Khotbah Rabu Maret - April 2002 ~ Pdt JE AwondatuGereja Pentakosta di Indonesia - CianjurJl. K.H. Hasyim Asyari no. 75 Cianjur 43214 - Indonesia. Telp. (62-263) 261161 |
Rabu, 10 April 2002
Selamat sore, selamat bertemu berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan meneruskan studi kita dari Injil Lukas yang kita sudah tinggalkan sekitar 2x hari Rabu tetapi pada sore hari ini saya ingin bertanya sudah sampai ayat berapa kita sudah belajar?
Kita akan membaca dari ayat 18 pada sore hari ini.
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."
1:21 Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
1:22 Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
1:23 Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.
1:24 Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:
1:25 "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."
Saudara saya yakin saudara masih ingat bagaimana kejadian-kejadian sebelum ayat ini terjadi. Ya, bagaimana Zakharia sedang ada didalam Bait Allah melayani Tuhan. Kita mulai dengan ayat 18. Kita perhatikan Alkitab kita masing-masing.
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
Sore hari ini saya ingin berbicara mengenai 'pandangan'. Seringkali kita sebagai anak Tuhan, bahkan hamba Tuhan sekalipun - kita suka salah memandang. Salah melihat, salah menilai. Ini tidak ada hubungan dengan keselamatan; kita sudah selamat. Kita percaya kepada Yesus, kita selamat. Tetapi kalau kita salah menilai, salah memandang ... saya kasih contoh saja. 10 tahun yang lalu, saudara keadaannya sama sekarang - sama, nggak ada perubahan. Itu karena saudara sudah salah memandang kepada Tuhan.
Mari kita lihat pandangan dari Zakharia ini. Zakharia ini didatangi oleh malaikat dan malaikatnya bukan malaikat kecil saudaraku. Yang datang kepada Zakharia adalah malaikat Gabriel. Jadi Gabriel ini datang ... saya tulis disini GABRIE EL. Kalau saya tulisnya agak dipisahkan GABRI EL - Utusan Allah - EL Elohim. Dia datang dengan satu berita yang sebetulnya sudah ditunggu lama oleh Zakharia. Bahwa Elizabeth itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, beri nama Yohanes. Sampai namapun disiapkan sebelum anak itu ada - itu hebatnya Tuhan!
Nah, kalau Zakharia ini saudara-saudaraku langsung memandang kepada Tuhan, kepada Gabriel, kepada janji-janjinya ini, dia tidak akan bertanya ini, tidak akan ada ayat 18 dia bertanya. Tapi disinilah saudara, dia tidak memandang kepada apa yang dikatakan oleh Gabriel tapi dia memandang kepada dirinya sendiri.
Bagaimanakah hal ini bisa jadi? Kita lihat lagi ayat 18. Bagaimanakah aku tahu bahwa ini akan terjadi sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya.
Ketika ia melihat diri sendiri maka saudara dia melihat satu - bahwa dia sudah tua. Yang kedua dia sudah lihat istrinya mandul. Jadi istri sudah lanjut umur. Dengan lain perkataan, dia tidak percaya apa yang dikatakan oleh Gabriel ini akan terjadi. Saudara datang di gereja dengar khotbah, dengar Firman Tuhan, iman dikuatkan, dengar nyanyian, dengar pujian, dengar kesaksian, lihat vcd, bangkit iman. Tetapi ketika Tuhan datang dalam keluarga saudara, Dia datang dengan FirmanNya : Jangan takut dengan problemmu, anak akan diberi kepadamu. Nah, bagaimana ini bisa jadi? Aku sudah tua. Inilah kekeliruan dari Zakharia dan seringkali menjadi kekeliruan dari kita. Kita nggak bisa maju kalau kita lihat diri kita sendiri. Saudara tidak akan pernah berbuat sesuatu yang besar kalau saudara lihat diri sendiri. Saudara tidak akan mengerjakan satu hal yang berprestasi dihadapan Tuhan kalau saudara lihat diri sendiri. Terus saudara lihat kekurangan diri, saudara lihat kelemahan diri saudara, saudara lihat penyakit kita, saudara lihat problem dalam kita, saudara lihat ... Saudara tidak akan melihat mujijat karena yang saudara lihat bukan Tuhan. Yang saudara lihat diri sendiri!
Maksud saya kekurangan, kelemahan, ah saya mah nggak bisa, saya ini terbatas. Keterbatasan kita yang kita lihat, yang kita perhatikan. Kita tidak melihat ketidak-terbatasan dari Tuhan.
Nah, biar saya ngomong khotbah, kasih pelajaran Alkitab biar indah didengar saudaraku, ayatnya luar biasa saudara ... nggak ada gunanya kalau kita punya pandangan selalu lihat diri sendiri, yang banyak kekurangan banyak salah.
Kita lihat contoh yang pertama dari Nabi Musa. Kita akan lihat nanti perbandingannya seperti apa. Keluaran 3. Ini Musa diutus Tuhan. Tuhan sudah berbicara kepada Musa dari ayat 1 sampai ayat 10 Tuhan berkata Aku akan menyuruh engkau dsb ... Nah, lihat jawaban Musa. Ayat 11.
3:11. Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"
- Lihat, Musa lihat siapa saudara? Diri sendiri! -
3:12 Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini."
3:13 Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?"
3:14 Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."
3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.
4:1. Lalu sahut Musa: "Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?"
4:10. Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah."
4:11 Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: "Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?
4:12 Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan."
4:13 Tetapi Musa berkata: "Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus."
4:14 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa.
Saudara mungkin tidak pernah dengar khotbah seperti ini. Tuhan marah waktu kita lihat terus diri sendiri. Waktu kita lihat kondisi diri sendiri, keadaan ketidak-mampuan, keterbatasan kita terus. Padahal Tuhan ngomong : Aku mau pakai engkau. Terus kita ngomong : Ah, saya nggak bisa, saya nggak mampu, saya begini ...
