Khotbah Rabu Januari - Februari 2002  ~  Pdt JE Awondatu 

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jl. K.H. Hasyim Asyari no. 75 Cianjur 43214 - Indonesia. Telp. (62-263) 261161

Rabu, 09 Januari 2002

... untuk mengenal pelajaran Injil Lukas ini karena pelajaran ini di Sekolah Alkitab pun saya tidak ajar. Jadi kalau bagi staff mau memperdalam silahkan. Bagi saudara yang tertinggal, saudara bisa ikuti pelajaran ini melalui internet dari website gereja kita dan saudara bisa belajar itu dengan pelan-pelan. Tapi saya lebih senang saudara belajar langsung mendengar dari FT pada malam hari ini. Tidak lama setiap hari Rabu kita belajar kurang lebih 35 menit. 

Injil Lukas pasalnya yang pertama, kita akan melihat beberapa bagian terlebih dahulu. Dalam Injil Lukas ayat 1-4 kita mau baca bersama-sama. Saya baca ayat ganjil, saudara baca ayat genap : 

1:1. Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, 
1:2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. 
1:3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, 
1:4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. 

Saudara tahu bahwa ada empat penulis Injil, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Dari ke-empat penulis Injil ini : Tiga orang Yahudi - Matius, Markus, dan Yohanes, dan Lukas yang adalah tabib atau dokter adalah satu-satunya penulis Injil yang non-Yahudi. Saya tertarik kepada Injil Lukas, karena yang ditulis oleh Injil Lukas ada beberapa hal yang tidak ditulis oleh penulis-penulis Injil yang lain. Di dalam Injil Lukas kita akan mempelajari sejarah dari Yesus Kristus, dalam Injil Lukas kita akan mempelajari juga mengenai rasul dan mengenai Perjanjian Baru antara Allah dengan manusia, kekristenan dan khotbah-khotbah - ini adalah, saudara-saudara, apa yang kita akan dapatkan di dalam Injil Lukas. Nanti saya akan terangkan lebih jauh dalam pelajaran-pelajaran yang berikutnya. 

Nah, di dalam saudara membaca ini yang pertama saudara baca ayat satu dimulai dengan kata Teofilus yang mulia Dalam ayat satu kita membaca ada seorang yang bernama Teofilus yang mulia. Nampaknya Teofilus ini seorang pejabat, pejabat negara minimal orang yang berkedudukan tinggi dan kaya raya, sehingga seorang hamba Tuhan harus menyebut Teofilus ini dengan istilah yang mulia. Kalau sekarang disebut paduka yang mulia - orang yang dihormati, dsb. 

Patut saudara ketahui bahwa Lukas menulis 2 buku, yaitu dengan kitab Kisah Para Rasul. Coba kita lihat dulu pegang Lukas dengan tangan saudara atau tali Alkitab, saudara buka kitab Kisah Para Rasul. Dalam kitab Kisah Para Rasul 1:1. Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, 

Jadi didalam Lukas, saudara, dia disebut Teofilus yang mulia, dalam Kisah Para Rasul dia disebut hei, Teofilus. Ini ada perkembangan. Kenapa Lukas berani-berani di Kisah Para Rasul ngomong : Hei, Teofilus. Presiden Gus Dur selalu kalau ketemu saya dia bilang jangan bilang panggil saya macam-macam, panggil saya Gus saja. Gus itu artinya abang. Tentu saja kita tidak mungkin bilang Gus karena oom Rompas tidak berani bilang Gus, tidak berani. Selalu dia berkata Bapak Gus Dur. Gus Dur itu mentertawakan. Gus Dur bilang kalau bilang bapak, jangan pakai Gus katanya. Kalau bilang bapak, bapak saja. Bapak Dur. Karena Gus itu artinya abang. Jadi kalau Bapak Gus Dur itu artinya Bapak Abang Dur. Jadi lucu. 

Coba saudara renungkan bagaimana Lukas, seorang dokter, tabib, hamba Tuhan, memanggil Theofius yang mulia dalam injil Lukas tetapi dalam Kisah Para Rasul dia memanggil : Hei, Teofilus. Ada suatu perkembangan yang baru. Ada 2 kemungkinan, saya pakai kegerakan. Ini Teofilus, ini Lukas. Apa Lukas yang masuk didalam dunianya Teofilus? Apa Teofilus yang menundukkan kepala, masuk dalam dunianya Lukas? Kalau melihat kata-kata ini, nampaknya Teofilus lah yang tunduk, menundukkan diri masuk dalam dunianya Lukas, dunianya hamba Tuhan. Saudara-saudara, Teofilus yang mulia, yang mempunyai kedudukan yang tinggi, sekarang tidak merasa terhina dipanggil Hei, Teofilus. Jadi ada perkembangan, seorang, setelah dia belajar Lukas sampai Kisah Para Rasul, dia sudah berubah, menjadi rendah hati sampai dipanggil hei Teofilus saja tidak tersinggung, tidak marah tapi tetap senang, tetap bahagia. Nah, saudara-saudara mari kita bicara tentang visi. Nampaknya Teofilus ini menyamakan visinya dengan Lukas. Dia mulai mengerti dunianya, lingkungannya Lukas. Visi dari hamba Tuhan itu bagaimana, keadaannya hamba Tuhan itu bagaimana, kondisinya hamba Tuhan itu bagaimana. Ada baiknya juga jemaat mengerti, masuk dalam ruang lingkup hamba Tuhan dan mengerti, saudara-saudara, hamba Tuhan itu seperti apa? Ini yang saya maksud dengan masuk di dalam ruang lingkup, apa kesulitan-kesulitan dari seorang hamba Tuhan, apa dunianya hamba Tuhan itu, Teofilus itu sampai sudah mengerti. 

Kita lihat lagi kembali ayat 1 dari Lukas, Teofilus yang mulia, banyak orang telah berusaha menyusun satu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita. Disana ada kata terjadi, bahasa Indonesia kata terjadi. Dalam bahasa Inggris forasmuch and many have taken in hand to set for in order to the declaration of those things which are most surely believe among us. Disana dikatakan most surely believe, yang sudah diyakini secara yakin. Tapi dalam bahasa yang lain, bahasanya King James, Fulfil. Jadi kata terjadi itu disalin dengan kata yang sudah digenapi diantara kita. Jadi ini Teofilus, ini Lukas. Perjanjian Tuhan itu sudah terjadi diantara dua orang ini, kepada Teofilus terjadi, kepada Lukas pun terjadi, digenapi janji Tuhan, peristiwa-peristiwa itu. Saudara harus ingat berkat Tuhan itu bukan untuk pendeta saja, hamba Tuhan, oh tidak. Saya balik, berkat Tuhan bukan hanya untuk jemaat saja, tidak. Tapi hamba Tuhan diberkati, jemaat juga diberkati. Ada haleluya, saudara-saudara? Jadi, janji Tuhan itu digenapi diantara kita, katanya Lukas; diantara Teofilus dan Lukas. 

Kita ada rejeki deh, jangan takut, saudara, ada rejeki. Menurut saya, seorang umat Tuhan, umat kristen, dia tidak usah ngoyo, dia tidak usah kejar-kejar kang taw, sebetulnya kang taw yang mengejar-ngejar saudara. Tapi susah kang taw ketemu saudara karena saudara lagi ngejar-ngejar kang taw. Jadi kalau dalam lingkaran, ini kang taw mengejar saudara, tapi saudara lagi kejar kang taw. Coba diem, nanti ketemu. Ini yang saya cerita bahwa anak Tuhan tidak mengejar-ngejar kang taw; kang taw itu, hoki itu, rejeki itu mengejar saudara. Jadi kita tenang, bisnis apapun kita tenang, tenang aja, tenang. Sudah ada bagiannya, sudah ada bagiannya dari Tuhan. Tenang saja yah, tenang. Jadi kembali kepada ayat 1 : Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita. Nah, sekarang saudara-saudara, saya tuh sampai dapat kekuatan waktu saya dengar ada jemaat yang dapat paket bom kemaren, bomnya untung tidak meledak karena baterenya tuh, kabel yang ke baterenya tuh copot. Itu saya saksikan di Jakarta. Nah, kalau saudara, tiap saudara susun, tulis, susun di buku dari 1 Januari 2001 sampai 31 Desember 2001, susun, apa yang Tuhan sudah buat untuk saudara. Susah bukan? Lupa lagi. Terlalu banyak berkat Tuhan. Jadi kalau kita baca Injil Lukas ini, ini adalah bagian kecil dari berkat Allah yang besar yang dialami oleh Lukas, yang diceritakan, dibukukan untuk bahan bacaan Teofilus. Saya mah cuma ambil bagian kecil pakai SMS. Ada di Jakarta jemaat : 'Ko Yoyo, boleh saya susun SMS dari Ko Yoyo tiap hari saya catat di buku'. Oke. 'Nanti setelah satu tahun saya bukukan'. Oke. Bapak Erwin Pohe diem-diem khotbah saya di seminar mana dia susun jadi buku. Tahu-tahu dia kasih lihat, setuju engga nih, saya mau bukukan, saya mau terbitkan, silakan baca. Dia susun, susah menyusun buku itu. 

Jadi kalau kita baca sekarang Injil Lukas, saudara-saudara, yang berapa halaman ini, ini hanya bagian kecil dari pengalaman-pengalaman Rasul Lukas, penulis Injil Lukas dengan Tuhan, yang dibukukan untuk diceritakan kepada Teofilus. Nah saudara berkata, saya engga bisa bukukan. Oke, tapi kan bisa bersaksi. Dengan bersaksi orang lain membaca saudara punya buku kehidupan. Oh, zus ini punya sakit - sembuh, oh bapa itu kemarin yang bersaksi pernah dapat paket bom - selamat, tidak meledak, oh kakak itu kemarin dapat musibah tetapi selamat. Nah,  saya kasih oleh-oleh. Kemarin hari Selasa saya kebaktian ada satu pemuda saya juga jarang lihat tetapi dia kebaktian setia. Dia mengalami kebakaran rumah. Rumahnya kebakaran habis, tinggal baju dibadan, uang tidak ada. Sampai bapanya bilang pinjam-pinjam dong duit, kita mau kontrak rumah. Aduh, dia sudah putus asa, cuma dia sembahyang sama Tuhan. Dia nggak marah begini : Duh, Tuhan kenapa saya begini ikut Yesus ? Kenapa saya jadi kebakaran rumah ? Nggak ! Dia tenang saja. Tiba-tiba dia punya boss taoke, yang dia bilang meditnya luar biasa - uang seribu aja dihitung - tiba tiba dia bilang : Hei, gua ada rumah kosong tuh ada telepon nya, lu pake dah sekeluarga, lu nggak usah bayar, lu pake. Coba saudaraku, dari rumah kontrakkan ke rumah boss suruh pake nggak usah bayar. Jadi dia rasa pertolongan dari pada Tuhan. Nah, saya dengar itu kesaksian saja aduh Tuhan kalau saya yang ngalami belum tentu saya bisa begini. Tapi saya dengar saya baca dia punya kesaksian terhibur saya. 

Jadi saudara-saudara, ada banyak yang terjadi dihadapan saudara - pertolongan Tuhan. Pasti. Ci Kekeng sakit ah saya tenang. Boleh tanya ci Kekeng saya mah nggak besuk, saya mah nggak doain tumpang tangan, nggak - saya begitu yakin itu mah caranya Tuhan supaya ibu ci Po Keng itu bisa bersaksi karena seumur-umur nggak pernah bersaksi. Tapi begitu sudah sakit dapat sembuh dan luar biasa kesembuhannya, hari Minggu bersaksi. Bersaksi nya bagus - tenang, nggak ngadegdeg, nggak salah ngomong.  Jadi saudaraku, sebelum kita sakit - bersaksilah. Oke. Ayat 2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. 

Pertama-tama katanya ada saksi mata. Bahasa Yunaninya autokai - itu saksi mata. Dia menceritakan kepada Teofilus apa kejadian tentang Yesus, bagaimana tentang Yesus itu. Lalu yang ke 2 pelayan firman. Didalam  bhs Yunani nya hubperetes.  Yang ada di visi saya kemarin habis khotbah saya hari Minggu disini malamnya saya dapat SMS dari satu jemaat, sdr James Wibisono. Dia biasanya panggil saya ko Yoyo tetapi dalam SMS ini dia panggil saya bapa. Saya dapat berkat yang besar dalam khotah tadi dan saya yakin apa yang dicita-citakan oleh bapa, itu akan terjadi. Puji Tuhan ! Selesai. Jadi dia mendapat berkat dari FT hari minggu malam. Lalu saya merenung, saya itu cita-cita apa sebetulnya. Cita-cita saya itu begini saudara. Dari 9 gembala ini, minimal - ini saya bilang minimal, sembilan-sembilan ini bisa bawa FT - bisa menjadi hubperetes, menjadi pelayan Firman. Jadi kalau kita lagi ada yang meninggal saya datang di kematian, saya tinggal duduk saja. Stephen khotbah. Itu Stephen tidak boleh ko Yoyo saya tidak bersedia. Nggak bisa. Itu baru cita-cita saya. Sekarang kan perjamuan kudus saya sudah lepas. Saya tidak lagi didepan. Nanti aja terakhir. Pak Samuel, Pak Onesimus. Itu hubperetes, Pelayan Firman. Kalau saya nggak ada. Ini 9 musti siap. Saya akan pegang roti ditangan kanan, anggur sebelah kiri. Pelayan Firman. Nggak usah pendeta. Nggak usah jadi pendeta, pelayan Firman - Hubperetes. Karena pendeta itu bahasa Yunaninya presbuteros. Lain lagi namanya. Ini hubperetes. Jemaat biasa tapi disuruh melayani Firman bisa. Siapa contohnya ? Pilipus. Pilipus itu bukan rasul, bukan pendeta, bukan gembala tapi dia dikirim oleh Tuhan untuk menginjili sida-sida sampai sida-sida bertobat. Satu-satunya di Alkitab yang dipindahkan hidup-hidup dari satu tempat oleh Roh Kudus ke tempat yang lain, dipindahkan set ilang aja tau-tau ada ditempat lain - itu Pilipus, bukan pendeta tapi hubperetes. 

Jadi kalau bilang cita-cita saya, itu jemaat yang datang hari Rabu ini, saya tahu sudah pasti harus lebih tinggi kualitasnya dari yang datang Minggu. Karena yang datang Minggu mereka miss berkat ini, berkat PA ini. Miss doa puasa, miss PA ini. Mereka bisa ikuti dari internet tetapi sudah lain berkatnya. Coba saudara makan Yamien di Kwong Moy  ... sama di bungkus bawa ke rumah - da beda. Beda. Ladana lada aya tapi beda. Panas-panas mie sama makan sudah dibungkus da beda. Maka saya punya murid saking sayangnya sama saya suami istri kirim daging babi dari Tangerang. Kirim untuk oom Yoyo sampai di Sekolah Alkitab. Sudah dibilang oleh guru di Sekolah Alkitab lekas sampaikan sama oom Yoyo. Tapi karena staf di Sekolah Alkitab itu merasa bijaksana, jadi itu babi dimalamkan semalam. Besok pagi-pagi diantar ke Kapten Musa. Dicoba aja ku saya, da udah basi. Udah beda, haseum. Nah, ini saudara-saudara. Dari sananya, dari Tangerang nya panas-panas. Mereka dengan cinta mereka ingin oom Yoyo coba masakannya suami istri itu coba itu hamba Tuhan beli daging babi itu dari mana. Jadi saya itu mikirnya kesana masaknya sungguh-sungguh mau kirim untuk oom Yoyo supaya oom Yoyo makan biar nggak banyak tapi sedikit coba cicip. Tapi da ini staff kita mah hebat atuh. Staff kadaluarsa terus. Itu teh kalau sore sampe jam 2 jam 3 dianterin saya bisa makan. Nggak basi. Ini mah basi. Kita mau ngambek basi. Heunteu ngambek basi, jadi geus we lah. Basi. Itu pelajaran. Saudara datang hari Rabu ini saya punya pengharapan saudara kapan-kapan melayani Firman nanti teh ada kelompok. Di sekolah alkitab ada kelompok. Pelajaran pelajaran tiap hari tapi nanti siang-siang ada kelompok grup. 7 orang. Bagian khotbah. Itu udah Sekolah Alkitab belum tentu semuanya jadi pendeta.

Coba saudara-saudara jadi hubperetes. Bisa melayani Firman. Jadi 2 hal inilah yang harus menonjol di sidang jemaat, yaitu saksi mata - autokai dan hubperetes - pelayan Firmaan. Saudara bisa bilang amin haleluyah ? Jangan takut saudara, lima menit lagi saya khotbah. Mau ditambah nggak ? Puji Tuhan kita tambah. Oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata, autokai, dan pelayan Firman, hubperetes. Ayat 3, karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu. 

Karena itu setelah aku menyelidiki. Nah, kita ketemu kata menyelidiki. Menyelidiki. Saya senang dengan kata itu, dengan seksama, it seemed good to me also, having had perfect understanding of all things from the very first, to write unto thee. Jadi kalau dilihat dalam bahasa Inggris saya salin : Nampaknya itu buat saya juga, katanya, saya ingin punya pengertian yang sempurna, perfect understanding of all things from the very first - pengertian yang sempurna dari yang pertama sekali. Saya kan, saudara tahu saya kan ternak perkutut. Karena ini tahun baru, saya pesan ring, nomor satu tahun baru tuh nomor satu, nomor dua, nomor tiga, tahun 2002.  Jadi perkutut yang lahirnya tanggal bulan Januari sudah nomor satu ringnya itu. Saudara saya ini, anak saya rohani, dia tolong bawa tadi, sampai, sudah bawa, aduh saya sudah senang, begitu pasang ring nomor satu tidak ada, tidak ada, yang ada nomor dua, nomor tiga. Kepuasan saya berkurang, cari dengan seksama, engga ada. Saya telpon, bagaimana ini, saya pesan sudah jauh-jauh hari. Oh gampang itu nanti kita bikin lagi, lalu kita kirim. Iya bikin lagi kirim lagi mah gampang, tapi kan manuk na pan ngageudean, lamun manuk ngageudean pan moal abus kana sukuna teh. Engga bisa. Nah saudara-saudara, jadi engga perfect, engga sempurna, masa tanggal 1 bulan Januari yang lahir pertama burung no 2 kudu no 1 atuh. Coba pan kalau ada anak kembar 2 yang brojol pertama pan si koko, yang brojol ke dua si dede. Masa yang brojol pertama namanya di dede, kan nggak mungkin saudaraku. 

Jadi kembali lagi kepada ini. Dia menyelidiki dengan seksama. Jadi saya senang hari Rabu ini ya kalau hari minggu penuh gereja tapi nggak mendalam. Kebaktian biasa saja. Yang sakit disembuhkan yang lemah dikuatkan  yang tertutup jalan akan didoakan. Hari Rabu saudara mendalam, menyelidiki dengan seksama. Saya mau tanya, saudara mau menyelidiki dengan seksama ? Nah, sekarang saya menyelidiki dengan seksama bahwa saudara sudah sangat lapar jadi sampai disini dulu nanti kita sambung pada Rabu yang akan datang. Saya serahkan kepada yang sudah ditugaskan.   

