Khotbah Rabu 'Pendalaman Alkitab' Juli - Agustus 2002 ~ Pdt JE AwondatuGereja Pentakosta di Indonesia - CianjurJl. K.H. Hasyim Asyari no. 75 Cianjur 43214 - Indonesia. Telp. (62-263) 261161 |
Rabu, 10 Juli 2002
Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan meneruskan pelajaran kita dari injil Lukas yang agak sedikit tertinggal. Kita akan melihat kembali injil Lukas 2:25 pengakuan dari Elisabet dia berkata : Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.
Kita akan bicarakan ayat 25 saja pada sore hari ini. Sebetulnya ada berita duka dari Jakarta, keluarga kami juga. Ibu Mulyanto, suz Siu Li, sudah dipanggil Tuhan kemarin dan dia adalah adik dari ibu Samuel Rahmat, kakak dari bapak Onesimus. Jadi saudara tidak melihat mereka karena mereka sudah ke Jakarta, besok akan ditutup peti dan lusa akan dikuburkan. Satu ibu yang tabah, satu ibu yang jadi teladan dalam iman, satu ibu yang tidak banyak bicara tapi banyak berkarya didalam Tuhan dengan kesabaran.
Inilah satu perbuatan Tuhan bagiku. Ternyata Elisabet meyakini bahwa ini adalah perbuatan Tuhan bagi dirinya. Ketika ia melihat kepada diri saya, katanya. Didalam kehidupan rohani saudara, ada dua cara Tuhan berurusan dengan kita : Tuhan berkarya dengan kita atau perbuatan Tuhan bagi kita.
Kita akan lihat dulu yang negatif, ya. Juga ini
kepada satu wanita, yaitu kepada Naomi didalam kitab Rut 1. Didalam kitab Rut 1,
disana kita membaca Naomi baru kembali dari Moab dan kembali ke Bethlehem.
1:18 Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya.
1:19. Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan perempuan-perempuan berkata: "Naomikah itu?"
1:20 Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.
1:21 Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku."
Dalam hal yang pertama, Naomi menyadari bahwa segala kekurangan, kesusahan, air mata yang dia alami - itu adalah akibat dari perbuatan tangan Tuhan atau Tuhan berbuat sesuatu didalam hidup dia : Dengan tanganku penuh aku meninggalkan Tuhan. Jadi memang bukan alasan dia ada kelaparan di Bethlehem mau pergi ke Moab, karena dia berkata : Dengan tangan yang penuh aku pergi.
Kalau saudara membaca ayat 1 : Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
Bukan karena kelaparan mereka pindah tetapi mereka mulai membelakangi Tuhan. Mulai meninggalkan Tuhan, ya. Nah, saudara lihat yang pertama Naomi menyadari bahwa tangan Tuhan sudah berbuat sesuatu kepada dia. Ini negatif. Tapi dia sudah menyadari ini negatif.
Kita akan lihat yang kedua, yang positif adalah - semuanya
wanita -, adalah Hana. Hana ini hanya dua lembar kebelakang maksud saya, I
Samuel
2:1. Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.
2:2 Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita.
2:3 Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.
2:4 Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan.
2:5 Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu.
2:6 TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.
2:7 TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga.
2:8 Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan.
2:9 Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa.
2:10 Orang yang berbantah dengan TUHAN akan dihancurkan; atas mereka Ia mengguntur di langit. TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya."
Yang kedua adalah Hana, dia mengalami hal yang positif. Sebelum saya masuk pada Elisabet, kita akan lihat dulu 2 wanita ini saudaraku. Yang pertama Naomi. Dia pindah karena Bethlehem itu kecil dan Moab itu besar. Bethlehem sampai sekarang tidak lebih besar tidak lebih kecil seperti kota Cianjur - Bethlehem ini. Tidak lebih besar tidak lebih kecil dari Cianjur. Dia memang begini Bethlehem. Kecil.
Moab kalau sekarang seperti Jakarta, seperti Bandung, seperti Surabaya, seperti Medan, kota propinsi. Nah, Moab adanya di negara lain, harus nyebrang sungai Yordan untuk masuk ke Moab. Ada pegunungan yang tinggi disebut pegunungan Moab. Dan saudara, kalau saudara mau sabar saja saya gambarkan. Jadi kalau ini adalah peta dari Palestina, ini laut besar, disinilah kurang lebih Yerusalem. Dan Bethlehem itu disini kecil. Yerusalem belum besar seperti sekarang; dulu Yerusalem masih kota biasa, saudara. Nah, saudara-saudara disini adalah sungai Yordan. Ya, saya gambarkan. Nah, disinilah yang saya mau katakan pegunungan gunung berbaris dari utara ke selatan, disinilah pegunungan Moab. Jadi Moab itu ada disebelah sini. Disinilah Moab - besar, daerah yang besar, ya. Bethlehem kecil. Dan tentu saja saudara, dibandingkan tidak bisa dibandingkan ekonomi disini kecil, di Moab ini sangat besar. Tentu saja tergoda orang-orang untuk pindah.
Saya punya beban itu jemaat saya ini banyak pindah. Banyak pindah ke kota besar. Dari berbagai alasan, kebanyakan alasan adalah alasan ekonomi - untuk mengembangkan sayap, untuk mengembangkan usaha, untuk mengembangkan pekerjaan. Dulu saya khotbah : Saudara bisa diberkati dimana saja. Tidak usah pindah, Tuhan bisa memberkati!
Berangkatlah saudaraku Naomi ini, saya katakan, dia harus menyeberangi ini sungai. Ini sungai ini namanya saja Yordan - itu artinya kematian atau maut, dia harus seberangi. Dulu saudaraku, Yosua itu harus masuk kesini dari luar masuk kesini - ini tanah perjanjian. Dan Musa dan Yosua itu dari sini masuk kesini, disuruh sama Tuhan. Dari luar masuk kedalam, ini dari dalam keluar. Jadi satu ironis. Tuhan mengundang umatNya masuk kedalam tanah perjanjian, Naomi dari Yerusalem, dari Bethlehem - keluar dari tanah perjanjian. Tentu saja tidak ada air susu disana, tidak ada madu yang manis - maka yang dia temui adalah pahit.
Walaupun ini bukan salahnya Tuhan karena diluar Palestina ini tidak ada perlindungan. Dan saudara-saudara tahu, ini daerah adalah sekarang daerah Yordania. Negara Yordania kering sampai sekarang. Ini Moab tidak pernah ada hasil apa-apa, kering saja, padang gurun. Yang bekas kota-kota besarnya hanya tinggal puing-puing menjadi tempat untuk turisme. Stadion besar dari batu-batu hanya tinggal puing-puing. Tapi saudara lihat di Israel sekarang diberkati Tuhan. Hotel-hotel berkembang kotanya besar berlian bisnisnya besar. Kalau saudara lihat di televisi yang di bom di bom itu, itu bukan di daerah Israel tapi didaerah-daerah Palestina yang berdekatan dengan Israel, di daerah-daerah Palestina sendiri, kantong-kantong tempat mereka.
Jadi bagi saudara yang berencana untuk pindah - coba dipikir dulu matang-matang. Tanya dulu sama Tuhan doa puasa. Apa saya diijinkan oleh Tuhan pindah. Ini tadi saya dapat sms dari Lawriza, pemain bass gitar. Dia pindah ke Manado. Kalau di KTP biasa istri turut suami, A Fu ini suami turut istri, dia ke Manado. Tadi dia kirim sms dia dapat tawaran dari 4 perusahaan besar - Palu atau Bandung. Minta bantu doa karena dia bingung untuk memilih. Manado kota besar, Palu kota besar, Bandung kota besar. Dia ingin dapat pekerjaan. Dapat dibuka sekali sama Tuhan empat. Jadi dia bingung sekarang memilih mau kerja dimana. Minta saya doa. Saya nggak mau doa. Yang kerja dia, biar aja dia yang berdoa. Biar dia yang memilih. Kalau saya yang doa saya yang minta nanti salah lagi, saya disalahin - ini karena pilihan pak Awondatu, kan cilaka. Sudah saya nggak akan milih. Saya cuma bantu doalah, sudah. Tapi yang milih biar dia. Jadi kalau saya sih senangnya di daerah Bandung karena lebih dekat ke Cianjur, jadi papanya bisa lihat cucunya, dsb. Tapi kalau nanti disini ada ini, aduh, lebih baik di Cianjur lah. Ini sdr Roy mau pindah lagi ke Irian. Jadi saya kehilangan jemaat itu karena pindah. Bertransmigrasi kedaerah-daerah .. memang untuk lapangan kerja yang baik penuh harapan.
Tapi saya pesan : Coba hati-hati! Tanya dulu sama Tuhan. Saya ingat ada yang bersaksi disini hari Minggu berapa bulan yang lalu mau pindah ke Solo tapi nggak jadi. Dia ingin tetapi disini karena Firman Allahnya. Padahal bisa pindah ke Solo tapi dia pilih mau tinggal di Cianjur karena Firman Tuhannya. Saya dengar-dengar juga ada yang mau pindah lagi ke Bandung. Banyak ini yang mau pindah-pindah. Memang ini musim pindah. Tapi sebagai gembala kalau boleh saya ngomong : Jangan pindah! Kalau saya boleh kasih jalan, jangan pindah lah. Karena hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri - mending di rumah sendiri hujan kue! Itu peribahasa dari bahasa Indonesia, ya.
Tetapi mari kita dekat di Bethlehem. Bethlehem itu rumah roti, rumah Firman. Kalau memang harus pindah, memang tetap dan Tuhan kehendaki pindah - cari betul-betul ada nggak tuh Firman disana. FirmanNya itu betul-betul memelihara kita nggak, memelihara jiwa kita tidak, merawat kita apa tidak?
Dengan tangan penuh aku pergi. 10 tahun loh saudara. 10 tahun. Tapi pulang kosong. Pulangnya kemana? Ke Bethlehem kembali. Jadi saya bayangkan coba 10 tahun itu dia tidak ke Moab. Coba 10 tahun itu dia tetap di Bethlehem - saya yakin dia tidak akan mengalami mara, dia akan tetap mengalami berkat, dia akan tetap bernama Naomi yang artinya si manis. Kenapa kita tidak mengalami manis? Kenapa kita tidak mengalami Ishak sang tertawa? Karena kita meninggalkan Tuhan.
Dalam Yeremia 2, saudara. Saya jangan salah sangka ya, saya tidak larang saudara pindah tapi ... Yeremia 2:19 Kejahatanmu akan menghajar engkau, dan kemurtadanmu akan menyiksa engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya - bahasa Inggris : betapa pahit dan ssusahnya - engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam.
Jadi ini pengalaman Naomi. Kebalikannya adalah pengalaman Hana. Asalnya pahit, dia dimadu, dia istri yang sah. Dia istri pertama, dia first love. Tetapi karena dia mandul, si suami, saudara, jaman dulu masih diperbolehkan, jaman Torat, dia menikah istri kedua, Penina. Penina ini kurang ajar. Punya anak, ngenye, punya anak, ngenye. Jadi saudaraku, dia datang sembahyang, Hana ini. Nangis tersedu-sedu. Maka jangan saudara bilang gereja pantekosta ini gereja menangis, nggak karu-karuan. Tidak. Kita alkitabiah. Hana menangis tersedu-sedu dalam berdoa. Dan karena itulah Tuhan ingat sama dia, dibuka kandungannya, dia mendapat berkat, yaitu Samuel. Maka puji-pujian dalam 1 Samuel 2 tadi, dia bilang : Tuhan yang meninggikan Tuhan yang merendahkan, Tuhan yang mengangkat raja Tuhan yang menjatuhkan. Yang kenyang dulu, sekarang lapar, yang lapar sekarang kenyang.
Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri karena saya sendiri dulu susah benar susah menderita benar. Bener jadi anak pendeta itu menderitanya luar biasa. Nggak ketulunganlah menderitanya, nanti kalau saya ngomong jadi nostalgila lagi. Tapi saya lihat, jadi saksi hidup saya. Jemaat yang dulunya susah, saya saksikan hari Minggu, rumahnya miring kekiri, sus Tjuan Nio dipinggir kali Cianjur. Sekarang senang. Sus Kuan dulu kuli nyuci, sekarang anaknya jadi. Dalam keadaan tua, sakit, anaknya bisa menolong. Saya lihat di Cianjur yang dulunya senang, foya-foya, sekarang susah.
Nah, sekarang perbandingannya dengan Elisabet, ini indah sekali. Karena Elisabet berkata Tuhanlah yang sudah berbuat sesuatu untuk dia, dia merasa didalam Lukas 1: 25, dia berkata, saya merasa dan saya percaya dan dia bersaksi : Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang!
Jadi saudara-saudara, 5 bulan dia sembunyi - ayat 24, tidak menampakkan diri tetapi dia mulai berkata-kata : Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku. Karena kalau aku nanti melahirkan, orang-orang yang dulu menaruh ... - jadi wanita yang mandul itu ada sedikit direndahkan jaman dulu di Palestina ... - sekarang akan diangkat dipuji- puji karena dia aibnya itu dihapuskan didepan orang.
Mari kita melihat kata aib ini. Kata aib saudara, bahasa Inggris memakai kata reproach, kejelekan. Aib itu ada dua macam : Aib yang dibawa sejak lahir, aib karena perbuatan diri kita sendiri. Elisabet adalah yang nomor satu - sejak lahir dia sudah punya aib ini, yakni dia tidak bisa punya anak. Mandul, reproach, kegagalan, ada ketidak-sempurnaan. Tuhan bisa hapuskan. Saya pakai penghapus. Tuhan bisa hapus. Tuhan menghapuskan aibku didepan orang, ya. Nah, jangan narasi ini Lukas, masuk didalam ayat 26, narasi dari kelahiran Yesus Kristus : Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret.
Mari saya gambarkan sekarang saudara wanita yang ke-empat
adalah Maria. Jadi ketika Elisabet bersembunyi 5 bulan dia bersembunyi, pada
bulan yang ke-enam dia masuk bulan ke-enam, Tuhan mengirimkan Gabriel yang sudah
pernah
dikirim ke Elisabet, dia dikirimkan untuk mengunjungi Maria di Nazaret. Saya
gambarkan ini supaya saudara belajar sesuatu. Maria tidak mandul tapi Maria
belum kawin, Maria belum menikah. Datanglah malaikat Gabriel kesana
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
Bahasa Inggris dikatakan : Hail! Hormat. Disini memakai kata salam. Tapi bahasa Inggris memakai kata : Hail, hormat. Engkau yang sangat ditinggikan oleh Tuhan. Diberkatilah engkau diantara wanita-wanita, ya. Ada yang kurang, ya. Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau. Bahasa Inggris : Salam, hai engkau wanita yang diberkati diantara wanita-wanita lain.
Saudara lihat sekarang peningkatannya. Naomi biasa ya. Sudah punya berkat biasa suka lupa sama Tuhan - biasa itu. Lalu tinggalin Tuhan, lupa Firman, lupa semua, lupa nasehat. 10 tahun ngejaya - ambruk. Lihat Hana. Biasa juga, mandul, dimadu. Akhirnya dia berdoa dijawab sama Tuhan. Ketiga Elisabet. Sudah mulai agak luar biasa. Mandul dihari tua. Dikasihnya sama Tuhan. 5 bulan dia bersembunyi bulan yang ke 6 malaikat yang sama datang kepada Maria di Nazaret. Saudara-saudara yang saya belum mengerti sampai sekarang Nazaret ini sampai sekarang adalah kota Arab, kota Palestina. Perbandingan kristen dengan islam itu 65% - 35%. 65% kristen 35% islam di Nazaret sekarang. Mungkin ada 2-3% komunis. Tapi semua total Arab. Gereja-gereja disana orang Palestina semua. Saya lihat ada gereja Baptis, ada gereja Katolik, ada Bahay di Nazaret ini. Semuanya orang Palestina. Tidak ada orang Yahudi orang Israel yang kristen itu, nggak ada. Orang Arab. Nazaret.
Dari kata Nazaret ini datang kata nazir, nazar - ada hubungan bahasanya dengan bahasa Arab. Kita bernazar. Orang Arab juga bilang nazar. Burung - burung nazar. Sama. Dari Nazaret. Disini kita melihat Maria, saudaraku, hal yang luar biasa karena belum menikah Tuhan mau kasih anak. Tuhan mau pinjam kandungannya untuk Yesus itu lahir. Apa maksudnya dia saya gambarkan ini 4 wanita ini untuk contoh. Supaya saudara lihat dari persoalan yang biasa sampai persoalan yang rumit - Tuhan bisa tolong! Tinggal kitanya pasrah apa nggak. Kitanya ini percaya atau tidak.
Saya biar jelek-jelek begini saya guru berenang saudara. Dua murid saya yang terbaik itu renang ini, ya Revi dan Helga. Revi itu 7-8 tahun sudah bisa berenang. Saya lempar di kolam renang. Tapi saya bilang dulu : Rev, air ini teman Revi. Air bukan musuh Revi. Dia sudah nangis sambil pegang .. Air teman Revi, jadi lepaskan teman Revi dan jangan gerak, jangan nafas. Dia nurut, lepas tangan, dia nggak napas - ngambang dia. Tuh kan teman. Jadi air itu ngangkat badan Revi sekarang. Coba Revi begini .. begini tenggelam. Revi tenggelam .. betul kan. Air itu teman Revi. Sekarang step by step saya latih sampai satu kali dia berteriak : Pa, Revi bisa berenang, dari sisi sini sampai sisi ... Maka badan dia kaya ditarik panjang tinggi karena berenang. Sama saya ajar Helga.
Kita seringkali didalam percobaan seperti kita dalam kolam renang. Gelisah .. tenggelam. Tenang. Saudara bisa ngambang ditengah-tengah percobaan. Saudara tidak akan tenggelam asal saudara jangan banyakj gerak. Tenang, teduh. Masa sih Tuhan tinggalkan. Masa sih Tuhan biarkan anaknya itu minum air sampai kembung mati karena kembung minum air. Masa sih saya bilang sama Revi papa ini lempar Revi supaya mati Revi, masa sih. Saya mau ajar dia berenang. Mungkin Tuhan masukkan kita didalam percobaan supaya kita bisa berenang? Ada haleluyah, saudara? Kita bisa berenang mengatasi persoalan. Ini semuanya ini sudah lewat.