Akulah Tabibmu ... ah, saya sakit. Akulah Penolongmu ... ah, perusahaan saya tak bisa tertolong lagi. Melihat terus keadaan kita. Murkalah Tuhan.
Jadi ini yang pertama. Kalau Tuhan mau memakai saudara, mau memberkati saudara ... ini ada hubungan dengan khotbah hari minggu sore nanti, ... kalau Tuhan mau memberkati, memakai, menolong saudara, menyembuhkan saudara - ini pesan saya pertama : Jangan tidak percaya!
Kalau kita lihat diri kita sendiri... Daud berkata dalam doanya : Ya, Tuhan kalau kesalahanku ada dihadapanMu siapa yang bisa berdiri. Memang siapa yang bisa tahan. Siapa sih manusia yang suci. Rasul mana, nabi mana yang suci dihadapan Tuhan - kan nggak ada. Jadi kalau kita terus-terus lihat diri kita sendiri bagaimana Tuhan mau pakai. Tuhan bilang dosamu sudah diampuni. Aduh, Tuhan dosa saya banyak hatiku noda. Sudah diampuni. Aduh, Tuhan bagaimana ya saya najis hidup saya. Bagaimana Maria Magdalena bisa dipakai Tuhan, kalau ia selalu ingat aduh saya ini punya 7 setan. Saya ini dirasuk setan 7 loh dulu saya. Ah, saya nggak akan bisa dipakai Tuhan. Bagaimana Tuhan bisa pakai. Bagaimana perempuan Samaria akan dipakai Tuhan kalau dia selalu ingat-ingat aduh suami saya ada 6. Suami saya 5 dan sekarang masih kumpul kebo, bagaimana? Kalau terus-terus lihat diri sendiri kegagalan itu. Maka bangkit saudara, ya, bangkit supaya kita tidak hanya melihat diri sendiri. Nah, dalam Ibrani 12 kita dapat penghiburan dari rasul Paulus, saudara-saudara.
12:1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan,
Waktu dulu saya baca ayat 1, saya bilang bagaimana Tuhan, dosa apalagi yang saya musti hati-hati kalau sudah berlomba. Kan ini sudah berlomba, saudara. Ayat 1. 12:1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Berlomba. Bukan jemaat biasa - jemaat pemenang. Saya mau katakan jemaat finalis dalam satu pertandingan. Ikut berlomba. Masa masih ada dosa Tuhan, dosa apalagi yang merintangi? Nah, disini. Ternyata dosa yang seringkali merintangi kita : Mata kita tidak memandang Yesus! Mata kita lihat penonton. Oh, banyak orang nonton, aduh takut. Mata kita lihat kekurangan kita sendiri. Oh takut. Mata kita lihat sikon. Maaf, saudara, seringkali kita lebih percaya omongan dokter daripada omongan Tuhan.
Satu tahun yang lalu waktu jantung saya diperiksa, dokter bilang bapak musti begini, musti hati-hati, bapa musti begini, jadi musti begini harus begini ... Saya bilang aduh Tuhan masa sih saya musti diatur-atur sama dokter sampai dia bilang harus begini musti begini ... sampai rasanya kita ini lebih nurut dokter daripada Tuhan. Setelah satu tahun kemudian, dokter sendiri berkata kondisi bapak sekarang lebih baik dari tahun yang lalu.
Itu nggak mungkin saudara nggak mungkin saya sudah 54. Jantung lebih baik itu nggak mungkin menurut ilmu kedokteran nggak mungkin. Kalau stabil bisa tapi kan berkurang terus menurun terus. Tapi tenyata mereka akui 2 dokter periksa saya. Pak, saya masih ingat tahun yamg lalu kita cek. Ini ada garis-garis sekarang hilang pak. Bapak ngapain saja? Saya bilang nggak ngapain biasa saja. Hanya mata saya memandang Tuhan - itu saja.
Contoh. Saudara lihat anak saudara. Ada problem dengan anak saudara. Jangan mata saudara lihat problem, jangan dong. Lihat Tuhan. Kalau mata saudara lihat Tuhan, nggak ada yang mustahil untuk menolong. Saudara lihat yang kedua lihat perusahaan. Bank sudah nggak mau kasih pinjam uang. Menurut pikiran manusia nggak mungkin kita bisa jalan toko kalau kita nggak pinjam uang sama bank. Nggak mungkin. Siapa bilang nggak mungkin? Kalau Tuhan mau memberkati kita? Kita dulu sekolah dibayarin orang tua. Nggak bisa cari uang sekarang kita bisa cari uang sendiri. Bukankah itu berkat Tuhan. Siapa bilang nggak mungkin? Kecuali saudara nggak mau maju saudara. Saudara mau puas dengan apa yang ada. Itu saya tidak mau bicara. Puas dengan apa yang ada. Tapi kalau saudara mau maju di dalam Tuhan, mau maju didalam bisnis, mau maju didalam kesehatan, mau maju didalam kerohanian - musti memandang Tuhan.
Satu minggu ini ada 2 hamba Tuhan meninggal. Satu Pdt Jeremia Batubara. Dia lebih muda dari saya. Tinggi lebih pendek dari saya 2 cm. Saya 173, dia 171. Tapi saya punya berat badan 82 dia punya berat badan 105. Meninggal, habis jalan pagi. Siapa bilang jalan pagi bikin sehat. Habis jalan pagi. Hanya memikirkan anaknya kawin bagaimana? Besan minta supaya beban pernikahan dibagi dua. Dia tidak ada uang jadi pikirannya kesitu.