Rabu, 16 Januari 2002

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Yesus Kristus. Kita akan meneruskan studi kita, yaitu dari Injil Lukas pasal 1 dan kita sudah sampai kepada prologue ayat 1-4. Kita akan membaca sekali lagi :

1:1. Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, 
1:2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. 
1:3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, 
1:4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. 

Selasa yang lalu, kita sudah melihat sepintas lalu dari  ayat 1 sampai ayatnya yang ke-4, bagaimana seorang Lukas telah menulis 2 buku, yaitu Lukas dan Kisah Para Rasul. Didalam ayat-ayat pertama dari Injil Lukas dan Kisah Para Rasul, ditulislah nama seorang bernama Teofilus. Sampai saat ini, sampai saat saya berdiri disini, nama Teofilus ini kabur tidak kita tahu identitasnya siapa, apa yang dia sudah kerjakan, kenapa dia, tinggal dimana, seperti apa dia, prestasinya apa, pelayanannya apa - kita kabur, kita tidak tahu hal-hal mengenai Teofilus. Hanya dengan kalimat yang pertama saja : Teofilus yang mulia, kita bisa mereka-reka bahwa Teofilus ini seorang yang berkedudukan tinggi, seorang pejabat pemerintahan karena yang menulis ini adalah seorang dokter, yaitu Lukas. Lukas ini seorang tabib, seorang dokter. Jadi kalau dokter saja punya kedudukan tinggi dimata masyarakat. Nah, kalau dokter saja menyebut Teofilus ini yang mulia, maka saudara-saudara kita tahu bahwa Teofilus ini adalah seorang yang penting. Tapi seperti saya katakan di Alkitab, saudara ada tali Alkitab seperti ini, saudara boleh taruh didalam injil Lukas dan taruh satu didalam Kisah Para Rasul pasal 1 supaya kita bisa cepat membuka antara Kisah Para Rasul 1 dan Lukas 1. 

Kalau saudara lihat Lukas 1 ditulis dengan kata 'Teofilus yang mulia', tapi kalau kita baca Kisah Rasul 1:1 disebut hanya 'Hei Teofilus'. Jadi sudah ada perkembangan antara Teofilus yang mulia yang dihormati dengan Hei Teofilus, menjadi sahabat dari Lukas. Puji Tuhan. Nah, saudara-saudara sore hari ini kita akan melihat satu hal yang lain, yaitu mengenai nama Teofilus. Seharusnya nama itu tidak ditulis demikian tetapi nama itu harusnya ditulis demikian : Theophilus. Ada kata Theo. Theo ini adalah Allah - didalam bhs Yunani. Itu sebabnya sekolah alkitab disebut sekolah teologi. Theo ini Allah, tapi Filus ini, Filio adalah sahabat, persaudaraan. Jadi Teofilus artinya sahabat - a friend of God, sahabat Allah. Apa yaang menyebabkan Teofilus sampai disebut sahabat Allah? Ini arti namanya nanti kita tidak tahu, tetapi kita mau mendalami dahulu ini nama Teofilus yang artinya a friend of God atau sahabat Allah. Mari pertama kita lihat Injil Yohanes pasalnya yang ke 15, disana Tuhan Yesus berkata, ayatnya yang ke 13 :

15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 
15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 
15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat,   

Ini kalau bukan Yesus sendiri yang ngomong, saya engga percaya tetapi Yesus sendiri yang berbicara, kamu - saudara dan saya, sudah dianggap sahabatNya. Saudara senang ? Kita adalah sahabat dari Yesus, tetapi dengan syarat - jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Ayat 14,  jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Jadi kita senang disebut sahabat Allah, tapi syaratnya ini, kita harus berbuat apa yang yang dipesan, apa yang diperintahkan kepada kita. Kita buka Yakobus pasal 2 dibelakang, dalam Yakobus pasal 2, Yakub menulis tentang iman tanpa perbuatan, ayat 21 :

2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? 
2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. 
2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah." 

Jadi didalam Perjanjian Baru ada Teofilus, di dalam Perjanjian Lama ada Abraham, yang artinya yang disebut sebagai sahabat Allah. Tetapi di dalam Perjanjian Baru juga, kita - gereja Tuhan, saudara dan saya - juga disebut sahabat dari Yesus, sahabat dari Tuhan, sahabat dari Allah sendiri. Yang menyedihkan sama saya, ini adalah sahabat-sahabat saya banyak yang sudah meninggal. Jadi benar-benar sahabat, yang meninggal. Teman-teman sudah meninggal, teman sekolah di SMP sudah dua orang yang mendahului saya, tiga orang di SMP. Di SMA sudah sekitar delapan orang, dari delapan orang ini dua sahabat, teman, teman main musik. Baru saya terima satu surat undangan dari anaknya, anaknya mau menikah, mengundang saya. Dia orang islam tapi mengundang, karena ayahnya itu sahabat saya. Nah, saudara bisa bayangkan, waktu dia meninggal, dia sudah ditutup dengan kain putih sudah diikat, saudara bisa bayangkan, menurut orang Islam kalau sudah diikat itu pantang dibuka lagi. Nggak boleh. Saya masuk dirumahnya jam 1.00 malam. Sudah ditutup. Saya bilang sama bapanya boleh nggak lihat mukanya. Tidak tanya lebih jauh, tidak tunggu : Silahkan, jadi dibuka lagi. Itu keistimewaan sahabat. Orang sudah mati saja sudah tidak boleh dibuka mayatnya sudah ditutup, masih boleh dibuka - karena dia tahu saya bersahabat dengan anaknya.  

Pangeran Charles di Inggris itu kamarnya saja dijaga. Didepan kamar itu ada penjaga dua. Diluar rumahnya di Istana, ada lagi penjaga. Dihalaman luarnya ada lagi beberapa penjaga dengan senjata otomatis karena dia adalah Pangeran pengganti tahta nanti kalau Ratu Elizabeth mati, dia yang naik. Tapi ada 2 - 3 orang yang bisa masuk kekamar tidurnya dan itu tentara-tentara semua tidak bisa larang. Bisa goyang dia ditempat tidur : Bangun, bangun, bangun ... kita olah raga, kita lari. Siapa mereka? Sahabat-sahabatnya. Sudah dikasih tahu kalau orang ini bapa ini datang, jangan dilarang dia masuk silahkan saja. Masuk sampai di kamar tidurnya boleh. Sekarang saudara punya wawasan, kalau Yesus bilang kita sahabat Dia, kapanpun saudara perlu Dia, saudara boleh sebut namaNya dan Dia terima saudara-saudara didalam Arasy-nya, ditempat yang paling kudusNya Dia akan terima saudara. Tidak sembarangan saudara-saudaraku kamar seseorang dibuka untuk orang lain, apalagi kamar tidur. Tidak boleh sembarang orang masuk kecuali sahabat, sahabat silahkan boleh masuk. Boleh mengerti. Kamu adalah sahabatku. 

Teofilus ini dia adalah sahabat Allah. Kembali kepada Lukas. Saudara sudah ada tanda tali Alkitab. 

1.1 Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, 
1:2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka,
   

Nah, banyak orang menyusun buku itu dia susun saudaraku buku itu menurut kronologis. Kronologis itu adalah kejadian-kejadian secara berurutan. Dari kelahiran sampai besar kronologis. Saya menyesal  karena foto-foto saya masih kecil tidak ada lagi. Saya sedang mencari satu foto yang dulu saya punya tapi hilang - itu waktu saya umur 3 tahun, itu ada konferensi di Bandung, pendeta-pendeta besar berkumpul, termasuk Pdt WH Ovler, HN Runkat, dan pendeta-pendeta tokoh-tokoh GPdI Oom Suprapto, Oom Lumoindong, dsb. Tokoh-tokoh GPdI yang tua dulu semua itu ada dan diujung sebelah kiri itu ayah saya membawa saya 3 tahun itu. Dan itu yang terakhir saya lihat itu di gereja di GPI di Bandung itu dikasih tahu sama istri pendeta dari pendeta sana bilang : Ini kamu lihat ini. Nggak heran Tuhan pakai karena sejak kecil dia dikelilingi sama pendeta-pendeta besar yang suhu-suhunya GPdI dulu. Itu saya cari nggak ada. Jadi kalau saudara punya anak, coba susun anak itu fotonya atau cucu susun fotonya sejak kecil simpan. Itu saya nyesal saudara. Simpan supaya nanti mereka sudah besar mereka bisa lihat foto-foto itu dari kronologis. Ini waktu kamu dilahirkan ini mukanya ini kamu waktu 1 bulan, ini 2 bulan, ini 1 tahun - biar mereka lihat karena itu sangat indah, sangat berguna. Itu yang saya maksud disusun dengan secara kronologis. Itu ibu saya biasa menyusun tetapi nggak tahu kemana foto itu hilang. 

Tapi Lukas menyusun tidak dengan kronologis tetapi Lukas menyusun menurut kejadian; disini dikatakan peristiwa-peristiwa yang terjadi diantara kita. Jadi dia susun injil Lukas tidak menurut kronologis. Kalau Matius dia kronologis. Silsilah Yesus Kristus - kelahiran Herodes - waktu Ia besar sampai besar - terus meninggal sampai naik turun Roh Kudus, kebangkitan, dst. Tapi saudara-saudara lihat disini disusun dengan kejadian-kejadian.  
1.2 Seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. 
- Saya sudah cerita Rabu yang lalu -<

1:3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, 
1:4 supaya engkau dapat mengetahui 

Kita mendapat satu kata, yaitu mengetahui. Nah, saudara, kata mengetahui ini dibahasa Yunani, itu dipakai kata Epiginosko. Epiginosko ini datang dari dasar kata 'ginosko'. Tetapi saudaraku dari kata sifatnya ginosis - pengetahuan, ginosko mengetahui, tapi epiginosko itu artinya mengetahui ...  Apa sih kalau komplit bhs Indonesia nya - lengkap. Mengetahui dengan lengkap. Mengetahui dengan sempurna. Mengetahui dengan sebaik-baiknya. Saudara bisa yakin ya, saya memberi kepada saudara pengetahuan yang saya tahu, yang Tuhan kasih sama saya - itu saya beri kurang lebih 90% kepada saudara. Saya beri semua. 90%. Karena untuk yang kasih yang 10% lagi itu kita musti mengetahui dulu yang 90%, baru yang 10% nya itu saudara boleh dan bisa tahu. Saya sedang minta Tuhan berilah kepada saya 1 atau 2 murid Sekolah Alkitab yang saya bisa turunkan yang saya bisa berikan apa yang  Tuhan kasih sama saya kepada mereka 100%. Dengan lengkap. 

Epiginosko, gnosis dalam kitab nabi Yesaya ada ayat kita sedang belajar hukum demi hukum - disana sedikit, disini sedikit. Waktu kita sekolah minggu kita baru belaajr nyanyi Anak manis masuk ke Surga Anak manis masuk ke Surga dimasukkan dalam pikiran Anak nakal masuk neraka Selamanya Selamanya. Hanya dipisahkan kita musti jadi anak manis atau anak nakal. Tetapi mulai dibagi kelas. Makanya ini guru sekolah minggu harus mengerti membagi kelas ini. Mereka itu anak-anak harus dimasukkannya pelajaran itu sedikit demi sedikit.  Orang Katolik itu luar biasa. Orang Katolik bilang : Beri kepada kami anak sampai umur 12 tahun - mereka akan tetap Katolik sampai mati. Karena mengisi indoktrinasinya itu luar biasa. Mulai dengan nyanyi  Anak manis masuk ke Surga Anak nakal masuk neraka ayah saya selalu memberikan ayat buat ingat 12 ayat 12 minggu. Minggu ini satu ayat pelajarannya ayat buat ingatnya diambil yang pendek-pendek, sampai setelah 12 minggu 3 bulan ulangan. Ulangan nya hanya menghafal itu ayat, 12 ayat. Anak itu mulai belajar ayat. Tapi sudah dewasa sudah mulai kaum muda sudah mulai menghadapi godaan, menghadapi pilihan. Kita perkenalkan Firman dengan Roh Kudus untuk memberi kekuatan. Mulai memperkenalkan ada tugas bagi orang kristen itu. Bukan hanya kebaktian terima terus, tapi juga kita memberi. Memberi nyanyian kepada Tuhan, memberi penyembahan dalam sembahyang, memberi doa, memberi ucapan syukur, memberi persembahan, memberi diri kita, memberi pikiran, memberi pendapat - banyak macam. Lalu sudah lewat dari kaum muda mulai dewasa dan mulai menikah, sudah mulai masuk dalam pernikahan - sudah lain lagi. Tetapi maksud dari Lukas kepada Teofilus supaya Teofilus ini memiliki pengetahuan itu dengan sempurna. Mengenai ini kita buka Efesus 4. Didalam Efesus 4 disana rasul Paulus juga bicara kepada jemaat di Efesus ayatnya ke 11.
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 
4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan - apa saudara - pengetahuan.

Nah, kata pengetahuan disini juga sama : Epiginosko, yaitu pengetahuan yang komplit, pengetahuan yang lengkap, pengetahuan yang sempurna, sampai kepada pengetahuan - dikatakan dalam Efesus tadi - yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh - full grown - , dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. 

Kata sesuai itu penuh, sama, sesuai dengan Kristus. 
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak -  sekolah minggu - , yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 
4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran.

Haleluyah. Perhatikan Efesus 4 ada 5 jabatan. Saya suka beri dengan 5 jari : Jempol ini rasul, Telunjuk ini nabi, Tengah ini penginjil, Manis ini gembala, Kelingking ini guru.

Saya sebagai gembala tidak bisa membuat saudara komplit ya, sendirian. Kita memerlukan guru. Ada seorang yang harus menjadi guru. Kebetulan juga Tuhan kasih sama saya talenta ini - guru. Tapi 2 saja tidak bisa. Kita musti ada penginjil didalam gereja. Kebetulan Tuhan memberikan kepercayaan juga saya juga penginjil. Tapi kita tidak bisa hanya 3. Harus ada nabi dan harus ada rasul. Jadi kita belajar bahwa pengetahuan yang benar itu tidak bisa dengan satu pendeta. Kita memerlukan penginjil, memerlukan nabi. Waktu Pdt Cruckshank dulu sebelum seperti sekarang masih dulu tahun 74, dia ada nabi. Dia pernah bilang dari tempat ini akan terpancar FA keseluruh dunia. Saya bilang apa nggak ketinggian dia ngomong? Kalau terpancar keseluruh Cianjur ya cukup. Masuk akal. Tapi dia ngomong : In the name of Jesus, Dalam Nama Yesus, dari tempat ini - itu waktu tahun 79, gereja ini diresmikan tahun 80, dia masuk diresmikan gereja pertama ini - dari tempat ini akan muncul FT yang tersebar ke seluruh dunia. Jadi karena dia tamu, saya nggak bisa kritik dong, nggak boleh. Masa sih. Tapi ketika Sekolah Alkitab mulai dibangun, mulai mengerti saya, oh ternyata dia nabi ini. Dia sudah bernubuat. Seluruh Indonesia terjangkau. Kita ada siswa dari Malaysia 2. Loh, kalau begitu memang bukan di Indonesia saja. Nah, sekarang sdr Stephen sudah masukkan khotbah-khotbah di gereja kita ini didalam website. Website di internet itu seluruh dunia bisa lihat, tinggal saudara rajin kasih tahu sama orang. 

Nah, sekarang seluruh Indonesia tokoh-tokoh GPdI sudah tahu, mereka sudah buka. Mungkin gengsi mereka tetapi mereka sudah tahu. Lebih kurang 250 orang yang punya, sudah tahu mereka. Ada satu ibu bukan GPdI, dia selalu buka dan dia selalu kasih komentar : Saya justru dapat berkatnya buka website dari GPdI Cianjur, katanya. Pulang dari gereja dia, dia buka websitenya GPdI Cianjur. Dia dapat kekuatan. Betul dari sini terpancar keseluruh dunia. Nah, saya kok nggak tahu - karena saya gembala bukan nabi. Kok saya nggak bisa? Karena saya guru. Kok saya nggak kelihatan? Karena saya penginjil. Itu cuma nabi yang bisa. Cuma nabi yang lihat. Nah, rasul saya belum ketemu. Tapi saudara kita akan ketemu. Karena gereja akan sempurna oleh 5 jawatan. Nggak bisa satu pendeta. Nggak bisa. Harus 5 ini yang akan menyempurnakan.       

Saya punya pandangan sama saudara punya pandangan beda. Visi kita musti sama. Visi saudara musti sama dengan visi saya kalau saudara mau jadi jemaat saya. Nggak bisa saya mesti ngikutin visi saudara. Nggak bisa. Saudara harus ikut visi saya. Teofilus biar kaya bagaimana dia ikut visi Lukas. Bukan Lukas ikut Teofilus. Tidak. Teofilus ikut visi Lukas karena Lukas ikut visi Yesus. Paulus berkata ikutlah aku karena aku mengikut Yesus. Ini soal lihat melihat.   

Kita kembali kepada Lukas. Epiginosko ini adalah pengetahuan yang benar
1:4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. 

Oke, sekarang kita sambung ayat 5 sampai ayatnya yang ke 9.

1:5. Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. 
1:6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. 
1:7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. 
1:8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. 
1:9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.

Banyak orang seringkali menghubungkan Herodes hanya dengan cerita kelahiran Yesus, menghubungkan Herodes dengan orang Majus, menghubungkan Herodes dengan cerita natal. Kita miss atau kita lupa dengan injil Lukas bahwa pada jaman Herodes ini, ada satu imam yang bernama Zakharia dari golongan atau rombongan Abia - persis dia sedang kebagian untuk melayani dari Bait Allah ini dari rumah Tuhan ini sebagai imam. Istrinya Elisabeth, juga berasal dari keturunan Harun. Kalau imam, saudara, semua imam itu akan turun dari Harun. Karena Harun ini imam pertama. Harun ini punya 5 anak, itu menurunkan imam-imam semua. Nggak boleh orang-orang Isakhar, orang-orang Benyamin, orang-orang Yusuf jadi imam, harus dari keturunan Harun. Tetapi saudara kita baca Elisabeth juga turun dari keturunan Harun juga. Maka ini menggenapi perintah dari Tuhan bahwa seorang Lewi seorang imam seorang hamba Tuhan, dia harus menikah, dia harus kawin dengan keturunan Lewi juga, dengan seorang hamba Tuhan juga. Saya sekarang sedang mempertemukan satu pemuda dengan satu pemudi di Cianjur. Saya minta doa saudara siapa tahu ini jodoh karena ini pemuda anak jemaat saya ini sangat baik sekali. Dia jiwa baru tetapi baik setia dan dia bawa perpuluhan dengan baik setia tapi dia masih single. Jadi saya tanya apa kamu sudah menikah? Belum, Oom, saya masih single. Umur berapa? Ini Oom. Belum menikah? Belum. Nggak mau menikah? Mau. Mau dijodohin nggak? Mau. Ayo, datanglah ke Cianjur. Dia datang. Tapi justru pemudi nya yang saya mau pertemukan nggak ada. Jadi sudah ketemu kemarin di Jakarta. Dua-duanya pada kagok karena yang laki-laki ini pemalu, yang perempuan nya lebih pemalu lagi. Jadi nanti kita musti bawa rotan untuk mengikat mereka supaya mereka tidak malu lagi.   