Maria asalnya belum bisa terima? Bagiamana saya bisa?
Baca ayat 29
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Sekali lagi kita baca ayat 25 : Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, kata Elisabet. Sekarang ayat 30 : Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Jadi kalau Elisabet, Tuhan berbuat, Dia bekerja, Tuhan yang bekerja kepada
Elisabet. Tetapi untuk Maria, Tuhan hanya memberi kasih
karunia. Maaf, Tuhannya itu non-aktif. Dia cuma kasihnya kasih karunia. Kamu mau
terima atau tidak? Percaya apa tidak? Mula-mula Maria tidak mau terima.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
Dia belum bisa terima. Padahal Tuhan cuman lempar
dia, Aku akan memberikan kasih karunia kepada Maria. Mari kita berhenti dulu
disini, kasih karunia kepada Maria. Kita lihat II Korintus 12. II Korintus 12
ini adalah pengalaman dari Rasul Paulus. II Korintus 12, saudara-saudara,
ayatnya yang ke
3
12:3 Aku juga tahu tentang orang itu, --entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--
12:4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.
12:5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku.
12:6 Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku.
12:7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
12:8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: - Perhatikan - "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Saya tidak tahu siapa, tetapi ini utusan iblis menggocoh Paulus dengan duri.
Aduh, sudah tiga kali Paulus berkata: Tuhan, cabut duri ini. Tuhan, hancurkan
ini. Tuhan cuman jawab : Cukup kasih karuniaKu. Kasih karunia ini adalah yang
diberikan juga kepada Maria. Hai Maria, engkau yang beroleh kasih karunia dari Tuhan.
Tuhan diam. Tapi Dia kasih, Dia memberi kasih karunia. Pergunakan kasih karunia
ini,
ini talenta dari Tuhan.
Ada diantara saudara yang bisa menyanyi, tapi saudara tidak mau menyanyi. Ini contoh. Maka talenta itu seperti saudara kubur didalam tanah, dia tidak akan berbuah. Ada yang punya talenta sembahyang. Orang lain mah sembahyang teh bosen, dia mah nggak, doa aja. Itu talenta. Ada yang punya talenta yang lain lagi.
Nah, ini mau Family Camp, biasanya ini kelihatan talenta-talenta di family camp. Karena tiap hari, 24 jam ketemu saya, kelihatan sama saya. Yang bersaksi, yang apa semua, kelihatan. Ada yang bisa masak, tapi ada yang nggak bisa masak. Ada yang lebih baik ke restoran, daripada dia masak, ada. Ada yang suka bilang, daripada ke restoran mending masak, jauh lebih murah. Talentalah.
Kenapa sih saya masih main-main gitar, udah umur 54 tahun, geus kolot? Geus kolot, maen gitar keneh jeung barudak ngora. Bukan itu. Saya rasa itu talenta dari Tuhan. Kalau saya nggak main, saya rasa dosa. Sekarang Tuhan kasih lagu sama saya, yang baru lagi. Saya baru pulang dari Youth Camp Malang. Satu pemudi dari Malang sudah menikah : Oom Yoyo, ingat nggak dulu oom Yoyo ngarang satu lagu Tuhanlah gembalaku. Saya bilang yang mana Tuhanlah gembalaku .. Kutakkan kekurangan. Bukan, bukan itu. Dia nyanyi Bahwa Tuhanlah itu gembalaku .. Maka tiada aku akan kekurangan .. Langsung keluar. Ingat lagi. Karena apa saya lupa? Tidak ditulis tidak dicatat. Tapi anak-anak itu catat dulu. Tahun 82. Ini saya sedang bicara kasih karunia.
Saudara bisa ke gereja tapi saudara pilih tidak ke gereja. Saudara kubur itu talenta. Saudara ada halangan untuk ke gereja tapi saudara paksa saudara kebaktian juga - itu saudara menang - talenta itu akan berbuah akan berbunga. Maka pada waktu : Hai Maria, kamu dapat kasih karunia. Bagaimana saya belum kawin, kok? Roh Kudus yang kerja. Roh Kudus, sayang. Jangan takut, bukan kamu Maria. Roh Kudus. Oh, kalau begitu terserah kehendak Tuhan. Jadi kalau Tuhan kasih karunia kepada saudara, apa saudara punya bakat ini punya talenta ini - nanti Roh Kudus yang menolong saudara. Bukan saudara lagi - Roh Kudus.
Sus Po Keng punya suami brur A Sauw, saya lupa dikasih nama apa baptisannya ko A Sauw, saya kasih nama apa tuh baptisan. Belum dikasih? Mau dikasih? Waktu dia ke gereja, dia ada beban yang sangat .. sangat .. sangat berat dengan bank. Dan menurut pikiran manusia sih agak sulit keluar. Sekarang? Lepas. Darimana? Nggak tahu bagaimana. Roh Kudus, Roh Kudus, saudara. Dia bingung tidak tahu bagaimana. Pokoknya dia datang hanya berdoa, hanya berdoa. Mata sudah kurang awas, tidak bisa lihat - sekarang bisa melihat lagi. Roh Kudus, saudara. Roh Kudus.
Saya belum kawin kok. Roh Kudus, Maria - yang akan meminjam kandunganmu. Engkau akan melahirkan anak. Kandunganmu dipinjam saja. Roh Kudus. Jadi Dia pinjam Maria kandungannya. Mungkin pinjam saya badannya, suaranya, khotbah kesana kemari ciptakan lagu. Pinjam saudara punya badan untuk bersaksi, untuk berdoa, pinjam saudara punya badan mengelola gereja, gembala kecil, gembala ini.
Coba saudara lihat yang disuruh pimpin puji-pujian. Dari jemaat. Semuanya bisa ngomongkan. Kalau nggak bisa ngomong nggak mungkin disuruh. Saudara-saudara mau ngomong apa ya saya ... kebaktian hari minggu, kebaktian ibadah raya. Saya mau ngomong apa ya, saudara ... - nggak mungkin. Nggak mungkin. Orang yang mau dipakai. Ya, udah kita buka (puasa, - peny.) dulu ya. Jadi sampai disini dulu, nanti kita teruskan hari Rabu yang akan datang.
Rabu, 24 Juli 2002
Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita buka lagi Injil Lukas dan kita akan meneruskan studi kita dari injil Lukas. Sudah sampai pasal berapa, saudara? Lukas
1:26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga
Daud - Jadi saudara-saudara, baik Yusuf maupun Maria datang dari keluarga
Daud -; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Sampai disitu dulu. Dan dia berkata: Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.
Didalam bahasa lain, saudara-saudara, kata salam ini disebutlah dengan satu kehormatan yang besar, ya. Anda dihormati, anda dibesarkan, tidak dipakai kata shalom, tetapi dipakai kata : Hail - satu kata yang susah diterangkan tetapi perhatikanlah saya - kira-kira begitu. Anda ini beruntung, orang yang beruntung, ya. Yang dikasih karunia oleh Tuhan, ya. Dikatakan : Engkau dikaruniai. Bahasa Inggris memakai kata favour. Dari kata favour datang kata favourite. Favour dapat disenangi oleh Tuhan. Ada satu kata highly, kamu yang disenangi oleh Tuhan dengan cukup tinggi. Highly favour. Dikatakan disana : Tuhan beserta dengan engkau, diberkatilah engkau diantara wanita-wanita. Nah, ini tidak ada dalam bahasa Indonesia, kata yang berikut tadi.
Ayat 28 : Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau. Sudah habis. Dalam bahasa Inggris dikatakan : Tuhan menyertai engkau, diberkatilah engkau, berbahagialah engkau, diantara wanita-wanita. Blessed art thou amongst women, diberkatilah engkau diantara wanita-wanita. Sebetulnya ini adalah khotbah untuk kaum wanita tapi karena dalam dalam satu tahun paling saya diundang satu kali oleh kaum wanita, maka saya beri saja dengan kaum pria sekalian dan kaum muda.
Dikatakan disana : Tuhan menyertai engkau, diberkatilah engkau - Blessed art thou amongst women. Diantara kaum wanita-wanita, engkau diberkati. Datanglah pertanyaan sekarang : Apa Maria ini khusus, ya, punya jasa khusus sampai Tuhan memberkati dengan menyukai dia? Apa Maria ini istimewa, dsb.? Saya rasa tidak ada yang seperti itu. Tetapi kita lihat dulu dalam ayat 27 : Kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
Mari kita lihat dulu dari segi Yusuf. Kita lompat
kepada Lukas 3
3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
3:24 anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf,
3:25 anak Matica, anak Amos, - Saudara mungkin tidak mengerti. Tapi kalau saya
pilih ayat-ayatnya saudara akan mengerti. Coba kita baca ayatnya yang ke 31 -
3:31 anak Melea, anak Mina, anak Matata, anak Natan, anak Daud,
3:32 anak Isai, anak Obed, anak Boas, - Boas ini suami dari Rut -, anak Salmon,
- sampai ayat /p>
3:34 anak Yakub, anak Ishak, anak Abraham, - Sekarang kita mengerti. Sampai kepada ayatnya yang ke
3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.
Jadi sebelum Yesus disebut anak Allah, Dia disebut dulu anak Yusuf. Jadi kalau ada yang bilang Yesus bukan anak Allah, dia anak Yusuf - anda benar 50%, karena Alkitab katakan Dia anak Yusuf. Kalau ada yang bilang Yesus itu anak Daud, anak Abraham, betul, tapi engkau betul 50%, karena dalam pasal yang sama juga Dia disebut anak Allah.
Mari kita akan lihat dari atas, saya balik sekarang.
Saya balik. Ternyata ini pertama adalah anak Set. Dari atas sekarang bukan
dari bawah ke atas. Kita melihat kitab Kejadian lebih dahulu. Dalam kitab Kejadian saudara, pasal nya yang ke 4
4:25. Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya."
4:26 Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.
Jadi dari Set ini, Adam mempunya anak Set ini,
sebagai untuk menggantikan Habel. Kemana Habel? Dia mati. Kenapa mati? Dia dibunuh
oleh kakaknya yang bernama Kain. Lalu Kain punya anak, dsb. Dan Set ini punya
anak Enos. Waktu dia punya anak Enos, Enos lah yang mulai berdoa kepada Tuhan,
berdoa memanggil nama Tuhan, berdoa kepada Tuhan. Nah, dari Enos ini turun ..
turun .. turun sampai Yusuf .. sampai Yesus. Disini ada Abraham, disini ada Ishak,
disini ada Yakub, disini ada Daud, disini ada Salomo, sampai Yesus. Dan saudara
perhatikan sekarang, kembali lagi kepada Lukas 3, dan saudara akan kaget membaca
ayat yang ke 21
3:21. Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang
- Apa? - berdoa.
Jadi Yesuspun waktu dibaptis itu berdoa. Satu-satunya Alkitab yang berkata Yesus dibaptis berdoa adalah dalam Injil Lukas. Kenapa dia berdoa? Karena ancestor-ancestornya, nenek-moyangnya pertama, Enos - itu berdoa.
Saudara lihat, Tuhan pakai Yusuf yang memang turunan darahnya itu darah berdoa semua. Tidak diambil dari Kain. Saya tidak ada waktu sekarang tapi kalau saudara baca kitab Kejadian, Kain menurunkan orang yang pembunuh lagi Lamekh, terus ada orang punya istri dua, poligami pertama itu turunan Kain. Peternakan pertama turunan Kain, persenjataan pertama turunan Kain, ribut-ribut pertama turunan Kain, Nimrod turunan Kain, yang melawan-melawan Tuhan turunan Kain. Tapi lihat Yesus, dia turun dari keturunan yang berdoa.
Itu sebabnya saya bilang kalau saudara malas berdoa, jangan kaget nanti anak saudarapun malas berdoa. Kalau saudara rajin berdoa, saya tidak aneh, anak cucu saudara nanti suka berdoa. Dan itu mengalir di darah, turun ya. Indah sekali cerita ini. Tapi nanti kita belajar lebih dalam dalam Lukas 3. Tapi kita kembali dulu dalam Lukas 1, ya. Ayat 27 : Kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud.
Saudara sekarang sudah tahu karena salah satu .. sebelum Yesus ini ada Yusuf, ini adalah Daud, ya, turun dari keluarga Daud, ya. Nama perawan itu Maria. Saya ingin sedikit bicara tentang Maria. Arti Maria sebetulnya tidak baik. Maria itu artinya pemberontak. Tapi heran, dia bisa menurut kepada Tuhan. Yudas artinya terpuji. Tapi aneh, dia kok jadi nggak terpuji. Emang betul Firman Allah ini kerjanya begitu. Yang terdahulu jadi terkemudian, yang duluan jadi belakangan. Yang sombong diturunkan, yang rendah hati dinaikkan. Siapa yang berduka-cita dihiburkan, siapa yang bersuka-cita dia akan meratap. Itu cara kerja Firman Allah. Patutlah Dia makin bertambah, aku makin kurang. Anak Manusia datang bukan untuk dilayani tapi untuk melayani. Kalau kamu ingin jadi besar, kamu harus jadi hamba.
Maria memberontak tapi ketika ketemu dengan malaikat ini, Gabriel ini, Engkau akan punya anak, dsb., dia menjadi satu ibu yang luar biasa. Dia dipakai menjadi favouritenya Tuhan diantara wanita, padahal dia pemberontak. Maria juga menjadi gambaran kita. Kadang-kadang kita juga mewakili. Tadi kita menyanyi Sedikit demi sedikit .. Tuhan merubah. Memang kadang-kadang Tuhan harus ungkapkan dulu aslinya kita ini siapa, itu Tuhan harus ungkapkan. Mungkin kita merasa kita sudah hebat disini tapi Tuhan buktikan bahwa kita masih disini. Kita belum bisa apa-apa.
Waktu Maria 'sang pemberontak' ini, dia dikunjungi oleh Gabriel, saudara, dia tidak tahu kapasitas dia, dia tidak tahu siapa dia, baru diketahui setelah Gabriel kasih tahu : Anda ini dikaruniai Tuhan, Tuhan itu senang sekali sama anda. Tuhan pilih anda jadi wanita terpilih dari seantero wanita. Nah, kita seringkali seperti Maria, introvert, tertutup, musti datang dulu Gabriel, Firman Allah ini, musti masuk dulu sama hati kita untuk membuka memberi tahu kepada kita bahwa kita ini mempunyai anugerah dari Tuhan. Amin? Bahwa kita bisa dipakai Tuhan.
Kenapa satu gereja maju satu lain gereja nggak maju, kenapa? Gembalanya dia tidak bisa membuka apa kapasitas jemaatnya. Dia tidak bisa menggali apa bakat kemampuan dari jemaat. Kalau dia bisa, maju dia. Walaupun dia tidak sekolah tinggi, tidak sekolah alkitab tinggi - asal dia membuka saja jemaat. Nah, saya punya murid di Irian Jaya, anggotanya itu ketua DPR Sorong, jemaat dia, dia baptis. Sekolah tidak tinggi. Ibu Walikota kebaktian nari-nari. Kenapa? Karena Firman Allah sudah masuk dulu sama anak ini, Dia bongkar hatinya, dikasih tahu : Kamu ini Tuhan bisa bikin kamu jadi favourite.
Jadi kalau saudara-saudara diam, Firman Allah akan
datang sama saudara dan mengetuk hati saudara dan berkata : Anda ini bisa
diberkati, anda ini bisa berkarya. Itu sebabnya saudara perlu PA karena PA
adalah ungkapan lain dari Gabriel ini, membawa berita sabda Tuhan, yang
mengungkapkan siapa kita ini. Terkecuali kita tidak mau. Sudah ditunjuk bagaimana
you jadi ini .. gini .. gini. Ah, tidak, tidak mau. Itu lain lagi. Kalau Maria
bilang : Saya tidak mau. Engkau akan melahirkan Yesus. Saya tidak mau. Nah,
tentu
saja Gabriel akan cari yang lain. Ka nu beubeulieun gitu ya, Tuhan juga cari
yang lain. Emangnya Tuhan ini siapa. Maria ini menampik kehendak Tuhan yang
begitu baik. Maka dia bilang nanti kita akan lihat luar biasa jawaban dari
Maria. Ayat 28.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: Salam.
Bahasa Indonesia ini tahunya cuma salam aja, datang dari bahasa Arab. Tapi dalam bahasa Inggris memakai kata Hail, satu hormat yang luar biasa. Hail. Satu kehormatan, salam untuk raja, sebetulnya. Jadi malaikat ini memakai bahasa salam untuk raja karena wanita yang didepan dia ini dipilih untuk melahirkan Rajanya dia sendiri nanti, dipinjam kandungannya. Kan Yesus di Surga tapi dia mau masuk kedalam dunia harus melalui kelahiran.
Gini saudara. Manusia mati macam-macam. Ada yang mati normal, ada yang mati sahid, ada yang mati sakit, ada yang mati kecelakaan, ada yang mati ditabrak mobil, ada yang nggak sengaja dia makan racun mati - macam-macam mati. Melahirkan anak dia bisa mati, dibunuh orang ya pasti, namanya saja dibunuh mati. Jadi untuk mati untuk keluar dari dunia banyak macam jalannya tapi untuk masuk kedalam dunia cuma satu macam - lahir! Untuk mati banyak macam, tapi untuk masuk kedalam dunia satu macam, lahir.
Itu sebabnya untuk jadi kristen cuma satu jalannya : Lahir baru! Untuk keluar dari kristen macam-macam jalannya : Bisa berjinah, bisa berbohong, bisa mencuri, bisa berdusta, bisa narkoba, bisa selingkuh. Macam-macam untuk keluar dari kristen. Tapi untuk masuk dalam kerajaan Surga jalannya cuma satu : Kelahiran!
