satu ungkapan tunduk sama Tuhan. Bayarlah pajak kita bayar. Baru kita bisa punya otoritas untuk melawan iblis. Dan ada jaminan pasti iblis lari daripadamu. Amin saudara? Dia lari. 

Maka saya suka .. aduh Tuhan, bukalah mata rohani umatMu di Cianjur. Pengurus-pengurusnya juga supaya mereka bisa lihat bisa tahu betapa banyak berkatnya dalam doa malam dalam doa dalam pelayanan kepada Tuhan itu. Bukan cakah cikih saudaraku jadi seksi sibuk. Hei Marta Marta, kata Yesus, kamu terlalu banyak kuatir. Hanya satu yang penting, kata Yesus : duduk dikaki Tuhan dan Maria sudah mengambil bagian yang terbaik.  

Waktu saya di Amerika saya ketemu dengan hamba Tuhan yang bersaksi sama saya. Dia gembala di Baltimore. Gereja dia saudara, bedstonenya 24 jam satu hari, 7 hari satu minggu, 30 hari satu bulan, 360 hari satu tahun. Jadi nggak pernah gereja ditutup. Selalu ada yang berdoa, selalu ada yang sembahyang. Ada yang keluar pulang ada yang lain masuk berdoa. Jemaat dia banyak orang kulit hitam. Bukan negro tetapi orang-orang dari Afrika yang sekolah-sekolah di Amerika. Mahasiswa-mahasiswa. Termasuk salah satu anak presiden dari satu negara suka ikut kebaktian. Padahal muslim mereka, islam. Jadi waktu mereka pulang setelah mereka terima Yesus, mereka minta dibaptis. Dibaptislah. Nah, ini saya sangat sayangkan. Mula-mula bagus lama-lama .. Kalau ada baptisan air majelis jemaat saja sudah nggak mau tunggu. Pulang semua. Nggak ada sukacita lihat orang dibaptis. Bagaimana Tuhan mau kerja. Bagaimana Tuhan mau menyatakan diriNya. Doa saja nggak terkenal bagi kita. Baptislah. Karena mereka ini akan pulang. Mereka sudah akan bisa diusir dan ada yang tidak diaku anak, ada yang diusir. Tidak diaku keluarga. Ada yang diusir dari negara. Kebanyakan dari Mesir. Orang-orang pandai. Dokter-dokter ini muslim terima Yesus. Mereka dibaptis. 

Satu-satu dibaptis karena untuk kenang-kenangan. Setiap orang yang dibaptis itu difoto seperti disini. Waktu masuk didalam air difoto, keluar dari air difoto lagi. Setelah mereka dibaptis, terakhir ada satu wanita orang kulit hitam juga masuk dibaptis. Karena disana itu baptisan biasa. Bisa tiap minggu. Dibaptislah wanita ini. Sudah selesai difoto juga orang Afrika ini. Orang-orang dari Mesir difoto juga. Sudah selesai. Minggu depannya mereka harus pulang. Mereka minta didoakan. Tetapi kelihatan mereka itu antusias seperti ingin kasih lihat apa-apa sama ini teman saya ini gembalanya. 

Dia bilang : pastor gembala, lihat ini kenang-kenangan foto saya. Pendeta itu lihat : wah, ini kamu lagi dibaptis. Ini bagus puji Tuhan. Nah, tapi bapa musti lihat foto yang ini. Ada apa? Coba lihat ini foto. Apa kamu semua sudah .. fotonya  dibaptis? Sudah sudah .. ini foto kami semua. Tapi ini siapa? Waktu dia lihat itu foto dia lihat badannya lagi baptis orang. Air muncrat kelihatan di foto itu tapi yang dia baptis nggak kelihatan. Ternyata itu perempuan negro yang masuk minta dibaptis. Siapa dia? Malaikat. 