Nah, ini kebetulan pas rombongan Abia; jadi Zakharia ini dari rombongan Abia. Rombongan Abia itu ada beberapa orang seperti kalau puji-pujian disini itu bagian Gembira, Gembala Ibadah Raya. Saya sudah tidak mau pusing.  Dibagilah beberapa rombongan, minimal itu musti ada 4 sampai 5 rombongan supaya bergantian sebulan sekali atau kalau nanti sudah banyak lagi 8 rombongan supaya 2 bulan sekali. Berputar. Supaya nanti Rabu juga bisa diatur. Rabu juga saya ingin sebetulnya ada singer. Karena tidak ada bedanya walaupun 15 menit tapi singer memuji bukan untuk saya tapi untuk Tuhan. Tapi mulai ada bagiannya. Bagian yang rombongan ini diumumkanlah bagian penerima tamu besok dipintu WC adalah sdr ini dan sdr ini, dipintu belakang bpk ini dan ibu ini, dipintu atas penerima tamu dan pengantar tamu ... Nah, ini juga saya heran  pengantar tamu yang disini kosong aja terus. Ini pengantar tamu ngantarnya kemana sih. Ini kursi didepan ini kosong terus tiap kebaktian. Ini yang nganterin tamu itu kemana nganterinnya. Dibawa naik keatas bawa kebelakang lagi. Tentu terus aja ke loteng, ini kosong terus. Saya mau itu ini rapi. Ini buat apa kursi disini. Kalau gitu angkat saja ini kursi. Pakai tikar. Jadi pengantar tamu itu bertanggung jawab. Nganterin tamu, ini ada yang kosong nih. 

Rombongan Abia ada beberapa orang. Sekarang Zakharia. Zakharia dan Elizabeth ini ayat ke 6 keduanya benar dihadapan Allah. Dan hidup menurut dengan perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Memang diantara saudara ada yang istrinya sudah kebaktian tapi suami belum. Ya, kita berdoa sabar nanti Tuhan buka jalan satu kali suami saudara akan terima Yesus. Saudara percaya ya. Saudara yang suami sudah istri belum, kita berdoa sabar nanti Tuhan punya rencana suami istri akan datang dalam Tuhan. Memang saya punya kebahagiaan kalau saudara datang itu suami istri duduk bareng berdampingan aduh, itu yang bikin saya bahagia. Kan saya nggak tahu kolekte berapa. Saya nggak tahu. Saya nggak tahu perpuluhan siapa yang ngasih nggak tahu kecuali yang ngasih sama saya langsung. Tapi yang bikin saya bahagia - itu saudara datang kebaktian suami istri. Bahagia sekali. Lihat Pak Samuel Rahmat dengan Ci U Yan, Sdr Wan Cin dengan istrinya, sdr Beben dengan ibu Lilis, nanti hari Minggu ada Yakub sama Desi. Onesimus dengan istrinya, sdr King King dengan Wawan,  sdr Stephen dengan istrinya, bpk Budiarto dengan istrinya. Ada bapa-bapa yang lain ibu-ibu yang lain, Pak Mujiono dengan ibu. Pak Mujiono sudah sembuh ya. Saya baru mau datang itu penyakit sudah takut. Jadi saudara, senang saya lihat. Karena apa?  Zakharia dan Elisabeth itu dua-duanya hidup benar dihadapan Allah tanpa cacat cela. Jadi saya bertanggung jawab supaya istri saya itu sabar. Nah, ini beban kita sekeluarga suami istri. Tidak ada anak memang mereka jalan berdua tapi inilah apalagi kalau saya lihat Pak Sugandi ini suka terharu. Berdiri aja udah ngagaleong tapi tidak membunuh tidak mematikan kerinduannya untuk berbakti kepada Tuhan. Ada orang yang baru sakit sedikit udah nggak kebaktian. Lihat saudara-saudara ini Zakharia. Yang belum menikah cepet dong menikah mumpung saya masih hidup, saya bisa lihat saudara menikah saya berkati dalam pemberkatan. Menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Jaman dulu itu saudaraku jaman Yesus itu tidak bercacat. Diusahakan sedemikian rupa. Ayat 7 Tetapi mereka tidak punya anak. 

Ada handicapped. Ada kekurangan. Jadi tiap keluarga itu punya kelebihan tapi ada kekurangan. Jadi begini saudara. Ada orang kaya punya uang banyak, mobil berjejer, pabrik berjejer, kaya, tidak ada urusan soal keuangan - tapi anak nakal. Mamanya sakit-sakitan mikirin anak nakal nggak lelaki nggak perempuan waduh ini anak ini pake narkoba. Coba pak Harto. Apa saudara kira Pak Harto bahagia sekarang ? Justru dia punya kejatuhan karena anak-anaknya. Itu handicapped. Apa kita ngenye sama Pak Harto ? Jangan. Tuhan itu adil. Ada keluarga materi tidak banyak tidak kurang tapi harmonis rumah tangga. Nah, ini kebetulan tidak bercacat dihadapan Tuhan setia ada handicapped tidak punya anak. Karena mereka sudah habis dalam pengharapan, yaitu satu dia mandul kedua sudah lanjut usia. Jadi sudah nggak ngareup-ngareupin ada anak. Tapi inilah ayat 8 ini saya mau akhiri sore ini. Saya harap saudara perhatikan ini. 
1:8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. 

Dengar baik-baik. Bagi kita semua masing-masing keluarga, masing-masing rumah tangga, masing-masing pribadi, dengar dan perhatikan dan lihat kesini - bagi kita semua akan ada - pada satu hari. Akan ada itu ketika tiba gilirannya. Jadi bukan hanya mati kita tunggu giliran, berkat pertolongan Tuhan juga ada gilirannya. Ada haleluyah, saudara-saudara ? Jadi saudara tidak boleh kecil hati. Lihat ini Elisabeth dan Zakharia. Mereka sudah putus asa; mereka tidak tahu sudah harus berbuat apa. Istri mandul dia sudah lanjut usianya tapi ada 'pada suatu kali ketika tiba gilirannya'. Bagi saudara dan saya ada waktu yang tertentu, dan ada giliran yang Tuhan tentukan bagi kita saudara-saudaraku. Jangan kecil hati ada waktunya ada gilirannya. Haleluyah. Tunggu saja dengan sabar. Nantikan Tuhan, Dia akan bekerja. Kalau sudah tiba waktunya, kita nggak usah minta-minta eh tiba-tiba datanglah. Apa yang harus kita kerjakan ? Lihat Zakharia. Zakharia melakukan tugas keimaman dihadapan Tuhan. Rutin dia tetap bekerja. 

Apa tugas keimaman ? Sembahyang  - itu tugas keimaman. Baca FA - itu tugas keimaman. Mendoakan anak, mendoakan keluarga, mendoakan bangsa, mendoakan umat, belajar Sabda Tuhan, kebaktian - itu tugas keimaman. Jadi belum didengar doa kita,  belum dijawab, terus lakukan rutin tugas keimaman. Pas waktu kebaktian, kita kebaktian. Setia saudara ku. Nanti waktu bedstone, kita bedstone. Setia. Kalau ada kekuatan kesempatan kita puasa, kita puasa.  Kalau ada kekuatan kesempatan kita doa malam, kita ikut doa malam. Kalau ada kekuatan kesempatan kita kebaktian 2X - 3 X seminggu, kita lakukan itu. Rutin terus. Kerjakan itu dengan penuh cinta. Tidak usah pikir-pikir - sebab satu kali nanti ada pada satu kali dan ada giliran untuk saudara dan saya masing-masing, ada gilirannya. Jadi pengerja -pengerja jangan semua mau kawin. Masa Yakub saja kawin sama Desi, Oom ? Saya juga pengen kawin. Harus ada gilirannya. Jaga burung dulu 6 tahun, baru nanti kita kawinkan saudara. Karena Desi juga jaga burung saudaraku, Yakub juga jaga burung 6 tahun. Saya tidak pernah atur-atur mereka bakal ketemu, ya. Puji Tuhan. Sekarang mereka akan jaga jiwa-jiwa didalam pekerjaan Tuhan. Mari kita tundukkan kepala. Kita berdoa.

Rabu, 30 Januari 2002

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Yesus Kristus. Kita lihat lagi Injil Lukas pasalnya yang pertama, kita akan meneruskan sampai pada ayatnya yang ke 8 :

1:8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. 
1:9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. 
1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. 
1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. 
1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. 
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.

Oke, di dalam ayat ke 9, kita menemukan satu kata : Sebab ketika diundi. Pak gembala ini kan kita jemaat nggak boleh beli undian. Dulu jaman undian harapan, dari mimbar diminta, dihimbau, jemaat yang percaya sama Tuhan janganlah beli undian. Jangan beli lotre. Loh, kenapa ini justru Zakharia ini diundi waktu mendapatkan tugas dari keimamannya untuk mengerjakan tugasnya. Jadi yang betul itu, undian itu boleh apa nggak? Kata pendeta, janganlah beli undian. Tapi kok disini di Alkitab, ada yang disebut diundi. Kita lihat lebih dahulu Kitab Nabi Yunus. Kitab Nabi Yunus pasal 1, Perjanjian Lama, ayatnya yang ke 4,

1:4. Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur. 
1:5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak. 
1:6 Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: "Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa." 
1:7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.

Loh, ini katanya kita tidak boleh beli undian, tetapi kita sudah baca dua ayat, Nabi Yunus pun diundi. Zakharia diundi. Kita lihat Kisah Para Rasul. Dalam Kisah Para rasul pasal 1, disana saudara-saudara kita melihat ayatnya yang ke 24 :

1:24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, 
1:25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." 
1:26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

Sudah tiga ayat ini mengenai undian. Bapak pendeta bilang tidak boleh beli undian. Ini Yunus, dia kena undian, dia diundi. Yang kedua Zakharia, dia diundi. Kemudian yang ketiga adalah Matias, juga dia diundi. Jadi tiga ayat saya beri kepada saudara bahwa di Alkitab itu ada yang memakai undian yah. Ada yang memakai undian didalam pekerjaan Tuhan. Ada satu lagi, saudara-saudaraku, di dalam Amsal tapi saya tidak ketemu nanti saudara bisa baca sendiri. Dalam Amsal ada satu kata undi dilempar oleh manusia tetapi Tuhan yang menentukan. 

Nah, kenapa di gereja engga boleh beli undian? Janganlah beli undian. Jangan beli lotre. Jangan beli toto gelap, togel. Jangan. Kenapa? Sedangkan di Alkitab ini Yunus kena undi, Zakharia kena undi, Matias kena undi. Mari saya akan terangkan. Undian di sini saudara-saudaraku, Yunus ini yang membuat undian adalah orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Dan Yunus sedang ada diluar kehendak Tuhan. Maka atas kemauan Tuhan itu undian dikenakan saja sama Yunus. Yang membuat undian itu bukan anak Tuhan, tetapi orang yang diluar Tuhan, yang tidak kenal Tuhan. Matias ini, saudaraku, rasul yang menurut Petrus musti menggantikan Yudas. Tapi saudara nggak pernah  dengar lagi Matias, bukan? Tidak pernah kita dengar lagi Matias. Hanya dalam Kisah Rasul pasal 1 - tidak ada lagi. Karena dia tidak dipilih oleh Tuhan. Tuhan nggak suruh sama Petrus untuk ngundi siapa ganti Yudas? Tuhan sendiri pilih - Dia pilih Rasul Paulus untuk ganti Yudas. Jadi Matias ini rasul undian. Siapa yang undi? Petrus mengundi. Tuhan nggak suruh. Jadi ini kehendak manusia. Zakharia undiannya lain lagi. Kalau Zakharia tuh begini, saudara. Sama seperti pemimpin pujian di gembala ibadah raya juga ditentukan. Umpamanya ada lima saudara yang sudah ditentukan untuk memimpin pujian. Sudah, sudah bersetuju ini, lima ini. Nah, bulan ini ada lima minggu umpamanya. Nah, lima ini siapa yang minggu pertama? Siapa yang minggu kedua? Siapa yang minggu ketiga? Siapa yang ke empat, yang kelima? Itulah. Ini di undi. Jadi bukan di undi ada hubungan dengan uang. Bukan di undi ada hubungan dengan beli ce ban dapat ce tiauw. Bukan diundi ada hubungannya dengan judi - tidak. Maksudnya undian ini untuk menggilir, karena sudah ditentukan dia harus melayani. Kapan, lambat atau cepat Zakharia akan melayani. Maka dia di undi. Diundi pada saat ini dia kena. Jadi kata undian disana - lot, bukan lotre, tapi lot disana undian tidak ada hubungannya dengan lotre yang biasa kita tahu, yang biasa kita dengar yah. 

Dulu ada satu pengerja sekarang sudah jadi hamba Tuhan di Kalimantan. Dulu dia bingung, saudara-saudara. Dia disini, dia senang sama satu saudari di Cianjur sini. Dia senang sama satu saudari, tapi saya tahu dia di sekolah alkitab, dia juga punya pacar. Ternyata dia melayani dua-duanya. Yang di sekolah Alkitab di Jawa Timur dia suratin, yang disini di Cianjur dia pacarin. Maka saya bilang ini engga boleh. Kamu harus tentukan, pilih yang mana yang kamu mau. Cianjur atau yang di Malang. Ya Oom, saya salah Oom, minta ampun, minta maaf. Ayo kamu sembahyang. Itu loteng, saudara, tingkat dua, loteng. Ayo kamu sembahyang. Nah, itu kamar tuh ada dua, satu kamar kita, satu kamar pengerja. Kamar mama sini, ini kamar pengerja. Saya sudah di Gang Bombay. Saya lihat ini, saudara ini, dia lagi begini : Dalam nama Yesus, Tuhan yang mana jodoh saya? Itu nama, dua gadis itu dimasukan di lot, digulung dikertas lalu dia kocok, dalam nama Yesus, dalam nama Yesus, dalam nama Yesus. Keluarlah yang di Malang. Hah, dia senang. Saya lihat dari kaca, ngintip. Kan dia di bagian tingkat atas ranjang, ranjang kero dua tingkat. Hah, dia senang, yang di Malang, dia senang. Ngomong sendiri jadi saya dengar. Tapi kasihan yang di Cianjur. Tuhan sekali lagi yah, Tuhan, yang tadi engga jadi yah, yang tadi engga jadi. Kocok lagi. Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus - keluar, yang di Cianjur. Tapi kasihan yang di Malang. Oh, saya bilang engga boleh begitu. Nah, itu kalau undian itu bingung. 

Jadi undian yang kita lihat dalam Injil Lukas, sekali lagi tidak ada hubungan dengan mendapat uang yang besar. Tidak ada hubungan dengan kekayaan. Tapi hubungannya adalah dengan tugas pelayanan dari bulan ini sudah lima minggu, pelayannya lima orang. Nah, Zakharia itu ditentukanlah dalam undian apa dia minggu kesatu, kedua, ketiga, keempat, kelima? Nah, dalam cerita ini dia diundi, bagian dia yang kena. Sebagaimana ayat 9, lazimnya, Lukas 1, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. 

Saudara, kita mau bikin peta, membakar ukupan. Saya tidak akan jauh dari peta ini saja. Ini penampang dari atas, tampak atas dari Kemah Sembahyang. Juga penampang secara mirip seiras dengan Bait Allah. Di depan ini ada lima tiang, lima tiang. Jadi ini dari atas dulu. Jadi sebelah kiri ini adalah kaki dian dari emas. Nah, disebelah kanan ini sejajar ada meja roti pertunjukan, dimana ada dua belas roti yang disusun, saudara-saudara, sepintas lalu saja saya cerita. Roti yang pertama, susunan pertama itu enam, susunan yang kedua juga enam. Bisa bicara dua belas rasul, tapi bisa bicara hidup suami istri. Karena laki-laki dibuat dari hari keenam, manusia juga dibuat pada hari keenam. Ini suami istri. Diatasnya didekat dengan tirai ini ada satu mezbah dupa. Nah, mezbah dupa ini, saudara-saudaraku, disinilah Zakharia membakar ukupan, disini. Kenapa? Disini didepan ini, saudara-saudara, adalah : Tirai. 

Ada tabut perjanjian dimana ada kerubium berhadapan dengan tutupan grafirat. Saya dulu pernah terangkan, mungkin saudari Wawan dari istri saudara King-King masih ingat saya kasih studi waktu sekolah minggu di meja lipat di sekolah minggu - itu tabernakel. Inilah yang disebut mezbah dupa, dimana ukupan-ukupan dibakar. Nah, ini bagiannya Zakharia, dia jalan, kalau saya gambar seluruhnya, disini kolam basuhan. Disini ada mezbah korban. Mezbah korban dimana korban bakaran dibakar, saudara-saudara, dan domba-domba dibakar disini. Bukan ini karena mezbah ini diluar, orang luar boleh lihat tapi ini tidak boleh sembarangan orang. Maka ini adalah kerjaan dari imam. Sekarang bagiannya Zakharia, dia membakar ukupan disini. Sebelum kita lebih jauh mempelajari ini, yang saya gambar ini, ini adalah apa yang diajarkan oleh Tuhan kepada Musa dalam Keluaran pasal 30, kita lihat didepan. Kita membaca satu ayat disana mengenai mezbah pembakaran ukupan. Itu mezbah dupa yang saya gambar, ini adalah mezbah pembakaran ukupan. Saya kasih panah supaya saudara tidak lupa. Disitulah mezbah pembakaran ukupan. 

30:1. "Haruslah kaubuat mezbah, tempat pembakaran ukupan; haruslah kaubuat itu dari kayu penaga; 
30:2 sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, sehingga menjadi empat persegi, tetapi haruslah dua hasta tingginya; tanduk-tanduknya haruslah seiras dengan mezbah itu. 
30:3 Haruslah kausalut itu dengan emas murni, bidang atasnya dan bidang-bidang sisinya sekelilingnya, serta tanduk-tanduknya. Haruslah kaubuat bingkai emas sekelilingnya. 
30:4 Haruslah kaubuat dua gelang emas untuk mezbah itu di bawah bingkainya; pada kedua rusuknya haruslah kaubuat gelang itu, pada kedua bidang sisinya, dan haruslah gelang itu menjadi tempat memasukkan kayu pengusung, supaya dengan itu mezbah dapat diangkut. 
30:5 Haruslah kaubuat kayu pengusung itu dari kayu penaga dan kausalutlah dengan emas. 
30:6 Haruslah kautaruh tempat pembakaran itu di depan tabir penutup tabut hukum-ini tabut hukum. Ini tabir ini tirai-Di depan tabir penutup tabut hukum, di depan tutup pendamaian yang di atas loh hukum, di mana Aku akan bertemu dengan engkau. 