Tadi malam Pdt Yan Londah GPdI Blora meninggal. Dua saja hamba Tuhan yang saya bilang meninggal, semua orang terus meureureus, semua orang terus ciut. Duh mereka meninggal ya. Kita nggak lihat ribuan pendeta yang masih hidup. Ini salah satu contoh. Mata kita melihat dua orang hamba Tuhan yang meninggal. Ih, dia masih muda ya, kok meninggal. Tadi kakaknya Pdt Daniel Oey Kusnadi, encinya, telepon saya minta supaya saya datang mendoakan karena dia dimimbar dia baca ayat itu lagi, itu lagi. Stroke otak. Mau jatuh, ditangkap sama jemaat. Ini dia ngomong sama saya begini : Brur, batok kepalanya belum dipasang sampai sekarang. Operasi sudah 2 kali. Masih dalam keadaan koma. Di RS. Cuma hati saya bilang begini : Loh, kalau kita lihat begitu terus kita takut. Kalau kita lihat sakit. Kita lihat penyakit kita lihat ...
Sekarang saudara tidak akan berani naik pesawat terbang kalau saudara cuma lihatnya tuh ada pesawat jatuh. Saudara nggak akan berani ke Bandung kalau yang saudara liat kemarin aya tabrakan didinya. Saudara nggak akan beli mobil Colt karena saudara tahu Colt itu nggak ada hidungnya. Alah, tong meuli Colt engke lamun tabrakan pengek. Saudara nggak akan melangkah kepada bisnis kalau saudara lihat orang yang bisnis itu banyak yang ambruk. Saudara tidak akan berani maju kalau mata saudara lihat yang negatif terus. Coba lihat Tuhan. Bukankan Dia yang bikin jantung, Dia yang bikin mata kita, Dia yang bikin telinga kita, Dia yang bikin sehat kita, Dia yang bikin darah ini, Dia yang bikin hidup kita, Dia yang bikin anak-anak kita sehat, Dia yang bikin anak cucu kita diberkati?
Masa hanya kejadian hujan sehari saja itu kemarau yang satu tahun saudara lupakan. Masa hanya karena problem sedikit saja berkat Tuhan yang besar saudara lupa. Ya, pandanglah Tuhan. Lihat Yesus yang besar itu. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus yang memimpin kita. Jadi karena memimpin, Dia didepan. Jadi mata kita musti tertuju kepada Dia yang membimbing. Mata kita lihat terus sama Dia. Jadi nggak boleh lihat penonton. Haleluyah. Disinilah saya bilang pandangan tadi.
Nah, tadi saya janji, bahwa musuh ini ada
antiklimaksnya, ada kebalikannya. Musa ini lihat diri sendiri tapi kita lihat
Ayub. Ayub ini kebalikan dari Musa. Ayub 19 disana saudara akan lihat bagaimana
Ayub berkata dengan luar biasa padahal dia lagi sakit.
19:23. Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab,
19:24 terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya!
19:25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.
19:26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah,
19:27 yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.
Dua kali kata melihat, satu kali kata menyaksikan. Padahal dia bilang dia lagi sakit dia lagi hancur dagingnya lagi bisul dihantam oleh si Iblis. Dia tidak tahu bahwa Tuhan sedang berperang dengan Iblis. Bertaruh kalau kasarnya tentang Ayub, dia tidak tahu. Tetapi mata dia walaupun sakit, istri meninggalkan dia - matanya hanya memandang Allah saja. Dan saudara jangan takut. Kita tidak akan jadi seperti Ayub. Tuhan hanya bikin satu Ayub. Tapi yang kita bisa belajar Ayub ditengah percobaan itu, kok dia tetap lihat Tuhan. Dia nggak lihat istrinya yang meninggalkan dia.
Dulu saya kenal satu bapak masih muda umur 28-29 sudah lumpuh karena tabrakan. Di tempat tidur. Jadi dari pinggang kebawah lumpuh karena tabrakan. Bayangkan dia punya pabrik keramik. Anak muda ini, kayanya luar biasa. Saya ketemu dia tiga kali. Yang pertama saya doakan dirumahnya. Yang kedua dikebaktian saya. Yang ketiga saya lihat dia di rumah makan dorong kursi roda sendiri. Istrinya cantik karena waktu saya mendoakan dia istrinya masih ada, cantik. Dengan air mata berlinang-linang memapah suaminya yang lumpuh ini masih muda 28. Uang milyar-milyar. Yang kedua kali dia ada dikebaktian saya tapi istri dengan baik-baik minta cerai. Bilang : Gimana saya ya hidup begini. Suaminya tahu. Ya, sudah suaminya sayang sama istrinya. Ya, sudah kamu tidak bisa mengharapkan saya karena saya lumpuh saya tidak bisa melakukan tugas sebagai manusia yang normal. Tinggalkan saya saja kamu cari suami baik-baik. Dia kasih pesangon uang yang cukup besar. Dan dia pergi.
Tapi mari saudara lihat istri seperti ini. Yang dia lihat cuma dirinya sendiri. Dia tidak lihat suaminya menderita. Dia tidak lihat perasaan suaminya ditinggalkan dia. Pokoknya lihat saya, bagaimana saya. Saya nggak bisa ikut koko terus begini. Itulah manusia.
Jangan sampai kita menjadi anak Tuhan yang didalam kesulitan, kita meninggalkan Tuhan. Sama seperti istri Ayub. Tapi Ayub bilang : Walaupun dagingku rusak aku akan melihat Dia. Setelah hancur tubuhku, mataku sendiri akan melihat Dia dan menyaksikanNya. Berbeda dengan Musa. Musa lihat diri sendiri saya lemah suruh aja orang lain. Toh, masih dipakai Tuhan. Akhirnya dia sadar. Tapi Ayub, dia memandang kepada Tuhan.
Nah, saudara yang sudah melihat itu CD orang mati bangkit, saya yakin saudara sedikit bertambah iman saudara. Saudara yang belum dapat, sudah dibuat lagi bisa beli saudara orang mati bangkit. Jadi problem apa yang lebih besar dari kematian? Kan nggak ada. Mati itu sudah finish, sudah. Utang semua nggak ada yang bisa menang sama mati. Mati udah percobaan yang paling gede. Biar problem besar tapi kalau kita masih hidup masih bisa berusaha, ya masih puji Tuhan. Ini mah sudah mati. Udah diapa itu kalau mau diawetkan ... di formalin ... sudah 3 hari mati, pendeta lagi, hancur badannya, kecelakaan ditabrak. Tapi istrinya itu luar biasa. Dia lihat Tuhan, Dia baca satu ayat, kok ada ayat ini : Orang yang dengan iman mendapatkan orangnya yang sudah mati balik. Dia bawa pada KKR nya Reinhard Bonke. Didoakan - hidup.