Foto itu mereka bawa ke Afrika, mereka pulang. Dan di Afrika, mereka bangun 9 gereja, modalnya pakai foto itu. Ini lihat mujijat. Saya punya .. saya merinding ini ngomong. Ini lihat. Saudara, kalau saudara punya kehausan kepada Tuhan, tunduknya saudara kepada Tuhan, tidak merindukan Yesus, ada apa-apa yang salah pada kita. Kalau kita kebaktian tidak ada kerinduan untuk menjamah Yesus, untuk memandang wajah Yesus, tidak ada kerinduan untuk dipuaskan oleh Yesus sendiri, ada apa-apa yang salah dihati kita. Kalau kita hanya bergereja, hanya masuk gereja, tepuk-tepuk tangan, dengar Firman Allah, pulang, dan kita sudah anggap itu kristen. 

Kristen itu saudara ketemu dengan Yesus, ketemu di dalam doa, ketemu, bertemu dengan Dia. Maka dikatakan didalam ayat itu : Karena itu tunduklah kepada Allah dan lawanlah si iblis maka ia akan lari dari padamu. Tetapi ayat ke 8 berkata : Mendekatlah kepada Allah dan Ia akan mendekat kepadamu. Kenapa Tuhan tidak dekat sama kita? Karena kita nggak mau dekat sama Dia. Disuruh doa, nggak mau. Disuruh ikut doa, malah mau mengundurkan diri. Bagaimana? Jadi saudara merasa lebih hebat dari Tuhan. Disuruh maju, malah mau mundur. Tingkatkan rohani.

Kalau sudah lihat kejahatan sekarang, orang ngebom, ngebunuh. Sekarang yang dibom bukan hanya orang kristen, orang islam sendiri dibom sekarang. Karena makan di Kentucky Fried Chicken, karena makan di McDonald, itu sudah dianggap kafir. Dibom. Dalam keadaan sekarang ini, kita masih santai-santai saja ikut Tuhan? Aduh, .. mendekat kepada Allah, supaya Allah juga mendekatkan diriNya kepada kita. Dia kasih lihat wajahNya, Dia kasih lihat hadiratNya. 

Jadi katanya Lukas tadi, setelah kita dibebaskan, kita boleh melayani Dia tanpa rasa takut. Kenapa? Udah ketemu Tuhan mana bisa kita takut. Amin? Kalau saudara ketemu dengan Yesus, tidak ada rasa takut. Petrus juga jalan diatas air, tidak ada rasa takut. Itu takut yang menenggelamkan Petrus. Itu takut yang menenggelamkan kita dari laut percobaan. Saudara kira kalau saudara berdoa semalam suntuk, berdoa bedstone itu saya yang senang? Bukan! Tuhan yang senang. Dan karena Dia senang, wah ini anakKu mendekatkan diri kepadaKu, Aku mendekatkan diri kepadamu. 

Saudara musti lihat foto saya sama cucu saya. Aduh itu anak, beubeulieun pisan, bisa ambil hatinya. Ayo naik sama opa. Saya ngorondang, dia naik. Saya nih suka korek-korek kuping, dia minta korek kuping, diem. Apa nggak begitu kira-kira hati Tuhan? Coba saudara sama cucu saudara. Kalau udah sayang, biar dia jungkir balik, kotor, bau hanyir, tetep we saudara sayang, da cinta. Ayo sini sama papa, wah, ... dia lari. Sini sama opa, dia lari. Saudara juga akan mendekatkan diri sama dia. Demikian juga dengan Tuhan. Maka itu saudara sekarang dalam kebaktian rabu, datang di kebaktian, saudara mendekatkan diri kepada Tuhan. Maka ada jaminan, pasti Dia tuh mendekatkan diri kepada saudara. Nah, kalau sudah ketemu ini, saudara mau minta apa, ngomong sama Tuhan. Jangan ngomong sama saya. Ko Yoyo, minta bantuan doa, ieu anu, anu, anu. Nggak ada gunanya. 