Jadi mezbah dupa ditaruh di depan tabir, ini tirai. Sekali lagi, ini yang diajarkan oleh Tuhan kepada Musa dalam Keluaran 30:6, taruhlah mezbah dupa di depan tirai. Sekarang saya ingin memperlihatkan satu kejutan besar. Saudara sudah waktunya tahu. Kita lihat sekarang Ibrani 9:1-4. Saya gambar lagi disisinya, saudara-saudara, apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus. Ini saya gambar telanjang saja dulu ini, ini ruang suci, ini ruang maha suci. Nah, sekarang apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam Ibrani pasal 9. Dalam Ibrani pasal 9, disana Rasul Paulus menggambarkan Bait Allah atau Kemah Sembahyang ini agak lain. 

9:1. Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus - ini nih tempat kudus, jadi ini kurang ini saya pakai titik-titik saja, ini tempat kudus, ruang kudus atau ruang suci, tempat kudus, haleluyah - buatan tangan manusia. 
9:2 Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan - ini - dan di situ terdapat kaki dian - inni kaki dian. 

Sekarang kita gambar disini terdapat kaki dian, sama kalau begitu. Apa yang diajarkan oleh Tuhan kepada Musa dengan kepada Paulus, sama, ada kaki dian sama, dia sedang sitir apa yang dikatakan di dalam Perjanjian Lama. Dan meja dengan roti sajian - meja dengan roti sajian. Nah, sekarang tahan napas, ini kejutannya - ayat ke 3 : 

9:3 Di belakang tirai yang kedua - kalau saya kasih gambar titik-titik ini tirai, di belakang tirai yang kedua, haleluyah - terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus. - Ini ruang maha kudus. Ruang maha suci, ruang maha kudus, sama. Tetapi apa yang dikatakan ayat ke 4, 

9:4 Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas. Loh, Keluaran 30 itu di sini tetapi Paulus berkata dia  di sini. Tapi mari kita gambar dulu sejajar dulu, kita gambar sejajar dulu. 

Jadi menurut Paulus, itu ruang maha suci, ruang maha kudus itu gabungan dari dua alat ini. Nah, menurut Paulus ini masuk ke sini, ruang maha kudus. Menurut Musa, Keluaran, ini di sini, disuruh Tuhan. Datang pertanyaan, jadi ini yang membuat saya mau bikin Injil Lukas itu saya mau bikin bukunya, engga kesampaian-kesampaian karena terbuka lagi, terbuka lagi. Sudah ditulis terbuka lagi, terbuka lagi. Saudara lihat, pertanyaannya begini : Yang betul yang mana? Apa kemah sembahyang dari Keluaran 30:6? Apakah kemah sembahyang Ibrani 9:4, yang ditulis oleh Rasul Paulus? Saya tanya sama murid kelas dua karena saya baru ajarkan ini di kelas dua. Murid kelas dua, satu siswa, dia berteriak dari belakang 'Bingung, Oom'. Tidak bisa mengerti, susah. Tapi ini ada di Alkitab. Nah, saya juga tanya sama Tuhan, ini kenapa Tuhan? Apa? Yang salah yang mana? Yang betul yang mana? Karena kalau menurut gambar, tiang itu di sini. Ini ada empat tiang, saudara-saudara. Tiang itu di sini, tetap disini. Jadi kalau ini harus masuk di sini jadi sempit tempatnya. Mungkin ini bisa menerangkan maksudnya kepada saudara sekalian. 

Jadi saya tanya sama Tuhan, ini ada apa Tuhan? Kenapa sampai bisa begini? Saya tidak baca buku, saya tidak baca apa-apa, tapi Tuhan kasih keterangan begini. Saya katakan sama murid-murid sekolah Alkitab, mungkin pelajaran ini tidak di ajarkan di sekolah Alkitab manapun, tidak membesar-besarkan - di dunia ini. Tapi kamu harus tahu dan karena saudara sudah setia begitu lama dalam kebaktian Rabu, saya tidak ungkapkan pada hari minggu.  Karena Tuhan bilang jangan buang cincin itu di lumpur tidak ada gunanya. 

Dengar, pada waktu Yesus disalib dan sebelum Dia mati ada tujuh kata-kata, tujuh macam kata. Aku haus, dsb.  Hai ibu, dan sebagainya. Bapa kepadaMu kuserahkan RohKu. Tapi salah satunya kata-kata Yesus adalah 'sudah selesai'. Bahasa Indonesia lama : Sudahlah genap. Bahasa Indonesia baru : Sudah selesai. Bahasa Inggris : It is finished. Begitu Dia bilang it is finished, robeklah tirai Bait Allah, dari atas sampai ke bawah.

Jadi sekarang saya mau gambar tirai ini dari depan, saudara lihatnya bagaimana. Ini tirai bentuk begini, sama. Didepan tirai ini ada mezbah dupa, saya gambar. Apa yang ada di sana? Disini ada empat tiang saya gambar titik-titik saja, ada empat tiang. Apa yang di belakang sana? Itu ini. 

Begitu Yesus bilang sudah genap, sudah selesai. Ini tirai ini robek dari atas sampai ke bawah, dari atas ini robek sampai ke bawah sehingga dia jatuh ini tirai, dia jatuhnya jadi begini (Lih. gambar diatas - peny.). Jadi ini tiang, ini tiang jatuh begini. Tabut perjanjian yang tidak boleh dilihat, hanya oleh imam besar itu - sekarang nampak, kelihatan dari luar yah. Itu tabut, saya gambar tabut garis-garis saja, itu kelihatan dari luar. Jadi orang dari sini tidak usah memerlukan imam lagi, dia bisa langsung tembus lihat ini. Ingat Ibrani 9 adalah setelah kebangkitan Yesus. Ini masih Perjanjian Lama, Keluaran 30, belum ada Yesus. 

Tetapi setelah jaman Perjanjian Baru, jaman Yesus, maka Ibrani 9 ada. Jadi maksud Rasul Paulus, meja tempat pembakaran ukupan itu sekarang itu lebih dekat kesini (ke Tabut Allah / Ruang Maha Suci - peny.) daripada kesini. Dulu dia lebih dekat ke sini daripada kesana. Dulu dia lebih dekat ke bawah, ruang suci, daripada ke ruang maha suci. Sekarang dia lebih dekat kepada ruang maha suci daripada ke ruang suci. 

Apa mezbah pembakaran ukupan? Itu doa. Maka orang atau jemaat yang suka berdoa, dia pikirannya, hatinya, angan-angannya - lebih dekat ke sana kepada Tuhan, daripada kepada dunia. Ada haleluyah, saudara-saudara? Nah, saya akan ajak saudara melihat kitab Kejadian pasal 5. Didalam kitab Kejadian pasalnya yang ke 5, saudara-saudara melihat ada macam-macam jemaat. Ada jemaat yang rajin, setia datang di kebaktian tapi dia tidak suka berdoa -maka dia lebih dekat ke dunia daripada ke atas. Kita lihat Kejadian pasal 5:21 :

5:21. Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. 
5:22 Dan Henokh hidup - Apa? Bergaul bukan pergaulan - bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 
5:23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. 
5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah-tanpa mati.  

Mula-mula Henokh bergaul dengan Allah. Bergaul dengan Allah dia punya anak, dia punya istri, bahkan anaknya itu paling panjang umurnya. Metusalah itu 969 tahun umurnya, paling panjang di dunia. Tapi bapanya ini, Henokh, dia belum pernah mati; sampai sekarang dia belum kenal mati. Sudah 6.000 tahun sekarang. Dia belum mati, dia bergaul dengan Allah. Dia punya anak, dia punya istri, dia punya pekerjaan. Dia hidup biasa sama seperti Zakharia, dia mengerjakan tugas keimamannya. Tetapi waktu dia bergaul dengan Allah 300 tahun, dia masih di bumi. Lama-lama Tuhan bilang : Kamu lebih dekat ke Saya. Sudahlah tinggalkan dunia, ikutlah sama Saya. Hidup-hidup diangkat. Maka asalnya dia bergaul dengan Allah didalam dunia, sekarang dia bersama- sama dengan Allah didalam Surga. 

Mezbah Dupa Perjanjan Lama itu dibuka. Lebih dekat kesini lebih dekat kekaki dian daripada kepada roti pertunjukan. Tapi kalau saudara terus-terus didalam Tuhan, terus-terus sembahyang, terus-terus banyak berdoa, ikut doa, ikut bedstone, ikut doa semalam suntuk, ikut bedstone - nanti, saya tidak tahu kapan - tapi Metusalah 300 tahun. Mungkin saudara lebih cepat karena umur kita lebih pendek. Kita akan sampai kepada satu titik dimana hati kita pikiran kita lebih dekat kesana daripada kedalam dunia. Yang tidak suka berdoa nggak ngerti yang saya ngomong tapi yang suka berdoa mungkin bisa jatuh airmata saya ngomong. Dimana saudara kita bangun tidur saja, mata melek, apa yang terjadi tadi malam kita tidak tahu. Kalau ada kebakaran, kalau ada pencuri, kalau ada nyamuk saja gigit kita, kita nggak tahu. Siapa yang jaga kita kalau bukan Tuhan. Makanya buat apa ini yang sementara-sementara di dunia terlalu dipikirkan terlalu rumit-rumit. Mari kita pikirkan yang kekal. 

Maka didalam Ibrani 9 dikatakan dia sudah masuk kedalam ruang maha kudus. Nah, saudara-saudara oke. Karena ini saudara kita kembali kepada Lukas 1. Saudara-saudara punya gambaran yang sangat jelas bagaimana ayat 9 tadi.  

1:9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. 
1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.   

Saudara, disini pembakaran ukupan diadakan. Tidak ada suara. Disini (mezbah korban bakaran - peny.) ada suara. Disini yang dibakar merpati atau domba atau sapi atau lembu. Isi perut dibakar - prak.. pruk.. prak.  Ada bau daging dibakar - bau. Daging terpanggang bau tapi korban bakaran naik kepada Tuhan. Disini (mezbah pembakaran ukupan - peny.) tidak ada bau karena rempah-rempah yang dibakar. Harum. Yang terakhir saya ke Israel kita masuk satu lorong kira-kira panjang 130 an meter. Dalam satu lorong hanya bisa satu orang masuk tinggi satu orang jalan tapi ada lampu didalam tanah dibawah. Lalu dia tunjuk : Disinilah tabut perjanjian Salomo. Disini dia tunjuk - tapi ini sudah mesjid Omar, sudah ada mesjid Omar. Disini. Bawah tanah. Disini. Lalu kita belok kekiri. Kita dikasih masuk disatu ruangan. Saudara lalu digambarkanlah tabernakel ini digambarkan dulu. Kalau itu rempah-rempah orang-orang imam bawa mulai bakar ukupan ini, begitu nyala - pet,  ini disini begitu nyala itu harumnya, bau-bauannya itu seluruh kota Yerusalem bisa cium - ini luar biasa. Maka saudara lihat dalam ayat itu umat berkeling diluar sembahyang. 

Ada beda saudara antara sembahyang dengan doa itu beda. Kalau doa - minta; Tuhan saya minta tolong - itu berdoa. Tapi kalau sembahyang itu datang dari bahasa Sansekerta - Sembah  Hyang. Sang Hyang yang maha tinggi, Gusti yang paling besar. Sembah, H nya jadi 2, Hyang - Menyembah Pencipta kita - maka tidak ada suara, hanya harum baunya. Jadi bagaimana ko Yoyo kalau doa sama sembahyang bagaimana bedanya? Kalau doa kan begini saudara sederhana saja : Tuhan, terimakasih kepadamu pada sore hari ini. Kami boleh ada didalam rumahMu, Tuhan. Engkau sudah menolong saya, Engkau sudah memberkati saya. Tuhan, Engkau tolong juga beban-beban yang saya sedang alami, baik diusaha mata pencaharian, pekerjaan di toko dan warung dipabrik, mungkin ada persoalan dalam RT, anak-anak saya yang sekarang sekolah dan studi, dsb Tuhan tolong - itu doa. Itu tidak salah. Tapi itu disini - mezbah korban. Doa.

Tapi kalau sudah sembahyang tidak ada suara. Maksudnya tidak ada permintaan, yang ada harum. Cuman yang dipuji cuma Tuhan. Haleluyah. Nggak minta. Puji Tuhan. Haleluyah. Antara kita dengan yang menciptakan kita, antara saya dengan yang membuat saya. Yesus. Haleluyah. Seperti asap. Haleluyah. Wangi dihadirat Allah. Wah, itu yang paling bikin hati Tuhan senang. Maka apa yang dilihat oleh Zakharia ? Malaikat Tuhan berdiri disebelah kanan dari mezbah. Saya pakai aja sayaplah supaya membedakan malaikat. Dia berdiri disebelah kanan. Maaf, itu sayap seperti daun pohon pisang; pokoknya ini malaikat lah. Maka hanya orang yang tahu membakar ukupan, saudara, yang akan lihat malaikat. Utusan Tuhan. 

Siapa Zakharia? Handicapped, banyak kekurangan, nggak bisa punya anak, mandul. Siapa istrinya? Tidak ada cacat-cela dihadapan Tuhan? Ada handicapped, ada kekurangan, mandul, tidak bisa punya anak, sudah lanjut usianya. Tapi kalau Tuhan mau bikin? Saudara dengan ini kesaksian ya. Tadi malam di Jakarta kebaktian hujan deras tapi banyak yang datang. Ada satu ibu bersaksi saya kaget ibu Ratna mungkin saudara tahu yang tinggi-tinggi  yang selalu urus sediakan perjamuan kudus setiap bulan. Jadi sumbangan dari dia roti dan anggur dan semua gelasnya itu dia yang siapkan. Itu dia punya satu anak yang jantungnya bolong sejak kecil. Maka tanpa setahu dia, oom nya itu asuransikan ini anak; maksudnya si oom nya itu ya, kalau anak ini mati kan dia dapat asuransi cukup besar. Diasuransikan anak. Sekarang anak itu sudah 16 tahun. Gempar ini dokter-dokter jantung di Jakarta karena waktu diperiksa itu anak tidak ada klepnya tapi dia hidup dia sehat seperti manusia biasa. Sampai dokter bilang boleh nggak saya pinjam anak ini untuk diriset untuk diselidiki lebih jauh lagi. Silahkan, katanya ibu Ratna, asal tidak mengganggu dia punya sekolah. Kenapa? Karena Ibu Ratna dari kecil dia mengucap syukur sama Tuhan : Tuhan saya ucapkan syukur kepadaMu. Dia ucapan syukur itu seperti dupa. Jadi tidak menangisi anak, tidak menangisi suami yang jadi problem, tidak menangisi usaha tetapi mengucap syukur : Tuhan dia anakMu dia putraMu. Terima kasih Tuhan adakan mujijat. Dia tidak ngerti baru ngerti setelah 16 tahun. Kok dia bisa tumbuh. Kata dokter tidak boleh lari-lari, dia main basket. Kata dokter tidak boleh keluar keringat, dia sampai keluar keringat. Kok nggak apa-apa. Kata dokter hati-hati. Bisa biru-biru. Dia nggak pernah biru - merah. Yang diperiksa jantungnya orang lain mah punya klep, dia nggak ada klep. Saudara-saudara, kalau Tuhan mau, orang bisa hidup dengan jantung tanpa klep. Nah, itu saudara mujijat bisa datang - kalau saudara suka sembahyang, kalau saudara suka menyembah kepada Tuhan. Kan saya suka bilang kalau saudara rajin sembahyang, yang untung bukan saya - saudara. Kalau saudara malas sembahyang, yang rugi bukan saya - saudara. Nah, kembali lagi kepada ayat ini dari Sabda Tuhan ini.
1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. 

Kita ketemu kata sebelah kanan. Mamur 118 ini ayat yang terakhir deh. Belum ayat terakhir tapi sudah hampir-hampir terakhir. 
118:15 Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan, 
118:16 tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!" 

Apa Tuhan punya tangan kiri tidak berkuasa? Berkuasa tapi tangan kanan Tuhan memberikan saudaraku otoritas, maksudnya kanan ini. Amsal 3 setelah Mazmur. 
3:16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. 

Jadi tangan kiri kanannya Tuhan ada berkat masing-masing. Tapi kenapa itu malaikat ada disebelah kanan mezbah? Ingat saudaraku Yohanes 21. Yesus berdiri dipinggir pantai murid-muridnya baru cari ikan. Yesus bilang: Apakah kamu dapat ikan? Tidak ada seekorpun. Yesus bilang : Coba labuhkan pukat mu kesebelah kanan. Dapat 153 ekor. Petrus bilang : Itu Tuhan, dia langsung terjun dari tengah laut dia berenang. Itu Tuhan. Yohanes bilang: Itu Tuhan. Terjun ini Petrus. Sebelah kanan. Yang saya ingin saudara baca adalah Kisah Para Rasul 

2:25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 

Jadi sebetulnya kiri kananku ada Tuhan nggak perlu. Daud mah cukup Allah ada disebelah kananku, cukup. Kalau Tuhan ada disebelah kanan kita, kenapa mesti pakai keliling kiri kananku, dibungkus dibulen-bulen, atas bawahku ada Tuhan, luar dalamku ada Tuhan. Nggak perlu. Disebelah kanan saja. Alkitab bilang Daud berkata : disebelah kananku ada Tuhan aku tidak goyah. Aduh saudara, tadi kita mau keluar dari Jakarta, saya sudah telpon ke Cianjur jam 2 sampai. Tapi begitu sampai di Cililitan mau keluar banjir terlalu dalam. Ini Kijang tidak bisa masuk terlalu dalam dibuang jadi kita lewat Tg. Priok lagi. Dari Tg. Priok saya bilang sama Wawan supir kita lewat mana ya. Kalau gitu kita lewat Pondok indah. Salah jalan lagi. Tapi akhirnya ketemu. Lewat Pondok Indah  dapat Kpg. Rambutan jadi keliling 1 jam baru dapat Kpg. Rambutan baru kita tinggalkan Jakarta. Sepi dijalan. Hujan deras sepi dijalan karena tidak bisa masuk tidak bisa keluar.

Hari Jumat yang lalu saya mesti khotbah di Jakarta, undangan di Kelapa Gading. Tapi jauh-jauh dari rumah sudah ada yang bisik : Kamu tidak khotbah. Kamu nggak akan khotbah. Hari Minggu pagi saya musti khotbah disana tapi Tuhan sudah seperti bilang : Kamu nggak khotbah, suruh saja Yakub. Jadi saya suruh Yakub. Dan betul saja begitu sampai disana saudaraku AC rusak. Yakub sudah biasa dengan panas, karena biasa di Mamuju panas. Saya tidak biasa panas. Saya pengen dingin, Tuhan tahu. Selasa saya datang dingin. Jadi begitu saya mau keluar apa Tuhan saya bilang menginap lagi disini apa nginap lagi di Jakarta satu hari, apa saya khotbah sore di Cianjur? Kamu khotbah di Cianjur. Tenang sekali. Tenang sekali  itu suara. Itu sebabnya saya disini. Jadi walaupun telat lagi 1 jam, muter tapi dapat jalan keluar. Jam 6 tepat menurut jam disini di gereja. Jam saya jam 6 lebih 5. Mari kita berdiri bersama-sama. Kita akan berdoa. Haleluyah.