Jadi kalau Tuhan bisa atasi orang mati jadi hidup apalah artinya itu percobaan yang kecil-kecil, apalah artinya cuma ceuleunat-ceuleuenut disana-sini.
Ada satu hamba Tuhan ... Saya suka cerita ini di Sekolah Alkitab berulang-ulang supaya murid saya juga mengerti. Ini hamba Tuhan dia berdoa. Sementara dia berdoa, Tuhan kasih penglihatan, dia di Surga. Ketika dia di Surga, dia jalan dia lihat satu bangunan besar. Ini apa Tuhan? Dia bilang ini gudang. Gudang apa Tuhan? Gudang onderdil spare-parts. Spare-parts apa? Dikira mobil. Spare-part tubuh manusia. Kaget. Apa itu isinya? Semua - dari kulit, daging, mata, telinga, kuping, hidung, bibir - ada semua. Loh, untuk siapa tuhan? Untuk anak-anakKu didunia, umatKu di dunia. Loh, kenapa ini? Siapa yang pesan? Ya, sampai sekarang tidak ada yang pesan. Padahal ini buat mereka.
Hilang penglihatan. Sadar dia. Sejak saat itu dia berani didalam Tuhan. Sakit pinggang sedikit ... Tuhan, ganti dong pinggang saya. Pakai onderdil yang baru. Hilang sakit pinggangnya. Duh Tuhan ini ada ceuleunat-ceuleunut disini ganti dong sama yang baru, mungkin ada urat yang sudah lemah Tuhan beresin. Tuhan nggak akan kirim malaikat bawa obeng, nggak saudara. Langsung Tuhan rubah. Saudara percaya nggak? Cuma saya nggak mau rubah ini rambut putih jadi hitam, nggak mau. Karena ada ayatnya : Rambut putih adalah mahkota. Saya nggak mau saudara-saudaraku sudah jadi mahkota saya ganti lagi jadi meurang. Nggak mau.
Saya cerita ini kepada saudara, supaya saudara belajar dari cerita Zakharia. Tuhan sampai melalui Gabriel bilang karena kamu tidak percaya ... Nah, ini yang baiknya dari Tuhan, saudara. Makanya Tuhan itu baik. Janjinya dari Tuhan melalui Gabriel kepada Zakharia itu tidak batal. Tidak batal, terus terjadi. Yohanes Pembaptis dikirim diberikan tetapi Zakharia jadi bisu. Tidak bisa bicara. Nah, saya belajar apa ya Tuhan maksudnya bisu. Tuhan bikin keledai yang nggak bisa ngomong bisa ngomong bahasa Ibrani. Kenapa Tuhan, nabi itu pekerjaan Zakharia, ini imam kok, dibikin bisu?
Boleh saya ngomong begini. Tuhan tidak mau dengar kita umatnya ngomong yang tidak percaya. Daripada kamu ngomong tidak percaya terus, aku bikin bisu. Sampai Yohanes keluar nanti lahir kamu tidak akan bisa bicara - bisu. Janji Tuhan tetap diberi tapi karena anda tidak percaya engkau bisu.
Berapa banyak anak Tuhan yang bisu? Dibikin bisu sama Tuhan karena tidak percaya. Kegereja mah kegereja ongkoh, kebaktian mah kebaktian, tapi nggak percaya bahwa Tuhan itu hebat, bahwa Tuhan itu sanggup, bahwa Tuhan itu bisa, bahwa Tuhan itu mampu, bahwa Tuhan itu setia, bahwa Tuhan itu heran, bahwa Tuhan itu luar biasa - dia nggak percaya. Kenapa? Waktu kita pulang dari gereja yang kita lihat persoalan kita lagi, yang kita lihat diri kita sendiri, yang kita lihat kegagalan kita lagi, yang kita lihat problem lagi, yang kita lihat soal kita lagi. Bukan Tuhan. Maka pada malam hari ini, sebelum saudara buka puasa, mari kita memandang Tuhan. Jangan lihat ada problem, lihat diri kita sendiri. Ada Tuhan, ya. Kita berdiri bersama-sama kita masuk dalam doa.
Rabu, 17 April 2002
Sudah sampai pasal berapa? Ayat berapa maksud saya. Ya, kita baca ayat 19. Lukas 1:19,
1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."
Sampai disitu dulu. Rabu yang lalu kita sudah belajar, bagaimana janji Tuhan dan ketidakpercayaan, keraguan dari Zakharia. Pada sore hari ini kita akan melihat apa dan bagaimana mengenai Gabriel ini. Di dalam Alkitab sebetulnya dikenal tiga malaikat yang besar. Yang pertama adalah Gabriel. Kita semua tahu Gabriel, ya. Saya belum bisa memberikan nama ini untuk anak yang diserahkan kepada Tuhan. Kalau di luar negeri sudah. Gabriel Batistuta itu sudah memakai nama Gabriel, yah, nama malaikat. Yang kedua ini Mikhael dan yang ketiga adalah Lucifer.