Kalau saudara sudah ketemu Tuhan, ngobrol sama Tuhan, minta sama Dia. Mau robah suami, mau robah istri, mau robah anak, mau robah perusahaan, mau robah apa, minta pertolongan, kekuatan, berkat berkelimpahan, Dia pasti kasih. Karena saudara datang melayani Dia. Kan nyanyi kita Datanglah kehadirat dengan hati. Itu kita cuma nyanyinya harus bersukacitanya kita, lupa kata-katanya. Datanglah, kita datang, kita mendekatkan diri kepada Tuhan. Yang datang hari minggu, yang datang hari rabu, semua disayang sama Tuhan. Tapi saudara lain. Ini ada harga lebih berat yang kebaktian hari rabu, ada puasanya, ada doanya, ada PA nya. Tapi saudara datang. Kesibukan ditoko, saudara tinggalkan. Semua yang ditoko saudara tinggalkan. Saudara datang di rumah Tuhan. Masa sih Tuhan nggak hargai? Masa sih Tuhan nggak peunteun, nggak nilai .. kasih plus, tambah. Pasti Dia berikan itu kepada kita. 

Kembali kepada Lukas, saudara-saudara. Ayatnya yang ke 75 : dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. 

Dalam kekudusan dan kebenaranNya di hadapan - dihadapanNya - seumur hidup kita. Ternyata beribadah kepada Tuhan itu ada syaratnya - kudus dan benar. Sekarang ada dua penilaian. Satu, penilaian Tuhan. Satu lagi penilaian dari manusia. Saya mungkin dinilai orang, umumnya, sukses. Contoh, saya dinilai orang pada umumnya, oh, Ko Yoyo sukses. Mungkin ukuran suksenya materi. Ukuran suksesnya penggembalaan. Ukuran suksesnya ke luar negeri. Ukuran suksesnya mungkin punya rumah, punya mobil, macam-macam. Tapi apa saya dinilai sukses oleh Tuhan? Ini lain. Saya dinilai oleh orang lain gagal. Saya dinilai oleh orang lain jatuh. Belum tentu dalam penilaian Tuhan. 

Mari kita lihat satu ayat dalam Kitab Kejadian. Dalam Kitab Kejadian pasalnya yang ke 6:5                                 6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, 
6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. 
6:7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." 
6:8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. 

Jadi ini sekarang penilaian Tuhan kepada manusia itu semuanya kacau, ya. Manusia ini semuanya dalam penilaian Tuhan itu salah. Bikin hati sakit sama Tuhan. Tetapi Nuh, apa Nuh bukan manusia? Manusia. Kan ayat sebelumnya Tuhan menyesal bikin manusia. Apa Nuh bukan manusia? Manusia. Sekarang saya tanya, apa Nuh nggak ada salah? Ada salah. Siapa bilang nggak ada salah? Ada salah. Tetapi penilaian Tuhan itu, Nuh menyenangkan hati Tuhan. 

Supaya kita belajar, saudara-saudara, menyenangkan hati Tuhan. Ayat ke 2, kita lihat, saudara-saudaraku, ayat ke 2. Kisah Rasul 13. Dalam Kisah Para Rasul pasalnya yang ke 13, kita baca ayat 22 :  Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Apa Daud tidak ada salah? Ada salah. Dia membunuh banyak orang sebagai jenderal. Apa dia tidak ada salah? Ada dosa, dia berzinah dengan istri Uria. Tetapi Daud, .. Aku sudah menemukan Daud, yang sesuai dengan hati Tuhan. Mau apa? 

Roma 9, ayat 12 dan 13 sampai 14.                                                                                                                             9:12 dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda," 
9:13 seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau." 
9:14. Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil! 

Saya mau catat dulu untuk saudara. Yakub ini yang nipu Esau. Yakub ini nipu bapanya. Yakub nipu Esau, Yakub nipu bapanya. Yakub lari kesana kemari karena takut oleh Esau. Tapi ayat ini bilang : Aku, Tuhan, mengasihi Yakub. Disini Yakub sudah bersalah. Tetapi Yakub, .. Aku sayang kepada Yakub. 

Contoh yang ke empat saudara bisa bingung. Rasul Paulus. Dia pembunuh, saudara. Ada orang kristen, bunuh. Ada orang kristen, bunuh. Ada Stefanus, bunuh, rajam. Dan dia waktu Stefanus dirajam, dia jaga baju-baju yang merajam dengan hati dingin, dengan mata dingin, dengan darah dingin. Dia nonton Stefanus mati. Ini Paulus. Dijadikan Rasul sama Tuhan. Contoh ini : satu, dua, tiga, empat. 