Rabu, 06 Februari 2002

Selamat sore, saudara selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Mari kita buka Injil Lukas pasal 1 kembali dan kita akan melihat studi terus dari Lukas pasal 1. Kita membaca ayat 12:

1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. 
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. 
1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. 
1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; 

Mengenai anggur, saya sudah bicara atau belum? Belum? Betul? Ya, jadi kita akan melihat ayat ke 14. Arti nama Yohanes sudah? Ayat 13 sudah belum? 12 sudah belum? 11? 11. 

1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. - saya rasa itu sudah. 
1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. 
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan. 

Ini yang pertama dari kata jangan takut di dalam Injil Lukas. Jangan takut. Jadi ini nampaknya menjadi kalimat yang biasa di dalam Kerajaan Surga untuk dipesankan kepada semua umatNya yang dapat keterangan dari malaikat, juga kepada gembala-gembala di Efrata. Kalau saudara mau lompat sebentar dalam Lukas pasal 2 ayat 10, lalu kata malaikat itu kepada mereka: Jangan takut! Jangan takut! Jadi selalu ada itu istilah kata jangan takut. Coba Lukas 1:30, kata malaikat itu kepada Maria: Jangan takut, hai Maria! Jadi nampaknya istilah jangan takut ini sudah menjadi istilah yang baku, yang biasa di dalam Kerajaan Sorga karena Tuhan tahu penyakit kita adalah penyakit ketakutan. Manusia itu selalu takut yah, selalu takut dan selalu takut. Firman Tuhan di dengar tiap minggu tapi tidak urung juga selalu kita takut, takut, takut. 

Dan inilah kata jangan takut pertama di dalam Injil Lukas, yaitu ayat ke 13 : Hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan. Doamu telah dikabulkan. Saya rasa sudah sampai ke situ. Bahasa Inggris, doamu sudah didengar. Nampaknya, Zakharia sudah tidak berdoa lagi. Oleh karena sudah putus asa. Kita bisa baca di dalam ayatnya yang ke 7 : Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.  

Pernah nggak saudara minta sesuatu, nggak dapet-dapet lalu akhirnya kita berhenti, kita nggak minta lagi. Pernah apa tidak? Kalau saya sering. Dan kalau saya boleh saksikan kepada saudara, justru Tuhan mengabulkan doa saya itu ketika saya sudah lupa. Mungkin cuma di hati itu permintaan. Ah, mungkin Tuhan tidak kasih. Ah, mungkin Tuhan tidak berkehendak. Ah, sudahlah. Jadi kita narimakeun, ceuk sundana. Sudahlah. Jadi nampaknya Zakharia menerima kondisi ini. Dia sudah tua, lanjut umur, istrinya mandul. Bibit ketakutan mulai muncul, ketika dia lihat malaikat itu. Tetapi saudaraku, malaikat ini datang dan berkata: hai Zakharia, doamu telah dikabulkan. Doa yang sudah tidak diingat lagi, sudah, itu dikabulkan. Saya ingat satu teman saya, Bapak Petrus, itu bapaknya haji. Dia sekolah alkitab satu kelas dengan saya. Dia mendoakan ayahnya empat belas tahun. Sampai dia bilang, ah mungkin. Kalau di Jawa kan biasa. Ayah islam, anak kristen, menantu hindu, itu sudah biasa di Jawa. Jadi mungkin si pak Petrus ini bilang, ah sudahlah mungkin sudah kehendak Tuhan begini. Saya sudah di tulis takdirnya jadi hamba Tuhan, jadi pendeta papa saya tetap haji ya sudah, 14 tahun sembahyang. Setelah dia berhenti ya sudahlah narimakeun ya sudah, bukan putus asa ya sudah mungkin. Ternyata ayahnya itu bertobat. 

Orang Cibeber saudara, itu keluarga besar. Dari sekolah minggu kebaktian sampai pemuda pemudi di Cianjur. Tapi kalau saya bilang kapan dibaptis ? Aduh, nggak berani engkong masih hidup. Pernah doa dinaikkan? Pernah, dari jaman oom Yan dinaikkan doa untuk engkong sampai engkong ini umur 98 tahun. Dia suka ikut-ikut kebaktian. Papa saya meninggal ganti saya bertahun-tahun kapan mau dibaptis? Belum berani. Lince semua Evi nggak berani  dibaptis. Engkong masih hidup, nanti kalau sudah engkong mati baru kita. Sebab dia bilang nggak ada yang nyembayangin dia. Suka sembahyang nggak? Suka. Berhenti saya kasih sama pendeta Akai. Didalam penggembalaan pdt Akai lah mujijat terjadi. Engkong itu tiba-tiba minta dibaptis. Nggak hujan nggak angin. Kaget anak cucu buyut kaget kok engkong minta dibaptis. Saudara bisa bayangkan meja abu dibuang di Pelabuhan Ratu dia dibaptis. Setelah dia dibaptis lebih kurang 30 orang saya hitung-hitung anak cucu menantu semua dibaptis. Apa doa tidak didengar? Didengar. Tapi dikabulkan apa tidak, itu kapan - itu bukan kita punya urusan, itu urusannya Tuhan. Urusan kita seperti Zakharia kita cuma berdoa saja kita datang di Bait Allah berdoa dengan setia. Nanti Tuhan menimbang pada satu saat dikabulkan. 

Waktu saya meminta visa karena paspor saya sudah habis. Visa Amerika saya masih berlaku sampai Juli tapi karena paspor sudah habis musti diganti tentu saja hilang itu harus minta. Bayangkan saudara-saudara nomor kami 52, 53. Duduk tunggu. Bayangkan saja dari no. 18, 19 saya sudah lihat itu ditolak, ditolak, ditolak. Ada orang Pakistan bhs Inggrisnya bagus sekali - ditolak. Ada satu ibu orang Tionghoa bawa 2 anak dia bilang saya biasa tur kesana kemari jadi saya mau lihat jalan-jalan liaht ke Amerika ngomongnya lancar fasih lidah - ditolak. Ditolak. Lebih 20 orang didepan kami ini ditolak. Kecewa. Ada yang pura-pura tidak kecewa tapi kecewa semua. 450.000 bayar. Tapi begitu saya dipanggil, itu juga ngomongnya sama, kita juga bikin surat mohon supaya kedutaan besar mengabulkan permintaan kami untuk memberikan visa kunjungan ke Amerika. Waktu saya dipanggil, kita berdua maju, orang itu tersenyum sama saya dan paspor kami dipegang. Map-map kami sudah tidak ada, paspor kami dipegang. Besok bisa ambil ini visa. Padahal disitu ditulis : Walaupun anda diterima dikasih visa harus ambil 3 minggu. Ada satu kesukaan ada satu kebanggaan oh saya punya permohonan itu dikabulkan. Itu perasaan saya keluar dari ruangan itu perasaan yang menang saudara. Ditengah-tengah orang yang ketakutan kecewa dan tidak diterima tidak bisa masuk Amerika, kami berdua itu rasa senang. 

Itu juga perasaan yang ada sama Zakharia ketika malaikat bilang : Doamu - sudah bertahun-tahun kamu minta dan kamu belum dapat anak mungkin kamu sudah putus asa kamu sudah minta - sekarang dikabulkan. Itu perasaan saudara saya tidak bisa ungkapkan, itu perasaan senang perasaan sukacita. Jadi kalau Tuhan bilang jangan takut, selalu dibelakangnya itu ada berita sukacita. Kedua kepada Maria : Jangan takut, kamu akan dipinjam kandunganmu untuk mengandung Yesus Kristus. Kepada gembala : Jangan takut, hari ini ada kesukaan besar. Jadi kalau orang bilang jangan takut hanya untuk menenangkan kita supaya kita jangan takut tapi kalau FT berkata jangan takut dibelakangnya selalu ada sukacita, ada berkat yang berkelimpahan. Itu saudara harus yakin dengan yang seyakin-yakinnya. Maka kata jangan takut  ini kalau buat kita kalau buat saya, satu jaminan dari Tuhan sendiri karena didalam Alkitab ada 365 kali kata jangan takut PL dan PB. Kita memakai tahun masehi. Seluruh dunia memakai tahun masehi. Dan tahun masehi mempunyai 365 hari diambil. Saya juga bingung kenapa sampai bisa begini. Di Alkitab ada 365x jangan takut. Dalam tahun masehi ada 365 atau 364 hari, 363 hari pertahun. Kita pakai 'jangan takut' satu saja sehari satu. Besok mau takut lagi ambil lagi ayat yang lain yang 'jangan takut' sehari satu. Saya yakin, sepanjang tahun kita tidak usah takut. Karena ada jaminan ini jangan takut ini. Puji Tuhan. 

Kembali kepada ayatnya yang ke 13 ya.  Sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Saudara-saudara disinilah malaikat memberikan FT. Saya pakai cahaya ya saya pakai bintang, disini malaikat memberikan FA. Satu jaminan. Doamu dikabulkan tetapi istrimu akan melahirkan. Disini kenyataan. Disini pernyataan. Maka saudara lihat dari pernyatan FA kepada kenyataaan mujijat yang diberikan itu ada satu masa ada satu waktu dan kebetulan saudaraku masa ini adalah masa kelahiran 9 bulan antara dia dengar perjanjian dengan kenyataan ada satu masa, ada tenggang masa.

PERNYATAAN  ------------------  m a s a  --------------------->  KENYATAAN 

Walaupun saudara sudah yakin waktu duduk di kebaktian saudara sudah punya keyakinan : Ini Tuhan jawab doa saya, tapi ingat harus pakai kesabaran karena Tuhan juga memakai masa dan ketika. 

Didalam kitab Wahyu mari kita lihat dibelakang didalam kitab Wahyu 
9:15 Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia. 

Perhatikan ini jam, hari, bulan dan tahun. Waktu saya mendapat jawaban visa boleh diambil besok itu urusan jam karena waktu saya bawa itu karcisnya ke travel biro. Travel bilang : Ini bukan besok pak, ini sore juga bisa diambil. Jadi dalam urusan jam dalam waktu beberapa jam visa sudah dapat diambil - pernyataan atau kenyataan sudah kita dapatkan. Ada yang memerlukan hari beberapa hari, ada yang memerlukan beberapa bulan, ada yang memerlukan beberapa tahun. Nah, saudara, Zakharia ini memerlukan beberapa tahun. Ibrahim memerlukan 1 tahun tapi saya ajar di Sekolah Alkitab kelas 2 khususnya belajar disiplin soal jam hari bulan tahun. Maka yang memimpin pujian itu harus belajar  disiplin soal jam waktu. Karena kalau soal jam kita tidak disiplin nanti dalam soal haripun kita tidak disiplin. Dalam hal minggu pun kita tidak disiplin, dalam hal bulan tahun kita tidak akan disiplin karena dalam soal yang kecil saja kita tidak disiplin. Mari kita belajar disiplin. Dalam soal waktu kebaktian - saya, jemaat saya, saya bilang saya jamin sama pendeta lain gembala sidang, kita mulai jam 5 dulu kebaktian sekarang jam 4 sudah penuh. Jam 4 sore sudah penuh kebaktian. Hari Rabu di Jawa Barat yang kebaktian tengah minggu penuhnya begini puasa lagi PA lagi cari saja di seluruh Jawa Barat. Yang kebaktian tengah minggunya begini banyak. Kalau soal jemaat. Tinggal pengerja-pengerja ini suka ngaco waktunya, nggak pernah pegang waktu keenakan. 

Jadi kita musti belajar disiplin jam, hari, bulan dan tahun. Coba kalau Tuhan nggak disiplin berkali-kali ini Zakharia minta sama Tuhan  - nanti aja, nanti aja. Tuhan nggak disiplin waktu. Nanti aja, nanti aja - kapan kita punya doa didengar?  Jadi kalau saudara mau Tuhan menepati waktu, kita juga musti tepat waktu sama Tuhan. Belajar dari soal yang kecil - jam, soal yang lebih besar - hari, soal yang lebih besar lagi - bulan, soal yang lebih besar lagi - tahun. Kembali kepada Lukas 1 nanti saudara akan lihat hal ini ayatnya yang ke 13 tadi : akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Bagimu - pribadi, ini anak diberikan bagimu - pribadi tapi soal nama - Aku yang urus. Soal nama, Aku kasih nama Yohanes, Aku yang urus. Arti dari Yohanes itu Yehowah memberikan karunia  atau Yehowah berkemurahan, Yehowah memberi banyak kemurahan. Salinan lain Yehowah suka mengampuni, Yehowah bisa mengampuni itu arti dari nama Yohanes atau Yahya dalam bahasa Arab atau John dalam bahasa Inggris ya itu Yohanes Pembaptis ini.  Ini anak Aku berikan kepadamu tapi nama Aku yang beri - Aku beri nama dia Yohanes. Maria engkau akan melahirkan satu anak laki-laki, Yusuf harus kasih nama anak itu Yesus. 

Ternyata Tuhan itu saudara berurusan dengan nama. Tuhan itu sangat berurusan dengan nama. Kita akan lihat lebih dahulu masih dalam Injil Lukas 10
10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. 
10:20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga." 

Jadi Tuhan sangat berurusan dengan nama. Dia senang melihat dibukuNya Dia, nama saudara itu ditulis. Ada nyanyian kalau kita lagi dibaptis Namaku disanalah Dalam buku kehidupan kekal DarahNya yang sucikan se'gnap dosaku Saya tahu namaku disanalah. Kita bercita-cita kita rindu sekali supaya nama kita ini disurat ditulis didalam kitab Al Hayat. Amin saudara? Tetapi tahukah saudara sebetulnya Tuhan lebih rindu dari kita menulis nama kita didalam bukuNya. Maka Dia bilang : Usir setan kamu bisa - jangan bersuka cita. Setan kalah sama kamu tapi jangan bersuka cita karena setan bisa diusir. Bukan itu ukurannya. Bersukacitalah karena namaMu tertulis tersirat tersurat didalam Kerajaan Surga. Kembali kepada Matius 7
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" 

Usir Setan tidak ada hubungan dengan nama yang didaftar. Nama yang didaftar. Contoh : Saudara kumpul uang mau ikut FC tahun 2002. Dari Sukabumi sudah buka mulut kurang harinya kurang panjang. Jakarta bilang aduh kurang panjang harinya. Dari Cianjur juga buka mulut kurang duit. Tapi saya yakin kalau saudara minta Tuhan kabulkan karena ini urusan untuk urusan yang baik, untuk urusan rohani. Contoh : Satu bulan lagi bulan Agustus saudara daftar. Saya daftar. Diumumkan sama panitia : Saudara-saudara, nanti saudara punya nama lihat dibawah saudara kamar berapa di bungalow nomor berapa - itu saudara punya nama disana. Ada keluarga kita famili dekat mau tembak langsung masuk aja kesana, nggak lewat panitia. Diterima apa nggak? Famili dekat masih, mungkin masih cin lang cin tong, dekat tapi karena tidak terdaftar. Saya kan ci hu kamu. Saya kan adik kamu sendiri, famili kamu? Nama anda tidak ada disini. Nggak ada, nggak tertulis. Famili sih famili. Ini Revi dari Bandung nggak daftar main masuk aja. Saya anak pendeta. Nggak ada namanya. Nggak terdaftar. Itu yang dimaksud usir setan, bikin nubuat - tapi nggak diterima oleh Tuhan. Kenapa? Karena nama tidak tersurat. 

Jadi betapa pentingnya saudaraku nama ini. Maka pendeta itu bukan bawel kalau minta kepada saudara ayo dibaptis ayo dibaptis. Kenapa? Karena waktu saudara percaya dan dibaptis - nama tersurat. Nama tersurat. Kalau baru percaya masih calon. Calon mahasiswa. Kalau sudah dapat stempel kalau sudah dibaptis itu stempel sudah diterima ah itu baru, bukan calon lagi - sudah diterima. Puji Tuhan. 

Kembali lagi kepada Lukas. Anak-anakmu tapi nama Aku yang beri. Haleluyah. Puji Tuhan. Ayat 14  
1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. 

Terus terang inilah yang ada dihati semua orang tua kalau punya anak ingin anak ini tidak bikin pusing nanti kalau sudah jadi besar tapi harapan kita ini anak membuat kita bersukacita, membuat kita bergembira bahkan banyak orang lain tetangga-tetangga dekat tetangga jauh keluarga lain merasa bergembira juga melihat anak kita. Senang. Sebab banyak orang tua-orang tua yang kalau nyebut nama anak dia nggak bisa tersenyum lagi : Ah, kumaha atuhnya da anak saya teh kitu. Nggeus teu bisa dibejaan. Ada satu nada kecewa didalam kalimat-kalimat ibu atau ayah. Tapi kalau Tuhan yang kasih walaupun lambat jaminan mutu. Kalau Tuhan yang kasih, anakmu akan menjadikan kamu bergembira dan bersuka-cita. Nampaknya kalau Tuhan memberi selalu mula-mulanya seret tapi dibelakangnya ada suka cita. Kalau Iblis memberi mula-mulanya sukacita tapi dibelakangnya seret. Coba perhatikan. Yesus berkata begini : Masuklah didalam pintu yang sempit sebab lebarlah jalan yang menuju kepada kebinasaan dan banyak orang masuk melewati jalan itu. Kalau jalan dosa jalan dunia, itu lebar nggak ada larangan silahkan maju silahkan. Mau ngegele, mau KKN, mau ngisap ganja, mau kena drug, mau kena heroin, mau kena morfin, mau kena narkoba - tidak ada yang larang, lebar. Mau free sex, mau free love, mau ngaco mau kawin cerai terserah - lebar. 

Tapi jalan yang lebar mula-mula ini tambah lama tambah lama tambah sana tambah sana tambah sempit. Ini terjadi dengan satu anak yang selalu nganggap saya orang tua dia. Dia datang saudara ke Cianjur selalu pakai Mercy. Saudara lihat mukanya aduh baby face lemah lembut anaknya manis sopan rapi kasep. Tapi baru-baru ini dia kirim sms sama saya. Oom - dia kirim 10 sms -saya mau ngaku sama oom. Kalau saya ke Cianjur itu oom lihat saya seperti baby face muka malaikat tapi supaya oom tau saja saya ini istri tiga. Dia umur mungkin 40 an saudara istri tiga. Yang pertama dia menikah dengan orang Banten. Islam. Wanita itu mau jadi kristen dengan ikhlas dengan cinta yang membara cinta yang benar dia mau jadi kristen. Karena dia mau jadi kristen bapanya mertuanya dari anak ini mengusir itu perempuan tapi dia tetap ikut Tuhan punya anak dua. Kenal dia dengan perempuan yang ke dua - biasa ya. Anak perempuan yang kedua ini  beragama Kong Hu Chu Budha diusir oleh orang tuanya karena mau menikah sama laki-laki yang sudah ada istri, sudah tahu ada istri ada anak kok kamu mau kawin. Diusir sama orang tuanya. Juga karena dia cinta dia ikut. Yang ke tiga wanita masih 18 tahun. 