Gabriel ini dikhususkan oleh Tuhan untuk menjadi pembawa berita. Diutus selalu menyampaikan berita, pembawa berita. Ini malaikat yang khusus, yah, membawa berita. Sedangkan Mikhael ini adalah penghulu laskar atau sekarang kita pakai panglima tentara surga. Panglima tentara surga. Nah, Lucifer ini adalah pemimpin paduan suara di surga. Kita mau belajar dari ketiga malaikat utama ini. Gabriel adalah pembawa berita. Coba kita baca dulu ayat 26,
1:26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
Jadi saudara-saudara lihat bahwa, Gabriel ini memang khusus, dikhususkan oleh Tuhan, menyampaikan membawa berita ini. Kalau saudara perhatikan ini dua malaikat pertama, itu ada kata El-nya ini. Itu El datang dari kata Elohim. Jadi nama dari Allah itu Elohim. Jadi dua malaikat ini ada pakai nama Allah. Yang satu, saya lupa artinya. Tapi yang kedua, Mikhael itu artinya siapa yang seperti Tuhan, begitu maksudnya. Nah yang kedua, saudara-saudara, Mikhael ini adalah panglima tentara malaikat, panglima bala tentara surga. Saya akan beri dua ayat untuk melihat seperti apa Mikhael ini. Yang pertama dalam kitab Yudas, seharusnya Yehuda ini. Tetapi di tulis dalam bahasa Indonesia baru Yudas. Tentu bukan Yudas Iskariot. Yudas ini adalah salah satu adik Yesus dari Maria, dari Yusuf. Yudas pasal 1, sebelum Wahyu itu ada Yudas, surat Yudas. Yudas 1:9,
1:9 Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"
Jadi saudara lihat disini, Mikhael ini disebut penghulu malaikat. Kita buka
Wahyu pasalnya yang ke 12. Saya mau tanya dulu saudara-saudara, saya mau tanya
minta jawaban. Di surga ada perang lagi nggak? Tidak ada, yah. Tapi kita akan
lihat Wahyu 12:7, sama-sama kita baca dengan suara nyaring.
12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. -Kata saudara tadi di surga nggak ada perang lagi. Nah makanya kita serting kali dengar pendeta khotbah begitu. Di surga tidak ada perang lagi saudara. Masih ada perang ini. Berikutnya- Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
Puji Tuhan. Jadi kalau ada orang suka lihat malaikat, kita tidak tahu malaikat mana? Malaikat dari Mikhael atau malaikat dari naga? Kita sudah tahu sekarang, Mikhael adalah panglima tentara surga. Yang ketiga adalah Lucifer. Sayang dalam bahasa Indonesia, dia tidak ditulis sebagai Lucifer. Bahasa Inggris dengan jelas ditulis Lucifer. Tetapi disalin dalam bahasa Indonesia bintang kejora. Bintang Kejora. Kita tidak akan buka terlalu lama, yah. Tetapi kita akan cari tahu kerjaannya dia ini apa? Pemimpin paduan suara di surga. Karena Allah ini suka duduk di tahta puji-pujian. Maka tugas dari Lucifer adalah membuat puji-pujian penyembahan untuk Allah yang di surga. Dari ketiga malaikat ini, yang sangat berbahaya kita ikuti adalah Lucifer. Saya sudah ajar di sekolah alkitab. Kalau saya membawa, memberitakan Firman Tuhan, saya seperti Gabriel. Saya sedang menceritakan Firman Tuhan. Kalau saudara bersaksi didepan, cerita tentang Tuhan punya kebaikan, saudara seperti Gabriel.
Sekarang saudara sedang menghadapi ada orang sakit, saudara berdoa di dalam nama Yesus. Saudara ada problem, ada persoalan, ada masalah di dalam keluarga, di dalam usaha, dalam pergaulan ada masalah. Saudara berdoa dalam nama Yesus, tengking, saudara berbuat seperti Mikhael, seperti panglima. Nah ini yang bahaya ini, ini pemimpin pujian. Maka saya katakan kepada pemimpin pujian, hati-hati dibelakang mimbar. Karena sering kali kita lupa, bahwa kita hanya memimpin orang memuji, menyanyi untuk Dia, untuk Tuhan. Lucifer in lupa bahwa malaikat-malaikat yang dia pimpin nyanyi itu sedang menyanyi, menyembah, memuji untuk Tuhan. Di belakang dia Tuhan, dia pimpin pujian. Hosana, haleluyah. Ini kalau pimpin puji-pujian ini susah. Jangan sampai kita pemimpin pujian untuk dilihat orang. Menyanyi untuk dipuji. Makanya, memang berat saudara-saudara. Kadang-kadang saya ingin menaikan pujian kepada Tuhan dengan gitar, karena saya pikir Tuhan yang kasih bakat sama saya, gitar. Main gitar. Tuhan juga yang ijinkan saya bisa beli gitar. Tuhan ijinkan segala alat musik ini, saya nggak minta dari jemaat. Nggak minta ekstra kolekte. Saya beli oleh berkat Tuhan, beri kepada saya. Jadi saya ingin mempersembahkan nyanyian di kebaktian untuk Tuhan. Tapi saya jaga, jangan sampai ada jemaat pikir, saya hayang kapuji. Begitu. Maka saya harap, saudara yang menyanyi juga, paduan suara, solo, duet, trio, kuartet, hati-hati. Bahwa kita ini memuji Tuhan, jangan sampai. Saya sudah bilang sama murid saya di sekolah alkitab, mari kita beri tepuk tangan untuk Tuhan. Tetapi sebetulnya, anda yang minta supaya orang bertepuk tangan. Saya perhatikan penyanyi, menyanyi sumbang satu lagu. Setelah menyanyi selesai, beri kemuliaan untuk Tuhan. Sebetulnya untuk dia.