Saya mau ajak saudara sama-sama lihat Roma 9:25.                                                                                                9:25. seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih." 
9:26 Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup." 

Siapa yang disebut umat Tuhan? Israel. Diluar Israel, bukan umat Tuhan. Tapi Nabi Hosea bilang, Tuhan pernah ngomong, yang bukan umatKu, saudara dan saya kan bukan umatnya Tuhan? Orang berdosa, orang kafir kita. Eh, .. kalau sudah dipilih sama Tuhan, kita dijadikan umat. Amin? Orang lain bilang kita kafir, nggak apa-apa. Tuhan bilang kita umat. Dikatakan disana : dulu kamu bukan kekasih, sekarang kekasih Tuhan. Kamu bukan anak-anak, sekarang anak-anak Tuhan. 

Apa maksud saya cerita ini? Masa kita udah sama dengan Nuh, dengan Daud, dengan Yakub, dengan Paulus, yang bukan umat, dijadikan umat, masa kita nggak mau mendekat sama Tuhan? Sumber pengampunan kita. Tadi kita sudah nyanyi  Ku bersyukur kepadaMu .. Sumber pengharapanku. Dia sumber. Binatang tahu, saudara, kalau musim kemarau dia cari sumber, karena dia tahu di sumber tidak akan kering, tidak akan kurang air. Masa kita udah diampuni sama Tuhan, dijadikan umat dari bukan umat, kita nggak mau deket sama sumber? 

Saya harap mulai hari ini, setiap kebaktian, saudara sembahyang di rumah ya sebelum kebaktian : Tuhan, aku rindu di kebaktian, aku ketemu Engkau. Aku ingin di gereja sementara saya menyanyi, aku melayani Engkau. Sementara saya dengar Firman Allah, sementara saya berdoa, saya ingin ketemu Engkau Tuhan. Saya ingin dijamah oleh Engkau, Tuhan. Sama seperti perempuan meleleh darah : asal aku jamah jubahNya saja, nggak usah Yesusnya, jubahNya saja, aku yakin aku akan sembuh. 

Kalau saudara-saudara datang sama Tuhan, dengan haus seperti itu, aduh, .. dengan kangen, dengan aduh, .. Tuhan, saya ingin perlu Engkau. Aduh, mujijat itu akan terjadi. 

Masih di gereja yang sama yang saya cerita tadi. Ada istri walikota Washington. Walikota Washington terkenal di Amerika, dia mempunyai tempat-tempat pelacuran; dia yang membiayai. Jadi uang pelacuran-pelacuran itu datang sama dia. Ini jadi omongan seluruh Amerika. Istrinya, dia punya hip (pinggul, peny.) ini, nggak tahu bagaimana seperti tiba-tiba nggak bisa jalan. Jadi dia jalan pake tongkat, tongkat yang pakai besi itu. 

Dia jalan .. jalan masuk gereja. Jalan masuk gereja, belum kebaktian, orang lagi berdoa, jalan, ini istri. Waktu dia jalan, begini, reeppp .. sembuh. Apa Tuhan di Amerika beda sama Tuhan di Cianjur? Cuma kerinduan kita yang nggak sama. Kita mah bikin Tuhan nomor dua, nomor tujuh, nomor berapa belas. Coba bikin nomor satu. Coba Tuhan bikin yang utama. Jangan gosip diutamakan, jangan kecurigaan diutamakan, jangan fitnah diutamakan, jangan kesibukan, jangan uang diutamakan, jangan bisnis diutamakan. Coba Tuhan. 

Carilah dahulu Kerajaan Allah beserta kebenaranNya, maka segalanya akan ditambahkan kepadamu. Siapa mau didoakan, silakan maju kedepan.


--<><--

 ________________________________________________________________________

(kembali ke halaman utama)

Situs ini bersifat informasi umum, khususnya bagi saudara-saudara seiman,

berisi tentang sejarah singkat Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur,

Yayasan Kabar Baik, Sekola Umum, Jadwal Ibadah serta Berita Aktual.

Perubahan terakhir situs ini tanggal : 15 Desember 2002

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1