Jadi sekarang dia ngomong : Saya ini pakai bodyguard oom kalau jalan - satu Kopassus satu Marinir. Kalau ke Cianjur saja saya nggak pake bodyguard. Soal materi oom saya nggak kurang tapi saya rasanya tambah lama tambah hidup saya tambah ketakutan tambah samar tambah - ini saya tidak lebih-lebihkan dia bilang - tambah sempit saya. Apa yang saya harus kerjakan? Bagaimana jalan keluarnya? Saya pikir satu hari. Aduh, Tuhan bagaimana? Saya balas begini : Keluarlah kamu dari pintu yang waktu kamu masuk. Tuh umpamanya kita masuk kegereja pan dari situ pintunya, keluar dong dari situ lagi - masa keluar dari lubang angin. Jadi kalau kita pernah salah disitu, keluar dari situ perbaiki dari situ. Kembalikan. Urus baik-baik. Jadi saya yakin kalau dia bertobat sungguh-sungguh, Tuhan bisa ampuni. 

Tapi saya sedang bicara kalau mau berdosa itu senang luas tapi lama-lama sempit. Dia punya istri umur 18 tahun. Bukannya bangga tapi aduh oom saya gelap ini sempit ini uang milyar-milyar. Betul FA : Dosa itu saudaraku menghukum luar biasa. Tapi ada jalan yang lain, kata Tuhan Yesus - dia sempit. Ini nggak bisa itu nggak bisa. Ini  susah udah sempit. Apalagi kalau yang badannya kaya bu Yanti aduh jalan sempit. Bagaimana ini udah begini susah udah miring begini susah ya. Kalau yang kurus kering kurang daging kaya kucing mah gampang jalannya. Tapi kalau yang gemuk saudaraku susah masuknya jalan sempit. Coba saudara bawa pikulan masuk pintu sempit, itu barang sudah ditekan-tekan nggak bisa masuk, saudara kan tinggalkan ya. Demikian juga orang kalau masuk jalan Yesus. Punya beban dosa mau masuk nggak bisa -dosa mesti tinggalkan diluar. Kejahatan musti ditinggalkan diluar lekas beban terlepas, baru kita bisa masuk. Tapi sempit itu mulai-mulainya. Begitu masuk sempit begitu tambah masuk tambah lebar tambah lebar tambah sukacita didalamnya. Itu jalan Tuhan. Mulainya sempit dibelakangnya lebar. Kalau jalan dunia mulainya lebar akhirnya sempit. Maka FT nggak bisa salah - diterapkan di hutan begitu, diterapkan dikota besar begitu. Diterapkan dimana-mana tetap begitu - nggak bisa salah. Ayat nya yang 15. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;  

Ia akan besar di hadapan Tuhan. Dengan kalimat ini kita akan akhiri pelajaran sore hari ini. Tapi perhatikan ini. Dia akan besar dihadirat Tuhan. Dihadapan Tuhanlah ya. Siapa jemaat yang mau punya pendeta bajunya pakai kulit unta, gerejanya mimbarnya ada dipadang pasir dipadang gurun, makanannya tiap hari belalang, minumnya madu hutan. Nggak pernah bikin mujijat, nggak ada orang sakit sembuh ya. Khotbahnya itu-itu juga tiap minggu khotbah teh eta deui, Rabu khotbahna eta, Minggu khotbah na eta. Bosan dengarnya. Khotbahnya apa? Bertobatlah kamu karena KA sudah dekat! Dimana-mana. Kita lihat Matius. Ini Yohanes Pembaptis sudah besar.

3:1. Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: 
3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" 
3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." 
3:4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. 
3:5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. 

Siapa yang mau punya gembala punya pemimpin punya pendeta. Aduh, saudara saya dapat sms yang mengharukan tetapi juga saya bersyukur sama Tuhan dan berterimakasih juga saya kembalikan kepada Tuhan. Sms itu berbunyi begini : Saya bangga punya Tuhan seperti Yesus dan punya gembala seperti anda. Jadi saya berlutut dan saya kembalikan kepada Tuhan segala puja puji itu. Ada orang yang bangga punya gembala saya itu. Bangga. Tapi adakah orang yang bangga kepada Yohanes Pembaptis? Khotbahnya teh keras, aduh saudara-saudara, meureukeudeuweung ieu khotbah teh keras luar biasa. Coba dengerin khotbah dia ayat 7 
3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? 
3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. 
3:9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 
3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang, 

... dst. Keras sekali khotbahnya.  Maka meninggalnya itu sampai dipenggal kepalanya, difitnah. Saya mau tutup ini 3 menit ngomong ini : Yohanes Pembaptis tidak pernah ngedoain orang sakit - sembuh. Nggak pernah. Yohanes Pembaptis tidak pernah doakan orang yang mati bangkit - tidak pernah. Tapi dengar : Yohanes Pembaptis membangkitkan satu bangsa yang mati, orang Israel yang jatuh itu didalam kegelapan dosa itu dibangkitkan oleh pemberitaan Yohanes Pembaptis. Dari sini saya belajar menghargai pendeta lain. Ada pendeta seperti Benny Hinn tumpang tangan yang sakit - sembuh, yang buta - melihat, yang timpang - berjalan. Tapii ada pendeta yang tidak pernah doa untuk orang sakit tapi kalau dia berkhotbah, iman kita dibangkitkan kita bisa terharu kita bisa dapat kekuatan yang baru. Ada pendeta lain saudara-saudara yang kalau dia khotbah kita bisa mengerti oh, ayat itu teh artinya begitu. Yohanes Pembaptis tidak seperti itu. Yesus mah ... sembuh... sembuh. Petrus satu kali khotbah 3.000 orang bertobat. Bayangannya lewat orang sakit, bayangan - sembuh orang sakit itu. Paulus pun demikian. Tapi Paulus? Ia menulis Injil luar biasa. Mengenai salib mengenai kedagingan. Sayang waktu kita saudara. Jadi nanti kita teruskan. Ingatkan pada kans yang akan datang kita akan bicara mengenai Yohanes Pembaptis yang menggabungkan perjanjian lama dan perjanjian baru. Kita berdiri bersama-sama.

Rabu, 13 Februari 2002

<>< Tidak ada PA.

Rabu, 20 Februari 2002

Selamat sore, saudara selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pada sore hari ini kita akan meneruskan pelajaran kita dari Injil Lukas. Kita akan melihat dari dalamnya butir-butir mutiara yang kita bisa temukan dari dalam Sabda Tuhan. Lukas masih pasalnya yang pertama. Kita sudah sampai pada ayatnya yang ke 15, berarti sekarang ayat ke 16. Lukas pasal 1:15 lebih dulu:

1:15 Sebab ia - Yohanes Pembaptis - akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; 
1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, 
1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." 

Di dalam Firman Tuhan, saudara-saudara, Yohanes Pembaptis disebutkan dia tidak akan minum anggur atau minuman keras, dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. Jadi kita melihat ada satu larangan untuk minum anggur. Jadi tidak boleh minum anggur. Ini sama sekali tidak boleh. Yohanes Pembaptis ini tidak boleh minum anggur. Tetapi kalau kita lihat Injil Yohanes pasalnya yang ke 2. Dalam Yohanes pasalnya yang ke 2, di sana kita melihat ada perjamuan kawin. Ayat ke 2:

2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. 
2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." 

Lalu diakhir cerita Tuhan Yesus membuat mujijat air menjadi anggur. Dalam Yohanes pasal 2 ternyata orang-orang boleh minum anggur. Pertama tidak boleh tapi di sini yang kedua kita mendapat keterangan ternyata orang boleh minum anggur. Tentu harus kita terangkan. Bagaimana ini, ada yang bilang tidak boleh, ada yang bilang boleh. Nah, biasanya kalau tahun baru Imlek atau kawinan suka ada yang cia ciu. Ada yang tanya sama saya, boleh nggak orang Kristen cia ciu? Saya bilang, cianya boleh, ciunya jangan. Puji Tuhan tidak ada yang bertanya kenapa Yohanes pasal 2, Yesus justru bikin air anggur? Sampai dalam cerita lain dikatakan anggur yang baru tidak boleh disimpan dalam kerbat kulit yang lama, karena itu kerbat kulit akan robek. Tapi anggur yang baru harus disimpan dalam kerbat kulit yang baru. Nah, dalam Mazmur pasalnya yang ke 4 di sana ada ayatnya yang ke 8 berbunyi demikian:

4:8 Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur. 

Di situ ternyata boleh anggur itu. Kita lihat Amsal. Dalam Amsal pasal 3:9, saya baca untuk saudara:

3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, 
3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. 

Di sini kembali kita lihat anggur itu boleh diminum. Tetapi dalam Efesus, kalau saudara lihat Efesus pasalnya yang ke 5. Disana kita membaca ayatnya yang  ke 18,

5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, 

Dalam ayat itu kita baca, anggur tidak boleh. Arak, anggur - itu tidak boleh. Jadi dalam Firman Allah, ada anggur yang boleh, ada anggur yang tidak boleh. Nah, bagaimana ini kita memilah-milahnya. Kalau saudara-saudara mau membuka bersama-sama dengan saya, saudara-saudara, di dalam surat Timotius. II Timotius, tapi dalam surat Timotius, Timotius diminta untuk minum anggur sedikit oleh karena kesehatannya tidak baik. Oleh karena dia punya perut tidak baik, yah. Jadi harus dikasih anggur sedikit karena kesehatannya kurang baik, jadi Timotius diminta untuk minum anggur sedikit supaya baik untuk kesehatan. Saya tidak ketemu ayatnya, tetapi ada ayatnya itu di dalam surat Timotius, bagi engkau baguslah kamu minum anggur sedikit, katanya Rasul Paulus berkata kepada Timotius karena demi kesehatanmu, karena kamu kurang baik kesehatannya. Sehingga Paulus berkata lebih baik kamu minum anggur sedikit sebab perutmu tidak baik. Perutmu ini kurang baik, kesehatanmu tidak baik. Jadi lebih baik kamu minum anggur sedikit. Dengan lain kata, di sana dikatakan oleh Paulus ada anggur yang boleh diminum. Coba, I Timotius 5:23, saya senang kalau ketemu ayatnya supaya saudara lihat buktinya.

5:23 Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah. 

Di sini kita lihat lagi, anggur itu boleh. Jadi sekarang datang pertanyaan, kenapa ada ayat berkata jangan minum anggur, ada ayat berkata boleh minum anggur? Nah, di sini saya ingin menerangkan kepada saudara bahwa di Palestina ada dua macam anggur. Begitu anggur yang sudah masak itu, yang sudah ranum itu dibawa. Lalu ditaruh ditempat pemerahan anggur. Dengan tangan ibu-ibu, dia gencet itu anggur lalu jadi air. Air itu mengalir ke satu tabung dari kayu dan itu menjadi anggur yang murni, anggur yang pertama. Saya sering minum anggur di Kana. Di Kana, dimana Yesus bikin air jadi anggur. Mereka bikin anggur yang murni, tidak ada alkohol. Nah, anggur yang begitu, airnya boleh diminum karena jadi obat. Almarhum bapak pendeta Da Costa, di Ujung Pandang, dia punya kolesterol itu sampai delapan ratus. Sampai kepala sudah tidak bisa begini ... kaku. Dokter tidak kasih obat. Dia suruh makan anggur hijau. Anggur hijau. Setelah makan siang suruh makan anggur hijau tuh 20 anggur hijau. Sore habis makan malam makan 20 anggur hijau. Dalam satu minggu turun drastis, walaupun giginya sampai rasanya, aduh asem kena anggur itu. Tapi ini menurunkan. Jadi anggur itu obat. Yang dilarang yang bagaimana? Kalau anggur itu sudah disimpan lama, lalu saudara-saudaraku, menjadi anggur yang beralkohol. Ada orang yang senang makan duren yang manis, manisnya manis legit. Tapi ada orang suka makan duren, manisnya agak sedikit beralkohol. Nira, minuman nira, saudara boleh minum. Saguer manis, saudara boleh minum. Siapa bilang tidak boleh minum nira air manis? Boleh. Tapi kalau sudah menjadi, saudara-saudaraku, memabukkan, disimpan tiga hari, empat hari, lima hari sampai satu minggu, dia menjadi tuak, yang memabukkan - itu tidak boleh. Kembali kepada Lukas pasal 1, sekarang saudara mengerti bahwa Yohanes Pembaptis, saudara-saudaraku, dikatakan dalam ayat 15,

1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; 

Sekarang saudara tahu, bahwa ia tidak boleh minum anggur. Yang dimaksud adalah, diterangkan dalam kata berikutnya, minuman keras. Anggur yang sudah menjadi minuman keras, dia dilarang dan tidak boleh minum. Dan kalau saudara ada waktu membaca Kitab Imamat, maka semua nazir Allah, imam-imam tidak boleh minum anggur yang memabukkan, tidak boleh.  Oke.

Sekarang tentang Roh Kudus. Dalam ayat 15 itu, saudara-saudara lihat, ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. Sedangkan setahu kita, setahu kita menurut Kisah Rasul pasal 2, bahwa orang yang dipenuhkan dengan Roh Kudus, ayat 1 sampai 6, itu tandanya hanya satu : Berkata-kata dengan berbagai bahasa. Berkata-kata dengan berbagai bahasa. Ini tanda satu-satunya berbagai bahasa orang itu penuh dengan Roh Kudus. Loh, tetapi kenapa ini Yohanes Pembaptis disebutkan, dia penuh dengan Roh Kudus justru dari rahim ibunya? Bagaimana orang bisa berkata-kata dalam bahasa Roh dari dalam rahim ibunya? 

Saudara, perlu saya terangkan bahwa dua macam kepenuhan Roh Kudus, yaitu terbagi dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama, istilah orang penuh dengan Roh itu adalah istilah untuk satu tugas khusus. Saudara bisa baca cerita tentang Simson, maka penuhlah Simson dengan Roh Allah, dia mengangkat pintu besi. Maka penuhlah Simson dengan Roh Allah, dia mengalahkan tentara Filistin. Maka penuhlah Simson dengan Roh Allah. Jadi ketika Roh Allah memenuhkan Simson, dia diberi tugas khusus. Ada tugas yang dikhususkan kepada dia. RohKu akan ada di atasmu, RohKu akan menyertai engkau, kata Tuhan kepada nabi-nabi yang dikhususkan. Mempunyai tugas khusus. Lain dengan Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Baru, kepenuhan Roh Kudus, Kisah Rasul 2, adalah berkata-kata dengan berbagai bahasa sebagai tanda seorang itu sudah penuh dengan Roh Kudus. Bukan untuk tugas khusus! Tetapi sebagai satu kenyataan bahwa saudara-saudara sudah di dalam Kristus dan Kristus di dalam saudara-saudara sekalian. Jadi saudara-saudara harap mengerti, kenapa, kalau ada yang tanya nanti, kenapa Yohanes Pembaptis penuh dengan Roh Kudus dari dalam rahim ibunya? Kenapa kita musti ngomong berbahasa Roh? Nah, saya akan bicara mengenai janji saya bahwa Yohanes Pembaptis adalah orang yang terakhir yang menutup buku Perjanjian Lama, dan orang yang pertama yang menggabungkan Perjanjian Lama, memperkenalkan Yesus dalam Perjanjian Baru. 

Jadi kalau ini Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, maka ditengah inilah Yohanes Pembaptis berdiri. Dia berdiri di tengah antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Yohanes Pembaptis berdiri. Nanti kita bicara tentang Yesus. Tapi kita mau bicara tentang Yohanes Pembaptis ini. Dimana ayatnya? Hanya satu. Di seluruh Alkitab cuma satu, dan saya tidak akan bisa lupa karena nomornya atau angkanya gampang diingat. Lukas 16:16, saya baca untuk saudara:

16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; 

Jadi hukum Taurat, hukum Taurat itu ada dalam Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan, lima kitab Musa, dan kitab para nabi, nabi besar, nabi kecil, Nabi Yesaya sampai kepada Maleakhi, itu hanya sampai Yohanes Pembaptis. Ini Lukas 16 bilang. Tidak bisa melebihi. Lalu sejak waktu itu, Kerajaan Allah diberitakan. Sejak waktu Yohanes Pembaptis, Kerajaan Allah dalam Perjanjian Baru, Kerajaan Allah diberitakan. Mari kita lihat Injil Matius. Dalam Matius pasal 3:1,

3:1. Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: 
3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" 

Jadi Yohanes Pembaptis mengakhiri Perjanjian Lama. Kitab para nabi diakhiri oleh Yohanes Pembaptis. Dan Yohanes Pembaptis mengawali Perjanjian Baru, Kerajaan Allah sudah dekat. Kerajaan Allah diberitakan. Betapa pentingnya pelayanan Yohanes Pembaptis sampai dia tidak boleh minum anggur, minuman keras. Sampai dari rahim ibunya dia sudah dipenuhkan dengan Roh Kudus. Yang sudah, sudah. Yang sudah lahir, sudah. Ini kalau saudara mau punya anak, cucu, sejak mereka dikandung, anak itu dikandung, bawalah dalam doa. Supaya tangan Tuhan berlaku kepada anak saudara sejak dikandungan ibu. Yang sudah lahir, sudah, kita doakan yang sudah lahir. Tapi yang belum lahir, kita doakan. Ada satu keluarga di Jakarta, bayi itu tiga bulan diputarkan kaset lagu rohani terus, tiap hari. Ibunya hanya mau dengar kaset lagu rohani dan dengar kaset khotbah. Karena dia bilang akan mempengaruhi janin bayi. Dia dengar, supaya didengarkan. Itu juga yang dilakukan oleh Helga, doakan anaknya, jauh sebelum lahir. Percaya nggak saudara ada yang melahirkan cuma tiga menit, dia tidak ada rasa sakit? Itu ada di Jakarta, namanya Ibu Suci. Yah, musti nanti dia bersaksi di sini. Ibu Suci, dia anak pertama, dia bilang: Pak, bantu doa saya, saya mau melahirkan ini. Saya kasih satu ayat di dalam Timotius, seorang wanita akan bisa diselamatkan waktu melahirkan. Saya takut karena dalam Kitab Kejadian ada ayat kamu akan menderita waktu melahirkan. Tidak. Itu Perjanjian Lama. Perjanjian Baru bilang, kamu akan diselamatkan waktu melahirkan. Percaya nggak? Dia percaya, dia baca ini. Jadi waktu dokter bilang, kamu akan melahirkan, dia hanya rasa sakit tiga menit. Lalu dia bilang : Dokter, apa sudah lahir? Sudah. Begitupun terjadi dengan Helga. Cepat sekali. Jam dua belas terasa, jam empat sudah melahirkan. Helga, sakit nggak? Ah, sedikit. Jadi Tuhan bela kalau kita sejak dari kandungan kita sudah doakan anak itu, supaya dia menjadi anak yang diberkati oleh Tuhan. Puji Tuhan. Haleluyah. 