Nah, Yesuspun demikian. Waktu Dia keluar dari dunia Dia bisa terbang, Dia bisa menghilang, Dia bisa tembus tembok, Dia bisa jalan diatas air. Tetapi untuk masuk kedalam dunia jalannya cuma satu harus melalui kelahiran, yang dia sendiri ciptakan. Itu sebabnya dipakailah kata salam ini : Hail, engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau. Diberkatilah engkau diantara wanita-wanita.
Ayat 29. Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Ini disini kita harus belajar dari Maria. Kata terkejut saudara disana, itu dipakai kata
'diatarasso'. Wah, ini hampir .. diatarasso. Saudara yakin ikut Yesus
itu beruntung? Khusus untuk hari ini lebih beruntung lagi. Karena yang
puasa atau tidak puasa, kita akan makan nanti sebentar. Karena ada satu jemaat
kita yang berulang tahun. Sebetulnya saya sudah berpakaian ini habis
kebaktian saya harus pergi keluar kota. Tapi karena yang berulang tahun ini
aduh jemaat, teungteuingeun kalau dia ulang tahun saya tumpang tangan diatas
kepalanya langsung cao, ya sudahlah, kita batalkan saja keluar kota nanti besoklah
kita berangkat. Supaya saya bisa ikut makan bersama dengan jemaat ini karena
dia yang membangun hotel dirumah saya - hotel untuk burung-burung, ya.
Maka kata terkejut diatarasso, shock, trouble. Ah, apa ini? Datang malaikat. Dia nggak kenal siapa. Ngomongnya udah hail udah hormat. Bingung. Tapi didalam hatinya dia bertanya apa ini. Nah, ini kita belajar saudara. Kalau saudara ke gereja dimana saja siapa yang khotbah saudara dan saya tidak tahu. Tapi saudara sedang kebaktian, saudara dengar Firman Tuhan, dan Firman Tuhan itu saudara belum bisa mengerti. Mungkin saudara shock dengar persepuluhan. Mungkin saudara kaget mendengar baptisan selam, mungkin saudara ke gereja bingung dengar orang berdoa dalam bahasa baceo, ini ngomong apa ini kaya kesurupan. Nggak ngerti apa. Jangan dulu menghakimi saudara. Jangan dulu .. jangan dulu .. simpan dalam hati, simpan walaupun kita belum mengerti. Amin?
Berikut. Lukas pasal 2, kita membaca ayatnya yang ke
49
2:49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
2:50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya
- Maria - menyimpan semua perkaraa itu di dalam hatinya.
Maria itu punya kebiasaan begini saudara. Ini bagusnya ini. Dia belum mengerti perkataan Gabriel tapi dia simpan dalam hati. Apa arti salam ini? Waktu Yesus sudah lahir umur 12 tahun ngomong seperti ngaco Yesus : Aku harus berada didalam rumah BapaKu .. 3 hari tidak ikut pulang. Dia tidak mengerti apa yang dikatakannya. Tapi Maria simpan didalam hati. Apa saudara kira hati saya nggak luka mendengar bapak Mulyawan ini meninggal. Biar pembunuhnya sudah tertangkap, apa dengan pembunuh tertangkap, bapak Icis Mulyawan bisa hidup? Nampaknya pembunuhan itu terjadi setelah pulang dari gereja. Langsung. Itu pelajaran buat saudara - jangan memelihara anak harimau. Karena anak harimau biar saudara pelihara dari kecil sudah besar dia minta daging minta darah. Harimau. Lain kalau saudara pelihara domba. Anak domba. Biar saudara marah-marah sama domba, domba embek .. embek .. nggak pernah nyakar itu domba. Pelihara kelinci nggak apa-apa. Tapi anak macan saudara pelihara ...
Ingat khotbah saya hari Minggu. Nggak dibasmi habis, apa yang terjadi sekarang? Anak macan keluar. Iya pembunuh sudah didapat, apa dengan pembunuh didapat, ko Icis hidup? Tapi saudara, saya satu hal saya pegang ini. Saya belum ada mau ngomong apa-apa. Saya tidak sitir. Nanti saya simpan dulu dalam hati. Karena terlalu kusut benangnya. Coba begitu baca koran : Icis selingkuh. Pembunuhnya berkata dia selingkuh sama istrinya. Pakai surat kaleng. Itu wartawan sudah merusak nama orang. Dia udah mati tidak bisa membela diri. Nah, orang yang baca, yang bacanya dodol, wah selingkuh ieu .. selingkuh. Udah ketahuan pembunuhnya, bukan selingkuh. Dia minta duit pembunuhnya. Tapi udah opini sudah seluruh pembaca selingkuh. Ko Icis nggak bisa bela diri.
Banyak hal yang kita tidak tahu dan sebaiknya kita diam! Koran itu 95% bohong saudara, jadi jangan begitu terlalu percaya. Apalagi koran-koran yang murah-murah. Galura, Pakuan, Paku Payung, Paria. Ini berita yang bener saja saudaraku, berita yang bener ini : Engkau dapat berkat dari Tuhan, engkau dapat karunia dari Allah - Maria simpan dalam hati. Apa arti salam ini? Yesus ngomong : Aku - umur 12 tahun - aku harus ada dirumah bapaKu, kenapa engkau mencari Aku? Sama papa mama ngomong : Kenapa engkau mencari Aku? Bayangin saudara punya anak umur 12 tahun coba. Saudara cari-cari kemana dia, ketoko-toko mana ya, tahu-tahu ada di gereja dia. Hei, mama cari udah 3 hari 3 malam kemana aja kamu? Tiba-tiba dia ngomong : Ada kena mengena apa mama dengan aku? Aku harus ada di rumah bapaKu. Bingungkan saudara. Tapi Maria itu kebiasaannya bagus - dia simpan dalam hati. Diem dia semua.
Jadi daripada kita nyimpan dendam, lebih baik kita
simpan Firman Allah. Daripada kita nyimpan yang jengkel-jengkel sampai kita
jadi jengkol bau, lebih baik kita simpan Firman Allah. Keun we, pan eungke
makan urang. Happy Birthday to you ... sekarang simpan dulu dalam hati,
walaupun kita tahu nanti makan. Kita sudah simpan bayangan naon ieu : Nasi
kuning, sambal kacang, gorengan, empal atau soto - nanti kita akan tahu tapi
simpan dulu dalam hati. Lamun teu kita mah tegang atuh. Mari kita lihat kembali
Lukas 1 saudara dan kita melihat apa yang terjadi disana, didalam ayat 29
1:29 Maria terkejut - diatarasso, shocked - mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Saudara, kalau tarasso ini tanpa kata 'dia', jadi
kalau tarasso saja - itu terkejutnya separoh. Tapi karena ada kata dia -
diatarasso, itu terkejut seluruh tubuh jiwa dan roh, pikiran semua terkejut.
Jadi
yang dia bikin shock ini, Gabriel ini, dia bikin terkejut semuanya dari Maria
ini.
Firman Allah itu selalu bekerja begitu. Dia bikin kejutan bukan hanya separuh
hidup, dia bikin kejutan untuk seluruh bidang hidup kita. Amin, saudara-saudara? Dia ingin memberi kejutan yang baik bagi seluruh bidang hidup
kita.
Apa dikatakan disana?
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut.
Inilah kata jangan takut kedua didalam injil Lukas.
Dan dikatakan disana : Jangan takut karena
engkau sudah mendapat kasih karunia di hadapan Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
Berapa hari yang lalu saya nonton satu film di rumah
ada Indovision, dimana ada satu anak remaja perempuan anak gadis pertama
mau ikut pesta ulang tahun dari temannya. Lalu ibunya bilang : Hati-hati ya.
Begitu pulang nangis. Dia nangis .. nangis. Mamanya bilang, kenapa? Dia
nangis : Saya takut hamil. Ibunya kaget, kenapa kau takut hamil? Apa kamu berbuat apa?
Tidak saya ketemu satu pemuda, pemuda itu memegang tangan saya. Saya takut hamil.
Ibunya ketawa. Nggak sayang, kalau pemuda hanya memegang tanganmu nggak akan hamil engkau.
Sampai kepalamu diketok-ketok juga engkau tidak akan hamil. Tapi inilah lucu
ceritanya karena kurang informasi. Maria dia protes : Bagaimana aku bisa hamil?
Nanti dia cerita.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
Kita mulai satu persatu ayat yang ke 31. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki - Ini nubuatan - dan hendaklah enngkau menamai Dia Yesus.
Kita lihat Matius 1:21. Ini sebagai ayat terakhir
tapi kita akan baca bersama-sama.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Ini kata-kata malaikat kepada Yusuf. Dalam injil
Lukas kata-kata malaikat kepada Maria : Engkau akan melahirkan seorang dan
engkau harus memberi nama Dia adalah Yesus. Yesus, saudara-saudara, datang dari
bahasa
Ibrani Yehoshua yang artinya Juru Selamat, dituliskan sampai 215X. Dari Yehoshua ini
juga ada keterangan ungkapan perkembangan menjadi Yoshua. Jadi
Yehoshua dan Yoshua ini sama. Untuk membedakan Yesus yang dimaksud dengan
Yoshua, maka Yehoshua ini ditambahkanlah dengan Mesias. Jadi Yesus Kristus itu
dalam bahasa Ibrani Yehoshua Messias. Dari Yoshua ini berkembang ada juga
menjadi Yasso. Dalam bahasa yang lain, dia berkembang menjadi Yessu. Ada juga
yang berkata adalah Yesso. Tapi yang terpenting ini bukan hurufnya tapi artinya
adalah Juru Selamat. Pekerjaannya. The Saviour atau Juru Selamat. Yehoshua
adalah artinya Juru Selamat, disalin 215X. Tapi nantilah kita belajar kembali
hari Rabu depan karena ini dibawah sudah menanti pesta ulang tahun. Jadi kita
sampaikan dulu disini dan kita hanya menekankan saudara bahwa kita punya Yesus
itu luar biasa. Kita berdiri bersama.
Rabu, 31 Juli 2002
BENIH
Mari kita buka Alkitab kita kembali dalam injil Lukas dan kita akan meneruskan studi kita dari injil Lukas. Lukas 1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya.
Mari, sore ini saya ingin bicara mengenai benih. Yesus, waktu Dia dikatakan, Dia akan menjadi besar, karena memang benihnya itu benih yang besar. Benihnya itu adalah Roh Kudus. Yang saya katakan adalah benih yang besar itu adalah Roh Kudus. Biarpun benih itu kecil tapi memang dia bakal jadi besar, seperti benih biji pohon beringin, dia akan jadi besar seperti pohon beringin. Walaupun dia tanamnya mulainya pendek, tetapi karena dia benih pohon kelapa, dia akan jadi tinggi. Gen. Darah, kalau di manusia. Karena benih yang ada didalam Yesus adalah Roh Kudus, Dia, Roh Kudus maka Dia akan jadi besar. Tidak usah dibesar-besarin. Biar ditekan bagaimana, Dia akan jadi besar.
Beberapa waktu yang lalu saya nonton animal planet. Ditemukanlah di Kutub Utara, dua bayi beruang es oleh suami istri, dokter hewan, pencinta binatang. Ditemukan. Induknya entah mati atau entah lari. Ditemukan dua itu. Langsung dibungkus oleh handuk, dibawa. Didengarkan ada detak jantungnya. Masih hidup. Lalu dirawat sedemikian rupa, dan sebagainya. Mulai disusui, masih kecil, saudara. Sebesar timun. Sebesar terong, persis bentuknya terong. Putih dua-duanya. Tapi namanya saja beruang. Biar dia kecil tapi benihnya kan dia itu benih bakal jadi besar. Sampai pada akhirnya disusui .. disusui, selamatlah, beruang ini hidup. Selama tiga minggu, beruang ini tidak jadi besar, tapi hidup, sudah hidup. Tapi tidak jadi besar. Mulai minggu keempat, mulai tampak jadi besar .. jadi besar sampai sudah setinggi ini kira-kira. Masih disusui dengan botol susu. Tapi mulai kelihatan kasarnya. Satu kali ini susu, mungkin kurang tepat dimulutnya, beruang ini marah. Dan dia tidak peduli ini yang didepan ini adalah yang menemukan dia sejak kecil, yang memelihara dia. Kalau dia tidak ada dua dokter ini, dia mati. Dia tidak peduli. Wah, ... dia ngamuk. Dia cari terus susu, dia ngamuk. Akhirnya, dua dokternya keluar. Dan sejak itu dia harus disusui dari jarak jauh melalui kerangkeng.
Kenapa saya sedang bicara ini? Ini benih. Benihnya beruang. Kalau yang ditemukan sebesar itu kucing, nggak usah takut. Dia tetep aja akan jadi kucing, nggak jadi besar. Tapi karena benih ini beruang, dia akan jadi besar. Nah, yang ada dalam Yesus ini yang besar. Sekarang saya ingin berkata bahwa kita ini juga datang dari benih. Tuhan juga berkata ada dua benih. Pada satu hari, katanya Tuhan, ada satu peladang, dia menabur benih yang baik. Tetapi pada waktu malam, iblis, sang musuh, menabur benih yang jahat. Jadi waktu dia tumbuh, kenapa ada lalang? Ternyata di tengah-tengah benih yang baik, ada benih yang jahat. Dia akan bertumbuh menjadi besar. Kenapa? Karena benihnya dari Tuhan. Besar. Biar ditekan, biar mau disalib, biar difitnah, biar dikhianati sama Yudas, Yesus tetap besar. Dia sudah mati 2000 tahun yang lalu, tetapi bangkit pada hari ketiga. Sampai sekarang ini, saudara-saudaraku, agama terbesar didunia adalah agama kristen. Memang benihnya besar. Jadi kalau benih itu besar, kita nggak usah takut difitnah, nggak usah takut susah, nggak usah takut ini, saudara. Benih ini besar.
Kembali saya sedang bicara mengenai benih ini. Memang salah satu dari nama Yesus adalah benih. Kalau anak Tuhan itu benihnya baik - pohonnya baik. Kalau pohonnya baik, ya buahnya juga baik. Saudara tanam benih duren - pohon duren. Memang delapan tahun baru kelihatan buahnya. Tapi orang sudah tahu, ini bakal keluar duren. Oom Rompas, kemaren nengok, ketemu cucu saya. Dengan anaknya Ferry. Dua-dua ngomong begini : Ini bukan di depan Yoyo ya, bukan apa-apa, bukan menjilat, bukan apa : Saya tuh simpati, seneng, sama cucu ini. Ini anak hatinya baik. Kelihatan sih, katanya. Kelihatan, ini anak hatinya baik, dasarnya baik. Sudah kelihatan, baik itu, dia bilang. Lalu dia bilang : Saya pernah lihat ada satu anak, umur satu tahun, aduh, lihatnya aja udah pikaseubeuleun. Sekarang udah umur tiga tahun. Saya tidak sebut anak siapa, katanya. Tapi apa yang saya lihat waktu dia umur satu tahun, betul, akhirnya kena, akhirnya jadi.
Nah, jemaatpun demikian. Benih apa yang ada di hati saudara? Kalau memang karakter benih itu adalah benih yang kedul, males. Biar saya khotbah sakeras-kerasnya, memang udah garisnya garis kedul. Garisnya garis males, dia mah males aja - karena benihnya ini. Kalau dia karakternya itu rajin, dijelek-jelekin orang, disindirin, macem-macem, nggak bisa berobah - emang dia rajin. Mau diomongin, mau bagaimana, nggak bisa, dia buahnya rajin kok.
Saya kasih tahu. Tuhan mah kalau mau kasih berkat, nggak kepalang. Cuma kitanya kaya yang nggak mau dikasih berkat. Oh haleluyah, ikut bedstone, puji Tuhan. Nggak ada pekerjaan. Oh Tuhan, ikut bedstone, haleluyah. Ikut doa malam. Haleluyah. Saya ikut doa malam. Kenapa? Ada problem. Apa? Belum dapat pekerjaan. Haleluyah. Dapet aja pekerjaan. Gaji teh lumayan, 400 ribu satu bulan. Lumayan atuh daripada nganggur mah. Betul? Daripada nganggur mah mending ada 400 ribu dong satu bulan. Ada untuk anak, untuk istri. Lumayan. Tapi yang nggak lumayannya apa? Setelah dia kerja, nggak bedstone lagi. Yu, doa malam. Tunduh. Bedstone? Cape. Memang garisnya, benihnya, kedul. Bahasa Ibraninya lesimal, tinggal dibalikin, males. Memang benihnya tuh kedul. Orang kalau sudah males, kedul - kedul aja.
Eh, kalau orang rajin mah, saudara. Nih modalnya dengkul, nggak modal SH, STh, nggak. Dia mah modal dengkul, kalau orang rajin mah. Sampai ngambil barang go cap tiauw, orang percaya. Sampai saya ketemu bossnya itu boss bilang : Pak pendeta, saya dulu juga ini, saya dulu pak pendeta kesini, belanja itu onderdil Suzuki. Saya ngolok sama pak pendeta, dalam hati, apa ini pendeta? Tapi sekarang ternyata saya jadi terima Yesus juga, saya sudah terima Tuhan juga. Ini ada anak nih, pak pendeta, tuh dia bawa-bawa motor tuh. Dia orangnya miskin, dulunya. Tapi dia rajin, pak pendeta. Sekarang dia kalau ngambil barang dari oweh, go cap tiauw tanpa bon. Tanpa bon. Kenapa? Karena kalau janji lima hari, dia lima hari datang, bari bayar. Janji sepuluh hari, sepuluh hari bayar. Maka saya sudah bilang antero pegawai itu sudah bilang. Dia tinggal di kota. Kami hubungan sudah delapan tahun. Sekarang dia sudah punya rumah, pak. Tapi tetep dia ngambil barang sama oweh. Mula-mula dia ngambil barangnya gope ceng, sampe go tiauw, sampe go cap tiauw. Oweh percaya, karena dia jujur. Kenapa? Karena benihnya baik, benihnya jujur. Janji, akhir bulan saya bayar. Bener, dibayar. Akhir bulan saya bayar. Betul, dibayar. Minggu depan saya bayar. Betul, dibayar. Itu teh belum kristen, masih orang dunia. Maka orang seperti itu nggak susah cari rejeki, nggak susah cari kerjaan. Orang cari orang jujur sekarang susah.