Nah ini yang harus kita hati-hati, karena bedanya satu rambut, Lucifer ini. Kenapa saudara-saudara, sekarang Lucifer diusir? Karena dia lima kali bilang, aku mau jadi seperti Tuhan. Lima kali. Ada dua ayat dalam Yehezkiel, dalam Yesaya, tidak usah kita buka. Aku mau naik menyamakan diriku dengan Tuhan. Aku mau seperti Tuhan. Aku mau. Padahal dia cuman memimpin. Ditugaskan memimpin. Jadi begini, kaya pengerja, staf sekolah alkitab, bertindak seolah-olah dia direktur sekolah alkitab, begitulah. Jemaat tapi bertindak, beraksi, berkarya seperti gembala sidang. Padahal dia dipilih hanya untuk membantu gembala sidang. Bukan dia gembalanya, umpamanya ini. Ada guru sekolah alkitab bertindak, mengatas namakan, dan memang saya kalau ada rapat-rapat di Medan, saya tidak pergi. Saya beri surat kepercayaan kepada satu guru, bapak pergi kesana. Atas nama saya bapak boleh rapat, bapak boleh bantah, bapak boleh ambil keputusan atas nama saya. Dan saya pilih orang yang matang. Ini kejadian Lucifer ini, mirip begitu. Dikasih hati, minta jantung. Dikasih leher, minta kepala. Ini harus hati-hati. Kenapa? Begitu Lucifer sudah jatuh tidak ada lagi yang pimpin puji-pujian yang di surga sampai sekarang. Maka ada ayat yang berbunyi, Aku, Allah, duduk di atas puji-pujian umatKu. Jadi kita tidak usah dipimpin lagi, diatur-atur. Mari kita mempunyai roh puji-pujian. Mari kita mempunyai roh penyembahan. Siapapun yang memimpin puji-pujian di sini, saudara menyanyi dengan sungguh-sungguh. Karena saudara menyanyi bukan untuk dia. Saudara menyanyi untuk Tuhan. Jadi baik yang memimpin mesti sadar, bahwa mereka menyanyi untuk Tuhan. Amin, saudara-saudara?
Ini yang harus hati-hati dari ketiga hal ini. Saya kasih contoh. Marta, dia memasak untuk Yesus tapi dia nggak tulus. Dia memasak untuk Yesus, kerja untuk Tuhan Yesus, tapi dia nggak tulus. Dia harapkan pujian dari Yesus. Ini roh Lucifer. Nggak tulus. Saya ini kok kerja untuk Tuhan, kok nggak diperhatikan? Nah minta perhatian. Ini roh Lucifer. Ingat anak yang sulung? Anaak yang bungsu pulang dengan telanjang, dengan compang-camping. Bapaknya bilang, ambil baju baru, ambil pakaian baru, cincin. Yang sulung bilang, saya tidak mau masuk rumah. Saya sudah kerja sekian tahun, papa tidak pernah perhatikan saya. Nggak pernah satu kambingpun, bapak kasih sama saya, untuk saya makan bersama teman-teman. Tetapi adik saya yang baru menghabiskan uang, harta bapak dengan perempuan sundal, padahal dia tidak pernah lihat. Compang-camping pulang sudah menghabiskan warisan bapak. Bapak sekarang bikinin pesta. Apa ini? Ini roh Lucifer. Ingin diperhatikan. Kenapa saya nggak diperhatikan? Kenapa bapak perhatikan si bungsu yang brengsek itu? Kenapa saya tidak diperhatikan? Nah ini hati-hati. Jadi pemimpin pujian, Lucifer, haleluyah. Tuhan dibelakangnya yang dipuji, dia sangka dia yang dipuji. Haleluyah. Jadi waktu si malaikat-malaikat menyembah kepada Tuhan, wah dia marah. Lalu dia balik, membelot. Maka kalau saudara tadi baca dalam Wahyu 12, naga itu punya malaikat. Lucifer itu punya malaikat, ada anak buahnya. Anak buahnya malaikat-malaikat yang jatuh itulah yang jadi iblis dan setan, yang tidak mau saudara menyanyi kepada Tuhan. Dia ingin saudara marah-marah, karena apa? Karena ini roh dia. Roh iblis tuh roh marah, roh dendam. Karena kenapa saya punya kedudukan diturunkan. Dia mau balas. Maka dia, iblis, mokwi, itu tidak mau lihat rumah tangga saudara bahagia. Nggak mau lihat usaha saudara diberkati. Digoyang. Nggak mau lihat saudara sehat. Iblis. Maka saudara, namanya saja tidak ada El. Er belakangnya. Bacanya Lucifer. Jaman sekarang di Jakarta, Jakarta fair, Bandung fair, deket kan? Lucifer. Naga. Er. Maka sekarang saudara sedang duduk, dengar Firman Allah. Saudara berdoa, didoakan, usir setan, sakit penyakit, Mikhael. Sampai disitu keterangan dari malaikat ini. Nah kita akan kembali kepada ayat 19,
1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah
-Aduh ini Gabriel, punya hati yang baaik sekali, melayani Allah. Aku hanya
melayani Allah- dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
Tuh saudara, Gabriel selalu membawa berita yang baik. Dia mah nggak mau bocor
mulut, membawa berita yang tidak baik. Dia selalu membawa berita yang
baik. Kalau saya dengar ada anak Tuhan, jalan kesana-kemari membawa berita yang
baik. Mendamaikan orang, menghibur yang susah, menolong yang lemah, yang sedang
dalam kesulitan, yang sedang lagi ribut didamikan. Saya tahu, dia punya hati,
hati Gabriel. Kalau ada jemaat jalan kesana-kemari, lihat ada jemaat yang sakit
didoakan, ditengking. Kalau ada yang dalam percobaan, ditumpani tangan,
didoakan, dalam nama Tuhan Yesus. Saya tahu dia punya pelayanan Mikhael. Tapi
kalau saya dengar ada jemaat kesana-kemari, ngomongin orang, ngadu-ngaduin
orang, sahabat baik diadu domba, nyampe-nyapekan berita yang busuk, fitnah. Saya
tahu dia anak buah Lucifer. Namanya Lucifer tapi sebetulnya dia nggak fair. Tapi
saya yakin yang duduk disini, semuanya Gabriel-Gabriel dan Mikhael-Mikhael.
Haleluyah. Apalagi kalau sudah buka puasa, Gabriel semua, saudara. Puji Tuhan. Kembali
kita lihat, saudara mau membawa berita yang baik? Saya mau baca satu ayat,
karena ini indah sekali ayat ini. Coba Roma 15. Dalam Roma 15, saudara-saudara
disana dikatakan, ayat 5 :
15:5. Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,
15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.