Nah, kembali kepada Lukas, sekarang saudara mengerti betapa indahnya pelayanan dari Yohanes Pembaptis ini. Nah, kalau begitu apakah Yohanes Pembaptis yang menggabungkan Perjanjian Lama-Perjanjian Baru? Ini, saya tidak bilang menggabungkan.  Perjanjian Lama diakhiri oleh Yohanes Pembaptis. Dia yang tutup layar. Tapi dia yang buka juga pelayanan dalam Perjanjian Baru. Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat. Nah, Yesus bagaimana? Yesus tentu lebih lagi. Tapi sekarang kita tidak sedang bicara Yesus. Kita sedang bicara Yohanes Pembaptis. Kita lihat ayatnya yang ke 16,

1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, 

Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik. Jadi pelayanan Yohanes Pembaptis, pertama ini adalah untuk orang Israel. Kenapa ada kata berbalik? Karena orang Israel sudah tersesat. Karena orang Israel sudah jauh dari Tuhan. Karena orang Israel sudah meninggalkan Tuhan. Supaya saudara ada bayangan - dari jaman Perjanjian Lama sampai jaman Perjanjian Baru, yaitu dari Kitab Maleakhi sampai kepada Injil Matius, Maleakhi sampai Matius, itu ada 400 tahun yang disebut 400 tahun sunyi. Dari Kitab Maleakhi, paling akhir dari Perjanjian Lama, sampai kepada Matius itu, itu ada 400 tahun. Yang disebut 400 tahun sunyi, dimana Allah tidak mau berfirman. Dimana shekinah glori tidak ada lagi. Saudara mengerti sekarang? Ikuti saya, ikuti. Tidak ada lagi Tuhan di Bait Allah. Tidak ada lagi firman yang berkata, demikianlah Firman Tuhan. Tidak ada. 400 tahun. Maka ketika Zakharia bertemu dengan Gabriel, dia tidak percaya. Kenapa? Karena sudah biasa, 400 tahun tidak ada Firman Allah. Maka itu ada orang berkerumun di luar, saudara-saudara, orang menunggu. Coba kita lihat lagi, bahwa ayatnya yang ke 10:

1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang.

Karena mereka berhaus berlapar. Ingin dapat Firman. Ingin dapat sesuatu dari Tuhan. Tapi sudah Dia tidak mau bicara lagi. Karena keras tengkuknya orang Israel. Maka saya katakan pasal 1 ini sangat penting, karena inilah untuk pertama kali Tuhan berfirman melalui Zakharia : Anakmu, Yohanes Pembaptis itu akan menjadi orang besar. Akan mendahului Tuhan. Ia akan jadi fore leader, pendahulu. Sebelum presiden lewat, ada dulu pengawalnya di depan yang : Hallo, hallo, minggir, bapak presiden akan lewat, kasih jalan, kasih jalan. Nah, ini Yohanes Pembaptis. Tentu saja sukacita seluruh Israel, saudara-saudara. 400 tahun nggak pernah Tuhan ngomong. Kebaktian tiap hari Sabat, kebaktian begitu aja. Bakar korban, bakar korban, Tuhan nggak ngomong. Karena Tuhan sudah kapok, seolah-olah begitu,  dengan orang Israel. Maka itulah saya agak sedikit bawel kepada kita, jemaat. Saya bilang, kalau kita kebaktian, ketemu Tuhan nggak? Nyanyi, udah sembahyang, udah denger khotbah, ketemu nggak sama Tuhan? Dijamah nggak kita sama Tuhan? Hati kita ini kontak nggak sama Tuhan? Karena kalau kita nggak kontak, rugi kita kebaktian. Buang waktu satu jam, satu jam setengah. Kita nggak ketemu Tuhan. Ngadon sare di gereja, umpamanya. Ngadon ngobrol di gereja, tidak ketemu Tuhan.

Satu anak rohani saya di Karawang, ngomong terus terang. Maaf, oom, jangan tersinggung, jangan marah. Tante juga jangan marah. Saya tuh lihatnya begini. Ini Jakarta sama Cianjur, sama saya saja, pribadi, sangat dipuaskan oleh pelayanan oom, oom Yoyo. Di Jakarta ke gitu. Kalau tahu oom Yoyo nggak datang, nggak datang. Nah, yang mau saya tanya kalau oom Yoyo meninggal gimana? Siapa yang ganti? Maaf, jangan marah. Coba di Jakarta siapa yang akan gantiin oom Yoyo? Coba, siapa? Apa sudah ada gantinya? Di Cianjur, siapa? Da saya di Karawang juga teu kapikir. Makaning saya jauh dari Karawang tiap minggu, Selasa ke Jakarta. Karena biar jauh, saya ketemu Tuhan. Saya dapat jamahan dari Firman Tuhan. Kadang-kadang saya sudah cape di bengkel, oom. Cape. Tapi inget, aduh, daripada cuci darah, daripada kena serangan jantung. Mana orang lain kena kanker. Saya paksain kebaktian. Cape, dari bengkel. Kebaktian jam empat, maka bupati mau ketemu saya aja, nggak bisa. Kalau udah hari Selasa udah nggak bisa aja, saya ke Jakarta. Cuma saya pikir, kalau oom Yoyo meninggal siapa yang ganti? Saya bilang, pasti ada gantinya. Pasti ada gantinya. Tapi satu hal, kalau kamu kebaktian tidak boleh kamu ketemu saya. Kalau kamu kebaktian kamu mesti berharap, saya mau ketemu Tuhan. Kalau kita datang di kebaktian, saya mau ketemu Tuhan, siapapun yang bawa Firman Tuhan - itu nomor tujuh belas. Yang penting saya ketemu Tuhan. Kalau saudara punya hati datang di kebaktian, saya mau ketemu Tuhan - siapapun yang khotbah, siapapun yang pimpin pujian, nanti ada satu kalimat, nanti ada satu kata, mungkin si pendeta itu tidak tahu dia ngomong apa, settttt itu kata - ini yang saya perlu. Nah, itu saudara sudah ketemu Tuhan. 

Kemaren hari Selasa, satu bapa :  Aduh, Ko Yoyo, baru saya ngomong sama temen-temen. Baru saya ngomong tadi, ko Yoyo sudah khotbah. Iya, kalau Pak Awondatu meninggal siapa yang ganti yah? Siapa yang gantiin dia? Jangan mikir begitu dah, kita sembahyang aja supaya dia panjang umur. Lebih baik panjang umur daripada panjang gigi. Saudara sekarang lihat, Maleakhi sudah tidak ada, 400 tahun sunyi - tapi Tuhan membangkitkan Yohanes Pembaptis. Waktu ayah saya meninggal, waktu saya mau jadi gantinya, wah...orang bilang : Mana bisa si Yoyo? Wah....nggak bisa. Beda jeung oom Yan mah. Uh, oom Yan mah sabar. Ahhh ... si Yoyo mah. Ternyata Tuhan juga pakai yang nggak sabar. Yang sabar Tuhan pakai, yang nggak sabar Tuhan pakai. Papa saya, aduh, sabarnya luar biasa. Tapi suka nekean hulu saya. Oke, tapi Tuhan pakai. Sudah, sudah, sudah selesai. Kalau mama saya sudah meninggal tapi ada gantinya. Kalau saya meninggal, pasti ada gantinya. Tuhan mah nggak kekurangan orang. Itu harus kita tahu. Tapi kalau kita kebaktian, kita musti ketemu Tuhan. Maka itu, ini luar biasa, karena 400 tahun sunyi, saudara-saudara. Luar biasa. Ayat 16,

1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, 

Jadi ini saudara, saya gambar orang. Israel ini sudah sesat, dia sudah jalan jauh, sekarang  mau dibikin berbalik kepada Tuhan. Supaya kembali berbalik kepada Tuhan. Nah, inilah yang diartikan Firman Allah, bertobat itu tuh begini. Bertobat itu kita berbalik kepada Tuhan. Kalau kita murtad, kita berpaling dari Tuhan. Yah, kita kan udah lihat Tuhan, kita berpaling nggak mau lihat Tuhan lagi. Kalau kita bertobat, kita berbalik kepada Tuhan. Berbalik kepada Dia. Berbalik kepada Tuhan. 

Mari, saya akan beri ilustrasi. Yohanes Pembaptis tidak mendoakan orang sakit. Saudara tidak akan baca orang sakit didoakan - sembuh. Nggak pernah. Dia tidak pernah membangkitkan orang mati, Yohanes Pembaptis - tidak pernah. Nggak pernah bikin mujijat. Mimbarnya - itu padang pasir. Makanannya belalang, minumannya madu hutan. Pakaiannya kulit unta. Ikat pinggangnya dan kasutnya dari kulit juga. Khotbahnya monoton : Bertobatlah kamu karena Kerajaan Allah sudah dekat. Tetapi dia membangkitkan satu bangsa yang mati. Dia membuat umat Israel, saudaraku, yang sesat ini berbalik kepada Tuhan. Lihatlah, Anak Domba Allah yang mengangkut isi dunia - itu Yohanes Pembaptis yang berkata itu. Coba kita lihat Yohanes pasal 1. Dalam Yohanes pasal 1, saudara-saudara, ayat 19:

1:19. Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" 
1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." 
1:21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" 
1:22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" 
1:23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." 
1:24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. 
1:25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?" 
1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, 
1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak." 
1:28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis. 
1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 
1:30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 
1:31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." 

Inilah pelayanan Yohanes Pembaptis. Memperkenalkan Yesus kepada Israel. Membuat bani Israel ini berbalik kepada Tuhan. Jadi saudara-saudara mesti menghargai hamba-hamba Tuhan. Dia tidak doakan orang sakit, sembuh. Dia tidak lihat penglihatan. Orangnya sederhana. Mungkin agak kampungan. Tapi kita harus hargai dia sejauh dia ini hamba Tuhan. Karena apa? Karena ada yang dipakai oleh Tuhan untuk menyembuhkan orang sakit. Ada yang dipakai oleh Tuhan untuk tidak menyembuhkan orang sakit, tapi membangkitkan satu bangsa seperti Yohanes Pembaptis. Jadi kalau saudara sakit, tidak semua pendeta bisa sembahyang orang sakit. Kita semua bisa sembahyang orang sakit. Tapi tidak semua punya karunia kesembuhan. Oom Mandey itu, ada orang sakit suruh dia sembahyang, dia nggak bisa. Oom Mandey itu bukan penginjil, bukan tukang doa orang sakit, nggak. Nggak pernah saya dengar oom Mandey mendoakan orang sakit, sembuh. Tidak. Tapi dia seorang guru yang luar biasa. Dia seorang pengajar. Dia seorang gembala. Dia seorang guru. Itu tidak bisa disangkal. Oom Sore, oom saya almarhum, dia nggak bisa jadi guru, dia nggak bisa jadi gembala. Nggak bisa. Dia galak, nggak bisa jadi gembala. Dia nggak bisa tinggal di satu tempat itu, sebulan aja. Nggak bisa. Dia muter terus, muter, jalan. Memang penginjil. Tapi kalau dia doa orang sakit, sembuh. 

Nah, kita harus tahu menghargai. Maka saudara, staf-staf saya ini, jangan saudara jemaat anggap dia pengerja. Pengerja itu waktu praktek. Setelah dia lepas praktek, dia hamba Tuhan. Saudara harus belajar menghargai mereka sebagai hamba Tuhan. Oh, si Yakub nu kawin teh? Yakub jeung si Desi? Oh, pengerja ko Yoyo? Si Yakub? Jangan sebut si Yakub sekarang mah. Kalau si Yakub mah itu burung kakak tua saya -itu si Yakub. Tapi dia sudah jadi hamba Tuhan. Saya saja tidak panggil si Yakub, saya panggil Yakub. Waktu dia mau pergi pulang, saya kira dia ketawa padahal dia nangis. Loh, kok dia nangis? Mungkin dia sudah mulai timbang-timbang ini. Dulu nih oom Yoyo ini gimana nih, pahit, manis, asem, rame, campur-campur semua? Nah, sekarang dia mikir, gimana? Kok mau pisah sama saya mestinya senang, kok nangis? Dia sudah jadi hamba Tuhan. Sudah mau bikin KKR, mau ngundang saya katanya. Waduh hebat. Sudah jadi hamba Tuhan. Saya belum pernah doain orang mati, bangkit. Belum pernah. Yakub sudah doa anak mati, bangkit. Biar hitam, tetapi orang mati didoakan bangkit, saudara. Saya pernah doain orang sakit, mati. Sudah dua, tiga kali itu. Sampai yang di Bogor, oom tolong doain papa saya sudah sembilan puluh lima tahun belum mati-mati, kasihan. Tolonglah doakan supaya dia mati. Yang minta kamu yah? Oke. Satu kali dia datang hari Selasa. Kok saya lihat papamu tuh pakai piyama baju biru, seger sekali ketemu saya. Kenapa yah? Nangis ini ibu, anaknya. Kenapa yah? Mungkin tanda, saya bilang. Eh bener, besoknya meninggal. Saudara-saudara, kita musti belajar menghargai hamba Tuhan. Mulai dari yang di gurun pasir, yang pakai baju kulit bulu unta, itu kita hargai. Kalau Tuhan mau pakai biar di padang gurun, Dia pakai. Oke, yang terakhir. Dengan ini kita mau berdoa. Mari kita lihat kembali Lukas pasal 1, dan kita  membaca ayatnya yang ke 17,

1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." 

Rabu depan saya akan bicara mengenai umat yang layak. Mari kita berdiri bersama-sama, kita akan masuk didalam doa.

Rabu, 27 Februari 2002

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Injil Lukas pasalnya yang 1. Kita sudah sampai ayat berapa? Ayat 16, dan sekarang kita membaca ayat yang ke 17, 

1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." 

Kalau tidak salah, minggu lalu saya katakan sore ini saya ingin bicara mengenai suatu umat yang layak. Betul, saudara-saudara? Nah, kita sekarang sedang mau bicara mengenai umat yang layak. Karena tidak ada di dunia ini umat yang suci. Nggak ada. Karena manusia semua sudah berdosa. Dicarilah oleh Tuhan satu umat yang layak. Ini yang sedang dicari oleh Tuhan. Umat yang layak ini terdiri dari siapa saja? Siapa saja yang disebut umat yang layak ini? Apa mereka hanya orang Israel dan orang Yahudi? Apakah umat yang layak ini  suatu umat yang khusus bertapa di satu gunung? Tidak berhubungan dengan dunia luar? Seperti di Israel ada sekitar seratus orang dari satu macam sekte kristen, dia tinggal di satu gunung yang tinggi, digua-gua - yang mereka percaya itu adalah bekas tempat Yesus dicobai di atas gunung. Disitulah mereka tinggal. Selibat, tidak menikah. Apakah itu yang disebut umat yang layak? Apakah dengan cia cai, kita menjadi umat yang layak? Apakah dengan tidak menikah, menjauhkan diri dari perkawinan itu umat yang layak? Kita mau lihat lebih dahulu dalam Kitab Wahyu pasalnya yang ke 5, saudara pegang Lukas itu dengan tali Alkitab. Dalam Wahyu pasalnya yang ke 5, kita membaca ayatnya yang ke 1 mulai:

5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai. 
5:2 Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?" - Perhatikan ayat ke 3 -
5:3 Tetapi tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya. 
5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya. 

Dengan lain perkataan : Di surga, di dunia, di bawah bumi, tidak ada seorangpun yang layak, selain Tuhan. Termasuk kita, tidak layak. Padahal Tuhan dalam Injil Lukas, sedang membuat umat yang layak. Sedangkan dalam Kitab Wahyu ditulis, tidak ada seorangpun yang layak. Roma pasal 3, sekali lagi kita melihat Roma pasal 3. Dalam Roma pasal 3, dan kebetulan saya sedang mengajar Roma di kelas dua, sekolah alkitab, sampai kepada ayatnya yang ke 9,

3:9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, 
3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. 
3:11 Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. 
3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. - Lompat kepada ayat 23 -  3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 

Jadi, baik dia orang Israel maupun dia orang non Israel, maupun saudara dan saya - tidak ada yang benar, tidak ada yang kkudus, tidak ada yang suci, tidak ada yang berakal budi. Dan ini harus membuat kita jadi rendah hati. Tidak ada sesuatu yang kita bisa banggakan di hadapan Tuhan. Kalau kita lihat ada orang yang jelek, yah kita anggap kita juga sama dengan dia. Karena di hadapan Tuhan tidak ada yang layak. Loh, Lukas pasal 1 bilang, Dia sedang membuat, mencari, membangun, mempersiapkan umat yang layak. Yohanes Pembaptis. Pertanyaannya datang, umat yang layak ini siapa dong? Kualifikasinya. Coba kita lihat Lukas lagi, saudara-saudara. Tetapi bukan pasal 1. Kita lompat dahulu kepada Lukas pasalnya yang ke 18. Dalam Lukas pasal 18:9,

18:9. Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: 
18:10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 
18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 
18:12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 
18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 
18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." 

Dengan lain kata, orang Farisi itu tidak dibenarkan oleh Tuhan - berarti dia tidak bisa masuk surga. Nah, kalau begitu kita baca sekali lagi supaya kita tidak salah baca. Mari kita baca lagi dari ayatnya yang ke 11, 

18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu,- Coba saudara renungkan. Orang ini mengucap syukur kepada Tuhan, tapi Tuhan tidak senang! Tuhan tidak terima. Mengucap syukur lho! Orang Farisi, aku mengucap syukur kepadaMu, tapi Tuhan tidak benarkan. Ditolak. Nah, kita belajar. Kalau orang mengucap syukur saja ditolak, bagaimana orang yang suka ngomel? Apa yang suka ngomel diterima? Yang mengucap syukur aja ditolak, masa yang ngomel diterima! Nggak mungkin dong. Yang mengucap syukur saja ditolak, apalagi yang ngomel mau pergi kemana? Yang ngucap syukur saja nggak bisa masuk surga - masuk neraka. Apalagi yang suka ngomel. Berikut.  Karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok.  Bukan perampok saja tidak bisa masuk surga. Saya tanya sama saudara, nggak ngerampok aja nggak bisa masuk surga. Kenapa? Karena Roma 3 tadi, kita membaca tidak ada seorangpun yang benar. Tidak ada seorangpun yang berbuat baik. Semuanya sudah berdosa. Saya tidak merampok, tetap masuk neraka. Nah, kalau yang nggak merampok masuk neraka, yang rampok mau masuk kemana?  Aku bukan orang lalim. Nggak lalim masuk neraka, kalau yang lalim, yang kejam masuk kemana? Aku bukan pezinah - nggak suka zinah, dia anti berzinahh. Tapi nggak bisa masuk surga, masuk neraka. Yang suka zinah mau kemana?  Dan aku bukan juga seperti pemungut cukai ini;- Atau pemeras. Nggak bisa masuk surga. Apalagi yang suka jadi pemungut cukai, yang suka memeras.