Yang nipu orang mah banyak. Pake alesan Roh Kudus, pake alesan Firman Tuhan, pake alesan kristen. Banyak. Maka hati-hati, saudara. Lihat benihnya dong. Ini benih apa? Saudara, kalau saudara udah mulai ada orang baik sama saudara, baiknya udah kelebihan, inget UUD - Ujung-ujungnya Duit. Apalagi sudah ngajak sudah yang nggak karu-karuan. Ngajak ke gereja lain, ngajak kebaktian di gereja lain. Hati-hati, dong, kita ini jemaat. Jangan nggak ada pendirian, nggak ada tulang belakang, nggak ada warna kita teh, euweuh pendirian. Kan kita punya kandang. Mending kalau saudara nggak dapet makanan cukup dari saya. Memang kalau rumput di rumah sebelah suka lebih hijau sih memang. Tapi itu kembali kepada benih. Kalau orang yang ada pendirian mah, saudara-saudara, diasong-asongin susu bubuk juga dia mah nggak mau. Tapi kalau orang nggak ada pendirian, gampang bener diolo, gampang bener dikelesin. Aneh, saya ini.
Kembali kepada benih. Lalu, kita bertanya sekarang, apa benih itu bisa dirubah nggak? Itu pertanyaan yang baik. Kita buka Roma pasal 5. Dalam Roma pasal 5, saudara-saudara, kita melihat ada satu ilustrasi yang dikatakan oleh Rasul Paulus, yaitu mulai ayat 12, Adam dan Kristus :
5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.
5:14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.
5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.
5:16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.
Saya gambarkan, supaya saudara lebih memiliki gambaran. Sekarang ada satu bapak,
namanya A. Karena suntikan tidak betul, tidak bersih di rumah sakit, dia kena
Aids, HIV. Dia kena Aids. Maka Aids ini secara otomatis akan tertular
kepada istrinya, yaitu B. Dalam hubungan suami istri, tertular. Hamillah sang
istri, melahirkan anak - C. C ini nggak ada dosa. Dia buah kasih sayang dari A
dan B. Tapi karena A dan B sudah tertular oleh HIV, C kena HIV. Taroh kata dia
belum mati sampai dua puluh tahun. Dia menikah dengan satu wanita, namanya D. D
pun akan tertular dengan HIV. Punya anak lagi, E. Kena. Teruuuussssss kebawah,
kena. Kenapa? Karena itu di dalam gen, di dalam darah. Nah, HIV ini, Aids ini,
saya robah dengan dosa. Adam dan Hawa berdosa, Kain dan Habel juga sudah
termasuk ada dosa. Dia punya anak semua dosa dan kita semua keturunan - semua
kita orang berdosa.
Nah, bagaimana sekarang apakah karakter, apakah benih dosa itu di dalam hati kita ini bisa berubah? Bisa diobah apa tidak? Nah, Alkitab mengatakan istilah, yaitu kelahiran baru. Kelahiran baru. Bahasa Inggris : Dilahirkan lagi, to be borned again. Dilahirkan kembali. Inilah yang merubah karakter yang tidak baik jadi baik.
Saya kasih contoh hasil dari beras Cianjur dan beras Ciranjang. Beras Ciranjang biar dia masih kabupaten Cianjur - bear. Beras Cianjur yang terkenal itu dari Jambu Dwipa, itu wangi. Yang dimakan oleh Pak Harto menteri-menteri itu beras Cianjur. Beras Cianjur saudara-saudaraku ditanam di Ciranjang, nggak bisa jadi, harus tanahnya baik. Beras Cianjur ditanam di Karawang, jadi - tapi nggak bisa sepulen sewangi seperti di Cianjur.
Jepang sebagai ahli, Thailand sebagai ahli mulai merekayasa bukan hanya genetik tetapi juga merekayasa tumbuh-tumbuhan. Maka dua negara ini Siam, Vietnam, atau Jepang, itu berasnya luar biasa. Kenapa? Ada semacam beras, satu beras yang tidak baik itu disinar seperti semacam sinar laser dirubah molekul-molekul, dirubah nanti dipisah-pisahkan entah bagaimana sampai akhirnya dari yang tidak baik beras ini menjadi baik. Nah, beras yang baik inilah yang ditaburkan kembali di Jepang, yang ditanam kembali di Thailand, yang ditanam kembali di Vietnam. Maka saudaraku, biarpun Indonesia ini sumber beras gudang beras tetap aja ada beras Thailand. Kenapa? Karena beras mereka hebat. Direkayasa.
Nah, kalau manusia bisa merekayasa satu beras yang tidak baik bisa jadi baik, apatah lagi Tuhan dengan kelahiran baru. Orang yang tidak baik bisa jadi baik. Ada banyak kerja buat Tuhan Yesus .. Ada banyak kerja kalau mau .. Itu kata 'kalau mau' itu ceng li betul. Kita kalau mau dirubah bisa kok asal kita mau dirubah. Nah, Paulus saja bekas pembunuh kristen, mau dirubah, jadi rasul kok. Seringkali kita ini mau dirubah sama Tuhan seperti kita masuk ruang operasi, maunya dibius nggak rasa apa-apa. Begitu keluar ruang operasi sudah saja usus buntu sudah keluar. Tidak. Tuhan mau rubah kita asal kita mau dirubah. Dengan mengatakan aduh saya sudah bersalah, ya - itu bukan berarti orang itu sudah berubah. Dia baru mengakui dia salah. Tapi dia belum tentu berubah. Pembunuh ko Icis begitu ditangkap ditanya, kenapa kamu bunuh? Menyesal apa tidak? Takut, saya menyesal. Sebab ketahuan. Aduh, lihat mukanya mah nggak ada potongan pembunuh. Kalau lihat muka mah kaya anak beruang sagede bonteng euweuh nanaonan tapi kalau udah diterusin gede.
Nah, yang Tuhan inginkan ini .. kita buka Galatia 2
.. yang Tuhan inginkan supaya kita memiliki
2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
2:20 namun - Ayat 20 perhatikan - aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
Nah ini, hati kita. Rasul Paulus sebelumnya adalah hati seorang pembunuh. Dia membunuhi orang kristen, membunuh Stephanus, memenjarakan orang. Tetapi sekarang hidupku, katanya, itu adalah hidupnya Kristus di dalam aku. Kristus dalam aku. Hidupku yang lama bukannya aku lagi, Paulus yang pembunuh itu, aku sudah keluarkan. Yang mengejar-ngejar orang kristen itu, karakter, benih yang lama itu, aku sudah buang. Sekarang, Kristus menyinari aku dengan kasih sayangNya, dengan Roh kelahiran baru, dan Kristus ada didalam diriku.
Maka rasul Paulus yang asalnya dulu membunuhi orang kristen, dia dibunuh sebagai orang kristen. Dia dipenggal kepalanya oleh Nero, sebagai orang kristen. Dulu, aku pembunuh. Tapi karakter pembunuh itu sudah diangkat sama Tuhan, diganti oleh hidup yang baru, yaitu dari Kristus Yesus. Kalau Paulus bisa, masa kita nggak bisa?
Kalau benih itu adalah dari Roh Kudus, pasti dong kalau ada utang musti bayar. Kalau benih itu dari Roh Kudus, pasti omongannya bisa dipercaya. Kalau benih itu datang dari Roh Kudus, pasti kata-katanya bisa dipercaya. Karena banyak orang menjadikan gereja ini jadi ladang penipuan. Karena orang gereja ini adalah sangat orangnya tulus, baik-baik. Saking tulus, saking baiknya, menurut Lukas 16, hari minggu saya khotbah, Yesus bilang, orang dunia lebih cerdik dari orang, anak terang. Banyak yang ditipu. Dengan istilah, gembala nggak tahu. Nanti tahunya gembala setelah ditipu. Saya teh ditipu. Saya teh tertipu. Coba kalau dari pertama saudara ngomong dulu sama gembala. Saya yakin saudara tidak akan tertipu. Itulah, sieun. Da sieun gembala nyaho urang teh boga duit. Sieun kanyahoan ku Ko Yoyo. Keun we, engke mun geus katipu, karek ngomong.
Benih apa yang ada di hati kita? Tanah dengan mentega, saudara. Tanah ini kita isi air sampai jadi lumpur, biye, beyeuteuk. Sama mentega, lembeknya sama kan? Taro di matahari. Heran, saudara. Mentega tambah lumer, tambah lemes, tambah biye, tambah le-eh. Kalau tanah jadi keras. Mataharinya mah sama. Nah, kondisi hati anak-anak Tuhan itu ada dua. Kadang-kadang dia lembek, tapi lembeknya lembek lumpur, bukan lembek mentega. Ketika datang cahaya Kristus menerangi hatinya, yang lembek mentega dia tambah lembek tambah lumer gampang diajar gampang aduh mengerti, gampang diajar, gampang nurut. Gampang. Tapi kalau lembeknya lembek lumpur, dia jadi keras. Mawa maneh. Dia tidak mau dengar lagi suara gembala, dia mau dengar suara dirinya sendiri saja. Maka saya tanya benih apa yang ada didalam hati kita?
Mari kita lihat hatinya dari nabi Yunus. Nabi Yunus saudara-saudara didalam Yunus 4.
4:1. Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.
4:3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."
4:4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"
4:5. Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.
4:6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.
4:7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.
4:8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."
4:9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."
4:10 Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.
4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"
Ternyata ada benih kemarahan di hati Yunus. Pertama ditanya sama Tuhan :
Layakkah Engkau marah? Nggak jawab Yunus. Maka Tuhan ini luar biasa. Dia bikin
pohon jarak, saudara. Kemarin nggak ada hari ini aja tiba-tiba ada. Dek, jadi
besoknya. Yunus kok bisa senang kepada satu benih, ada sekarang besok tidak ada
lagi. Dia bisa sayang. Nampaknya orang yang suka marah saudara-saudara, itu
biasanya mencintai sesuatu yang ada sekarang besok nggak ada - itu dia bisa
sayang. Tapi kepada jiwa-jiwa, kepada manusia, kepada orang, keselamatan
jiwa-jiwa - dia tidak sayang. Dia nggak peduli perasaan orang bagaimana dia
nggak peduli bagaimana orang itu susah dia nggak peduli orang itu makan apa, dia
nggak peduli orang itu pakai pakaian apa, dia nggak peduli orang itu sakit, dia
nggak peduli orang itu susah dia nggak peduli. Kalau bisa disedot sedot itu
orang, kalau bisa ditipu tipu itu orang. Dia nggak peduli.
120.000 orang yang bertobat dia nggak peduli. Hewan-hewannya yang tidak ada salah dia nggak peduli. Yang dia peduli pohon yang ada sekarang besok nggak ada. Nggak apa-apa. Asal dia kena rimbun-rimbun pohon. Wei, seperti apa ini perasaan ini yang ada dihati seorang nabi? Hanya memikirkan diri sendiri. Asal ada payung untuk saya. Asal aku nggak kepanasan. Gali lobang tutup lobang no problem. Asal aku nggak kepanasan. Orang lain 120.000 orang Ninewe mau mati tunggang-langgang sebodo amat. Asal ada pohon ini aku selamat tidak kepanasan.
Maka kedua kali ditanya sama Tuhan : Layakkah engkau marah? Baru dia jawab dengan kepahitan yang sepahit-pahitnya : Sampai matipun saya marah. Baru Tuhan ngomong : Alasannya kenapa? Kok kamu bisa sayang sama pohon padahal pohon itu yang bikin Tuhan. Dan pohon itu tidak bernyawa. Coba saudara keluar nanti ada pohon kelapa saudara tendang. Yang berteriak bukan pohon itu - saudara yang berteriak. Karena kita yang ada nyawa sakit. Pohon itu digergaji dia nggak akan berteriak. Nggak ada nyawa. Kok kamu bisa sayang sama yang tidak ada nyawa? 120.000 orang yang ku ciptakan. Sapi-sapi ternak itu ada nyawa, kok kamu nggak sayang? Masa Aku nggak boleh sayang sama mereka ciptaanKu? Ada rohnya ada awalnya tapi tidak ada akhirnya. Pohon. Benih aja hari ini ada besok nggak ada, kok kamu nggak sayang? Manusia yang hidup selama-lamanya, kok kamu nggak bisa sayang?
Maka betul itu FT yang berkata : Padakanlah hidup
dengan apa yang ada sesuaikan dengan apa yang ada. Saya tutup dengan ayat itu I
Timotius 6
6:6. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya - Ingin hidup senang, nggak mau susah -
terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Ayat 17
6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi
6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.
Aduh saudara, kalau hidup banyak hutang itu. Tidak enak. Maka saya memuji kepada Tuhan : Terima kasih sama Tuhan saya nggak punya hutang. Apalagi sama jemaat saya nggak pernah minjam duit. Biar susah kaya apa. Nggak. Bank Modern saya baptis saudara di Israel. Berkali-kali ngajak makan sama saya. Pak Awondatu perlu uang ngomong telepon sama saya. Kapan pun 24 jam telepon sama saya - saya nggak pernah telepon. Padahal saya pernah perlu uang. Telepon sama saya. Nggak. Aduh, hidup yang paling senang itu hidup bebas dari hutang. Kalau saudara orang Batak namanya lucu-lucu. Ada Sidabutar, ada Siringgoringgo, ada Rajagukguk. Nggak apa-apa. Asal jangan punya nama Silobahutang.
Di Ambon ada satu pendeta orang Ambon. Karena gereja jemaat tidak cukup mensupport gembala, maka disamping gereja dia buka warung. Warungnya dikasih nama 'Warung Manise'. Jemaat macam-macam. Belanja disitu karena tidak terlalu mahallah dibanding toko-toko lain.Tapi ada satu jemaat mulai ngebon. Oom, ngebon ya. Bon 10 ribu. Bayar 10 ribu, ngebon 20 ribu. Bayar 20 ribu, ngebon 50 ribu. Bayar 50 ribu, ngebon 100 ribu. Sampai akhirnya hutang sudah 850 ribu. Ditagih sama pendetanya untuk diputerin - belum ada uang. Ditagih - belum ada uang, ditagih belum ada uang. Sampe kesel ini pendeta. Akhirnya dia lebih kaget lagi jemaat itu tiba-tiba meninggal dunia saudara. Hutang belum dibayar sudah meninggal dunia. Istri keluarga datang : Bapak pendeta, suami saya meninggal dunia. Tolong diadakan upacara. Atuh puguh we hutang 850 ribu can dibayar, dititah khotbah deui. Khotbah dikuburan. Maka berkhotbahlah sang pendeta Ambon ini. Dia bilang begini : Raja Salomo raja paling kaya di dunia - sudah mati. Raja Daud juga kaya - dia sudah mati. Abraham kaya saudara-saudara - dia mati. Zakheus orang kaya di Yerikho - dia mati. Raja Brunei Darussalam pun dia akan mati. Semua raja-raja minyak, Rockefeller pun mati, saudara. Apalagi sontoloyo ini ... dia bilang. Saking keselnya belum dibayar hutangnya.
Maka itu saudara-saudaraku, rasul Paulus berkata : Bayarlah hutang kepada orang yang terhutang hormat. Kalau saudara ada orang yang lebih tua saudara berhutang untuk hormat. Selamat pagi, Selamat sore. Saudara masuk ke gereja, begitu selonong eh sudah ada jemaat didalam, saudara lihat dong, saudara terhutang untuk lihat manggutlah walaupun masih kenal-kenal kebo, kenal kenal sapi. Ada yang lebih tua : Puji Tuhan, selamat sore. Lihat polisi - hormat. CPM, kita hormat. Bapak Bupati lewat kita hormat. Karena itu terhutang hormat. Di Bandung ada satu orang Budha mau terima Yesus. Dia tanya sama pendetanya : Apa kalau saya terima Yesus, hutang bisa dibebaskan? Pendetanya bilang : Kalau kamu terima Yesus, hutang dosa dibebaskan oleh Tuhan tapi hutang anda kepada bank - itu bayar sendiri.
Jadi saudara-saudara, saya tidak panjangkan firman Allah. Benih apa yang ada dalam hati kita dan saya yakin malam hari ini benih yang baik yang ada dalam hati kita, benih Kerajaan Surga, benih kelahiran baru. Mari kita berdiri bersama-sama.
Rabu, 07 Agustus 2002
Selamat sore, selamat bertemu berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan belajar lagi dari injil Lukas dan kita sama-sama kembali melihat Lukas
1:32b. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia - Yesus - akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Baca ayat 33 Dan Ia - Yesus - akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub.
Saudara-saudara, bagi orang Israel, ada tiga nama
besar, yang selalu disebut berulang-ulang, yaitu Abraham, Ishak dan Yakub.
Jadi Abraham punya anak Ishak, Ishak lalu punya anak Yakub. Dari inilah cikal
bakal orang Israel dan mereka sangat menghormati tiga tokoh ini karena Tuhan
sendiri menghormati atau menyebut-nyebut nama ketiga orang ini. Saudara pakai
tali alkitab ini, tutup Lukas 1, kita buka dulu Keluaran 3. Didalam Kitab
Keluaran
3:3 Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"
3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
3:6 Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub."
Selalu dikatakan berulang-ulang Tuhan sendiri, ya. Nah, kita mau ambil pelajaran dari sini. Abraham adalah bapak dari Ishak, Abraham adalah kakek dari Yakub. Jadi nampaknya Tuhan bilang seperti Aku bersama dengan Abraham - kakek, seperti dengan bapak, seperti dengan Yakub, sekarang kamu Musa, kamu keturunan Yakub orang Israel ini punya 12 suku semua anak dari Yakub. Akulah Allah dari mereka ini yang memanggil kamu.