15:7. Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.
15:8 Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita,
15:9 dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis:-
dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya.-
Jadi saudara-saudara, memang inilah yang dikehendaki oleh Tuhan, yaitu roh ketekunan, roh penghiburan, roh mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sehingga dengan kehendak Kristus menjadi satu suara, satu hati di dalam Tuhan. Puji Tuhan, haleluyah.
Kembali kepada Lukas pasal 1 dan disana
dikatakan lagi oleh FT menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Yang
saya heran, jemaat Tuhan seringkali lebih percaya kabar yang buruk daripada kabar
yang baik. Contoh. FA berkata begini : Oleh bilur-bilurNya kamu sudah
disembuhkan. Lebih baik saya tulis saja 1 Petrus 2:24. Lebih baik kita buka
sama-sama. Mungkin saudara tidak tahu apa itu bilur. Bilur itu bekas pukul,
bekas dipukul, bekas luka. Kalau dulu saya suka dipukul sama papa saya sama
rotan, rotannya itu buat pemimpin sangkur papa. Udah mimpin sangkur dipikul maka
bekas-bekasnya itu biru saudara. Itu bilur. Yesus pernah dipukul, dilukai,
dicemeti dengan paku yang tajam - itu bilur ya. Coba baca 1 Petrus 2:24. Kita
baca bersama-sama
2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Yesus disalib disini umpamanya ini. Yesus disalib disini 2000 tahun yang lalu. Kita sudah hidup disini ya tahun 2002. Dia disalib disini. 1 Petrus 2:24 bersaksi : Oleh bilur-bilur Yesus ini, kita kamu sudah disembuhkan. Saya mau tanya kalau sudah itu, sudah atau belum? Sudah. Tapi berapa banyak kita yang percaya kepada Dokter diatas segala dokter ini? Begitu kita periksa dokter, dokter bilang ada ini, ada ini, ada ini ... lihat di komputer jantung kurang begitu bagus, diperut bapa ada sendok, kita percaya kepada professor doktor.
Coba renungkan bagaimana perasaan Tuhan yang menulis resep ini dengan bilurKu kamu sudah sembuh. Kita kaya ngebelakangin Tuhan. Lha, mana ... , buktinya gua sakit. Dokter yang bener mah. Nah, itu tergantung kita saudara. Jadi saya mau gambar 3 kotak terdiri dari 3 ruangan. Ruang ke 1, ruang ke 2, ruang ke 3. Ini semua berhubungan dengan perkataan. Ruang yang pertama adalah apa yang 'Firman Allah' katakan. Ruang yang ke 3 adalah apa yang 'Tubuh/badan kita/Iblis' katakan. Ruang yang ditengah nomor 2 apa yang 'kita' katakan.
FA berkata Dengan bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Tubuh bilang sakit. Dokter bilang anda sakit. Iblis bilang kamu sakit. Ini contoh. Saudara sudah ada diantara 2 opini ini. Dokter diatas segala dokter bilang kamu sudah sembuh. Fakta bilang tubuh masih sakit. Baru di chemo, kok. Bukti memang ada, sakit. Dimana kuncinya? Kuncinya disini (di kotak no 2, peny.) - apa yang kita katakan! Kalau kita berkkata menurut dokter memang saya sakit maka FA ini tidak akan berguna; dia kalah kalau mulut kita bicara apa yang tubuh kita ngomong. Mulut kita bicara apa yang Iblis bilang. Mulut kita bicara apa yang dokter katakan.
Sebaliknya, sekarang dengan rendah hati kita percaya kepada Yesus : Tuhan, saya percaya Engkau mati diatas bukit Golgota dan dengan bilur-bilurMu segala sakit penyakitku sudah disembuhkan, saudara, maka yang ini dikatakan tubuh ini akan tidak berlaku - saudaraku akan menerima, akan mengalami kesembuhan yang luar biasa. Dan bukan hanya saudara saja naik turun, saya pun demikian. Naik turun, dipermainkan oleh situasi. Dipermainkan oleh keadaan sampai kita kembali lagi kesini. Ini tidak berubah-rubah jangkar ini. Oleh bilurNya kamu sudah sembuh. Sampai saya pernah dibisikin Tuhan, jangan takut doain orang sakit. Jangan takut. Sebab kesembuahn pasti datang. 5 menit, 5 hari, 5 minggu - itu tergantung saudara punya sura mau pilih kesini mau pilih kesana. 2/3 lawan 1/3 kan kalah yang 1/3. Kalau kita mengatakan apa yang tubuh katakan, 1/3 FA kalah. Tapi kalau kita mengatakan apa yang FA katakan, aminm Tuhan saya epcaya FirmanMu, saya sudah disembuhkan, maka ini yng terjadi.
Pencuri datang untuk mencuri membunuh dan membinasakan. Tetapi Aku datang, kataNya, memberikan hidup yang berkelimpahan. Saudara amin, Tuhan saya yakin akan hidup berkelimpahan dalam Engkau. Pencuri tidak bisa bikin apa-apa. Tapi kalau saudara mulai was-was takut wah kumaha ieu kumaha itu ... Tuhan disingkirkan dan saudara pro kesini. Hutang can dibayar kumaha ieu tagihan aduh toko kumaha itu tagihan nanti bunga berbunga ya saudara punya kepala ngomong disana ya disitulah saudara. FA tidak akan ada kuasa. Tapi kalau saudara berkata terima kasih Tuhan, saya ini ada didalam kelimpahan, saya hidup berkelimpahan sesuai dengan janjiMu, Yohanes 10:10. Aku berkelimpahan, aku berkelimpahan, aku berkelimpahan - itu yang saudara terima. Amin?