18:12 aku berpuasa dua kali seminggu. Seminggu dua kali puasa, nggak bisa masuk surga. Apalagi yang nggak suka puasa, mau kemana? Aku memberikan sepersepuluh. Bawa perpuluhan aja, nggak bisa masuk surga. Lha, apalagi yang nggak suka bawa perpuluhan, mau masuk kemana? Sinetron? 

Apa yang saya sedang coba membuat mengerti. Artinya, kelakuan agama kita, semua yang kita perbuat, nggak bisa membeli surga. Walaupun kita doa, puasa, membawa perpuluhan, dan sebagainya. Loh, kenapa sekarang pemungut cukai dibenarkan sama Tuhan? Nah inilah. Saya mau cerita satu kesaksian. Ada satu hamba Tuhan. Dia doa, dia lihat penglihatan. Dia ingin mengerti apa artinya keselamatan. Kenapa Tuhan Yesus cinta sama dia. Padahal dia sudah pendeta, tapi dia tidak mengerti seperti apa itu keselamatan ... teh? Dia sembahyang. Tiba-tiba Tuhan itu baik. Matanya hamba Tuhan ini dibuka, dia melihat Surga. Waktu dia lihat Surga, saudara-saudara, dia lihat satu, dua, tiga orang yang rasanya dia kenal. Rasanya dia kenal nih orang ini, orang nggak baik. Ada di Surga. Lihat lagi ke sana, saya kenal tuh orang itu. Kok rasanya orang itu saya juga kenal. Orang itu kok nggak bagus, kok ada di surga? Lama-lama dia lihat kok banyak orang di Surga? Banyak orang, banyak orang. Lalu lenyap penglihatan itu. Dia menangis. Dia bilang sama Tuhan, Tuhan apa ini arti penglihatan? Tuhan Yesus bilang begini dalam hatinya : Kamu sangka di surga kamu akan lihat orang yang suci, orang yang layak? Tidak! Di surga tidak ada orang suci. Di Surga tidak ada orang yang layak. Dengar baik-baik, jadi apa Tuhan, kata pendeta itu. Yang kamu lihat tadi, yang Aku perlihatkan adalah orang-orang berdosa. Penjahat-penjahat, penipu, pembunuh, pelacur, orang berdosalah pokoknya. Tapi yang sudah dosanya diampuni oleh Aku. Itu sebabnya Aku melayakkan mereka untuk masuk didalam Kerajaan Surga. Yesus bilang, termasuk kamu. Kamu juga sebetulnya tidak layak, tetapi di dalam Yesus, Aku layakkan kamu. 

Jadi saudara-saudara, saya katakan sama saudara bahwa, dengan pelajaran ini akan membuat kita lebih rendah hati. Karena umat yang layak diambil dari siapa? Dari yang tidak layak, dilayakkan. Karena Wahyu pasal 5 tadi kita baca, tidak ada seorangpun yang benar, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Tidak ada seorangpun yang ..., semuanya nggak ada yang betul. Nah, urusan kita ini setelah diselamatkan, setelah kita dijadikan umat yang layak, maka perbuatan kita ini harus sesuai sebagai umat yang sudah dilayakkan oleh Tuhan. Bukan artinya setelah kita selamat, sudah dilayakkan oleh Tuhan, boleh terus berdosa. Tidak. Karena upah dosa, kebaktian saya hari Minggu, upah dosa adalah maut. Saudara boleh minta ampun, Tuhan ampuni, berdosa lagi. Dosa, minta ampun. Tapi ingat, khotbah saya Minggu, kita seperti ikan. Kalau kita hidup dalam dosa itu seperti ikan keluar dari air. Ngageuleuper dong, nggak bisa hidup. Harus bertobat, harus kembali kepada kehidupan yang benar masuk dalam air, baru dia bisa hidup. Kalau kita kristen lalu hidup dalam dosa, sengaja atau tidak sengaja, saudara tidak akan ada damai. Kristen tapi mencuri, nggak akan ada damai. Saya kalau ngurus siswa, ada kehilangan atau ada apa, saya cuma minta tanda sama Tuhan. Tuhan kasih lihat tanda. Entar siswa itu kalau nggak roboh, kalau nggak jatuh, nangis atau apa segala macam - Tuhan kasih tanda. Karena hatinya akan tertuduh. Ia tidak akan ada damai. Mana mungkin, saudara, ikan yang keluar dari air, dia bisa tenang. Dia akan tenang kalau sudah dimasak. Tapi kalau dia hidup, saudaraku, dia tidak akan tenang. 

Jadi, umat yang layak ini terdiri dari orang berdosa, orang berdosa, orang berdosa, orang berdosa. Kenapa saya bilang orang berdosa? Karena Roma 3 bilang tidak ada yang benar. Tidak ada yang mencari Tuhan. Semua sudah hilang kemuliaan Allah. Kalau saudara lihat ada hamba Tuhan dipakai. Kalau saudara lihat ada satu enci, ada satu engko dipakai Tuhan, mendapat mujijat Tuhan. Kita musti bersyukur. Karena Tuhan melayakkan mujijatnya dinikmati, dialami oleh kita. Melayakkan kuasaNya, digunakan oleh hamba Tuhan ini. Saya mau tanya dulu, sampai di sini saudara mengerti apa tidak? Oke. Jadi umat yang layak bukan yang cia cai - tapi umat yang tidak layak, kenal sama Yesus, lalu dia menjadi dilayakkan. Jadi bedanya hanya pada salib saja. Ini salib, kita sebelum salib dan sesudah salib. Di situlah persoalan kita. Waktu kita sebelum salib, kita berdosa. Begitu kita terima Yesus ... yah, percaya kepada Yesus, diampuni dosa kita, lewat salib, kita menjadi layak. Menjadi umat Tuhan. Coba, ada satu ayat yang selalu mengharukan hati saya. Dari sekolah alkitab dulu, saya angkatan empat belas sampai sekarang. Selalu ayat ini mengharukan saya. Roma pasal 9. Dalam Roma pasal 9:24,

9:24 yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya - Dipanggil Yesus - bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain, - termasuk kita, Indonesia, Tionghoa, daan sebagainya -
9:25. seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku -Haleluyah, bukan umatKU, bukan -- akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih." 
9:26 Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup." 

Saya mau tanya saudara, saudara suka sedih nggak disebut kafir? Kalau kita belum kenal diri kita siapa, kitapun sedih kok disebut kafir. Tapi kita tahu. Sekarang begini, orang bilang kita kafir. Amin, saya bilang begitu. Memang saya kafir. Di luar Yesus kita kafir semua, diluar Tuhan, di luar Yahudi kita kafir. Amin. Ih, kamu tuh begitu, adatnya gini, gini, gini, gini. Amin, memang tidak ada orang yang benar. Kok kamu kristen tapi begini, begini, begini, begini. Amin, memang Tuhan Yesus belum semuanya ngerubah saya, masih sedikit-sedikit, masih ada banyak kekurangan. Jadi berhenti orang itu ngomong. Bo hwat nanti dia lama-lama. Ah.. manehna mah kieu, kieu, kieu. Heueuh, bener oweh mah kieu memang, banyak salah. Firman Tuhan bilang, dimana saja mereka disebut, kamu bukan umatKu, kafir. Kafir tuh bukan umat. Justru Tuhan bela, kamu adalah umatKu. Orang bilang, kamu nih nggak bener. Tuhan bilang, kamu kekasihKu. Jadi apa penilaiannya yang benar? Umat yang disebut yang layak ini yang melayakkannya adalah Tuhan. Kalau Tuhan yang punya hidup kita sudah bilang oke. Kamu okelah. 

Saya kasih ilustrasi. Ada enam murid saya, saya hukum. Karena mereka melanggar. Mula-mula main-main, heureuy. Selamat hari kasih sayang, selamat hari Valentine, nulis dikertas enam orang. Dikasih ke ibu-ibu. Ibu-ibu kan sudah ada suami. Kepada ibu ini, ibu ini, ibu ini. Saya nggak tahu ceritanya. Karena itu pelanggaran harus, saya bilang pulang. Sebelum saya ketemu dia, mereka tuh, enam-enamnya, mau ketemu saya. Karena di sekolah alkitab sudah dipak kopornya, suruh pulang. Enam-enamnya ke Kapten Musa. Ini ilustrasi bagus sekali. Mau ketemu saya. Saya lagi ada tamu banyak, tamu dari Jakarta. Saya bilang tunggu aja. Habis tamu pulang, aduh, saya tiba-tiba ngantuk. Nah, itu badan saya sekarang tuh tiba-tiba ngantuk, saya tidur. Bangun jam tiga. Jam tiga saya mandi sudah, enam orang itu ada di depan. Mereka tidak makan dari pagi, tunggu mau ketemu saya. Saya buka pintu, ada apa? Oom kita sudah melanggar, sudah kami minta ampun, minta maaf, ingin sekolah alkitab. Begini saja, kamu kembalilah ke tempat masing-masing. Saya ngomong begini. Kembalilah ke tempat masing-masing, ke kota masing-masing. Nanti tahun depan kamu kembali lagi, waktunya sama, seperti bulan Februari. Kamu nanti sekolah lagi bulan Februari lagi. Diterima di kelas satu, teruskan aja. Jadi nggak usah dari bulan Agustus, dari bulan Februari. Saya tutup, sudah putusan. Mereka nggak mau, nggak mau terima. Mereka nangis. Lalu mereka berdoa, saudara-saudaraku, enam orang. Bayangin didepan pintu rumah, mereka berlutut menghadap ke pintu rumah. Saya nggak tahu. Haleluyah, haleluyah. Yang didepan itu anak-anak SD, pada nongkrong dina pager, nanaonan, sedang ambil ilmu barangkali. Kita nggak tahu. Akhirnya sampai sore, yah sudah, tiga orang jaga di depan rumah, tiga orang disebelah. Ronda, ganti-gantian. Tadi pagi baru saya selesaikan semua. Kamu jongkok sekarang di sini, siapa yang tulis surat pertama? Ini. Oh, saya marah sekali. Marah, habis-habisan. Nangis, saudara. Tidak ada yang tidak nangis - semua nangis. 

Waktu nangis itu, dari hati saya tuh keluar belas kasihan. Saya kasihan sama mereka. Kalau mereka pulang bagaimana, dan sebagainya, dan sebagainya. Sekarang, saya bilang,  sudah. Satu-satu saya mau dengar omongan kamu. Saya berterima kasih kalau Oom Yoyo mengampuni saya. Kami tidak rasa dendam. Oom marah, oom bikin kita dihukum dan sebagainya. Terima kasih, bahkan dengan hukuman ini, saya mengerti bahwa oom sayang sama kami. Semua rata-rata ngomong begini. Saya bilang, sudah kamu foto sama-sama, murid-murid sama guru. Sekarang kamu saya maafkan, sudah. Kamu kembali, mandi, kembali ke sekolah dan kamu foto bersama. 

Itu wajah mereka, saudara. Wajah mereka yang begitu kalut, begitu susah, itu hanya dalam sekejap saja, berubah. Bersukacita, kelihatan sekali, berubah. Mereka mandi, tidak ada beban lagi. Dan mereka pergi kesana berfoto bersama. Memakai seragam lagi. Umpama teman mereka bilang, kamu, kamu melanggar. Oom Yoyo sudah maafkan kok. Sudah ampuni. Kita sudah boleh belajar lagi. Mereka punya hak sekarang. Itu wajah berubah sekali. Dari susah, dari gelisah, takut saya bilang pulang. Saya bilang, sudah, oom maafkan, sekarang kamu kembali. 

Kira-kira seperti itulah umat yang layak itu. Kita tidak layak, kita sudah dihukum. Tapi di atas Bukit Golgota, Dia memanggil kita dan Dia berkata : Marilah kepadaKu, hai kamu yang bertanggungan berat. Aku memberi sentosa kepadamu. Saya yakin, waktu Tuhan melihat kita, hatinya jatuh belas kasihan. Karena kita tidak bisa melawan dosa. Karena Dia lihat kita dililit oleh dosa. Kita tidak bisa mengalahkan dosa. Karena kita penuh dengan lumpur dosa. Pada waktu Tuhan Yesus bilang dosamu telah diampuni - itulah saat dimana beban dari hidup kita, diangkat. Kita memakai seragam dari Kerajaan Surga. Sekarang kita disebut kekasih. Dulu bukan umat, dulu bukan umat. Sekarang, katanya Roma tadi - engkau umatKu. Maka saya bilang, sejak sekolah alkitab sampai sekarang ayat ini selalu bikin saya terharu. Kita bukan umat kok. Waduh ... nggak ada hak apa-apa disebut umat. Jadi umat yang layak ini yang mana? Dulunya nggak layak, diampuni oleh Tuhan, datang percaya kepada Yesus, dilayakkan sama Tuhan. Nah, ini saya mau bicara mengenai persoalannya sekarang, problemnya dimana? II Korintus 5. Di dalam II Korintus pasal 5, problemnya ini disini. II Korintus 5:17,

5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama - yang belepotan, yang salah, dan sebbagainya - sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 

Maaf, saudara-saudara, saya harus terus terang nih. Kita sudah diampuni sama Tuhan. Coba ikuti kata-kata saya, nanti saudara akan melihat rahasianya dimana. Saudara ngomong yang saya ngomong, yah : Saya percaya, Tuhan Yesus mengasihi saya. Sekarang saya tanya, apa betul saudara percaya? Betul saudara percaya? Oke. Oleh sebab itu, saya juga mengasihi saya. Yesus mengasihi diri kita, tapi kita nggak mengasihi diri kita sendiri. Yesus menghargai kita. Saudara nggak menghargai diri saudara sendiri. Tuhan sudah ampuni yang lewat. Tapi kita selalu ngomong yang lewat. Aduh, saya mah lah nggak cocoklah. Saya mah banyak salah. Saya mah orang berdosa. Karena kita ingat yang dulu. Padahal di dalam Yesus, yang dulu sudah lewat. Tuhan sekarang menciptakan saudara, satu umat yang layak. Yang baru sudah terbit. Tapi heran, kita yakin, kita percaya, Yesus mengasihi kita tapi kita nggak mengasihi diri kita. 

Cing atuh kasihi diri kita. Bukan cinta diri sendiri, bukan. Mengasihi diri kita dengan caranya Tuhan. Masa Tuhan mau kita hancur? Siapa yang ngancurin kita? Diri kita sendiri. Cing coba sing nyaah kepada diri sendiri teh. Jangan diumbar. Nanti sebentar ada pesta makan di bawah. Saya nggak bisa makan diumbar. Karena saya cinta badan saya. Saya nih dalam keadaan begini, keadaan sakit begini, saya ngumbar. Hayoh makan babi hong, sate kambing, seminggu aja. Kalau nggak saudara dengar, Pak Awondatu ada di rumah sakit Medistra. Apa Setan? Bukan setan, gelojoh kita. Kita tidak sayang diri. Cing sing nyaah ka diri sendiri. Duh Tuhan mah luar biasa baiknya sama kita. Kita nggak layak dijadikan layak. Cuman kita nggak memaafkan diri sendiri. Tuhan sudah memaafkan. Tuhan sudah mengampuni kita. Kita nggak mengampuni diri sendiri. Tuhan mengasihi kita. Saudara nggak mengasihi diri sendiri. Bagaimana kita, saudara-saudara, kan ada ayat kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tapi kita nggak mengasihi diri. Coba belajar mengasihi, menyayangi diri sendiri. Nah, itu umat yang layak yang terdiri dari berbagai-bagai, bermacam-macam. 

Alkitab yang kita miliki ini, saudara-saudara, ditulis oleh empat puluh penulis. Heran, empat puluh penulis hidup di jaman yang berbeda. Ada raja seperti Salomo dan Daud, dia nulis. Ada gembala. Daud, gembala. Musa, gembala. Ada nabi. Nabi-nabi besar - Yesaya, Yeremia, Yehezkiel. Nabi-nabi kecil - Daniel, Hosea, Amos, Obaja, Mikha, Nahum, Habakuk, dan sebagainya. Pemungut cukai, Matius. Dokter, Lukas. Orang biasa, nelayan, Yohanes sama Petrus. Nulis semua. Orang Farisi seperti Paulus ikut nulis setelah dia bertobat. 40 macam. Perempuan biasa - Ester, Rut, semua. Obaja, semua. Lalu gembala Tekoa, macam-macam. Itu empat puluh orang. Kok jadinya satu buku? Nggak berlawanan satu dengan yang lain. Kemaren ada satu ibu datang di Jakarta, dia ingin mengantar temannya dibaptis disini. Karena orang Ujung Pandang ... minta dibaptis sama saya. Suka dengar di Green Garden khotbah, dia percaya dia mau dibaptis. Saya baptis. Ini ibu mungkin dibaptis di gereja lain. Dia tanya, kok di sini abis dibaptis baju kok nggak dibuang? Yah, kenapa musti dibuang? Kalau di tempat saya, baju yang kita pakai di baptis harus dibuang. Ini pelajaran aneh lagi. Saya bilang oh ngerti saya. Bukan begitu. Dalam Efesus 4 yang harus dibuang itu baju yang lama. Coba kita lihat. Nah, kebetulan ini Efesus 4 kita membaca sebagai ayat yang terakhir. Mengenai manusia yang baru. Ayat 17.  
4:17. Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 
4:19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. 
4:20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 
4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 
4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu - nah ini - , harus menanggalkan manusia lama,, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 
4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,    
                                                                                     4:24 dan mengenakan manusia baru, 

Jadi menanggalkan manusia yang lama, karakter yang lama memakai baju yang baru, karakternya - bukan bajunya yang dibuang.  Oh, begitu karena itu teman-teman waktu mau dibaptis mereka pilih baju yang paling jelek. Karena habis dibaptis bajunya harus dibuang. Justru saya bilang kalau dibaptis pakai bayu yang paling bagus kita dilayani oleh Tuhan kok dalam baptisan. Jadi saudara ketika kita melihat umat yang layak kita minder tapi kita lihat Salib Yesus membuat orang berdosa menjadi layak; saudara dan saya sama dengan bangsa-bangsa yang lain, sama dengan siapapun. Tidak ada yang benar tapi ketika kita terima Yesus, yang tidak benar dibenarkan didalam Tuhan. Kita yang sudah dibenarkan harus hidup menurut jalan yang sesuai dengan Firman Allah.

 

  --- <>< ---

 ________________________________________________________________________

(kembali ke halaman utama)

Situs ini bersifat informasi umum, khususnya bagi saudara-saudara seiman,

berisi tentang sejarah singkat Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur,

Yayasan Kabar Baik, Sekolah Umum, Jadwal Ibadah serta Berita Aktual.

Perubahan terakhir situs ini tanggal : 18 September 2002

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1