Nah, arti dari Yakub ini nggak enak. Yakub ini artinya penipu, pendaya. Dari kecil sudah kelihatan bahwa dia arti namanya saja penipu atau pendaya. Kakaknya Esau itu, namanya saja koko - itu punya hak kesulungan. Hak kesulungan saudara, itu diutamakan untuk anak sulung memang. Bukan soal warisannya - bukan; hak kesulungan lebih dari hanya warisan, hak kesulungan lebih besar arti daripada hanya harta warisan, dia lebih banyak berbicara tentang yang diutamakan. Segala apa itu tanya dulu koko, tanya dulu kakak - itu hak kesulungan.
Seperti saya, saya ini bukan yang tertua dalam keluarga Awondatu. Dari keluarga Awondatu, ada Susana Awondatu di Bondowoso, dia lebih tua dari saya menurut usia. Tetapi dalam keluarga besar Awondatu saya dituakan, saya diabangkan, saya disebut bung. Karena ayah saya dari 5 saudara Awondatu, ayah saya paling besar. Jadi anak dari papa saya ini yang dituakan, yang disulungkan semua oleh ke empat ini semua. Ya, kemarin oom Rompas mau ke Purwakarta : Yo, saya mau ke Purwakarta apa kamu ada bawa titip untuk Ester. Ester ini anak dari oom Derek, ya. Ini ada lagi adik satu mau ketemu saya, padahal usia lebih. Mereka lebih tua, ya. Tetapi saya dituakan, itu disebut hak kesulungan. Jadi usia sih muda tapi kalau dihitung-hitung .. saya rasa di orang Tionghoa juga ada, ya. Itu kita musti ngomong sama dia, sama si koko karena dia itu anak dari yang paling tua, yang dituakan, dan sebagainya, dan sebagainya.
Nah, Yakub ini pendaya, penipu. Dia ingin itu hak kesulungan, disuruh oleh ibunya, maka ia menipu. Ishak ini sudah buta, apa sudah tua. Paling suka Ishak ini makan daging yang berburu dari Esau. Asal Esau datang dia bikin itu daging berburu, dibikin untuk papanya - ini paling suka ini Ishak ini. Memang Esau ini berbulu badannya tetapi Yakub ini klimis. Lucu. Disebut Esau itu karena Edom itu karena merah seperti tanah merah berbulu waktu dilahirkan saja berbulu. Jadi si Yakub ini, dia potong domba saudara. Waktu dia potong domba, dia tutup tangannya yang klimis ini dengan kulit domba karena papanya sudah buta. Dengan kulit domba yang sudah bulunya dikurangi sedikit lalu dia datang. Papanya bilang : ini siapa? Yakub bilang : ini Esau. Mari datang kesini. Datang. Dicium sama bapanya. Bapanya ngomong begini : suara, suara Yakub tapi badan, badan Esau. Karena berbulu. Memang sudah tua Ishak.
Sebelum kejadian itu, Esau dikeuleusin dulu sama si Yakub ini. Supaya saudara ngerti. Dikeuleusinnya bagaimana? Hei, kamu kan punya hak kesulungan aku lagi bikin kacang merah nih kacang merah makan dengan daging yang enak. Aduh, aku lapar nih, baru pulang nih koko baru pulang dari berburu. Udah dikasih. Tukar sama hak kesulungan. Ah, hak kesulungan sih saya nggak terlalu perlu. Dia nggak tahu harganya itu hak kesulungan. Ditukar. Setelah ditukar dia menipu papanya ini dengan berkati saya sekarang pah. Diberkatilah. Memang berkatnya itu untuk Esau, tapi yang dipegang kepalanya itu Yakub.
Namanya saja nipu saudara-saudara, namanya saja mendaya. Akhirnya dia melarikan diri setelah dia tahu setelah kakaknya tahu dia melarikan diri. Melarikan diri kerumah pamannya yang bernama Laban. Saya tidak tahu Laban ini masih family dengan ce ban atau no ban saya tidak tahu tapi Laban ini saudaraku dia punya anak dua. Lea dan Rahel. Jadi saudara ini Laban ini .. Lea ini matanya byuku, sayu. Salinan lain matanya agak tidak terlalu fokus, ya, agak sedikit out of focus.
Yang ngelamar ini si Yakub ini ngelamar yang dia mau dia ingin adiknya yang cakep, Lea ini kakaknya. Oh, gampang kata Laban. Kerja saja disini 7 tahun. Kalau kamu kerja disini 7 tahun, nanti aku kasih anakku yang cakep itu buat kamu menjadi istri. Lalu apa yang terjadi saudara-saudara? Dia memang demen sama Rahel, dia kerja 7 tahun. Maka saya yakin saudara kalau orang itu cinta, dia bisa nunggu. Amin? Kalau orang nggak cinta, dia nggak bisa nunggu. Dan akhirnya dia tunggu 7 tahun. Oke. Pak Laban saya sudah kerja 7 tahun, sekarang saya minta Rahel. Oke.
Pada waktu malam pengantin masih ditutup, begitu dibuka mukanya bukan Rahel. Lea. Wah, dia marah : kenapa paman menipu saya? Saya kan minta Rahel. Kenapa dikasih Lea? Mau Rahel? Kerja lagi 7 tahun. Kenapa dia ditipu sama Laban? Karena dia menipu. Siapa menipu, dia akan ditipu. Bagaimana dia jaga seperti apa, siapa menabur dia akan menuai. Mau Rahel? Kerja lagi 7 tahun. Karena dia memang demennya sama Rahel, dia kerja lagi 7 tahun, jadi 14 tahun kerja. Akhirnya setelah menang domba-domba itu dia kabur. Kabur, dia tinggalkan Laban. Kabur, jadi lari. Nah, ketika dia lari setelah 14 tahun dia lari sudah berkeluarga, dia dapat ancaman dari Esau kakaknya. Dia membawa 400 tentara untuk membantai Yakub. Marah karena hak kesulungan. Esau ini nangis-nangis sama bapaknya. Apa nggak ada lagi hak kesulungan? Nggak ada. Hak kesulungan cuma satu, papa nya bilang. Adikmu menipu aku. Wah, marah Esau. Sampai dimana, saya akan bunuh.
Waktu saya kecil, saudara-saudara, kira-kira saya kelas 1 SMP atau kelas 6 SD, papa saya ketitipan satu anak. Dari jemaat nitipkan satu anak. Anak ini baru keluar dari penjara. Mamanya sudah bo hwat karena anak ini dendam kepada adiknya, dia mau bunuh adiknya dengan pisau. Jadi dia ditaroh, dia kabur katanya dari penjara, dia diam di gereja. Dia ngomong sama saya di ruang makan. Ruang makan masih dulu digarasi saudara. Dia bilang begini : Yoyo jangan ngomong sama siapa-siapa ada saya disini. Ngomong sama siapa jangan. Kalau Yoyo ngomong sama siapa-siapa, pisau ini, yang saya siapkan untuk adik saya, bisa saya tusukkan sama kamu. Ingat ya. Wah, saya ketakutan. Ngapain saya ngomong, saya bilang. Karena papa saya, udah jemaat minta tolonglah, ditampung - karena polisi cari dia. Akhirnya dia sayang saya. Ajak nonton di Sinar. Pulang nonton makan duren. Saya senang. Tahu-tahu kejadian. Kejadiannya di Gang Bombay. Adiknya dia tusuk kena berdarah tapi nggak apa-apa. Dia ditangkap polisi, ditahan. Sampai sekarang saya nggak lihat lagi. Dendam bagaimana orang tua pilih kasih, katanya. Nah, ini nanti kita bicara lebih jauh di Family Camp.
Tapi seperti inilah kira-kira Esau mendendam kepada Yakub bawa 400 tentara. Karena satu persatu saja satu lawan satu saja Yakub sudah nggak bisa lawan. Esau badan gede berbulu, Yakub nya klimis, nggak bisa lawan. Tapi dia bawa tentara 400 terlatih untuk bantai ini sekeluarga kalau bisa bunuh, bunuhlah dia.
Jadi sekarang saudara, Yakub ini menjadi lambang seorang yang dikejar-kejar, seorang yang tidak baik. Sampai pada satu kali di sungai Yabok, di Yordania sekarang, itu Yakub bergumul dengan malaikat karena besok dia akan menghadapi Esau, bergumul dengan malaikat minta diberkati. Yang saya heran Yakub tidak berani melawan Esau, dia berani lawan malaikat. Ia berani, bergumul sampai waktu sudah fajar malaikat bilang : tinggalkanlah aku.
Nah, kalau saudara yang suka doa malam sama-sama saya memperhatikan dengan peka coba waktu mau amin, saudara akan rasa itu, saudara akan rasa itu hadirat turun waktu kita mau amin, waktu kita mau menghentikan doa, waktu kita mau pulang. Saudara, kalau saudara peka satu dua orang terakhir yang disuruh doa, itu urapan Dia turun. Saya belajar ini dari doa Yakub. Malaikat itu memberi berkat bukan waktu malam bergumul - waktu dia mau ke subuh, waktu mau ke pagi, waktu ke dini hari. Berkati aku, kata Yakub. Maka saya nggak mau tukar sama yang lain itu doa malam. Karena saya tahu ada berkat. Saya tahu ada berkat. Biar cape biar mata teler biar mata jadi beleken tapi saya tahu ada berkat. Amin? Yang doa yang bisa amin, yang nggak doa mah nggak bisa amin dia nggak pernah doa.
Kembali lagi kepada Firman Allah. Jadi lepaskan aku. Tidak, aku tidak lepaskan sebelum Kamu berkati. Engkau akan diberkati dan kamu akan disebut Israel. Bukan lagi Yakub tapi Israel. Dan sejak itulah 12 anak Yakub disebut bangsa Israel sampai sekarang karena Yakub ini dari penipu berubah jadi baik - menjadi Israel, Putera Raja. Sekarang saya kembali kepada Lukas, saudara nanti mengerti. Ayat 33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub.
Padahal Perjanjian Baru, Yakub sudah tidak ada. Yakub sudah jadi Israel. Yakub sudah mati. Allah Abraham Ishak dan Yakub - sudah. Sekarang sudah Israel. Tapi kenapa Yesus mau menjadi Raja atas kaum keturunan Yakub? Yakub ini penipu, pendaya, tidak berdaya. Dia suka nipu akhirnya dia ditipu orang. Apakah maksudnya saudara? Yang bisa rubah Yakub hanya satu orang, yang namanya Yesus. Amin saudara-saudara? Jadi yang bergumul dengan dia, itu bukan malaikat biasa. Kalau bapanya sudah ketemu sekarang keturunannya yang belum mengerti kebenaran padahal dia itu ada dalam keturunan berkatnya Tuhan. Kamu keturunan Abraham, Ishak dan Yakub, kamu itu anak-raja, anak kaisar, anak yang baik - kenapa kamu jadi penipu? Kenapa kamu jadi pembohong? Tidak bisa mengerti dia, dia tidak bisa mengerti. Siapa yang bisa buka matanya. Mulai sekarang kamu bukan Yakub lagi. Kita bukan ayatnya saudara dalam kitab Kejadian 32. Judulnya saja Yakub takut bertemu dengan Esau.
32:1. Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia.
32:2 Ketika Yakub melihat mereka, berkatalah ia: "Ini bala tentara Allah." Sebab itu dinamainyalah tempat itu Mahanaim.
32:3. Sesudah itu Yakub menyuruh utusannya berjalan lebih dahulu mendapatkan Esau, kakaknya, ke tanah Seir, daerah Edom.
32:4 Ia memerintahkan kepada mereka: "Beginilah kamu katakan kepada tuanku, kepada Esau: Beginilah kata hambamu
Yakub - Jadi dia menaruh diri bukan adik tetapi sebagai hamba - : Aku telah tinggal pada Laban sebagai orang asing dan diam di situ selama ini.
32:5 Aku telah mempunyai lembu sapi, keledai dan kambing domba, budak laki-laki dan perempuan, dan aku menyuruh memberitahukan hal ini kepada tuanku, supaya aku mendapat kasihmu."
32:6 Kemudian pulanglah para utusan itu kepada Yakub dan berkata: "Kami telah sampai kepada kakakmu, kepada Esau, dan iapun sedang di jalan menemui engkau, diiringi oleh empat ratus orang."
32:7 Lalu sangat takutlah Yakub - ceng li - dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan.
32:8 Sebab pikirnya: "Jika Esau datang menyerang pasukan yang satu, sehingga terpukul kalah, maka pasukan yang tinggal akan terluput."
32:9. Kemudian berkatalah Yakub: "Ya Allah nenekku Abraham dan Allah ayahku Ishak, ya TUHAN, yang telah berfirman kepadaku: Pulanglah ke negerimu serta kepada sanak saudaramu dan Aku akan berbuat baik kepadamu--
32:10 sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan.
32:11 Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya.
32:12 Bukankah Engkau telah berfirman: Tentu Aku akan berbuat baik kepadamu dan menjadikan keturunanmu sebagai pasir di laut, yang karena banyaknya tidak dapat dihitung."
32:13. Lalu bermalamlah ia di sana pada malam itu. Kemudian diambilnyalah dari apa yang ada padanya suatu persembahan untuk Esau, kakaknya,
32:14 yaitu dua ratus kambing betina dan dua puluh kambing jantan, dua ratus domba betina dan dua puluh domba jantan,
32:15 tiga puluh unta yang sedang menyusui beserta anak-anaknya, empat puluh lembu betina dan sepuluh lembu jantan, dua puluh keledai betina dan sepuluh keledai jantan.
32:16 Diserahkannyalah semuanya itu kepada budak-budaknya untuk dijaga, tiap-tiap kumpulan tersendiri, dan ia berkata kepada mereka: "Berjalanlah kamu lebih dahulu dan jagalah supaya ada jarak antara kumpulan yang satu dengan kumpulan yang lain."
- Dan sebagainya, dan sebagainya. Ayaat 22 - .
32:22 Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok.
32:23 Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya.
32:24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
32:25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
32:26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."
32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub."
32:28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
32:29 Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
32:30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"
- Sampai disitu.
Ini bukan saya yang ngomong. Yakub yang ngomong : saya bertemu dengan Allah. Muka dengan muka. Siapa namaMu? Tidak perlu tahu. Kamu sudah bertindak menang melawan Allah dan manusia. Kamu punya nama tidak cocok lagi. Yakub sekarang. Kamu bukan lagi penipu sekarang. Sudah menang. Kamu sekarang Israel. Saya yakin Dia yang merubah nama itu adalah Yesus, ya. Di Perjanjian Lama dia tidak sebut nama. Karena didalam Perjanjian Baru Dia juga yang ganti nama Lewi jadi Matius. Dia juga yang ganti nama Simon jadi Petrus. Dia juga yang ganti nama Natanael jadi Bartolomeus. Allah juga yang mengganti nama Salomo jadi Yedijah, yang dikasihi Tuhan. Jadi memang Tuhan yang mengganti nama. Sekarang kalau kita kembali kepada Lukas 1, kita melihat sekarang ayat 33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
Siapa Dia ini? Yesus. Ternyata Yesus inilah yang bisa menolong kaum keturunan Yakub. Apa hubungannya dengan saya? Ini keterangan oom Yoyo ini, apa hubungannya dengan saya? Roma
3:1. Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?
3:2 Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.
3:3 Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?
3:4 Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia - Apa
saudara? - pembohong,
Jadi kita ini adalah kaum Yakub. Semua manusia pembohong, pendusta. Rambut udah putih disemir hitam - kan pembohong. Hidung dirubah. Apalagi sekarang banyak ibu-ibu rambut sudah begini dirubah hijau biru putih merah oranye supaya kaya pamoceng. Gigi udah pake gigi palsu. Bohong kan. Ini hanya istilah saja.
Jadi manusia semua dalam keluarga
pembohong. Saya termasuk dalam keluarga pembohong. Siapa yang bisa nolong saya,
saya bilang. Aduh Tuhan, kalau saya sudah dianggap pembohong, siapa yang bisa
nolong saya? Yesus! Karena Dia yang merubah Yakub jadi Israel. Nah, masih
didalam surat Roma 9
9:12 dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,"
9:13 seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."
9:14. Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
9:15 Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."
Sekarang saya minta saudara buka hati saudara yang sebaik-baik, semurni-murninya - saya mau terangkan satu kebenaran. Yakub kalau secara manusia, kita tidak simpatik. Kita simpatik kepada Esau, orang yang ditipu. Koko punya hak kesulungan ditipu. Tapi ternyata Tuhan punya penilaian bukan begitu. Saya kasih ilustrasi. Mungkin kalau saudara punya anak cuman dua seperti saya, tidak terlalu kerasa. Tapi kalau orang sudah punya anak 4 .. 5 .. 6, dari enam anak itu ada satu anak yang kurang beruntung. Taruhlah kakak-kakaknya sukses, adik-adiknya sukses, dia satu kurang beruntung. Sebagai ibu, pasti saudara akan memikirkan dia.
Ibu saya sendiri saudara ini yang jadi .. sampai sekarang saya jadi beban : Yo, mama teh ada cita-cita. Kalau bisa si Paulus itu dipestain kawinnya. Paulus kawin nggak dipestain Yo, Yoyo dipestain. Karunya Paulus teh. Mama lamun aya duit mah dipestakeun. Saya tanya sama Paulus, nggak usah lah. Saya mah nggak usah. Yang saya mau cerita, itu perhatian mama kepada Paulus adik saya, yang dia anggap kurang beruntung karena menikah tidak dipestakan. Tidak ada foto pernikahan. Itulah isi hati orang tua. Jadi kalau Tuhan lihat Yakub ini dia penipu pendaya dikejar-kejar dia tidak baik - apa salah Tuhan menyayangi Yakub, mengasihani Yakub dengan tujuan merubah dari tidak baik jadi baik?