Kan Tuhan cuma kasih pilihan saudara. Tuhan nggak maksa ayo dong kamu percaya kepadaku ayo dong kalau nggak percaya awas, jadi pendek umurnya - nggak. Lihat adam dan Hawa. Adam nih Aku kasih ya Taman Firdaus, taman Eden dengan semua buah-buah dari buah salak, pepaya, mangga, pisang, jambu dibawa dari pasar minggu disana banyak penjualnya dikota banyak pembelinya semua buah ini dari burahol sampai kepada nangka semua ada. Aku beri kepadamu tapi ingat itu buah yang satu kamu jangan makan. Yang saya heran itu gini saudara kita ini suka ketemu buah dihutan. Dikampung atau dihutan. Tong dimakan eta racunan. Eta mah mah makanan binatang tong dimakan pas aya racun. Kita kan nurut nggak dimakan. Itu Hawa yang ngomong itu Tuhan jangan makan ada racunnya. Tapi Tuhan mah nggak bikin Adam dan Hawa seperti beruang yang pakai kunci diputar ... terelek ... terelek ... haleluyah ...haleluyah. Engke minggu diputeur deui ... haleluyah. Tuhan mah ngga mau begitu. Terserah you mau percaya apa nggak. Mau pilih siapa, Aku apa dunia? Yesus Barabas apa Yesus Kristus? Pilih, mau pilih yang mana. Ini buah yang banyak aku berikan tapi yang satu jangan. Ini buah beracun. Kemarin saya main golf saudara sama satu bapak dari asurangi. Saya bilang bagus pak, ini buahnya hijau besar begini. Nggak bisa dimakan, pak. Saya percaya. Ah, ngasaan ah. Buah nggak bisa dimakan. Bodoh saya. Dia sudah bilang nggak bisa dimakan pak. Berarti udah ada orang yang ngalamin ini nggak bisa dimakan. Mungkin monyet juga ongkeg. Nggak bis dimakan. Heran Hawa ini. Yang ngomong Tuhan saya bisa percaya orang dari asuransi oh begitu ya pak jadi buah nggak bisa dimakan ya pak. Genjer kita bisa makan bisa. Antanan bisa dimakan bisa. Sudah banyak orang bisa makan. Daun pepaya bisa, daun singkong bisa. Tapi apakah ada yang makan daun pintu? Nggak ada karena terlalu keras dsb dan kita percaya itu nggak bisa kita makan.
Heran, Dokter segala dokter, Professor segala professor, Raja segala raja, Kaisar segala kaisar, Tuan diatas segala tuan bilang bilur-bilurku sudah menyembuhkan kamu. Eh, dokter yang cuma umur 60 tahun saja, giginya juga ompong, nggak rata, dia meriksa kita, sampai batuk ... uhuk ...uhuk. Kenapa, dok? Masuk angin. Dokternya masuk angin, Dokter kita ini yang bikin angin. Dia cuma bisa buang angin, tapi Dokter kita yang bikin angin. Ada haleluyah saudara? Toh, kita percaya sama yang bisa buang angin, kita nggak percaya sama Tuhan yang bisa bikin mata angin. Kita lebih percaya kepada dokter yang angin-anginan. Heran tapi nyata. Kebaktian terus belajar FA tapi kita nggak percaya. Nggak percaya. Padahal kita sudah disehatkan sudah disembuhkan oleh Tuhan. Berdiri diatas iman. Memang tantangan. Kan saya pernah dulu khotbah kalau diluar hujan besar FA bilang tidak hujan, saudara mau percaya yang mana? Erek ngomong teu hujan da kadengean hujan gede ditempo dijendela cai turun. Tapi FA bilang tidak hujan. Menurut pelajan iman, kita harus percaya FA tidak hujan. Itu iman. Badan kita rasa tidak enak tapi FA katakan sudah disembuhkan saya harus dengan 100% total percaya saya punya badan sembuh. Aduh, saudara waktu saya setir mama saya itu lidah sudah ketarik. Ada teman saya di bandung tukang jual beli mobil kebetulan mau coba tuh pakai mobil saya pakai pas di rumah mama sudah stroke. Ku saya teh bari ceurik dicelentangin ditaruh disebelah saya sendiri saudara. Nggak bisa ngomong mama. Sudah pian sui. Kenapa lagi gereja ditahbiskan dia bisa gunting pita justru tangannya yang pian sui. Kenapa masih bisa hidup lagi 2 - 3 tahun? Saya berdiri dengan bilur-bilurNya segala sakit kita sudah disembuhkan.
Nah, sekarang pendeta Zakharia didatangi sama Gabriel. Aku memberikan kabar baik kepadamu. Saudara, kalau saya beritakan Yesus sudah menyembuhkan saudara, apa itu kabar jelek? Kalau saya memberitakan Tuhan bisa mengatasi persoalan RT sudara, apa itu kabar tidak bisa diterima? Kalau saya berkhotbah dari sini kasus anda, kasus dengan bank, kasus keuangan Tuhan pasti tolong, apa itu kabar tidak layak dipercaya? Kalau saya katakan bahwa apapun yang saudara hadapi seperti dinding yang tebal bagaimana .. ingat nggak Yesus waktu habis bangkit dia jalan tembus tembok. Yesus bisa nembus, kita bisa nembus saudara. Persoalan apapun juga kita bisa sukses. Asal kita percaya kita ini punya Tuhan. Ini bukan dukun, ini bukan tukang sulap - ini Tuhan, yang bikin langit dan bumi. Yang membuat nafas kita yang nanti kita akan ketemu. dia yng nulis ini Alkitab Dia yang janji bilur-bilur ... sudah disembuhkan kita.
Maka saudaraku, janganlah kita ragu sedikitpun kalau Tuhan yang ngomong. Nanti kita sambung lagi minggu depan.
-- <>< --
________________________________________________________________________
Situs ini bersifat informasi umum, khususnya bagi saudara-saudara seiman,
berisi tentang sejarah singkat Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur,
Yayasan Kabar Baik, Sekolah Umum, Jadwal Ibadah serta Berita Aktual.
Perubahan terakhir situs ini tanggal : 18 September 2002