Nah, sekarang Esau. Memang koko, memang hak kesulungan tapi kenapa dia mau tukar hak kesulungan itu dengan kacang merah? Kalau saudara baca kata-kata Esau waktu ditukar dengan kacang merah : aku tidak terlalu perlu itu. Hak kesulungan .. ah, ayo beri kacang merah. Sedangkan hak kesulungan dipemandangan Tuhan itu satu penilaian yang luar biasa. Kadang ada yang punya anak 7, satu anak ini kurang beruntung. Yang lain sudah menikah, dia tidak menikah karena kurang beruntung. Orang tua itu memikirin dia. Demikianlah kasih Tuhan, saudara. Kenapa? Karena kalau saudara protes kenapa Tuhan mencintai Yakub,orang nanti protes kenapa Tuhan mencintai kita? Karena Yakub membohong, kita juga membohong - menurut Roma 3. Semua manusia pembohong.
Jadi kembali kepada Sabda Tuhan apa maksud dari Lukas ini bicara yang demikian. Karena dikatakan : Aku mengasihi Yakub - ayat 13 tadi - tetapi membenci Esau. Loh, kalau Tuhan sudah mengasihi Yakub, bagaimana kita mau benci Yakub - salah, ya. Kembali lagi kepada Lukas 1 dan kita membaca ayat 33. dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
Saya yakin kerajaan yang Yesus sedang bikin bukan kerajaan Yakub tapi kerajaan yang dimaksudkan Israel rohani. Israel yang saya maksud bukan bangsa tetapi orang yang bertindak sebagai raja. Dia menang bergumul dengan Tuhan, dia menang bergumul dengan manusia.
Saya bangun tadi setengah lima subuh jam 5 mengantar anak menantu cucu ke airport. Sudah beres saya tinggalkan mereka. Jam 6 saya harus ke Kinasih karena saya harus khotbah didepan hamba-hamba Tuhan sekitar 400 an hamba Tuhan seluruh Jawa Barat sedang fellowship disana. Tapi karena sudah selesai acara masih jam 1 sudah selesai, saya melarikan dululah kesini. Tetapi walaupun saya cuma duduk disana berapa jam saja, aduh, ternyata pekerjaan Tuhan itu aduh rumit. Banyak perniknya, banyak kasus, banyak problem, banyak beban, banyak persoalan. Yang kita sangka bakal jadi - nggak jadi, yang kita sangka nggak akan jadi - jadi. Itulah Yakub - Esau.
Yakub penipu. Wah, nggak bakalan jadi. Jadi. Akulah Allah Abraham, Ishak, Yakub. Jadi kalau saya baca itu nama : Akulah Allah Abraham, Ishak dan Yakub - selalu saya tersentuh. Karena ketika sampai kepada Yakub saya termasuk disana. Abraham imam, kita tidak termasuk - terlalu jauh. Ishak mujijat tertawa - terlalu jauh. Tapi Yakub menipu, membohong - nggak terlalu jauh.
Jadi jangan salah paham, ya saudara. Bukannya saya ajarin Tuhan mencintai orang yang suka membohong. Bukan. Jadi harus taruhnya begini. Walaupun dia berdusta tapi Tuhan tetap cinta supaya Dia rubah orang yang bekas suka menipu membohong ini, akhirnya jadi baik.
Sebagai ayat yang terakhir Lukas
19:1. Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."
19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."
- Sampai disitu dulu - .
Jadi Zakheus dalam pemandangan mata orang Yerikho
ini dia orang berdosa. Tetapi kenapa Yesus mau masuk ketempat Zakheus? Kalau
orang tidak senang Yesus masuk kerumah Zakheus, maka Yesus pun tidak akan masuk
kerumah dia. Karena Zakheus itu kalau kita lihat kelakuannya tidak jauh berbeda.
Mari kita baca. Ayat 8.
19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
19:9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
Saya ingin baca dalam salinan bahasa Inggris, waktu Zakheus berkata : sekiranya
ada orang yang aku peras, ya. Didalam bahasa Inggris mungkin salinannya
agak lain. Dia bicara : And if i have taken anything from any man by false
accusation. Dengan tuduhan-tuduhan false, palsu. Karena dia ini tukang pajak,
dia bisa nuduh palsu. Mustinya pajak umpamanya 100 ribu, dia ngomong aja 800
ribu. Jadi 700 ribu sudah uang kotor. Dia kembalikan 4 kali 700 ribu - 2 juta
800. Kalau aku sudah false accusation. Kata false itu kan palsu, bohong. Roma 3
lagi. Yakub lagi. Beberapa rabu yang lalu, kita sudah belajar tentang
Galilea. Sekarang kita belajar tentang Yakub.
Saya tidak merasa lebih hebat dari saudara karena saya berdiri disini. Saya berdiri disini karena supaya lebih gampang dilihat - gitu saja. Kalau mimbarnya dibawah kan saudara lihatnya .. apalagi kalau di jemaat saya ada si Ateng. Wah, si Ateng musti pakai jojodog : mana pak Awondatu? Tetapi kalau saya diatas ini kan gampang dilihat, gitu maksud saya. Kenapa saya bilang saya tidak merasa lebih baik dari saudara? Hanya kita punya panggilan beda. Tuhan panggil saya jadi hamba Tuhan, Tuhan panggil saudara jadi ibu ramah tangga, Tuhan panggil saudara jadi insinyur, jadi dokter, jadi pedagang, jadi usahawan, dan sebagainya. Tapi Tuhan panggil saya jadi hambanya. Background kita sama - Yakub. Pendaya, penipu, lari dari satu kasus kepada kasus yang lain. Problem satu belum selesai .. malu, menceritakannya saja malu.
Tetapi puji Tuhan, dengan kasih sayangnya Tuhan, Dia mau jadi Raja atas kaum keturunan Yakub. Saudara senang kita jadi mempunyai raja seperti Yesus? Nanti hari rabu depan apa masih ada kebaktian saya tidak tahu, ya. Masih ada kebaktian sebelum masuk kepada Family Camp dan kita sudah siapkan hal-hal yang kita harapkan Tuhan memberi yang the best, yang terbaik, Tuhan berikan kepada kita dalam Family Camp ini. Tundukkan kepala.
Rabu, 14 Agustus 2002
Selamat sore, saudara-saudara, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Nampaknya family camp ini diminati cukup banyak orang, sekitar lima ratus peserta mungkin bisa lebih. Dan pembicara sudah ada disekitar kita. Yang pertama adalah pendeta Arlens Kauntu. Dia akan berbicara khususnya untuk kaum pria. Jadi kaum pria ini dapat untung besar sekali. Berbicara tentang kesucian pribadi, ya. Jadi saudara yang ikut family camp tahun ini, luar biasa ini berkat Tuhan. Dia adalah dari GEMIM, Gereja Masehi Injil Minahasa Manado. Dia GEMIM, tapi dia penuh Roh Kudus. Dia protestan tapi dia penuh Roh Kudus. Kakaknya masuk di Baetani, tapi dia tidak mau. Dia mau tetap di GEMIM supaya dia jadi berkat untuk GEMIM. Gereja protestan supaya bisa dibangunkan. Sekarang sedang ikut seminar, sekolah doa di Kinasih.
Pembicara khusus kaum muda itu ada saudara eks Cianjur. Tetapi dia menjadi gembala di GBI Sorong. Saya melihat, dia punya pelayanan sangat berkembang dan diurapi Tuhan, dia diberkati Tuhan. Seorang hamba Tuhan yang berani korban, ya. Berani kasih mobil kijang. Dia baru dapat mobil kijang, dia kasih itu untuk penginjilan ke Pakistan, untuk pendeta lain. Dia kasih, ya. Jadi, dia akan berbicara di kaum muda. Namanya pendeta Tommy Manaroinsong. Adiknya ada di sekolah alkitab, sedang jadi pengerja, ini kakaknya. Dia akan berbicara, juga sekarang ada di sekolah doa, di Kinasih. Dan kita belum dapat pembicara kaum wanita. Mungkin laki-laki yang akan berbicara kepada kaum wanita. Mungkin saya, mungkin orang lain.
Jadi saya mungkin tidak akan terlalu banyak bicara, karena bapak Arlens ini akan berbicara cukup banyak topik. Tetapi nanti kita akan lihat. Kalau saya punya bagian dua jam, kita mau bagi, satu jam-satu jam. Kalau saya punya umpamanya, malam pertama itu malam perkenalan dua jam, itu terlalu panjang. Kita kasih untuk Firman Tuhan satu jam, baru malam perkenalan satu jam, ya. Supaya jauh-jauh dia dari Manado, kita sudah bayar pesawat terbang segala rupa, tapi kalau cuma ngomong sedikit, sayang.
Lukas pasal 1, kita akan melihat kembali. Ayat berapa? Ayat 34,
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
Puji Tuhan. Pada sore hari ini mari kita melihat mulai dari ayat 35. Jawaban malaikat, karena Maria berkata : mana bisa terjadi saya belum menikah, belum kawin secara manusiawi bisa mendapat anak? Jadi berita dari Gabriel, saudara-saudara, adalah berita yang rohani. Berita dari Gabriel adalah berita yang rohani. Tetapi reaksi dari Maria, reaksinya dari Maria adalah reaksi yang jasmani, yang manusiawi. Kadang-kadang Firman Tuhan berbicara kepada kita dengan berita yang rohani. Sayang sekali kita bereaksinya, reaksi yang jasmani. Saya kasih contoh. Umpamanya, saudara dengar Firman Allah, kena saudara dengan Sabda Tuhan. Sebetulnya itu adalah berita Firman Allah : jangkauannya rohani. Tapi kita bereaksi jasmani : kita marah, kita tersinggung, kita ngambek, kita tidak ke gereja lagi, kita mundur. Reaksinya keliru. Sekali lagi, contoh.
Yesus berkata kepada perempuan Samaria secara rohani. Kalau kamu minum air yang Aku berikan, kamu akan tidak haus lagi, karena dari dalamnya akan mengalir mata air hidup sampai kepada hidup yang kekal. Reaksi perempuan itu adalah reaksi jasmani. Beri aku minum, tapi Bapa tidak punya timba. Yohanes pasal 3, Nikodemus datang malam-malam pada Yesus. Yesus, dia mau tahu, apa yang harus aku perbuat supaya mendapatkan hidup yang kekal? Yesus bicara yang rohani, kamu harus dilahirkan kembali. Reaksinya jasmani, bagaimana saya sudah tua ini dilahirkan kembali? Apa saya masuk lagi di rahim ibu saya? Professor loh yang ngomong begitu.
Jadi kalau di Alkitab banyak yang bereaksi jasmani, ya. Akulah roti yang hidup, barang siapa makan dagingKu dan minum darahKu, dia akan hidup sampai selama-lamanya, Yohanes pasal 6. Orang bereaksi, mundur dari Tuhan Yesus. Gila ini pengajaran, siapa yang bisa terima? Masa kita makan daging Dia? Masa kita minum darah Dia? Reaksinya jasmani. Apa kita mau gerogotin badan Yesus? Sering kali begitu. Jadi kita belajar sekarang. Gabriel bicara yang rohani, kamu akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki. Dia bicara rohani, karena Roh Kudus akan turun. Tapi reaksi dari Maria, reaksi manusiawi, bagaimana itu bisa terjadi? Ayat 34, saya belum bersuami.
Nah, ini kalau saya urut terus, ada sambungannya. Bagaimana saya bisa sembuh? Uang tidak ada, saya untuk ke dokter. Saya baru dapat sms dari satu ibu rumah tangga, tapi masih kebetulan keluarga saya. Masih saudara misan, punya putri. Dia menikah dengan seorang keluarga Jawa, islam. Dia bawa kepada Yesus. Sekarang dia ada di Magelang. Mertuanya ikut Tuhanlah di gereja katolik. Nah, kalau katolik saudara tahu, tidak terlalu dalam seperti kita, asal-asalan. Mertuanya lidahnya kanker, sudah digunting sedikit. Ini anak perempuan ini beraninya luar biasa. Kalau percaya sama Yesus, bisa sembuh. Betul, coba kalau bisa sembuh coba. Dia kirim sms sama saya : apa yang harus saya lakukan? Sampai 8 sms. Saya bilang persoalan apa? Dia cerita. Saya hanya kasih dua ayat saja, kalau tidak percaya percuma sembahyang juga. Yang penting percaya. Sudah.
Nah, kalau kita cerita terus diurut terus bagaimana saya bisa masuk sekolah itu, sekolah itu mahal; bagaimana saya bisa punya rumah, penghasilan saya sedikit; bagaimana saya bisa ikut family camp, saya nggak ada uang, uang saya terbatas, ya. Kita sudah mempunyai dana untuk 30 orang, bantuan sudah dipakai 15 orang di Jakarta.
Ada satu bapa. Bapa Onesimus saja sudah pesan-pesan sama pak Tommy : tolong bapa itu suruh ikut, biar soal biaya nanti, karena simpati. Hubungi baik-baik. Pak, ikut family camp. Bapak jangan pikir soal biaya, sudah ada yang mau bantu. Marah. Saya juga bisa bayar kalau tanah saya laku saya bayar. Saya nggak usah makan disini saya makan diluar juga bisa. Reaksinya jasmani. Padahal ngomong baik-baik secara rohani. Padahal, saya katakan, mungkin bapak itu sudah tanam kebaikan 5 tahun yang lalu, tanam kebaikan 10 tahun yang lalu. Sekarang menuainya. Lewat orang lain, dia bisa ikut family camp, nggak usah bayar, free. Nggak mau, malah marah. Jadi ini asyik, saudara, Gabriel bicara rohani tapi Maria bicara jasmani.
Lalu jawab malaikat itu, jawab Gabriel :"Roh
Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau,
sebab itu anak yang akan kau lahirkan akan disebut Kudus, anak Allah.
Jawabannya kepada Roh Kudus. Kalau Roh Kudus menaungi. Roh Kudus menaungi kamu.
Menaungi. Kita susah ya, kalau menaungi. Menaungi, menaungi ini. Bagaimana sih,
memayungi. Roh Kudus akan memayungi. Mari kita lihat caranya Roh Kudus
memayungi. Pertama, dalam Kejadian pasal 1. Dalam Kejadian pasal 1:1 dan 2 :
1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
Kata melayang-layang ini datang dari bahasa Ibrani, bara, yang artinya seperti
induk ayam mengerami telur. Menaungi kan? Telur itu nggak bisa menetas sendiri,
nggak bisa. Nggak bisa. Dia harus dierami. Dierami 21 hari, netes dia kalau
telur ayam, perkutut 14 hari, netes dia. Dengan cara yang lain, pakai sulap
nggak bisa dia jadi
anak ayam, nggak bisa. Harus dierami.
Gabriel berkata, Roh Kudus akan memayungi, akan menaungi. Kalau cita-cita kita, kita punya cita-cita, kita punya keinginan, ya. Kalau saudara ada cita-cita, keinginan, omongkan, katakan kepada Tuhan didalam hati saudara. Duh Tuhan, saya tuh ingin begini. Saya ingin suami saya begini. Saya ingin usaha saya begini. Itu cita-cita ceritakan. Tapi saya mau katakan, itu cita-cita seperti telur. Kalau saudara nggak minta pertolongan Roh Kudus, dia akan tetap telur, akan tetap cita-cita. Tapi kalau saudara mau datang sama Roh Kudus : Tuhan tolonglah. Kalau Roh Kudus menaungi kita, maka cita-cita itu menjadi satu kenyataan.
Saudara dengar khotbah Firman Tuhan, itu telur. Kapan dia jadi kenyataan? Firman kesembuhan, Firman kelimpahan, Firman kekuatan, Firman penghiburan. Kapan dia jadi kenyataannya? Waktu Roh Kudus menaungi kita. Coba kalau kesaksian kaya tadi, itu disaksikan di family camp. Wah, saudara-saudara, banyak orang yang dapat berkat. Empat belas tahun sakit, tiga puluh lima tahun yang lalu sakit. Berarti dari umur belasan tahun, umur dua puluhan tahun, belasan tahun sakit. Saya tidak tahu. Kalau kita pelihara perkutut, pelihara barang antik, ya boleh tiga puluh lima tahun. Tapi pelihara leho? Untung saja sudah dinaungi oleh Roh Kudus. Ada haleluyah, saudara?
Dinaungi oleh Roh Kudus. Dan Roh Kudus mau menaungi siapa saja. Dia nggak pilih kasih, Dia nggak pilih-pilih siapa. Apa dia pendeta, apa dia lelaki keturunan, nggak - siapa saja yang mau. Sekarang yang dipilih adalah Maria. Roh Kudus akan menaungi kamu, tetapi saya akan tambahkan, dan kuasa Allah yang Mahatinggi. Kitab Kejadian pasal 14. Kejadian 14, kita akan lihat apa yang dikatakan Tuhan. Ayat 17 :
14:17. Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja.
14:18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
Allah yang Mahatinggi. Sekarang saudara lompat, kembali kepada Lukas, pasal 1 tadi. Ayatnya dikatakan tadi, ayatnya yang ke 35, Allah yang Mahatinggi. Sama. Waktu Abraham bertemu dengan Melkisedek, ia adalah imam dari Allah yang Mahatinggi. Sekarang Gabriel berkata kepada Maria, kuasa Allah yang Mahatinggi. Dalam bahasa Ibraninya Allah yang Mahatinggi itu, El Elyon. Allah yang Mahatinggi, El Elyon. Kalau saudara tahu pesawat terbang Israel, pesawat penumpang, pesawat umum, namanya El Al. Waktu saya tanya apa artinya El Al : El artinya Elohim, Allah, Tuhan. Al itu yang tertinggi. Tuhan yang Tinggi. Namanya aja El Al. Saya rasa cuma satu-satunya pesawat di dunia, pesawat komersil, pake nama Tuhan itu cuma pesawat Israel, ya. Arab sendiri nggak pake, Kuwait Airlines, Saudi Airlines. Nggak pernah pake Allahu Akbar Airlines, nggak ada, saudara. Hanya Israel, El Al, Yang Mahatinggi.
Nah, sekarang Yang Mahatinggi itu adalah El Elyon, yang maha, maha, maha, mahatinggi. Nggak ada lagi yang lebih tinggi dari Dia. El Elyon. Mau protes sama yang paling tinggi? Kita nggak bisa. Kalau masih di kehakiman, bisa ke mahkamah agung. Tapi kalau sudah putusan dari mahkamah agung, sudah nggak bisa lagi. Nah, sekarang El Elyon ini seperti mahkamah agungnya Tuhan. Sudah El Elyon, paling tinggi. Kamu dipilih akan menjadi .. kandunganmu dipakai untuk melahirkan Yesus, El Elyon. Yang suruh kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau.
Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau, sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dari bahasa Arab, quds artinya kudus. Orang Arab kalau menyebut Yerusalem, dia tidak bilang Yerusalem. Dia pake Al Quds, yang kudus. Yerusalem disebut kota kudus, Al Quds. Tetapi bahasa Ibrani adalah El Elyon, yang Mahatinggi. Sudah divonis sama dokter, nggak bisa sembuh. Kan masih ada yang Mahatinggi. Kalau yang Mahatinggi bilang, kamu bisa sembuh. Tidak ada yang mustahil, kok. Ada haleluyah, saudara?
Sekarang yang Maha Tinggi bilang, walaupun kamu belum menikah, kamu akan hamil oleh Roh Kudus dan Anak itu akan lahir, akan disebut Yesus, dari perawan Maria. Harus bisa. Yang Mahatinggi yang ngomong, kok. Saya pernah masuk kantor bawa surat-surat dari satu orang, saya lupa lagi kapan. Tapi saya ingat itu bawa surat dari pejabat. Wah...diterima terus. Ya, silakan diterima. Diterima baik. Hanya tandatangan saja. Saudarapun kalau membawa nama Yesus, nama Tuhan, kemanapun saudara pergi, saudara akan dapat ini, ya .. berkat dari pada Tuhan yang Mahatinggi.
Jadi kenapa Yesus disebut Anak Allah? Bukan kita yang ngomong. Sekarang kita bertanya orang muslim bilang Allah tidak beranak. Maksudnya auloh dia tidak beranak. Memang Auloh dia itu tidak beranak, kalau kita mah lain. Disini kita hanya pakai salinan Allah tapi sebetulnya namanya Elohim. Elohim ini yang berkata bahwa Yesus akan disebut Anak Allah. Sebutan. Gelar.
Ini pendeta Tommy, orang lain yang bicara ngomong sama saya : kalau dia khotbah, oom Yoyo, mirip oom Yoyo. Mirip gaya-gayanya caranya mirip. Lalu saya tanya : betul katanya kamu kalau khotbah orang bilang mirip oom Yoyo. Dia bilang apa : semua murid SAC oom, pasti sedikit banyak ada mirip-mirip oom. Karena anak buah. Saya nggak melahirkan mereka kok. Tapi kok mereka disebut anak buah. Bapak buahnya mana? Kan saya nggak disebut bapak buah? Ibu buah, nenek buahnya, kakek buahnya? Nggak. Anak buah.
Kan Kuberikan kepadaMu anak kunci kerajaan Surga. Bapak kuncinya mana? Apakah berarti kalau sudah pake anak kunci, ada bapak kuncinya dan ibu kuncinya? Tidak. Ibu jari. Jempol disebut ibu jari. Apa ini ada anak-anaknya, anak jari. Nggak. Jari-jari ada itu. Tapi ini nggak ada. Ibu kota, ada ibunya. Bapak kota? Nggak ada. Walikota ada, anak kota nggak ada.
Jadi ini hanya panggilan, akan disebut Anak Allah. Kenapa itu muridnya Awondatu disebut anak buah, kenapa? Mirip, dia seperti pak Awondatu, ngomongnya khotbahnya seperti oom Yoyo. Gaya-gayanya, beraninya, nggak mau kalah kalau masuk dipedalaman itu. Mirip. Rawe rawe rantas, malang malang putung. Pake ilmu kudu semua. Kudu sukses.
Saya ingat saudara Yakub saja saudara. Yakub itu pertama datang disini maunya sama Desi. Desi itu, ah oom, nggak mau. Saya bilang : Yakub, dia nggak mau belum memikirkan. Yakub langsung ke orang tuanya di Tondano, saudara. Nama saya Yakub Lesnussa. Saya mau nikah anak bapa yang namanya Desi. Dikasih apa nggak? Grogi orang tua diserang orang Ambon itu item-item kaya Ronaldo. Akhirnya : silahkan bagaimana saja kalau anaknya mau ya .. Dikasih, dikasih. Dia ngomong sama Desi : dikasih sama papa mama. Ayo, saya sunting kamu. Kapan lagi. Akhirnya dia mau. Setelah sekarang diladang Tuhan dia tulis surat kesini, sama pengerja yang lain : ternyata menikah itu enak ya ... Jangan mau kalah, jangan mau mundur katanya, ya.
Kenapa? Bapa buahnya begitu. Nah, ini disebut anak Allah karena Dia akan seperti Bapanya. Siapa yang melihat Aku, kata Yesus, dia sudah melihat Bapa. Aku dan Bapa itu satu, maka Dia disebut Anak Allah. Bukan kita yang manggil Dia, bukan kita yang membuat Yesus jadi Anak Allah, Allah jadi punya anak. Tidak. Alkitab yang bilang Dia akan disebut Anak Allah. Mereka kan nggak ngerti bukan agama kita, kok mau menilai-nilai kita. Puji Tuhan.
Kembali lagi kepada Firman. Kita lihat ayat 36
1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
Ternyata Yohanes Pembaptis 6 bulan lebih tua. Ia sedang dikandung oleh Elisabet yang asalnya mandul, kita sudah belajar dari pasal pertama mengenai Elisabet, ya. Caranya Tuhan menolong Elisabet lain dengan caranya Tuhan memakai Maria. Tapi dua-duanya memakai mujijat. Elisabet sudah tidak mungkin punya anak. Maria bisa punya anak tapi belum menikah. Tapi kalau Tuhan mau jadi bisa. Satu keluar Yohanes Pembaptis, satu keluar Yesus. Bagi Dia tidak ada yang mustahil, ya. Dipertemukan sekarang. Ternyata Elisabet dengan Maria ini masih ada hubungan keluarga.
Saya belajar satu hal disini saudara : jangan suka menyendiri, jangan kita nggak punya pergaulan. Kita musti bergaul. Kalau kita biasa menyendiri .. menyendiri, euweuh batur, kaditu teu akur kadieu teu akur, biasanya itu kita jadi mangsa dari kuasa iblis.
Saya lihat itu selalu dunia binatang, animal life, di televisi. Selama itu kambing liar itu yang besar seperti bison bareng larinya, singa itu tidak terkam. Singa itu bingung terkam. Tapi begitu yang satu kambing ini menyendiri, ngajago kupat-kepot buntutna teh ngajago sendiri, diterkam langsung. Langsung jadi maranggi. Tapi begitu lari bareng, ... nggak bisa, singa nggak bisa apa-apa. Ternyata .. Eh Maria, sanakmu juga lagi mengandung. Apa yang saya pelajari disini, apa yang kita belajar disini. Ternyata sang Gabriel, malaikat Tuhan, Roh Kudus mau Maria bergaul dengan yang sudah juga mendapat mujijat.
Kita ke pasar nggak mau beli ikan asin, nggak. Cuma
lewat. Lewat orang yang jual ikan asin, nggak beli, nggak, cuma lewat.
Keluar, udah bau ikan asin. Padahal kita nggak beli. Itulah yang saya maksudkan
pergaulan. Gabriel ingin supaya Maria bergaul dengan Elisabet. Dan nanti kalau
saudara belajar dalam Lukas 2, memang Maria mengunjungi Elisabet. Bergaul.
Jadi yang rohani akan bicara dengan yang rohani. Mari kita buka 1 Korintus 2:10.
2:10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
2:12 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
2:13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh.
- Jadi ngobrolnya sama yang ada Roh -
,kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
2:15 Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
2:16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.
Kalau saya pakai bahasa sederhana : orang rohani, dia akan bergaul sama orang rohani. Yang rohana akan bergaul dengan yang rohana. Saya sudah belajar saudara. Cemplungin banyak ikan disitu. Ikan-ikan kecil-kecil di akuarium. Eh, yang oranye sama yang oranye ngojay. Yang belang-belang sama yang belang-belang. Yang koki sama koki. Abis memang cocoknya sama yang itu. Sampai peribahasa Tionghoa bilang : kalau ada tiga orang lagi jalan, itu salah satu pemimpinnya; yang dua kepohnya. Hayang milu wae reuseup. Satu roh dia bisa jalan, kemana-mana bisa bareng, bisa ngobrol berjam jam, bisa ngabuhay. Kenapa? Kenapa orang disuruh sembahyang susah benar? Emang hatinya nggak disitu. Dia nggak beuki sembahyang, dia nggak doyang sembahyang. Kalau udah sembahyang aja buang muka, kalau kita omong doa aja miceun beungeut. Tapi kalau kita ngomong : urang makan yu, waduh reuseup. Ini hanya contoh. Kenapa? Karena dia nggak suka sembahyang. Yang nggak suka sembahyang nanti akan ngelompoknya sama yang nggak suka sembahyang. Terus? Gosip. Ada lagi istilah bukan gosip sekarang, ya. Apa sih istilahnya suka ada di sinitron teh? Kenapa? Doyannya begitu.
Tapi apa kata tadi 1 Korintus 2. Yang rohani dia cuma bisa ngomong sama yang rohani. Bapa saya sebelum meninggal dia bilang sama saya gini : Bertemanlah sama hamba-hamba Tuhan yang lebih tua dari kamu. Maka saya berteman sama pendeta Pandeirot, berteman sama yang lebih tua dari saya. Saya gali ilmunya, saya tanya macam-macam. Bapak Pandeirot kalau datang di Cianjur, waktu papa saya sudah meninggal, habis kebaktian minggu khotbah selesai, makan jam 9 : silahkan oom tidur. Lebih baik jangan tidur, dia bilang. Kita ngobrol Firman Allah. Wah, sila kita ditempat tidur. Sila. Ngobrol Sabda Tuhan. Kalau menurut Yoyo ini apa? Karena dia tidak sekolah Alkitab. Menurut pendapat saya begini .. Kalau menurut pendapat oom begini begini .. Tong tong tong tong, kohkol. Jam 3. Setengah 4. Allahu akbar. Waduh, sudah setengah empat nggak rasa. Oom pulang. Nggak tidur lagi dia. Langsung cegat bus disini, kalau dulu bus lewat, berangkat pulang. Kenapa? Karena dia doyan Firman Allah, dia suka FA. Coba kalau yang lain? Ah, kita tidur yu. Reseupna kana sare. Jadi saya nggak bisa paksa, memang begitu saudara. Memang sudah begitu.
Emas ditaruh dilumpur da emas tetep. Diinjak-injak da emas atuh. Dina leutak ge da emas. Dipulung deui, dipulung deui. Kenapa itu mah udah kotor? Biarin kotor juga, emas. Emas. 5 gram deui. Baledogeun ka leutak kalau nggak berebutan orang. 5 Gram. Emas. Tapi kalau tarasi. Ditaruh dina lemari besi ih, bau terasi .. make dina lemari besi. Walaupun kita resep kana tarasi, karena bukan tempatnya.
Demikian juga dengan Firman Allah. Saya rindu saudara-saudara akan menjadi orang yang menyenangi Sabda, menyenangi Tuhan, menyenangi Firman, menyenangi doa, menyenangi hal-hal yang rohani, menyenangi perkara-perkara yang diatas, menyenangi Kristus, menyenangi Sabda, menyenangi Firman, menyenangi Dia, menyenangi Tuhan, menyenangi perkara-perkara rohani. Nanti saudara nggak rasa tahu-tau eh, sudah di Surga. Oh, sudah nggak kaget lagi. Sudah di Surga. Ini kita suka baca, kita sudah belajar. Oh, ini dia.
Tadi yang pimpin pujian namanya Cindy Siahaan. Dia kaum muda di Langoan. kalau saya KKR di Langoan ayahnya yang jemput saya dengan mobil Mercides nya. Saya juga bingung kenapa dia mau sekolah di Cianjur. Harusnya dia masuk kelas dua sekarang tapi dia belum masuk kelas 2. Malah adiknya dibawa sama orang tuanya kemarin masuk. Mungkin orang tuanya sudah lihat saya nggak tahu dah. Adiknya Cindy masuk kelas 1 sekarang yang pria. Dari Langoan. Padahal di Langoan ada sekolah alkitab. Jalan kaki saja sampai. Di Manado, 2 sekolah alkitab. Di Airmadidi ada sekolah alkitab. Naik kapal lah ke Surabaya. Di Surabaya balatak sekolah alkitab dekat ke Beiji. Jakarta ada. Kenapa ke Cianjur? Saya ingin supaya Tuhan jadikan Cianjur gudang nya Firman - supaya saudara ini menjadi jemaat yang penuh dengan Firman, ya.
Nanti pada hari jumat kita berkumpul bersama-sama di family camp bergabung dari rengas dengklok datang, ya. Pendetanya juga mau ikut, jemaatnya ikut. Dari Karawang 25 orang. Dari Jakarta, ada yang baru lepas narkoba suami istri kena narkoba masih muda, lepas, sekarang ikut family camp. Dari Cirebon, dia bilang : kalau bisa oom, Tuhan memberi kekuatan, saya tiap tahun ikut. Ini tahun kedua dia ikut. Dari Jakarta dan dari kota-kota yang lain. Saya ingin saya berdoa seperti kita punya doa : Cianjur diberkati ekonominya supaya kita penduduk Cianjur kebagian berkat, Cianjur dijaga keamanannya oleh Tuhan, kita sebagai penduduk Cianjur, kebagian amannya dan kita minta sama Tuhan supaya Cianjur juga menjadi kota Firman, kota Sabda Tuhan.
Emas mah diletak-letak ge da emas we tetep. Biarin orang mau .. tetap aja. Saya ingin supaya saudara jadi emas. Roh Allah menaungi engkau, kuasa Allah dari yang Mahatinggi. Apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Tuhan. Mari kita berdiri bersama-sama.
Rabu, 28 Agustus 2002
Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Hari ini saya genap 54 tahun terima-kasih saudara-saudara yang sejak jam 12 malam sudah memberi selamat, baik langsung maupun melalui sms sampai tadi jam 4.15 masih saya terima lebih dari 300 sms dari semua saudara-saudara bahkan dari Australia, dari Singapura, dari Afrika Barat mengirimkan ucapan selamat dan saya merasa terharu atas doa-doa mereka. Anak saya dari Amerika menceritakan bahwa ada satu gereja mendengar saya sakit langsung didoakan dan jemaat itu langsung berdoa. Kalau saya boleh sehat sekarang saya yakin ini adalah hasil dari doa saudara-saudara sekalian. Saya tidak mengadakan pesta perjamuan, tidak mengadakan makan minum. Dan kalau saudara lihat dibawah ada pesta, dibawah itu bukan untuk ulang tahun saya, ya. Kita cuma nimbrung aja, itu adalah keluarga Suryono dan Herlin akan mengucap syukur atas dibukanya toko yang baru, ya. Ucapan syukur itu mereka limpahkan pada sore hari ini dengan mengajak saudara-saudara sebentar, puasa atau tidak puasa, halal untuk makan, sebentar. Jadi kalau saudara lihat dibawah, tidak ada kue tart, tidak ada lilin yang 54, memang saya tidak mesen, lupa saudara-saudara. Maunya sih masih umur 45 tapi apa mau dikata sudah 54 tahun.
Pada sore hari ini saya ingin mengajak saudara
kembali melihat Lukas 1.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Pada sore hari ini saya ingin bertanya lebih dahulu mana lebih baik bagi kita kalau ada malaikat bersama dengan kita atau malaikat tidak bersama dengan kita? Secara sepintas lalu saja, mana lebih baik? Mana lebih baik ada malaikat bersama dengan kita sebab ada ayat di dalam perjanjian baru yang mengatakan setiap anak kecil itu ada malaikatnya. Seringkali kita berdoa. Di Manado ada satu hamba Tuhan almarhum Pdt Senduk selalu berdoa begini : Tuhan kirim malaikat berpasukan untuk melindungi keluarga ini, melindungi rumah ini, melindungi perusahaan ini, melindungi hamba Tuhan ini. Sekarang saya tanya menurut saudara dengan ada malaikat disisi kita dan tidak adanya malaikat disisi kita, mana yang lebih baik? Lebih baik ada malaikat bersama dengan kita atau tidak ada? Lebih baik ada, menurut saudara. Saya pun akan berkata lebih baik ada malaikat. Sebab kita ini lebih senang lihat sesuatu daripada tidak lihat sesuatu.
Tetapi kalau saudara melihat ayat yang ke 38 bagian akhir : Lalu malaikat itu meninggalkan Maria! Malaikat itu meninggalkan Maria. Jadi Maria ini ditinggalkan setelah malaikat ini memberi berita yang baik kepada Maria mengenai kelahiran Yesus Kristus. Didalam ayat ke 37, saudara harus tenggelam kembali kepada ayat 37 ini karena seringkali kita lupa dengan ayat yang besar ini. Ayat 37 ini cuma ada satu di seluruh Alkitab : Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Artinya walaupun kamu belum menikah, walaupun kamu belum mengenal seorang laki-laki, walauupun kamu belum dijamah seorang laki-laki sebagaimana biasanya perkawinan untuk mendapatkan anak tetapi kamu akan bisa punya anak. Walaupun kamu masih gadis, kamu akan punya anak. Kamu tetap disebut perawan tapi kamu akan melahirkan anak, ya. Karena bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Nah, bersamaan dengan ayat ini, saya ingin
saudara-saudara membaca Markus 9:23
9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
Mari kita lihat dua ayat ini. Yang pertama tidak ada yang mustahil bagi Allah. Tetapi yang kedua, sama tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.
Lukas 1:37 --> Tidak ada yang mustahil --> Allah
Markus 9:23 --> Tidak ada yang mustahil --> Orang yang percaya
Nah, kita seringkali lihat bagian yang satu padahal yang kesatu itu saudara kita tidak usah belajar. Bagi Tuhan memang tidak ada yang mustahil. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Anak kecil juga tahu, Allah mah Maha kuasa, Maha adil, Maha bisa, Maha ada. Dimana-mana Dia ada. Sekarang kita sedang berbakti, di Amerika orang sedang tidur atau baru bangun masih subuh disana - Tuhan ada. Bisa disana, bisa disini. Dia ada didalam lautan, ada dikapal selam. Orang sedang beribadah dikapal selam sedang berbakti, ada Dia. Di bulan orang naik Sputnik, ada Dia. Tuhan Maha adil, Maha kuasa, Maha bisa. Karena Dia biasa. Kita nggak usah bingung-bingung dengan Lukas 1:37. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Amin.
Tetapi yang kedua ini kita seringkali herannya tidak percaya Yesus berkata justru yang kedua tidak ada yang mustahil juga. Sekarang untuk orang, bukan untuk Allah. Bagi orang yang percaya. Ternyata saudara-saudaraku, banyak berkat yang kita bisa terima bagi .. jikalau kita ini percaya. Tidak cukup hanya nyanyi Ya Tuhan kupercaya .. dimulut, belum tentu hatinya percaya. Kita musti yakin, seyakin-yakinnya kita percaya bahwa kita bisa mengatasi ini, kita percaya bahwa hal ini kita bisa lewati. Kita yakin bahwa kesulitan ini kita bisa atasi, bersama dengan Tuhan.
Boleh saya terus terang. Begini saudara. Boleh ya saya terus terang. Ini hadiah ulang tahun dari saya. Karena saya tunggu-tunggu dari saudara, terima kasih saudara kirim kembang, ada yang kirim makanan, yang kirim kue, kirim doa, kirim sms. Tetapi sekarang saya mau balik, saya mau kirim hadiah ulang tahun buat saudara. Kita teh seringkali lihat apa yang dimiliki orang lain : Duh, dia mah punya itu. Duh, dia mah senang ya punya ini. Duh, dia mah punya itu. Dan kita mengeluhkan apa yang kita tidak punya. Terus kita ngeluhin kita didalam hati kita mungkin tidak ngomong menggerutu, kita mengurus apa yang dimiliki orang : Oh, si anu mah bisa begini ya, aduh hokie untung, oh si anu mah bisa begini oh dia mah punya itu, aduh bagus ya. Kita tidak mau lihat apa yang ada sama kita!
Pada waktu janda di Sarfat bala kelaparan 3.5 tahun, saudara-saudara, Elia disuruh kesana. Dan Elia berkata begitu ketemu : Beri aku minum! Dia minta sesuatu yang ada sama wanita itu. Wanita itu kasih minum. Belum selesai : Coba bikin aku apem. Bikin untuk aku. Demi Tuhan yang hidup, kata janda ini, saya cuma punya tepung segenggam dan minyak sedikit; saya akan bikin apem satu untuk saya, satu untuk anak saya dan besok mati karena akan habis. Jadi yang dihadapi oleh wanita itu adalah maut, kematian, dead-end, mentok, tidak bisa apa-apa lagi. Apa yang Elia bilang? Demi Allah yang hidup, bikin dulu untuk aku. Apa yang ada padamu bikin dulu untuk aku. Saya belajar sesuatu disini.
Elia tidak minta sesuatu yang perempuan ini tidak punya. Dia minta sesuatu yang perempuan ini punya dan didalam pelajaran Alkitab, Elia menjadi lambang Tuhan Yesus, Elisa menjadi lambang Roh Kudus, janda di Sarfat menjadi lambang gereja Tuhan - saudara dan saya. Seringkali Yesus meminta sesuatu justru yang ada sama kita, bukan yang tidak ada.
Waktu Dia berkata kepada murid-murid-Nya : Ini ada 5.000 orang ikut-ikut Aku, sudah 3 hari tidak makan. Kamu beri makan. Tidak ada roti, biar 200 dinar pun tidak ada. Tidak mungkin Yesus minta sesuatu yang tidak ada. Coba cari lagi. Oh, disini ada 5 roti dan 2 ikan. Tapi apa cukup untuk 5 ribu orang? Bawa sini, kata Yesus. Dengan apa yang ada sama mereka, Yesus membuat mujijat.
Stop mengurus apa yang ada sama orang lain. Tapi mari kita perhatikan apa yang ada sama kita. Seperti nyanyian berkata : Apa yang kudapat bawa .. Membalas kasih Tuhan. Saya tidak bisa nyanyi. Ya, kalau tidak bisa nyanyi, pasti ada yang lain yang kita bisa berikan kepada Tuhan. Saya tidak bisa khotbah. Ada. Saya tidak bisa sembahyang, tapi ada yang lain, yang kita bisa kerjakan didalam pekerjaan Tuhan. Baru mujijat terjadi.
Kita ini sering repot memperhatikan dengan sedih apa yang orang lain bisa kerjakan. Kita sering memperhatikan apa yang orang lain punya; kita tidak memperhatikan apa yang Tuhan beri kepada kita sebagai modal. Ingat 5 talenta. Dia tidak perhatikan yang lain, dia kerjakan 5 talenta, dapat untung 5, - 10 talenta. Tuannya datang : Tuan, 5 talenta modal saya sudah kerja dapat 5 talenta, untung dapat 10. Masuk kamu .. kamu hamba yang setia. Setia dengan perkara yang kecil, aku beri yang besar. Yang dua talenta nggak mikir, kenapa dia dapat 5, gua dapat 2, nggak. Dia bilang : Saya kerja tuan, saya dapat untung 2 talenta sekarang jadi 4. Oh, kamu juga setia dengan perkara yang kecil, aku beri kepadamu perkara yang besar. Yang satu talenta dia membanding-banding : Aduh enak ya yang dapat 5 talenta. Dia pikir apa yang orang lain punya. Dia nggak lihat apa yang dia punya duh si ini dapat 2, apa yang aku bisa lakukan dengan 1 talenta ini. Ah, lebih baik aku kubur saja tidak bisa, bikin modal juga tidak cukup, dimasukkan. Sampai Tuhan marah, yang satu ini malah disuruh ditambahkan kepada yang 10, jadi 11.
Kenapa? Dia sibuk lihat orang lain apa yang orang lain punya apa yang orang lain bisa padahal Tuhan punya kepada kita masing-masing talenta yang harus kita kerjakan dan satu kali kita menghadap Dia nanti ditanya talenta itu sudah untung berapa, sudah dapat pekerjaan berapa, dikerjakan berapa. Coba lihat hal ini sekali lagi. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Tapi ingat yang kedua, tidak ada yang mustahil bagi siapa saja yang percaya.
Jadi persoalannya bukan sama Tuhan, persoalan
mujijat itu sama kita. Kita percaya atau tidak, bisa terima iman ini atau tidak.
Berikut.
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
Mari kita perhatikan istilah hamba Tuhan. Seringkali
istilah hamba Tuhan ini nempel sama pendeta. Kalau sudah bilang hamba Tuhan, itu
artinya pendeta. Kita baca ayat 69
1:69 Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,
Daud bukan pendeta, Daud seorang raja tapi dia juga
disebut hamba. Ini Maria wanita, sekarang Daud raja juga disebut hamba, hamba
Tuhan. Saudara sudah punya dua sekarang. Bukan hanya pendeta tetapi wanita biasa,
dia bisa jadi hamba Tuhan; seorang raja bisa disebut hamba Tuhan. Jadi hati-hati
dengan istilah hamba Tuhan. Seorang hamba ini adalah yang mengabdi. Seorang
hamba adalah yang mengabdi kepada Dia, kepada Tuhan, ini adalah seorang hamba.
Ayat 54 satu lagi. Baca sama-sama.
1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya.
Bukan hanya Daud disebut hamba Tuhan tetapi Israel. Israel satu bangsa disebut hamba-Nya. Nampaknya bagi saya, biarpun dia wanita, Maria, tapi kalau dia mau mengabdi kepada Tuhan, dia dipanggil hamba. Walaupun dia seorang raja mengabdi kepada negara, tetapi karena dia juga suka mengabdi kepada Tuhan, dia bisa disebut hamba. Israel adalah satu bangsa. Saya bercerita dengan satu tentara Israel, saya tanya sama dia : Kamu berperang untuk apa? Dia bilang, kami berperang untuk 3 hal : Satu untuk keluarga kami, dua untuk negara kami, dan ketiga kami berperang untuk Allah kami. Kalau begitu Israel juga bisa disebut hamba, karena ada pengabdian kepada Tuhan.
Roh mengabdi ini yang sangat kurang akhir-akhir ini. Roh mengabdi saudara-saudara, itu tidak ada pamrih. Orang yang mengabdi, dia betul-betul mempunyai roh mengabdi, dia tidak pikir naik gaji, tidak pernah pikir itu, dia tidak pernah pikir saya dikasih uang apa tidak, dia tidak pernah pikir. Pengabdian. Ada satu ibu dia kasih saya ballpen, ballpen yang bagus yang memang saya ingin, eh dia kasih. Padahal kita nggak pernah minta, dia kasih. Tapi yang saya tertarik itu dia punya tulisan kata-kata dalam bahasa Inggris. Dia bilang begini : Koin emas harganya bisa menurun, tapi persahabatan seorang hamba Tuhan harganya naik. Teman dunia depresiasi menurun penghargaan, tetapi teman didalam Kristus Yesus apresiasi harganya tinggi. Saya lupa bawa, ada simpan di kartu. Kata-katanya itu mengangkat hati saya. Menolonglah membantu sedikit semangat. Yang terakhir dia bilang : Terima-kasih, anda bukan hanya jadi gembala saya tetapi juga menjadi teman menasehati menegur saya, dan sebagainya. Hormat saya, keluarga. Dia tidak bisa hadir tetapi kemarin dia kirim ballpen.
Jadi saudaraku ada roh mengabdi. Dia bilang pengabdian anda ini waktu-waktu anda kirim sms nggak ada capenya nggak ada ininya, itu membuat kami sadar terbuka sekarang bapa itu sudah 1 tahun kirim sms lebih dari satu tahun. Bapa tidak bicara biaya dan sebagainya. Tapi bapa harus tahu keluarga kami menjadi beres sekarang, suami yang suka lari-lari sekarang menjadi beres. Terima kasih untuk 'pengabdian'. Biar dia wanita, ada pengabdian, dia hamba Tuhan. Biar dia raja, mengabdi kepada Tuhan, dia hamba Tuhan. Biar dia Israel, bangsa, umum, tidak ada nama tapi mengabdi, hamba Tuhan. Biar saudara ibu rumah tangga sederhana, bapak-bapak sederhana tapi saudara punya roh pengabdian - Tuhan nanti yang sebut saudara hamba-Nya. Hamba Tuhan. Dan kalau kita hamba, kita tidak lama lagi akan disebut sahabat.
Yohanes 15.
15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
Maria, hamba Tuhan, ayat 38
Daud, hamba Tuhan, ayat 69
Israel, hamba Tuhan, ayat 54
Ada tingkatan pengenalan kita kepada Tuhan. Mula-mula kita jadi hamba, kita mengabdi kepada Dia, kita mengabdi kepada Tuhan. Dialah majikan kita, Dia sebagai Tuan, kita sebagai hamba, tidak ada kelebihan kita. Tetapi karena hubungan cinta kasih kita dengan Kristus, Dia naikkan posisi kita. Anda bukan lagi hamba, anda sahabat, saudara. Hamba tidak tahu apa-apa tentang rencana apa tapi sekarang Aku memberitahu rencanaKu kepadamu, engkau menjadi sahabat. Tetapi sebelum jadi sahabat kita harus jadi hamba dulu, ada pengabdian dulu. Dan saudara boleh perhatikan hamba-hamba Tuhan di Indonesia, hamba-hamba Tuhan di luar negeri di Amerika, mereka yang dipakai Tuhan itu mula-mulanya mengabdi dulu. Nggak ada yang mau jadi besar langsung, nggak ada. Mengabdi dulu, ya. Jadi keset dulu. Sebelum dia jadi sepatu, dia jadi keset dulu. Apa pernah saudara lihat ada keset yang saudara lagi keset-keset, terus keset-keset berdiri : Hei, jangan injak dong, sakit. Keset, diinjak aja diem aja. Tetapi dari keset, saudara-saudaraku, dari Yusuf dibikin keset jadi perdana menteri, hari minggu. Dari hamba dari budak dirantai jadi perdana menteri, itu harus dia lewat dulu. Itu sebabnya, saudaraku, mari kita benahi kita punya pengabdian kepada Tuhan.
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Haleluyah. Tadi saya katakan saudara mau apa? Mau ditinggalkan malaikat, mau bersama malaikat? Saudara berkata : Lebih baik ada malaikat bersama dengan kita. Amin, kitapun demikian, saya pun demikian. Tetapi mari saya akan kasih gambar hati. Ketika hati Maria sudah percaya tidak ada yang mustahil bagi Allah, maka dikandungan Maria ada Yesus yang adalah Firman. Kalau kita punya Firman, ada Yesus, kita tidak perlu lagi dong malaikat! Kalau saudara sudah kenal sama kepala kepolisian, saudara nggak perlu lagi dong hansip. Biar kumisnya baplang, hansip paling dia bawa geugeundir, polisi mah bawa pistol. Kalau saudara kenal jenderal, saudara nggak perlu lagi dong yang balak-balak satu. Siap, minta duit, roko. Nggak perlu lagi. Kalau Raja segala raja sudah didalam hati kita, kita nggak perlu lagi pengawalan. Sudah Raja segala raja ada didalam dia.
Ibrani 1 saudara akan melihat perbedaannya malaikat dengan kita.
1:1. Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
1:2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
1:3 Ia - Yesus - adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
1:4. jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.
Nah, Yesus yang jauh lebih tinggi dari malaikat sekarang ada didalam Maria. Dia akan mengandung Yesus. Apa masih perlu malaikat? Makanya Gabriel langsung meninggalkan Maria karena dia tahu yang ada didalam Maria jauh lebih besar daripada pengawalan dia sendiri.
Hari-hari ini kalau saudara punya Firman Allah, itu jaminan saudara untuk keselamatan, jaminan perlindungan. Kalau saudara punya Firman Allah, kalau saudara beraksi dengan Firman Allah, maka Firman Allah yang ada didalam hati saudara berfungsi itu akan menjadi pengawal bagi saudara, akan menjadi penjaga bagi saudara, akan menjadi penopang, akan menjadi penolong bagi saudara. Ayat 5.
1:5 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?"
- Jadi belum pernah ada firman kepadaa malaikat.
1:6 Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."
- Amin?
1:7 Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-N menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."
1:8 Tetapi tentang Anak - tentang Yesus - Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
1:9 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu."
Besok saya akan ke Blitar KKR 2 hari pulang hari sabtu tapi saya ingin pesankan ini hal kepada saudara : Belum pernah Allah berfirman kepada malaikat. Engkau anak-Ku juga. Memang malaikat dibikin halilintar, malaikat dibikin badai sama Tuhan tetapi ayatnya yang ke 8 berkata : Tetapi tentang Anak disebut : Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya.
Kenapa Gabriel itu meninggalkan Maria? Karena dia sudah tahu dunungan, junjungan yang lebih hebat, pemerintah kerajaaan surga sudah ada didalam Maria, jauh lebih tinggi Dia. Jauh. Kaya saudara di toko arloji saudara lihat toko arloji : Ini arloji bagus, ya. Ya, bagus ini. Ini baja. Kok ini kenapa model sama warna agak beda, kenapa ini lebih mahal? Ini ada emasnya. Ini ada emasnya ko, tuh emasnya asli. 18 karat. Loh, kalau ini kenapa mahal sekali ini, jauh berbeda. Ini emas semua. Oh. Ini nggak kuning kok lebih mahal lagi. Ini emas putih, ko. Loh, ini ada yang lebih putih, kok lebih mahal, sama modelnya. Ini platina.
Nah, ketika saudara sudah sampai kepada platina, ambil aja arloji yang pertama kita lihat, rendengin. Kaya langit dan bumi. Gabriel itu seperti arloji yang pertama kita lihat, Yesus itu seperti arloji platina paling tinggi. Maka dalam hierarki ini kalau mereka bisa jalan ini arloji, ini arloji yang pertama ketemu arloji yang platina, ngaleos atuh. Seperti saya. Saya ini umur 54, ada kakak saya, kakak misan saya di Bondowoso, dia sudah mau umur 60. Tapi dia panggil saya bung. Panggil saya abang. Kenapa? Hierarkinya. Saya anak oom Yan. Oom Yan teh anak pangsulungna. Anak ape. Dari oom Yan, Oom Derek - jie pe. Dari oom Derek, oom Leo - sape. Terus oom Alfons - sipe. Terus tante Kilala - goem. Yang cape ma belum ada saudara, yang ke 10 nggak ada, cape nanti. Tetapi saudara-saudara, saya ini anak kahiji di Awondatu, walaupun yang lain lebih tua panggil saya itu bung, hormat semua. Di Manado pun begitu. Udah kumisan panggilnya bung. Baru saya tahu itu yang disebut hak kesulungan, saya ngerti sekarang. Di bung-bung semua. Maka waktu saya makan juga di bungkusan karena ada panggilan bung itu. Nggak boleh makan di piring bung, harus dibungkusan. Ya, sudah. Udah musti begini orang Manado, ya sudah ikut. Jadi walaupun saya masih muda, dihadapan mereka tetap saya dipanggil bung. Sampai di Samarinda di Balik papan eh bung, padahal dia paman, saya panggil dia paman, dia panggil kita bung. Abang.
Jadi malaikat Gabriel begitu tahu ... aku ini hambaMu, jadilah seperti perkataanMu - Yesus sudah mulai dikandung itu. Ngaleos Gabriel karena ini hierarki sudah lebih tinggi. Yah, begitu saudara sampai disini dulu.
--<><--
________________________________________________________________________
Situs ini bersifat informasi umum, khususnya bagi saudara-saudara seiman,
berisi tentang sejarah singkat Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur,
Yayasan Kabar Baik, Sekola Umum, Jadwal Ibadah serta Berita Aktual.
Perubahan terakhir situs ini tanggal : 29 Agustus 2002